"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, April 18, 2013

Surrender In Your Arms - Chapter 6



Elliot menyetir mobilnya dalam diam, disampingnya duduk Kimberly yang sedang memangku Derby yang terlelap. Kimberly menyadari perubahan Elliot yang biasanya banyak bertanya padanya namun kini seolah tak tertarik untuk bertanya lagi. Mungkin Elliot sudah mengetahui apa yang perlu dia ketahui, pikir Kimberly.

Mereka masih saling diam hingga mobil mencapai halaman rumah Webb. Sementara Elliot membukakan pintu untuk Kimberly yang menggendong Derby, mereka bersisian dan Elliot dapat mencium aroma melati dari tubuh Kimberly dan dia memejamkan matanya, berharap dapat mencium lebih banyak lagi aroma tubuh wanita itu.


Kimberly telah masuk ke dalam rumah meninggalkan Elliot berdiri mematung masih terhipnotis oleh penciumannya. Dia mendengus masam menyadari telah tergoda lagi dan tidak dapat mengendalikannya seperti biasanya. Elliot kemudian menyusul masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya, membersihkan diri dan mengenakan pakaian casual sebelum keluar mencari Kimberly yang sedang merapikan pakaian Derby di lemari.

“Kau tidak ingin makan?” tanya Elliot pada Kimberly setelah mencium kening Derby yang tidur di ranjangnya.

“Sebentar lagi, aku masih harus merapikan pakaian Derby. Lalu aku akan makan bersama dengan Miss Clayton dan Mrs. Rose di dapur.” Jawab Kimberly seraya tersenyum pada majikannya.

Alis Elliot berkedut, dia baru menyadari bagaimana kesepiannya dirinya selama ini. Pada saat-saat seperti ini Elliot hanya akan makan malam seorang diri sementara para pelayan dan babysitternya memiliki teman yang mereka ajak bersantap. Lalu Elliot memutuskan hal yang tak pernah dipikirkannya sebelumnya.

“Makanlah bersamaku, mereka bisa makan berdua, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.” Kata Elliot akhirnya. Dia tidak diam disana menunggu jawaban yang keluar dari mulut Kimberly. Elliot meninggalkannya dengan sebuah perintah, perintah yang tak ingin ditolak.

Sepuluh menit kemudian Kimberly menghampiri Elliot yang masih menunggunya, dia telah meminta Mrs. Rose menyiapkan makanan untuk dua orang. Dengan segan Kimberly mendekati Elliot.

“Mr. Webb, aku rasa ini bukan ide baik. Aku akan makan di dapur saja, lagipula aku belum lapar. Kau bisa makan dan tidak usah menungguku.” Kimberly membungkuk memberi hormat dan berusaha untuk pergi dari dana. Tapi Elliot telah berdiri dan menarik tangannya, memaksanya duduk di kursi di hadapannya, menarikkan napkin untuknya dan menuangkan segelas anggur merah di gelasnya.

Elliot mengambil gelasnya sendiri yang masih terisi setengah gelas Anggur, dia memantulkan gelasnya pada gelas Kimberly, mengajak wanita itu bersulang.

“Cheers.. Untuk makan malam yang menyenangkan bersama dengan babysitter paling hebat di dunia, Miss Whittaker.” Ucap Elliot. Dia terlihat sudah setengah mabuk dan Kimberly nyaris berdiri untuk pergi dari sana namun Elliot menahan pundaknya.

“Sekali-sekali kau harus mendengarkanku Ms. Whittaker.. Aku sudah bilangkah bila aku tidak suka ditolak? Bila belum.. sekarang kukatakan, aku tidak suka ditolak.. terlebih oleh wanita secantik dirimu.” Elliot menarik dagu Kimberly dan menurunkan wajahnya bertemu dengan wajah Kimberly.

“Kau mabuk, Mr. Webb.” Tuduh Kimberly marah.

“Mabuk?? Tidak. Mengapa aku mabuk? Aku tidak pernah mabuk. ini hanya wine.. Tak akan bisa membuatku mabuk.” Elliot mengambil botol wine yang tersisa setengahnya, dia telah menghabiskan setengah botol anggur merah beralkohol seorang diri dan masih menolak dikatakan mabuk.

Elliot menuangkan penuh gelasnya dengan wine, dia lalu duduk dan mempersilahkan Kimberly makan. Masakan Mrs. Rose memang sangat nikmat, Kimberly yang awalnya merasa was-was melihat kelakuan Elliot, akhirnya melupakan majikannya itu setelah lidahnya mengecap manis dari roasted beef yang dimasak dengan anggur merah. Elliot mengawasi Kimberly yang makan dengan lahap bagai elang yang mengawasi mangsanya.

“Pelan-pelan, Kim.. Tidak usah buru-buru. Aku akan menemanimu sampai kau puas.. dengan roasted beefmu.” Desis Elliot hampir tak terdengar.

Desisan Elliot membangkitkan kesadaran Kimberly lagi, dia kemudian meletakkan pisau dan garpunya lalu mengelap bibirnya sebelum menenggak air putih di gelasnya yang lain. Kimberly berdiri dan membungkuk, mengucapkan terima kasih pada Elliot atas makan malam yang nikmat dan dia telah kenyang.

“Terima kasih Mr. Webb, aku rasa aku sudah kenyang dan aku akan melanjutkan pekerjaanku lagi. Sebentar lagi Derby pasti terbangun.” Lalu Kimberly berjalan dengan setengah berlari menuju pintu keluar ruang makan.

Pintu itu terasa berat, tangan Elliot telah menekan daun pintu di atasnya sehingga Kimberly tidak bisa membukanya. Tenaganya yang dirasanya seperti banteng pun tak bisa mengalahkan kekuatan seorang Elliot Webb. Gadis country yang biasa mengembala sapi dan kerbau ini tidak sanggup menghadapi tenaga Elliot, tenaganya tidak sebanding dengan laki-laki bertubuh tinggi besar dan tegap sepertinya.

“Aku belum mengizinkanmu untuk pergi, Kim... Bukankah sudah kukatakan, aku ingin berbicara beberapa hal penting denganmu.” Desis Elliot disamping telinga Kimberly.

Kimberly memiringkan kepalanya, darahnya berdesir mendengar suara bisikan Elliot, bulu tengkuknya merinding merasakan getaran desah nafas Elliot yang keluar dari hidungnya. Laki-laki itu kemudian memejamkan matanya, mencoba mencari aroma melati yang sudah mulai dihafalnya.

“Kau beraroma melati.. Aku suka.. Kau sungguh harum, Kim...” lalu perlahan-lahan Elliot mengecup cuping telinga Kimberly. Pertamanya hanya sebuah kecupan, lambat laun Elliot semakin panas dan bergairah, dia menarik tubuh Kimberly hingga tubuh mereka berhadap-hadapan.

Mata Elliot bersinar, pupilnya melebar, bibirnya menganga, wajahnya kian dekat menghampiri wajah Kimberly yang panik dan tidak bisa berkata-kata. Lalu kata-kata yang ingin dikeluarkannya tidak mampu terucap karena bibirnya telah dikuasai oleh Elliot, oleh ciumannya yang panas.

Laki-laki itu memagut bibirnya penuh nafsu, tangannya bergerak kesana-kemari disekujur tubuh Kimberly yang meronta-ronta minta dilepaskan. Bibir Kimberly bengkak, dia berusaha keras melawan namun apa daya ciuman Elliot membuat tubuhnya semakin lemas, laki-laki itu membuatnya meleleh hanya dengan ciumannya.

Ciuman yang awalnya panas berubah menjadi pelan, menjadi mesra dan saling membutuhkan. Kimberly membalas ciuman Elliot dan dua insan itu saling berciuman dan hampir telanjang di depan pintu masuk ruangan.

Ciuman mereka terlepas karena mendengar suara Derby yang memanggil Kimberly dari arah kamarnya. Derby baru saja terbangun dari tidurnya dan dia mencari-cari babysitternya yang biasanya selalu ada disampingnya.

Tubuh Kimberly menegang demi mendengar panggilan Derby, Elliot pun tak kalah terguncangnya. Setelah Kimberly melepaskan diri darinya dan keluar dari ruangan itu barulah Elliot menyadari apa yang baru saja dia lakukan pada babysitter anaknya. Dia menyentuh bibirnya yang bengkak, baju kaosnya yang telah tergeletak di atas lantai dan menyentuh tumbukan ereksinya yang begitu keras.

“Fuck!!! What I’ve done?!!” umpatnya marah lalu menghilang ke dalam ruang kerjanya.

Kimberly mengusap bibirnya, memperbaiki letak kemeja kerjanya, memperbaiki rambutnya yang berantakan karena tangan Elliot yang berkelana di sekujur tubuhnya. Dia bisa merasakan organ intimnya berdenyut-denyut dan basah. Kimberly mengutuk dirinya karena merasa terangsang dan membalas perlakuan Elliot yang diketahuinya sedang mabuk.

“Kau bodoh, Kim!! Orang itu sedang mabuk! Dia tidak tahu apa yang dilakukannya. Kau membuat dirimu seperti wanita pelacur. Kau sungguh murahan!” makinya sebelum menemui Derby.

Sementara Kimberly memandikan Derby serta mengurus makanannya dan bermain dengannya sebelum pergi ke kamarnya, Elliot mengunci diri menenangkan debar jantungnya. Dia memandang layar laptopnya tanpa bisa mengartikan satupun maksud email yang masuk dari sekretarisnya.

Saat ini kepalanya dipenuhi gairah yang tertunda, gairah yang hampir saja terlampiaskan pada babysitternya. Elliot mengelus ereksinya yang masih menyiksa, dia mengendurkan kaitan celana jeansnya, membuka retsletingnya dan memperbaiki letak kelaminnya yang telah berdiri mengacung dengan keras. Elliot mendesahkan nafasnya, menahan godaan untuk mengurut kejantanannya.

“Kau laki-laki murahan, kau mencoba memperkosa wanita itu. Apa yang kau pikirkan, Elliot?? Kau bisa dituntut karena melakukan hal itu!! Shit!!” umpatnya lagi sembari mengelus-elus kepala ereksinya tanpa disadarinya.

“Tapi dia membalas ciumanku.. bukankah itu artinya dia menyukainya? Apakah dia menginginkannya juga?” bibir Elliot mendesis menikmati urutan tangannya yang semakin kencang pada kejantanannya. Dikuasai oleh gairahnya akhirnya Elliot onani di ruangan kerjanya. Lima menit kemudian spermanya muncrat membasahi dadanya. Elliot melenguh penuh kesakitan yang nikmat, bahkan hanya dengan onani dan membayangkan wanita itu terasa sangat nyata baginya.


Elliot mengumpat keras menyadari kekacauan yang dia buat di dalam ruang kerjanya. 

“Laki-laki bodoh!! Kau sungguh maniak!!” bentaknya lagi pada dirinya sambil membersihkan dadanya dari cairan sperma. 


19 comments:

  1. ayang jangan kesel gtu ah
    sini2 datang kepelukan q.



    makash mb shin

    ReplyDelete
  2. º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    Hahahaha eko2

    ReplyDelete
  3. Hmmm, semakin menarik aja nih.

    Makasih mbak shin

    ReplyDelete
  4. kirain bkalan kejadian yg iya2 mba hhe
    kasian mr.webb ga bisa ngendaliin dirinya bwt sekarang..
    nikahin aja mba :D

    ReplyDelete
  5. tembak aja om ell....nnt si kim keburu di ambil orang...thanks mbk cin :)

    ReplyDelete
  6. Ok..bru awal dr kim n mr.webb .. trims. Mb shin...

    ReplyDelete
  7. Si Duren Ʊϑɑ̤̈̊ħ mulai tersiksa nich mnahan gairah.. Hehehh. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Ya Shin si Duren dposting lgi.

    ReplyDelete
  8. Kapan belah durenya yak?hihihi makasih mba shin

    ReplyDelete
  9. ah derby ganggu bgt ih
    pdhl udah mulai balas membalas dan saling buka membuka tuh tp malah gagal gara2 derbynya kebangun
    ayo dong mr webb nyatakan cintamu ke kim dong *noel2 mr webb*

    ReplyDelete
  10. huwaaaaaa mas elliot lepas kendali si kim jg.... hampir aja tp ada si derby yg bangun jdgk jd kasian deh mas webbb yg sabar yah mas nahan gairahnya....

    mba shin mkasih...
    ditunggu lanjutannya....

    ReplyDelete
  11. Jiaaahh~ nanggung amat daah
    Dikit lagi padahal
    Si derby ga pengertian nih ayahnya lagi enak
    Hahahah
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  12. Ya ampunnnnnnnn .... Akhirnya si duren roboh juga pertahanannya hehee

    Makasih sista.. Lup YU :))

    ReplyDelete
  13. dek derby... kenapa seh pake acara bangun. tante jadi kentang bacanya. Jeng shin, apa perlu ne dikirim CTM biar dek derby merem gitu pas abang El lagi usaha?
    wekekekekekekekekekekekk

    ReplyDelete
  14. Ditahan-tahan akhirnya pijit++ juga ni om duren.
    Makasi mba shin.

    ReplyDelete
  15. Knp ga dilanjut lg mba?? :-( cetak dnk versi novel untk ini, catching angel's heart, looking to you.. Pengeeen bgt nie pny versi nvel. Hehhee

    ReplyDelete
  16. aku baru baca ini. slm kenal mbak shin.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.