"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, April 18, 2013

Tenth Drama - Chapter 21



“Kamu ingin tahu jawabanku? Aku memilih Kim Chae Moon, aku tidak perlu kamu sebagai Butterfly, aku memerlukanmu sebagai dirimu. Aku ingin membangun sebuah hubungan berlandaskan kepercayaan bersamamu, bila kamu memberikanku kesempatan. Aku memiliki masa lalu yang akan selalu mengikutiku, begitu juga dirimu. Bila kamu bersedia, aku akan menjelaskannya sambil lalu, saat ini aku hanya ingin mengataka hal ini. Aku rasa.. aku menyukaimu, Chae Moon.” Kata Jung Nam mantap, dia telah menetapkan hatinya untuk mengejar apa yang bisa dikejarnya. Bukan masa lalunya, tapi masa depannya.


Jung Nam menggaruk kepalanya karena Chae Moon hanya terdiam tak membalasnya. “Kenapa kamu diam? Katakan sesuatu... Aku gugup disini. Jangan mengira karena usiaku jauh lebih tua darimu sehingga aku tidak gugup? Tsk!! Aku perlu rokok, bila tidak tanganku akan gemetar karenamu. Aku tak percaya usiamu masih tujuh belas tahun, kamu... membuatku... ah.. lupakan.” Katanya lagi sambil menghisap rokoknya nikmat dan menghembuskan asap yang mengepul ke udara.

“Bila kamu masih diam seperti itu, aku akan menganggapnya sebagai setuju. Dan aku tak ingin melihatmu bersama dengan laki-laki lain, meski hanya berbicara denganmu. Ya... aku memang pencemburu, aku tak ingin laki-laki lain menggodamu. Mereka harus tahu bahwa kamu sudah ada yang memiliki.”

“Kamu sungguh arogan, aku belum menjawab apa-apa dan kamu sudah memutuskan sendiri.” Sungut Chae Moon marah, dia memutar tubuhnya memunggungi Jung Nam, Chae Moon menggigit bibirnya, mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini semua bukanlah mimpi.

“Ya!! Kim Chae Moon! Apa kamu kira aku bercanda? Aku serius. Aku ingin menjadikanmu pacarku.” Jung Nam membuang puntung rokoknya, menarik bahu Chae Moon dan menangkap senyuman di bibir wanita itu.

“Ck... Hah.. Dasar... Mengapa harus berbelit-belit, aku tahu kamu juga tertarik padaku, khan? Aku bisa melihatnya, lagipula kamu tidak menolakku setiap kita melakukan hal itu. Aku hanya bingung, mengapa kamu mau menyerahkan kesucianmu padaku? Aku merasa terhormat.”

“Tidak ada yang spesial.” Jawab Chae Moon masih berbohong, dia masih ingin menyembunyikan perasaannya dari Jung Nam.

Laki-laki itu berdecak geli, hatinya terasa aneh bisa berbicara seperti ini dengan Chae Moon. Dia merasa muda kembali, entah bila jarak usia mereka mempengaruhi semangatnya lagi. Jung Nam merasa dia sanggup kembali menjadi murid SMU bila Chae Moon menginginkannya.

Sore itu, secara tak resmi Chae Moon dan Jung Nam telah berpacaran meskipun Chae Moon tak pernah mengatakan persetujuannya. Namun sejak hari itu Jung Nam selalu menjemputnya dari sekolah dan menatap tajam pada semua laki-laki yang berusaha mendekati Chae Moon. Chae Moon menyembunyikn senyum gelinya melihat kelakuan Jung Nam.

Mereka bertiga, Jung Nam, Chae Moon dan Ho Min akan rutin bepergian pada hari minggu atau hari libur. Bahkan liburan kali ini Jung Nam mengajak kedua orang itu berlibur ke rumahnya di Ulsan.

Awalnya Chae Moon menolak permintaan Jung Nam, tapi karena bujuk rayu Jung Nam – Ho Min, akhirnya mereka bertiga berangkat dengan pesawat terbang. Ini adalah kali pertama Chae Moon dan adiknya naik pesawat terbang, sejak berpacaran dengan Jung Nam, laki-laki itu membanjirinya dengan hadiah yang bahkan tak pernah dimintanya. Bahkan sesekali Jung Nam sengaja meninggalkan barangnya dalam tas Chae Moon hanya agar wanita itu mengembalikannya ke apartemennya. Saat itulah Jung Nam dengan senyumnya yang culas memanfaatkan kesempatan untuk menikmati tubuh muda pacarnya.

Chae Moon tidak pernah menolak memenuhi kebutuhan bercinta mereka, namun dia mengajukan syarat agar Jung Nam mengenakan pelindung atau memilih untuk mengeluarkan cairannya di luar tubuh Chae Moon, bila tidak maka Chae Moon tidak akan pernah mau menemuinya lagi.

“Aku masih sekolah, aku tidak boleh hamil. Kamu adalah laki-laki dewasa Mister Park Jung Nam, semestinya kamu menyadari hal itu.” kata Chae Moon gemas saat mereka sedang berbaring di atas ranjang kamar Jung Nam.

Jung Nam bukannya tidak mengerti dengan kekhawatiran Chae Moon, hanya saja dia telah begitu menginginkan memiliki seorang anak dan melupakan kenyataan bila pacarnya masih berusia tujuh belas tahun dan saat ini belum menamatkan sekolahnya.

“Kapan kamu lulus sekolah?” tanya Jung Nam cemberut.

Chae Moon mengernyitkan alisnya, “Kenapa kamu menanyakan hal itu?” tanya Chae Moon curiga.

Jung Nam tertawa geli, “Bukan apa-apa.” Jawabnya masih terkikik.

Chae Moon mengangkat bahunya dan menjawab hingga setengah tahun kemudian dia masih berstatus pelajar sekolah menengah umum. Jung Nam nampak mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu dia akan mencium bibir Chae Moon lagi dan memadu kasih untuk yang ke sekian kalinya dengan remaja itu. Jung Nam tak pernah menyadari dirinya menjadi salah satu apa yang dibencinya, penikmat daun muda sama seperti kakaknya Jung Min dan sahabatnya Ji Jeong.

~~~~

Sudah dua bulan lamanya Jung Nam dan Chae Moon berpacaran, Jung Nam bahkan meminta Chae Moon dan Ho Min untuk pindah bersamanya namun Chae Moon menolaknya. Dia tidak ingin hidup bersama sebelum mereka menikah, Chae Moon tidak ingin orang-orang bergunjing tidak sedap pada keluarga mereka.

Jung Nam sedang mewakili Jung Min menghadiri peresmian kantor cabang rekan bisnis mereka di Seoul saat matanya menangkap sosok Rossy Kang di kejauhan. Wanita itu sedang beriringan dengan ibunya dan beberapa orang lainnya yang tak sempat dilihatnya.

Refleks kaki Jung Nam membawanya mengikuti mereka, dari kejauhan Jung Nam dapat mendengar percakapan antara Rossy dan ibunya yang sedang menggendong seorang bayi dalam pelukannya.

“Tinggal setengah jam lagi, Rossy. Kita harus segera pulang sebelum ayahmu menelphone lagi. Jangan sampai ayahmu mencabut izinnya untuk mu keluar. Kamu harus bersabar sebelum ayahmu mengizinkanmu untuk bertemu dengan ayah In Soo. Sebentar lagi, pasti ayahmu akan luluh...” kata Nyonya Kang sambil menepuk-nepuk tubuh cucunya yang sedang menangis.

“Aku sudah tidak tahan lagi, Bu. Aku ingin melarikan diri saja rasanya membawa In Soo padanya. Dia pasti bisa melakukan sesuatu, dia akan membujuk ayah setelah mengetahui In Soo, bahwa dia telah memiliki seorang anak, agar dia lebih berjuang lagi demi cinta kami.”

“Tapi kamu tahu itu tidak mungkin, pengawal-pengawal ayahmu berjaga-jaga seperti semut, mana mungkin kamu bisa melarikan diri, Rossy...”

Suara Nyonya Kang terhenti dan mulutnya menganga melihat Jung Nam yang sedang berdiri mematung dengan wajah pucat di belakang Rossy. Melihat ke arah bungkusan yang digendong oleh Nyonya Kang.

“Rossy...? Kamukah itu?” tanya Jung Nam setengah berbisik. Setelah hampir dua tahun lamanya dia tak pernah melihatnya, kini Rossy berdiri di hadapannya, Jung Nam hampir tak dapat mempercayai pengelihatannya.

Rossy menutup mulutnya, tangisnya turun dalam kepanikannya. Lalu Jung Nam mendekatinya dan memegang bahunya. Wajah mereka saling berhadapan, Jung Nam melihat Rossy-nya lagi. Cinta pertamanya yang hampir dilupakannya.

“Rossy... Kamu kembali?” tanya Jung Nam getir. Bibirnya gemetar menyadari Rossy bukanlah khayalannya saja.

Rossy kemudian menangis terisak dan memeluk tubuh Jung Nam, menumpahkan semua kesedihannya selama ini di dada laki-laki itu. Kepala Jung Nam dipenuhi dengan nostalgia kenangan mereka berdua, dimana mereka pernah bahagia, saat mereka dipisahkan dengan paksa, saat Jung Nam mengkonfrontasi Mister Kang, saat dia dihajar oleh pengawal-pengawal laki-laki tua itu karena berusaha memata-matai Mister Kang ataupun saat Jung Nam berusaha mencari Rossy dengan bantuan detektif swasta yang selalu kembali dengan mengembalikan uang pemberiannya, mereka menyerah karena Mister Kang mengancam mereka.

“Iya, Jung Nam, aku kembali. Setelah ayah mengurungku di sebuah pulau dan aku tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Jung Nam... Aku.. aku telah melahirkan anakmu, aku tidak pernah bisa memberitahukanmu mengenai hal ini.” Rossy masih menangis dalam pelukan Jung Nam yang berdiri diam penuh kekalutan.

Dia menatap anaknya yang mulai berhenti menangis, seorang bayi mungil, bayi perempuan, anak gadisnya.

“Kita harus berbicara dengan ayahmu. Aku.. ingin berbicara dengannya, sekarang juga.” kata Jung Nam dingin, kebenciannya menumpuk karena Mister Kang begitu kejam telah memisahkan cinta mereka, Jung Nam tidak pula habis pikir laki-laki tua itu juga sanggup untuk memisahkan dia dari anaknya. Anak yang tak pernah diketahuinya ada, hingga hari ini. 


26 comments:

  1. wah....siapa nih yang jadi pilihan jung nam?
    chae moonnn........hehehehehehehehe

    ReplyDelete
  2. Waww
    Mo milih siapa nih???
    Bingung ya aa jungnam???
    Jgan tinggalin chae moon ya...???

    ReplyDelete
  3. Waww
    Mo milih siapa nih???
    Bingung ya aa jungnam???
    Jgan tinggalin chae moon ya...???

    ReplyDelete
  4. Park Jung Nam Gimana Nasipnya Chae Moon?
    masa buat pelarian doang sih
    ihhhhh sebel ...sebel....sebel ....

    sis, di tunggu chapter selanjutnya jangan lama2 ya hehehhehe

    ReplyDelete
  5. Wah jungnam tahu klo Rossy punya anak dengannya kok gaK kaget ya..?! Hemmm

    DILEMA dimulai, pilih mana Rossy atau chaemoon ? Hemmm seingat ku dulu votingnya banyakan jungnam bersama chae MŏŐn :))

    author tercinta , gmn endingnya..!? Haha

    ReplyDelete
  6. nahhhh loohh butterfly terlupakan dalam sekejap .wekekekekekek

    ReplyDelete
  7. tanda-tandanya mau ninggalim chae moon nie
    jangan jangan jung nam sama chae moon aja
    makasih kak shin

    ReplyDelete
  8. Huaaahhh tidaaakkkk.... Knapa harus ada rosy kang muncul siicchh.. Kesel dgn end capter
    ini.:[

    jungnam awas ya ngelupain chae moon tapi d lain sisi kesian jga dg anknya..u.u

    maci mb shin...

    ReplyDelete
  9. Tebakan ku jungnam sama chae moon deh,secara abangnya sama sohibnya nikah ama yg 18tahun semua :D

    ReplyDelete
  10. Kyaaaa, aku bingung, aku bingung *ala patrick*
    pilih jung nam-chae moon atau jung nam-rossy, atau rossy-chae moon #plakplak
    mbak shin, sini temenin aku bingung, biar bingungnya berjamaah..
    Ehh, tapi kalau menurut voting yang kemarin itu yang emang jung nam sama ce mumun ya...

    ReplyDelete
  11. Can't wait next chapter..Tx Mba Shin

    ReplyDelete
  12. Menyebalkan Jung Nam sama Rossy ke laut aja deh... Mba Shin munculin dong satu karakter cowo lagi yang bener2 cinta sama Chae Moon...

    ReplyDelete
  13. H♏m ◦°◦ºº‎jung nam galau milih rossy ato cemumun yach?

    ReplyDelete
  14. wew ah bang jung nam, belum apa2 udah maen ancem aja hha

    mba yakin rossy mau ditayangin lagi *emang TV hha*..
    binun tuh jung nam, ceu mumun mau dikemanain bang...
    dilema jung nam. mana rossy masih cinta setengah idup sama jung nam lagi hhi...

    bagian klimaksnya dimulai jreng jreng jreng :D

    mba shin makasih muahhhhh muahhh :)

    ReplyDelete
  15. Rossy atau chae moon ya.. Ah bingung. Jdi cinta segi 3... Jdikn cinta segi 4 aja dech Shin biar gampang milih Πγª . Hehehe.

    ReplyDelete
  16. Huaaaaa *ngamuk2 banting2 barang
    Gmna nasib cemumumn klo jung nam balik am rossy

    ReplyDelete
  17. tinggalkan saja diriku yg tak mampu menunggu jgn pernah memilih aku bukan pilihan #isi hati mumun, iya2 setuju klo ada tokoh baru yg mencintai mumun sepenuh hati :) cayoooo mumun thanks mbk cin :)

    ReplyDelete
  18. Apa jadinya nasib cemumun ini mba?
    Hiks hiks

    Tq mba shin

    ReplyDelete
  19. chae moon :(
    tuh kan jung namnya galau , ckckc ..

    mkasih ya mba shin, semangat yaa :D

    ReplyDelete
  20. Lah lah si rosi dateng dah
    Yah jung nam galau deh
    Si jung nam suruh poligami aja mb shin, biar kebagian semua hahaha
    Makasih mb shin :))

    ReplyDelete
  21. , akhr.a Rossy nongol .. #sm ky sy yg ru nongol .. xixixi , miss u b'shin ..

    , oiy .. jungnam akhr.a ma rossy j yaa ... ;) ,

    ReplyDelete
  22. Ah cemong kasian kan mba sin..
    Ih sebel ih sama rossy. Kenapa ga kelaut aja tu orang -..-
    errr

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.