"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, April 23, 2013

Tenth Drama - Chapter 23



Chae Moon berjalan dengan gundah menuju rumahnya, semangatnya patah, dia tidak memiliki semangat sama sekali. Dia tidak menghiraukan perutnya yang berbunyi keroncongan, meminta untuk diisi. Chae Moon duduk di depan pintu rumahnya, mengingat kenangan dimana Jung Nam selalu menjemputnya dari sekolah dan mengantarkannya pulang dikala senja setelah mereka berduaan di dalam apartemennya. Memang hampir tiada hari mereka lewati tanpa bercinta, Chae Moon merasa dirinya sebagai seorang pelacur, namun hatinya tidak bisa menipunya, dia bukanlah pelacur, dia melakukannya bersama dengan laki-laki yang dicintainya, laki-laki yang mengaku menyukainya dan bukannya mencintainya.


“Kamu bodoh, Chae Moon. Seharusnya kamu tidak berurusan dengan laki-laki itu. Laki-laki semua sama, mereka tidak akan pernah setia dengan satu wanita.” Tangisnya pun jatuh lagi, Chae Moon beranda-andai sedang duduk berdua bersama Jung Nam disampingnya. Dia semakin sedih memikirkan tak ada sekalipun laki-laki itu menghubunginya seharian, meski hanya sekedar mengirim pesan. Jung Nam bagai menghilang ditelan bumi dan Chae Moon tak ingin mengganggunya.

“Bila benar apa kata laki-laki tadi, maka... bila aku berada di antara keluarga kecil itu... Apa bedanya aku dengan wanita yang berselingkuh dengan ayah? Ahh... Tuhah... Aku tidak sanggup lagi rasanya. Lebih baik aku tidak pernah mengenal yang namanya cinta.”

Lama Chae Moon duduk di depan rumahnya, hingga tangisnya tak turun lagi, dengan sesenggukan Chae Moon masuk ke dalam rumahnya. Rumah yang berantakan dengan pecahan piring dimana-dimana, bekas pertengkaran orang tuanya.. lagi.

Ibunya terisak di pinggir sofa, sementara ayahnya tak terlihat disana. Dengan wajah tertunduk lesu Chae Moon masuk ke dalam kamarnya, mendapati Ho Min telah tertidur di atas ranjangnya.

“Ho Min... nampaknya sudah saatnya untuk kita keluar dari rumah ini. Bertahanlah bersama Noona, ya...” lalu dikecupnya kepala adiknya penuh kasih sayang. Chae Moon menelphone seseorang dan percakapan mereka pun berjalan dengan mulus.

“Terima kasih banyak, Oppa, aku berhutang padamu.” Lalu telphone pun ditutup, Chae Moon menyusul adiknya dan tertidur pulas disamping bocah kecil itu.

~~~~

Dua hari sudah Jung Nam tidak muncul menemui Chae Moon, hari-hari gadis ini berjalan seperti biasa. Hanya saja kali ini dia sudah mulai mampu membuka pikirannya untuk bangkit dari kekecewaan yang diberikan padanya dan pada Ho Min, Chae Moon memutuskan untuk kembali menjadi Butterfly.

Jung Nam tidak membalas sms maupun telphonenya, dia tidak mengirimkan kabar apapun untuk Chae Moon. Sejak saat itu, Chae Moon tidak pernah mengharapkan apa-apa lagi dari laki-laki itu.

Maka ketika Chae Moon melihat Jung Nam sedang minum-minum seorang diri di sebuah klab malam tempat kerja barunya, gadis itu semakin membenci laki-laki itu. Dia berusaha menyembunyikan sakit hatinya namun senyum palsu yang dia coba tampilkan di atas panggung tak cukup kuat menepis kebenciannya. Dengan tatapan sinis Chae Moon menjadi Butterfly dan menghibur laki-laki hidung belang yang mulai merapat ke atas panggung untuk menonton aksinya.

“Anda tidak ikut bergabung ke sana, Mister?” tanya bartender yang melayani Jung Nam.

“Ada apa disana?” tanyanya acuh. Penampilannya berantakan, terlihat Jung Nam beberapa hari ini tidak bisa tidur dari kantung matanya yang gelap. Dia telah meminum lima sloki lebih dan masih hendak menambah minumannya. Jung Nam sedang mabuk dan kepalanya melayang.

“Kami punya penari striptease baru, sudah dua hari ini dia bekerja dan langsung menjadi idola pengunjung. Tak heran, dia cantik dan tubuhnya seksi, masih muda. Aku yakin dia masih sekolah. Biasanya mereka terpaksa melakukan hal ini karena tuntutan ekonomi. Hidup di ibukota memang keras.” Keluh bartender sebelum pergi melayani tamunya yang lain.

Jung Nam menenggak minumannya dengan sinis, dia tidak tahu apa itu kesulitan hidup dan tidak pernah ingin tahu. Dia sedang tidak ingin memikirkan masalah orang lain sementara beban dipundaknya begitu berat. Dia terjebak di antara dua wanita yang dicintainya dan ketakutannya untuk membuat keputusan yang akan melukainya.

Di satu pihak dia mulai mencintai Chae Moon, rasa yang dimilikinya mulai bertumbuh meski tak sekuat yang dia inginkan, namun Jung Nam tak ingin meninggalkan gadis itu. Dialah yang merusak masa depan Chae Moon, dia memiliki tanggung jawab dan dia telah berjanji pada dirinya akan melindungi Chae Moon dan adiknya Ho Min.

Namun di sisi lain, Rossy yang muncul lagi dalam hidupnya... membangkitkan kembali kenangan lama cinta pertamanya, cinta masa kecilnya hingga dia dewasa kini. Dan wanita itu telah melahirkan buah hatinya, darah dagingnya yang begitu diinginkannya.

Jung Nam telah melihat anaknya, bayi mungil itu telah digendongnya dan hatinya tertaut saat itu juga. Dia menyayangi In Soo anaknya, wajah manis bayinya tak akan pernah bisa dilupakannya. Sebagai laki-laki terhormat Jung Nam harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hatinya dilema dan tidak tahu harus berbuat apa.

Seseorang menepuk pundaknya. “Kenapa harus di tempat seperti ini? Apakah tidak ada tempat lain yang lebih pantas untuk kita berbicara?” rutuk Ji Jeong sahabatnya dengan kesal.

Dia mengambil tempat duduk di samping Jung Nam yang masih sibuk dengan gelas minumannya, memandang jauh ke depan tanpa memperhatikan apapun yang dilihatnya. Pikirannya masih menerawang jauh menimbang dan mencoba mencari jalan terbaik untuk semua orang.

“Jung Nam, kamu mau memanggilku hanya untuk melihatmu mabuk-mabukkan disini? Aku punya bayi yang harus aku jaga dan istri yang baru melahirkan. Cepat katakan apa maumu.” Ketus Ji Jeong gusar. Dia meninggalkan istri dan anaknya karena Jung Nam adalah sahabatnya dan kakak iparnya meski usianya jauh lebih tua dari Jung Nam.

“Aku juga punya bayi, Jeong. Aku punya anak dari Rossy.” Jawab Jung Nam pelan. Dia masih belum menolehkan kepalanya pada Ji Jeong.

Ji Jeong menahan nafasnya demi mendengar pengakuan Jung Nam. “Rossy? Kang Rossy? Mantan tunangan Jung Min? Ya, Tuhan.. Aku kira kalian sudah lama putus. Lalu bagaimana dengan pacarmu? Chae Moon? Apakah dia sudah tahu tentang hal ini?” tanya Ji Jeong hampir tak bisa menyembunyikan kepanikannya. Dia tahu bagaimana Jung Nam saat dihadapkan pada dua pilihan, sahabatnya ini tidak akan mampu untuk memilih dan pilihan terakhirnya adalah menghindar.

Jung Nam terdiam, tak mampu menjawab pertanyaan Ji Jeong. Dia menghela nafasnya sebelum menenggak minumannya lagi.

“Kamu sudah banyak minum, berhentilah. Kita harus bicara. Apakah kamu mau ke tempat lain? Aku tidak bisa mendengar dengan jelas perkataanmu disini.” Kata Ji Jeong sembari menebarkan pandangannya ke seluruh ruangan berlampu remang-remang itu. Matanya kemudian tertumbuk pada sosok Chae Moon yang sedang meliuk-liukkan badannya di atas panggung dengan gerakan erotis.

Ji Jeong menepuk pundak Jung Nam, mulutnya menganga menyadari siapa yang sedang dilihatnya. “Bukankah itu... Chae Moon, pacarmu?” tanya Ji Jeong, dia memutar tubuh Jung Nam agar laki-laki itu menoleh ke arah yang sama.

Jung Nam terbangun dari kantuk yang menyerangnya demi mendengar nama Chae Moon disebutkan. “Apa maksudmu Chae Moon ada disini?” tanya Jung Nam tak percaya, dia memperhatikan ke arah yang sedang di tunjukkan oleh Ji Jeong dan jantungnya berdebar kencang seketika. Darahnya mendidih menyadari apa yang sedang dilakukan oleh Chae Moon.

Jung Nam menepiskan lengan Ji Jeong yang mencoba menahan tubuhnya, sahabatnya itu tahu apa yang akan dia lakukan. Amarahnya telah berada di ubun-ubun, Jung Nam tidak mempercayai pengelihatannya. Chae Moon yang pernah berkata bahwa Butterfly telah mati ternyata dibelakangnya masih menjadi sosok wanita penghibur yang dulu pernah disukainya namun kini sangat dibencinya.

Dengan langkah lebar, Jung Nam mencoba membelah keramaian dan menyusup masuk di antara laki-laki hidung belang yang sedang melemparkan lembaran uang kertas puluhan ribu Won ke atas panggung, mengelus tubuh mulus Chae Moon dan mencoba merayu gadis itu untuk melewatkan satu malam panas berduaan.

Telinga Jung Nam panas mendengar laki-laki itu merayu kekasihnya, Jung Nam dibakar api cemburu namun dia masih tertahan cukup jauh dari Chae Moon. Teriakannya pun tak di dengar oleh Chae Moon yang sengaja tak memperdulikan panggilan siapapun, dia bertekad akan melepaskan semua harga dirinya dan terjun sepenuhnya menjadi seorang penari striptease demi kehidupan adiknya dan masa depan mereka. Chae Moon tidak akan pernah menggantungkan dirinya pada siapapun lagi, dia bisa hidup sendiri dan akan mengusahakan kehidupannya seorang diri. Tidak dengan bantuan Jung Nam ataupun laki-laki lain yang mencoba mendekatinya hanya untuk tubuhnya.

Hati Chae Moon telah tertutup karena kekecewaannya pada laki-laki telah mencapai tingkat tertinggi. Bagi Chae Moon semua laki-laki sama saja, seperti ayahnya, seperti Jung Nam dan dia muak dengan mereka semua. Chae Moon ingin mempermainkan laki-laki hidung belang seperti mereka dan menginjak-injaknya dibawah sepatu high heelsnya. Laki-laki akan menyembahnya, laki-laki akan bertekuk lutut padanya.  


18 comments:

  1. good girl.....chae moon....
    jangan mau kalah........

    ReplyDelete
  2. Hadeh~ galauuu galaauuuu
    Yaudahlah chae moon, lanjutkan hidupmu
    Saya jg tak tega sama si Rossy kalo Jung Nam sama Chae Moon ^^v
    Makasih mb shin :*

    ReplyDelete
  3. Jujur Q akui...Semangat Chae MŏŐn untuk hidup mandiri dan kerasnya kehidupan pantas diakui jempol meskipun dengan jalan.... Apa boleh buat terpaksa , dia masih begitu muda dan berseragam sekolah orang tua YG cuek Tak bertanggung jawab, kalo dia sendiri nggak mau bangkit maka akan semakin terpuruk masa depan adiknya dan dirinya ...

    Chae MŏŐn hwating .... Ciayoooo semangattttttttt :)

    Akang jungnam diantara dua pilihan yang berat ... Oh So Sad ...

    makasih sist Shin :))

    ReplyDelete
  4. Huaaaa knp jd bgni lg cemumun
    Ah kau jung nam
    Galau galau galau klo bgni mah
    Thks mba cin

    ReplyDelete
  5. Chaé möön udah patah hati, dilema nih akang jung nam sebenarnya siapa yang kau pilih:-( thanks mb shin;-)

    ReplyDelete
  6. nah loh chae moon balik lagi jadi penari striptis dah...
    hayo jung nam tanggung jawab...

    kasian jung nam dilema bu...

    ReplyDelete
  7. chae moon !!!! cemungudhhhhh !!!!
    lupain aje oppa jung nam . gaet yg lebih cakep n lebih tajir .hihihihihi

    ReplyDelete
  8. pinjam piso Lucas ah.. Bantai Jung Nam.. *Esmoni jiwa..
    Masa' dia lngsung g' hub'in cemumun??
    Puk puk cemumun.. Yg sabar teman..

    Mba shin, thanks :)

    ReplyDelete
  9. Ce mumun, cemumu ya. Semangat. Kalau emang jung nam ga bisa milih, kamu sendiri yang memang harus memilih.

    Akkkk, galau juga kalau jadi jung nam ya.

    ReplyDelete
  10. bagus mun....cemamat jgn mau jd pilihan :'(:'( thanks mbk cin :-)

    ReplyDelete
  11. Smngt Cemumun,,smangaaaatttttt...
    Jgn mw klah,,jgn tnjukkn klmahn ddpn laki2 pcundang mcm ntuuhhh!!! *esmoni tgkat dewa*
    Mksh Mba Ciin...

    ReplyDelete
  12. Jung nam jahat,,,,cemumun galau,,,,,aku dilema,,,,mba shin hayooo tanggung jawab,,,,hiks

    ReplyDelete
  13. baca jungnam kek naik halilintar, campur aduk..... satu sisi kesian sama moon dg sikap,perjuangan dan nekatnya.
    aku udah pasrah deh, udah kalah duluan :(

    ReplyDelete
  14. chae moon kenapa kau begitu huhuhuhu sadar lah # hahaha kayak gua ibunya aja
    dan he kaun jung nam ayo dong pilih chae moon aja kalau g gua gorok loe hahahahah #apa an sich aku ini stress

    ReplyDelete
  15. cemun fighting.....
    don't give up ;-)
    pengen tonyor jung nam klo gini...


    ji jeong miss u :-*

    ReplyDelete
  16. sedihhh aaa peluk *chae moon* semangatt yaaa . .

    makasih mba shin

    ReplyDelete
  17. Good chae moon andalkan diri sendiri. Jadilah wanita yg tegar dan mandiri singkirin tuh cow kayak jung nam fokus sm masa depan. Makin penasaran di next chapter gimana jung nam sm chae moon kalo ketemu setlh kejadian di club.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.