"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, April 1, 2013

Tenth Drama - Chapter 19



Chae Moon dan Ho Min sedang menunggu di sebuah kursi taman disamping trotoar jalan, tempat mereka berjanji untuk bertemu dengan Jung Nam. Siang itu Jung Nam sedikit terlambat karena bangun kesiangan, semalaman dia mencari Butterfly di klab-klab malam di seantero Seoul, berharap menemukan wanita yang dicarinya.

“Ho Min, coba kamu hubungi ajusshi-mu, apa dia membatalkan rekreasi hari ini? Kita sudah menunggu satu jam lebih, noona tidak mau menunggu lagi, noona lapar, apa kamu tidak lapar?” tanya Chae Moon pada adiknya Ho Min.


Ho Min sedang merengut menatap handphone kakaknya, berharap Jung Nam akan menghubunginya atau sekedar mengiriminya pesan yang memberitahukan mengapa dia tidak datang. Harapan Ho Min yang tinggi perlahan-lahan memudar, dia begitu sedih membayangkan rencana yang telah dibuatnya semalaman mungkin saja hancur, dia akan sangat kecewa bila Jung Nam tidak dapat datang hari ini.

“Ya, Kim Ho Min!! Kenapa diam saja? Isshh.. Noona mau beli minum, kamu mau apa?” tanya Chae Moon sambil melirik jam tangannya, sudah pukul setengah satu siang dan dia hanya akan menunggu hingga pukul satu, mau atau tidak Chae Moon akan menyeret adiknya pergi dari sana. 

http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Um.. Aku mau orange juice.” jawab Ho Min pelan. Dia masih mengetikkan huruf pada pesan yang akan dikirimnya.

Chae Moon menggaruk pipinya, sedih melihat adiknya yang begitu kecewa. “Tunggu disini, noona segera kembali”

Lalu Chae Moon pergi ke sebuah mini market dan membeli minuman untuk mereka berdua. Ho Min terkejut saat handphonenya tiba-tiba berbunyi, Jung Nam menelphonenya.

“Park Jung Nam ajusshi?? Kamu dimana? Kami sudah menunggumu satu jam lebih..” Jung Nam dapat mendengar suara Ho Min yang hampir menangis karena menunggunya. Dia merasa bersalah pada anak kecil itu.

“Maafkan aku Ho Min. Aku segera tiba, aku sudah masuk di areal parkir taman, kalian ada dimana?” tanyanya.

Ho Min lalu menjelaskan dimana dia berada, setelah memarkir mobilnya, Jung Nam berjalan kaki mencari Ho Min. Bocah kecil itu memeluknya, Jung Nam hanya tersenyum miris saat Ho Min menangis terisak dalam pelukannya. Bocah itu tidak mau melepaskan pelukannya, dia malu dilihat menangis oleh idolanya.

“Ya, kamu mau menangis sampai kapan? Nanti apa kata orang? Aku membuatmu menangis? Mereka bisa menghajarku karena membuat bocah semanis kamu menangis, Ho Min” bujuk Jung Nam, namun Ho Min belum mau melepaskan pelukannya.

“Ho Min, kamu dimana?”

Jung Nam mendengar suara yang tidak asing lagi ditelinganya, saat mata mereka bertemu, kedua orang ini tak dapat melepaskan tatapan mereka. Chae Moon menelan ludahnya, terguncang dengan apa yang dilihatnya. Sedangkan Jung Nam tak kalah terkejutnya dengan Chae Moon, namun kemarahan yang disimpannya lama untuk wanita di depannya ini kembali berkobar. Jung Nam memandang dingin pada Chae Moon.

Ho Min demi mendengar panggilan kakaknya langsung mengusap air matanya, dia mengenalkan mereka satu sama lain.

“Noona.. Ini yang aku bilang adalah Park Jung Nam-shi. Dia yang membelikan mainan untukku dulu. Park Jung Nam-shi, ini Kim Chae Moon kakakku yang sering aku ceritakan padamu.”

Jung Nam menyodorkan tangannya yang disambut Chae Moon dengan ragu, tangannya di peras oleh tangan Jung Nam, Chae Moon menyadari laki-laki di depannya pasti teramat sangat marah padanya.

“Ho Min, jadi kakakmu umurnya berapa? Tujuh belas tahun atau sembilan belas tahun?” tanya Jung Nam dingin.

Chae Moon terkesiap, dia merasa sungguh bodoh berada disana, dia ingin pergi dan berlari, namun tangan Jung Nam masih mencengkeram tangannya dengan keras. Chae Moon tidak bisa melepaskan diri.

“Tujuh belas, noona ku baru saja umur tujuh belas tahun beberapa bulan yang lalu, kenapa?” tanya Ho Min pada Jung Nam.

“Ehm.. Tidak, aku kira aku mendengar seseorang mengaku berusia sembilan belas tahun padaku dulu, ah.. Mungkin itu cuma pendengaranku yang salah. Tak mungkin kan ada orang yang sengaja memalsukan umurnya agar bisa tidur dengan seseorang?” mata Jung Nam masih menatap tajam menusuk ke arah Chae Moon yang telah memalingkan wajahnya menahan malu. Dia tidak menyangka laki-laki yang biasa ditemuinya di klab malam itu adalah Jung Nam. Jantung Chae Moon berdebar kencang, dia sungguh tak tahu harus bersikap seperti apa disamping laki-laki ini.

Mereka menghabiskan waktu makan siang dan bermain di wahana hiburan, menyaksikan Ho Min yang bermain dengan riang. Jung Nam tak melepaskan tangan Chae Moon sekejap pun, mereka bergandengan tangan seperti sepasang kekasih.

“Aku tidak akan melepaskanmu lagi, Chae Moon.. hm.. Butterfly.. Setelah kamu berencana meninggalkanku seperti itu, aku tak akan melepaskanmu. Kamu harus menjadi milikku, sampai aku bosan. Mengerti?” desis Jung Nam ditelinga Chae Moon saat mereka duduk dibawah pohon sementara Ho Min membeli es krim untuk mereka.

“Kamu tidak berhak melakukan hal itu, lepaskan tanganku atau kulaporkan pada polisi” ancam Chae Moon.

“Kenapa? Sekarang kamu menolak? Bukankah minggu lalu kamu begitu pasrah berada dibawahku? Aku masih ingat bagaimana wajah puasmu saat aku memasuki tubuhmu berkali-kali, dan kamu tidak menolakku saat kumasukkan tubuhku seperti itu. Kamu bahkan memberikanku keperawananmu, kan?” Jung Nam menarik dagu Chae Moon hingga kini mereka saling berhadap-hadapan.

“Lepaskan!! Kamu sungguh menjijikkan!! Karena inilah aku tidak mau berurusan denganmu lagi. Dikepalamu hanya ada pikiran kotor dan busuk, kamu tidak pantas untuk diperjuangkan. Kamu hanyalah sampah, bahkan pelacur pun tak pantas kamu dapatkan. Aku yakin tak ada satu wanitapun yang akan jatuh cinta padamu” desis Chae Moon marah namun Jung Nam semakin kuat merangkum wajah Chae Moon, dia mencuri sebuah ciuman dari bibir yang dirindukannya itu.

Chae Moon menarik nafasnya ketika merasakan bibir basah Jung Nam telah memagut bibirnya dengan mesra, semua rasa rindu yang dia kira telah dibuangnya jauh-jauh kini naik ke permukaan dan Chae Moon pun membalas ciuman manis Jung Nam.

“Jadi.. tubuhmu masih mengingat ciumanku, hah?” tanya Jung Nam sinis. Suaranya berat dan matanya berkabut penuh gairah. Jung Nam melepaskan tangannya dari dagu Chae Moon tepat sebelum Ho Min datang membawakan es krim untuk mereka.

Sepanjang hari Chae Moon hanya membisu sebelum mereka masuk ke dalam mobil milik Jung Nam dan membawa mereka ke apartemennya yang dibalas Chae Moon dengan panik.

“Ke..kemana kamu membawa kami? Ini bukan jalan pulang!” teriaknya marah namun Jung Nam meletakkan jari telunjuknya pada mulut Chae Moon dan melarang wanita itu berteriak.

“Shh.. Kamu tidak ingin membangunkan Ho Min, kan? Dia kelelahan dan dia butuh istirahat” jawab Jung Nam santai. Pikirannya sedang dipenuhi dengan rencana untuk memberi hukuman pada Chae Moon dan Ho Min membantunya dengan caranya.

“Apa?? Lalu kamu bisa mengantarkanku kerumahku, Ho Min bisa tidur dirumah.” bisiknya tak ingin membangunkan Ho Min.

“Kenapa? Masih sore, kan? Atau apakah kamu memiliki pekerjaan lain yang akan kamu lakukan malam ini? Aku sudah tak sabar lagi melihat aksimu menari telanjang di atas panggung.” cibir Jung Nam dengan wajah penuh kebencian. Dia membenci Chae Moon karena meninggalkannya tanpa pesan dan tak pernah menghubunginya lagi.

“Kamu!!! Benar-benar bajingan!!” bentak Chae Moon marah. Jung Nam mengerem mobilnya mendadak lalu memagut bibir Chae Moon di tengah jalan tak jauh dari lampu merah.

http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Bibir Chae Moon dikuasainya dengan rakus, dihisapnya bibir bawah Chae Moon dan menikmati bibir yang selalu ingin dinikmatinya itu tanpa menghiraukan suara klakson yang memekakkan telinga andai saja jendela mobilnya tak tertutup.

Ketika Jung Nam melepaskan pagutan bibirnya lagi, bibir mereka telah panas dan bengkak, dan Jung Nam maupun Chae Moon tahu apa yang mereka perlukan selain ciuman di tengah jalan raya yang padat. Jung Nam lalu menekan pedal gas nya dalam-dalam agar segera mencapai apartemennya. 


32 comments:

  1. pertamax....
    ayeay ce mumun datang juga....
    tq mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oops....ga nyangka ada yg protes. maaf...maaf.
      di lock sayang. masih dilema antara lanjutkan atau tidak, karena di media lain juga ada :D

      Delete
  2. Akhirnya mba siinnn..
    Kangen jungnam style ;)
    maaci mbaaa

    ReplyDelete
  3. PenAsaran kelanjutaannya

    ReplyDelete
  4. akhirnya abang jung nam :-))

    ReplyDelete
  5. Aih ayang jung nam...marah2 karena rindu menggebu ke chae moon ya...prikiiitiiiw :p

    ReplyDelete
  6. Beugggh, marah karena rindu ya oppa? Ck, ck, ck...
    Yeee, akhirnya ce mumun ketemu lagi sama jung nam oppa.
    Ayo oppa iket aja ce mumunnya, biar jangan pergi lagi..
    Kayaknya part ini agak pendekan ya, Mbak...
    Makasih ya mbak shin...

    ReplyDelete
  7. bingung nih musti dukung jung nam buat dapetin cemumun apa dukung mbak shin, supaya ada next chapter!? Wkwkwkwkwkwkwk, thank u mbak shin *aku padamu* dan semuax dukung jung nam and cemumun!? ;)

    ReplyDelete
  8. Mb Shin tenkyu 2x, kangen aq ma ms satu ni terobati ;-)

    ReplyDelete
  9. Wiwwwwwwww,,,ceee Mumun dateng.. Xixixi...
    Mksh Mba Shiinnn mwuach...

    ReplyDelete
  10. Wah akang jungnam MA Mumun .....

    Keyyyeennnnn, makasih sista...:))

    ReplyDelete
  11. akhir'y.. Cemumun-Jung Nam nongol..

    Woops.. Apa yg akan terjdi stlah ini??
    #kepo

    Mba shin, thanks :)

    ReplyDelete
  12. Aiiiiccchhhh....rindunya aq pdmu mbak shin......!setiap menit,tiap detik,bahkan tiap wkt aq sllu buka blogmu mbak,brhrp ada yg baru, eeee....ada akang jung nam,thks ya mbak....4ever love u......

    ReplyDelete
  13. Ayank jung nam
    i miss uuuuuuu
    Baca dlu

    ReplyDelete
  14. Huaaaa akhirnya mreka ktmu jg ,asikk
    Goyang pinggul

    ReplyDelete
  15. I miss u jungnam oppa..;;)

    Kok dkit bgt n ga ad adegan yg hot hot hot??
    =))

    ReplyDelete
  16. mbk cin......kentang mau lagi thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  17. mbk cin......kentang mau lagi thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  18. Asyik asyik ada Jung Nam..†ђąηk ўσυ mba Shin :p

    ReplyDelete
  19. akhirnya..penantian tidak sia-sia, jung nam kembali...trims sista :)

    ReplyDelete
  20. Akhirrnyaaaa jung naamm ma cemumuunn kangen ma mreka terobati, (ʃƪ´▽`) (•ˆʃƪˆ•) (´▽`ʃƪ) τнäиκ чöü mb.Shin :*

    ReplyDelete
  21. Makasih mbak Shin, yang di kangenin datang lagi :)

    ReplyDelete
  22. , akhr.a nongol jg ..
    #myfav.story

    ReplyDelete
  23. akh ternyata udah ketemu sama jung nam ow lalalala

    ReplyDelete
  24. ihhhiyyy akhirnya chaenam is back...

    ReplyDelete
  25. Aiiiiiiii..... Akhirnya nyambung lg ceritanya.... D tunggu bab selanjutnya mbaaa.... Semangat!!!!!. Thanks mba ya...

    ReplyDelete
  26. Bolak-balik buka blog blm ada postingan baru....mba lg sbuk ya....smgt mba

    ReplyDelete
  27. lagi sibuk ya mbak??...ditunggu postingan selanjutnya...hwaiting

    ReplyDelete
  28. Mbak Shin, ke apartementnya Jung Nam harus lewatin brp lampu merah lagi nih? Udah ngga sabar pengen ikut ke kamarnya Jung Nam nih.. xixixixi

    ReplyDelete
  29. Cerita terakhir dari seri drama Loves in park series, walaupun belum baca ceritanya oppa Jung Nam.
    gak sabar buat nunggin kelanjutanya
    di cerita ini Rossy Kang muncul gak ? kan di seri Jung Min-Ji Han Sempet tuh mereka berdua menjalin hubungan
    Gomawo

    ReplyDelete
  30. adakah chapter selanjutnya mba shin? Cocok banget mereka ber dua

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.