"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, April 12, 2013

Tenth Drama - Chapter 20



Setelah menidurkan Ho Min di kamarnya, Jung Nam menarik tubuh Chae Moon ke dalam pelukannya. Mereka berciuman dengan penuh hasrat dan dalam sekejap kini tubuh mereka telah sama-sama telanjang bulat. Chae Moon menggigil kedinginan ketika tubuh telanjangnya terkena udara dingin dari pendingin ruangan.

Mata Jung Nam mengawasi dengan intens tubuh gadis di depannya, kenyataan bahwa Chae Moon masih berusia tujuh belas tahun telah dilupakannya begitu saja. Dia tidak memikirkan usia wanita yang ingin diajaknya bercinta ketika tumbukan ereksinya telah protes ingin dipuaskan.

“Kamu tak bisa lari dariku lagi, Butterfly.. Aku akan bercinta denganmu malam ini. Kamu tak boleh pergi dari sini sebelum aku puas denganmu.” kata Jung Nam sebelum mencium bibir Chae Moon dengan mesra.


Chae Moon membalas ciuman Jung Nam, hasrat dalam tubuhnya juga telah memerintahkannya untuk memuaskan gairahnya tanpa memperdulikan masalah-masalah yang masih mengganjal di antara mereka. Chae Moon mencintai laki-laki di depannya, meskipun dia tahu mereka mungkin tak punya masa depan karena perbedaan kelas yang mencolok, Chae Moon tak yakin keluarga Park akan mau menerimanya, dia bahkan lebih tak yakin playboy seperti Jung Nam membutuhkan seorang istri atau pacar seperti dirinya. Menurut Chae Moon, Jung Nam tidak memiliki sedikitpun niat untuk berkomitmen padanya. Dia mencoba puas dengan apa yang ingin ditawarkan oleh laki-laki ini padanya saat ini. Percintaan penuh gairah dan kelembutan.

“A..aku.. bisakah kita melakukannya ditempat lain? Ada Ho Min disini...” bisik Chae Moon yang melihat adiknya masih tertidur pulas di atas ranjang lebar milik Jung Nam.

Jung Nam melirik tubuh Ho Min lalu mengerang karena terpaksa harus melepaskan pagutannya dari tubuh Chae Moon. Dengan enggan diapun menggiring tubuh Chae Moon ke kamar sebelah dan membaringkan tubuh wanita itu di atas ranjang. Tumbukan ereksinya menggesek daerah kewanitaan Chae Moon dan membuat gadis itu menarik nafas tertahan.

“Ahh..” desahnya lirih yang membuat Jung Nam mengerutkan dahinya.

“Rupanya kamu sudah sangat terangsang, Butterfly? Aku juga tidak akan sungkan lagi.” senyum licik menghiasi bibir Jung Nam. Mulutnya bermain di atas payudara Chae Moon dan menghisap belahan dada gadis itu dengan nikmat. Jung Nam menghisapnya penuh nafsu, dia merasa debar jantungnya akan membuatnya meledak bila gairah dalam tubuhnya tidak segera dia lepaskan.

Tak banyak cumbuan yang Jung Nam layangkan pada tubuh Chae Moon, mereka terdesak oleh waktu. Ho Min bisa terbangun sewaktu-waktu dan Jung Nam tak ingin bocah itu melihat apa yang sedang mereka lakukan.

Tubuh Jung Nam penuh dengan peluh yang menetes, tubuh mereka telah bertautan. Jung Nam merasa begitu luar biasa berada dalam tubuh Chae Moon, matanya bersinar menyadari apa yang baru saja dilakukannya.

“Aku mengeluarkan cairanku di dalam rahimmu. Kamu mungkin hamil karenanya.” Kata Jung Nam takjub. Dia takjub dengan pikiran memiliki seorang anak dan kemungkinan untuk menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan keluarganya mengenai kapan dirinya akan memberi ibunya cucu. Tapi Chae Moon panik dibawahnya.

Chae Moon mendorong tubuh Jung Nam, meminta laki-laki itu turun dari tubuhnya. Mereka telah mencapai orgasme berbarengan hampir lima menit yang lalu dan Jung Nam belum merasa perlu untuk menyingkirkan tubuhnya dari atas tubuh Chae Moon.

Chae Moon berlari masuk ke dalam kamar mandi dengan menarik selimut di atas ranjang, lima menit kemudian dia keluar dan Jung Nam telah meletakkan pakaian miliknya yang tadinya tergeletak di dalam kamar Jung Nam.

Jung Nam duduk di kursi sambil memperhatikan Chae Moon yang baru saja keluar dari kamar mandi, dia hendak masuk lagi tapi Jung Nam melarangnya.

“Kenakan pakaianmu disini. Aku ingin melihatmu.” Perintahnya.

Chae Moon mengernyitkan dahinya, dia tidak berniat untuk menuruti perkataan Jung Nam dan berlalu dari sana. Tapi Jung Nam menarik tangannya.

“Jangan paksa aku untuk membuatmu menurutiku, Butterfly... Aku bisa saja membuatmu tak berpakaian sepanjang malam, dimana aku lebih senang seperti itu. Maka, lebih baik kamu turuti perkataanku. Tidak akan menyakitimu.” Seringainya sinis.

Chae Moon menggertakkan giginya, dengan terpaksa membiarkan Jung Nam memuaskan matanya melihat Chae Moon mengenakan pakaian kembali. Setiap gerakan tubuh Chae Moon begitu gemulai, membuat Jung Nam terpesona dan takjub, Jung Nam memutuskan wanita ini harus menjadi miliknya.

Setengah jam kemudian Ho Min bangun dan menghampiri mereka. Chae Moon memasakkan makan malam untuk mereka bertiga sebelum Jung Nam mengantarkan mereka kembali ke rumah. Dalam perjalanan Jung Nam sibuk berbicara dengan Ho Min, mereka berdua merencanakan pertemuan mereka berikutnya. Sesekali Jung Nam akan melirik ke arah Chae Moon dan tersenyum penuh arti. Dia berhenti di sebuah mini market dan mengajak mereka turun.

“Turunlah, aku ingin membeli sesuatu. Kalian bisa membeli apapun yang kalian inginkan.” Katanya sebelum turun dari mobil.

Ho Min sudah tidak malu-malu lagi pada Jung Nam, laki-laki itupun telah menganggap Ho Min sebagai adiknya sendiri. Hubungan mereka berdua tak terpisahkan, sedang Chae Moon masih terlihat kikuk berada di samping Jung Nam. Tanpa sepengetahuan Ho Min, Jung Nam akan menggenggam tangan Chae Moon lalu melepaskannya lagi bila bocah kecil itu menoleh pada mereka.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah keluarga Kim. Setelah Ho Min berpamitan pada Jung Nam, giliran Chae Moon berpamitan pada laki-laki itu saat dia memastikan bahwa dia masih ingin bertemu dengan Butterfly.

“Aku akan menjemputmu besok setelah pulang sekolah. Pukul empat sore, khan? Aku ingin berbicara beberapa hal dengan Butterfly” tanya Jung Nam memastikan.

“Dengan segala hormat, Mister Park, begitulah aku akan memanggilmu mulai sekarang,” Chae Moon menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya. Dia menyadari dahi Jung Nam yang mengerut mendengar perkataan Chae Moon. “Aku ingin mengatakan satu hal padamu dan kamu harus mencamkan hal ini. Bahwa.. Bila kamu ingin bertemu dengan Butterfly.. maka kamu tak mungkin bisa bertemu dengannya lagi. Butterfly telah mati, yang ada hanyalah seorang Kim Chae Moon, seorang pelajar SMU. Bila kamu ingin bertemu dengan Chae Moon, mungkin aku masih bisa bertemu denganmu. Tapi bila kamu menginginkan untuk bertemu dengan Butterfly, maka.. ini adalah akhir dari perjumpaan kita. Selamat malam.” Dan pintu mobil Jung Nam ditutupnya. Chae Moon kemudian menghilang di balik pintu rumahnya yang menutup, tak memberikan kesempatan pada Jung Nam untuk menjawab apapun.

Handphone Chae Moon berdering, dari Jung Nam. Dia langsung mematikan handphonenya, tak ingin bertemu dengan laki-laki itu lagi untuk malam ini. Chae Moon belum siap untuk mendengar jawaban Jung Nam karena dia tahu Jung Nam hanyalah menginginkan Butterfly yang dilihatnya di club malam dulu. Chae Moon kemudian menyusul Ho Min yang telah terlebih dulu masuk ke dalam kamar.

Jung Nam mengumpat dan memaki nama Chae Moon, dia melemparkan handphonenya gemas. Jung Nam lalu keluar dari mobilnya, kehabisan akal mencari cara untuk berbicara dengan Chae Moon. Dia tidak ingin membuat kegaduhan disini tapi dia ingin bertemu dengan wanita itu.

“Ck!! Wanita sialan!!” teriaknya kesal. Jung Nam menendang ban mobilnya dengan tumitnya, mencoba mengintip ke dalam rumah Chae Moon yang tertutup rapat.

“Jiss... Kenapa wanita ini begitu menyusahkan?” Jung Nam mengacak rambutnya frustasi, dia lalu mengendarai mobilnya menjauh dari rumah Chae Moon, memastikan besok sore akan menjemput wanita itu sepulangnya dia dari sekolahnya.

~~~~

Pukul empat sore kurang dua puluh menit, Jung Nam telah menunggu Chae Moon di luar pintu gerbang sekolahnya. Dia menaiki motor besar miliknya, dengan jaket kulit hitam yang tertutup rapat, helm masih tepakai di kepala. Jung Nam bersiap-siap bila Chae Moon memilih untuk berlari menghindarinya.

Dalam kerumunan siswa yang keluar dari sekolah, Jung Nam dapat melihat Chae Moon di antara keramaian itu hanya dengan sekali lihat. Chae Moon sedang berjalan berdampingan bersama temannya Mu Ri dan beberapa laki-laki lain yang mencoba menggoda Chae Moon.

Darah Jung Nam mendidih melihat hal itu, dia pun membawa motornya mencari Chae Moon, membelah jalanan ramai oleh manusia hanya untuk berada di depan wanita itu.

“Naik!!” perintahnya pada Chae Moon yang kebingungan. Tapi sekejap kemudian dia mengerti, meski nampak enggan, Chae Moon melingkarkan lengannya pada pinggang Jung Nam agar tidak terjatuh dari motor saat laki-laki itu mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.

Chae Moon tidak mengenakan helm, dia berpegang sepenuhnya dan mempercayakan nyawanya pada Jung Nam yang cemburu tanpa alasan. Laki-laki itu marah padanya karena berdekatan dengan pria lain, Jung Nam memang tidak berhak untuk cemburu tapi dia tidak bisa mencegahnya.

Jung Nam menghentikan motornya di pelataran parkir sebuah pantai yang sepi. Melepaskan helmnya tanpa membantu Chae Moon turun dari motor. Jung Nam berteriak melepaskan kekesalannya. Dia bingung dengan dirinya, semalaman dia berpikir jawaban pertanyaan Chae Moon, siapakah yang lebih dipilihnya, Butterfly atau gadis yang bernama Chae Moon yang tak lain adalah identitas asli dari Butterfly yang dia obsesikan.

Chae Moon telah berdiri di belakang Jung Nam yang baru saja melepaskan semua kekesalannya, dia berbalik menghadap Chae Moon, matanya berapi-api menatap langsung pada mata Chae Moon yang memandangnya tanpa kedip, bertanya-tanya apa yang sedang menghinggapi kepala laki-laki di depannya ini.


Lalu dengan setengah berlari Jung Nam melangkah menghampiri Chae Moon, Chae Moon tidak menghindar, dia terlalu kebingungan menghadapi perubahan emosi Jung Nam yang begitu mendadak. Maka dia tidak pernah menyangka ketika tubuhnya telah diraih ke dalam pelukan dan bibirnya dikuasai dengan rakus. Jung Nam mengunci tubuh dan bibirnya dalam pengaruhnya. 


43 comments:

  1. Mba Shin, tengkyuuu...kangen banged sm jungnam n cemumun.. happy weekend mba Shin..:-*:-)

    ReplyDelete
  2. jung nam...pilih aq ato dy?thanx mba chin

    ReplyDelete
  3. jung nam is back..... thanks mb shin.

    ReplyDelete
  4. Aaaaaaaaa......
    thanks mBa Shin

    Lg mo lunch...eeeh nemu aa jungnam
    baca dlu ach...

    ReplyDelete
  5. jung nam jangan kasar2 ih.
    mumun kan mash dibwah umur.


    makash mb shin

    ReplyDelete
  6. Yeeee, akang jung nam dan ce mumun datang lagi.

    Jung nam oppa, kau pilih aku atau mbak shin? #gubraaak

    makasih mbak shin #peluuk

    ReplyDelete
  7. Huuh. . . .akhirnya series Park muncul jg :)
    huaa Jung Nam kau akan menjadi bapak dari dua anak beda Ibu. Hiks, nasib wanitamu yg dulu kau lupakan begitu saja u,u

    ReplyDelete
  8. ː̗̀(☉,☉)ː̖́ ew! Jung Nam galau...
    Kan dh diajari aku, say...


    ‎​-•--•-τ̲̣̣̥н̲̣̣̣̥a̶̲̥̅̊N̤̥̈̊к̲̣̣̥ ({}) y̶̲̥̅̊O̲̣̣̥u̶̲̥̅̊ -•--•- mba shin #kecup2 basah

    ReplyDelete
  9. Mbak shin is back....eh salah jungnam is back..jungnam bilangin mbak shin kalo main ke rumah danof jgn kelamaan,,,giliran gitu(jiah... dikira big D apa yg digilir cewe) wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha.. ah... capek kl digilir dia

      Delete
  10. Oooohh jung nam,miss u
    Aikkhh jung nam cemburu niyeee liat cwo godain cemumun,xixixi
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    D tgu bab selanjutnya bsok *eehh

    ReplyDelete
  11. jung nam.....!!!!!!


    Thank u mbak shin *cemumut ea* ;)

    ReplyDelete
  12. Teh momon datang juga.
    Makasi mba shin :-)

    ReplyDelete
  13. mudah2an jungnam pilih chae moon drpada rosi..

    ReplyDelete
  14. Yeay ada jungnam..†ђąηk ўσυ mba shin

    ReplyDelete
  15. whooaaaa....
    ayang jung nam n ce mumun datang agie...

    thx mbak shin
    X.O.X.O

    ReplyDelete
  16. wah tambah seru kak ceritanya apalagi waktu jung nam cemburu whahaha#kok malah ketawa
    tapi mereka hebat juga ngelakuin waktu ada ho min jempol deh buat jung nam

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan hebat.. nepsong menggebu2 wkwkwkwk

      Delete
  17. Asiiikkk akhirnya akang jung nam muncul kembali
    Hihihihi
    Yeesss jung nam cemburu, makin ga sabar nunggu kelanjutanya
    Makasih mb shin ;D

    ReplyDelete
  18. andaikan kau tau bang.. dirimu syudah jadi ayah *geleng2 kepala prihatin*
    gimana kalo ampe beneran ceumumun nya hamil??? celaka 12 itu.... :D

    ReplyDelete
  19. Ajarin ngitung mba,,,

    Ayang Jung Nam sini aku kasih tau sesuatu tentang Rossy...

    ReplyDelete
  20. wuahhhh, jung nam galau hhi. hayoo mau milih yang mna?? hmm aku penasaran ama rose iih, klo jung nam tau rose punya anak gimana ya . . kasian che moon ntrnya hhu . .

    makasih ya mba shin *hug

    sukses dan semangat yaaa

    ReplyDelete
  21. aaaa.. akang Jung Nam dan ceu mumun akhirnya ketemu lagiii.
    kangeeen.. sama kangennya aku dengan mbak ku yg cetar membahana badai ini..
    apa kabar mbak shin???

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.