"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, May 2, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 19



Novi membuka matanya dan mendapati dirinya telah berada di atas ranjang Kenny dan tubuhnya di peluk dengan erat oleh dua laki-laki yang paling dicintainya di dunia. Kevin di sebelah kanannya memeluk lengannya, sedang Kenny di sebelah kirinya menyelimutinya dengan lengannya hingga menyentuh tubuh Kevin, anak mereka. Dia tidak bisa bergerak tanpa membangunkan mereka berdua, maka dengan pasrah Novi berbaring diam hingga mereka berdua terbangun.

Sesungguhnya Kenny tidak dapat tidur sekejap pun, mengetahui Novi berbaring di sampingnya hanya menguji pertahanannya, menatap bibirnya yang begitu di rindukannya, menyentuh kulit tubuhnya yang samar-samar masih diingatnya, membayangkan rambut itu berada di antara jari-jarinya tatkala mereka bercinta dulu membuat Kenny harus menahan denyut gairahnya agar tidak muncul kepermukaan dan mempermalukan dirinya di hadapan anaknya. Entah sudah berapa kali Kenny menciumi pipi Novi, wanita itu tertidur lelap dan tidak menyadari apapun yang Kenny lakukan padanya, Kenny tersenyum geli mendapati dirinya tiada bosan menciumi wajah Novi. Bahkan saat wanita ini terbangun, Kenny berpura-pura memejamkan matanya agar Novi tidak merengek turun dari ranjang dan membuyarkan kemesraan mereka.


Hari sudah menunjukkan pukul enam pagi, Kevin harus kembali ke sekolah, Novi harus kembali bekerja dan Kenny pun memiliki janji temu dengan klien penting, namun kedua laki-laki itu seolah telah sepakat untuk mengunci Novi dalam himpitan mereka hingga waktu menunjukkan pukul delapan pagi dan mereka semua akhirnya terlambat.

“Membolos saja hari ini sekali, Kevin...” kata Kenny yang mengikik geli melihat Novi mengomel tiada henti saat membuatkan sarapan pagi untuk mereka.

Kevin tertawa melihat ayahnya, menyuapkan sepotong roti dengan selai kacang pada mulut ayahnya. “Enak, Pa?” tanya Kevin.

“Ehm.. enyakk... Ayo Kevin juga makan yang banyak.” Bujuk Kenny.

Anak kecil itu mengangguk dan tertawa senang saat Novi membawakan nasi goreng kesukaannya, Kenny pun mendapat jatah satu piring. Mereka duduk bertiga seperti sebuah keluarga yang sudah hidup bersama selama bertahun-tahun, tiada yang lebih diinginkan oleh Kenny selain menghabiskan waktu seperti ini bersama mereka. Dia pun tersenyum penuh makna.

“Makan yang banyak, habis ini kita pulang, Vin. Papa mu harus kerja, Mama juga harus kerja, Kevin di rumah aja sama Nenek ya.” Kata Novi. Dia sedang mencuci peralatan masak dan membersihkan rumah kontrakan itu tanpa disuruh, Kenny tidak ingin berkomentar, dia tidak ingin Novi merasa tidak nyaman dengan perkataannya. Kenny bersyukur Novi merasa kerasan dan bahkan bersedia membersihkan rumah ini meskipun dia tidak harus melakukannya.

“Nanti malam kita kesini lagi kan, Ma?” tanya Kevin penuh harap.

Novi meletakkan sapunya di lemari alat bersih-bersih dan memandang Kenny yang mengangkat bahunya seolah mengatakan ‘Bukan aku yang memintanya berkata begitu’. “Tanya Papamu aja, kalau dia tidak punya tamu yang harus menginap, kali aja boleh nginap lagi.” jawab Novi tiba-tiba merasa kesal.

“Boleh ya, Pa?” Kevin mengalihkan pertanyaannya pada ayahnya.

“Boleh... boleh... Tinggal disini terus juga boleh kok, Kevin... Ini rumah Kevin juga, oh ya, Papa sudah bikin rumah baru lho. Nanti kapan-kapan kalian Papa ajak kesana ya. Ada kolam berenangnya juga, taman bermain, Kevin pasti suka.” jawab Kenny sambil tersenyum.

“Bener, Pa? Asyik... Makasi ya, Papa...” Kevin turun dari kursinya dan mencium pipi Papanya.

“Sama-sama, Kevin sayang...” balas Kenny.

Mereka sudah siap untuk berangkat dan Novi mengunci pintu pagar rumah itu lalu memberikan kuncinya pada Kenny. “Pegang saja, Nov. Aku masih ada cadangannya.” Ujar Kenny.

“Tidak, buat apa? Aku tidak akan kesini kalau Kevin tidak kesini.” Jawab Novi tidak mengerti. Namun Kenny memaksanya.

“Sudahlah, kau bawa saja.” Kenny lalu menggiring Novi masuk ke dalam mobil dan duduk di depan. Kevin duduk di kursi belakang sedang asyik bermain dengan iPad milik ayahnya.

Setelah mengantarkan Novi dan Kevin ke rumah mereka, Kenny menuju kantornya dan terkejut mendapati Hesti sedang duduk di dalam ruang kerjanya. Wanita itu dengan lancang duduk di kursi kerja Kenny dan tersenyum menyambut kedatangan laki-laki itu.

“Apa yang kau lakukan disini? Bukankah sudah kubilang aku tidak ingin berurusan lagi denganmu?” tanya Kenny gusar. Dia mendorong tubuh Hesti agar keluar dari kantornya lalu seorang laki-laki lain masuk menemuinya.

“Selamat siang, Pak Kenny. Perkenalkan mitra baru anda yang akan bekerja sama menangani wisatawan domestik dari Jakarta, perwakilan dari perusahaan kami. Ibu Hesti akan mengepalai langsung biro travel cabang kami di Bali dan anda bisa langsung berhubungan dengannya karena saya akan kembali ke Jakarta, yah.. urusan keluarga.” Kata laki-laki yang baru masuk itu.

“Apa? Apa maksudnya ini, Pak Indra?” tanya Kenny bingung. Dia tidak menduga akan bertemu dengan Hesti lagi setelah wanita itu menerima keputusan hubungan mereka dengan baik-baik dan tidak ada dendam. Tapi mengapa wanita ini berada di dalam kantornya dan bertindak seolah-olah dialah pemilik biro travel rekan bisnis travel milik Kenny.

“Ibu Hesti adalah anak dari pemilik travel kami, jadi... karena beliau masih muda, Ibu Hesti ingin belajar lebih banyak lagi dari Pak Kenny. Mohon bantuannya, saya diperintahkan khusus oleh atasan langsung, Bapak Murdopo, tak lain adalah ayah dari Ibu Hesti.” Jawab laki-laki itu tersenyum.

Kenny mengetatkan rahangnya, dia tahu siapa Murdopo, salah seorang konglomerat kaya di Indonesia yang memiliki usaha pertambangan minyak dan mineral, kekayaan mereka tidak akan pernah habis dan Kenny heran mengapa Hesti merasa perlu untuk mengurusi bisnis kecil seperti ini. Dia mulai curiga dengan maksud tujuan wanita itu.

“Baiklah. Kalau begitu, silahkan keluar. Ada yang perlu saya bicarakan dengan emm.. Ibu Hesti disini.” Kata Kenny, matanya menatap tajam pada Hesti yang bersedekap dan duduk santai di atas kursi kerja milik Kenny.

Kenny membiarkan Hesti memutar-mutar kursinya dengan nyaman, memainkan bolpoin di atas meja dan membuka tutup laci-laci meja kerja Kenny. Laki-laki itu menyalakan rokoknya dan duduk di depannya.

“Apa maumu, Hesti?” tanya Kenny tanpa basa-basi.

Hesti tersenyum, matanya masih melihat ke sekelilingnya, mengamati kantor Kenny yang terlalu formal. “Ruangan ini terlalu dingin, tidak ada bunga, tidak ada warna, monoton, kaku, seperti dirimu.” Jawabnya.

Kenny mengetatkan rahangnya, menahan kemarahannya. Dia menimbang bila terpaksa, Kenny akan memutuskan hubungan kerja samanya dengan biro travel milik Hesti, namun demikian kerugian yang di deritanya tidak akan sedikit. Mereka telah menerima banyak orderan travel hingga tahun depan. Kenny belum tahu seberapa besar uang yang harus dia bayar karena pembatalan itu.

“Kau tidak berada disini untuk menilai kantorku, khan? Karena aku tidak punya waktu untuk meladeni permainanmu, apapun itu. Kita sudah selesai. Dan aku ingin kau segera keluar dari sini.” Perintah Kenny. Dia bangkit dari kursinya dan menarik tangan Hesti namun wanita itu justru memeluk tubuh Kenny dengan posesif.

“Apa-apaan, Hesti? Kau??!!” Kenny berusaha melepaskan tangan Hesti dan mengusir wanita itu. Hesti masih menempel pada tubuhnya dan mencoba mencuri ciuman dari Kenny, mencoba menggesekkan tubuhnya pada Kenny tapi tubuhnya telah di dorong dengan kasar keluar dari kantor.

“Panggil sekuriti dan usir wanita ini sekarang juga. Bila aku melihat dia datang lagi kesini dan kalian membiarkan dia masuk ke kantorku, jangan salahkan aku bila kalian terpaksa harus mencari pekerjaan lain!!” bentak Kenny marah.

Dia murka, dia kesal. Hesti datang lagi di kehidupannya, wanita itu benar-benar tak tahu malu dengan mengganggunya lagi. Belum beres satu masalahnya telah ditambah lagi dengan kedatangan Hesti. Kenny tak habis pikir mengapa semua menjadi berantakan, dia belum berhasil mengambil hati Novi dan kini Hesti akan merusak rencananya. Kenny mengetahui rasa cemburu Novi dan bila Novi melihat Hesti di dekatnya maka semua kesalahpahaman itu akan menjadi kenyataan, Kenny tidak akan bisa mendekati Novi lagi bila Hesti memaksa untuk masuk sebagai pengganggu dalam hubungannya dan Novi.

“Berengsek!! Wanita sialan!!” maki Kenny marah.

Kenny keluar dari kantornya hendak menuju bandara, kedua orang tuanya datang ke Bali. Mereka telah berbicara panjang lebar dan Kenny ingin bertatap muka langsung dengan orang tuanya sebelum mempertemukan mereka dengan Novi dan Kevin. 

Mereka sedang duduk di ruang tamu rumah kontrakan Kenny ketika Kenny menarik sebuah kursi untuknya di depan Mami dan Papi Liong. Kedua orang tuanya telah menerka apa yang akan dibicarakan oleh Kenny sehingga dia mendesak mereka untuk segera berkunjung ke Bali. Awalnya Kenny merasa sulit untuk mengungkapkan kenyataan ini, karena dia merasa sangat malu atas perbuatannya yang menyebabkan hidup seorang wanita muda begitu menderita. Kenny yakin ayahnya akan menghajarnya bila tahu apa yang telah dia lakukan pada hidup Novi dan Kevin.

“Ada apa, Ken? Katakan saja apa yang ingin kamu katakan. Sebelum keberanianmu itu menguap.” Kata Papi Liong setelah meminum kopinya.

“Pi... Mi... Mungkin kalian masih ingat, waktu dulu aku sering berkunjung ke Bali... itu tak lain adalah karena aku berpacaran dengan seorang gadis yang berasal dari pulau ini.”

“Teruskan.” Kata Mami Liong bersemangat. Dia sangat ingin tahu bagaimana awal mula terciptanya Kevin, cucunya.

“Er... Kami.. er.. maksudku, aku sudah ke Bali beberapa kali sebelum dia ke Jakarta. Jadi bisa dibilang hubungan kami sudah sangat serius. Waktu itu... kira-kira tujuh tahun yang lalu, ketika aku dan Papi bertengkar hebat, Papi masih ingat, khan? Waktu Papi ngusir aku dari kantor, tiap hari berantem, kuliahku juga hancur, aku... melakukan suatu hal yang sangat kusesali sampai sekarang. Aku.. menyakiti seseorang yang paling aku cintai dan saat itu dia sedang hamil ketika aku mengusirnya...” Kenny menahan nafasnya, tenggorokannya tercekat menyadari kenyataan baru ini, bagaimana dia dengan kejam memperlakukan Novi seenaknya dan menggunakan segala cara agar wanita itu mau meninggalkannya. Kenny merasa malu pada dirinya sendiri karena terlalu egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri saat itu.

Mami Liong hendak memotong pembicaraan Kenny namun Papi Liong melarangnya. Kenny harus menyelesaikan kata-katanya sebelum mereka bisa menanyakan Kenny tentang apa yang baru saja dikatakannya.

“...Aku tidak tahu dia hamil, Mi.. Pi... dia tidak pernah mengatakannya padaku. Aku yakin.. dia sedang hamil dua bulan saat itu, terakhir kalinya kami bertemu dua bulan sebelumnya. Aku tidak memperhatikan bagaimana wajah pucatnya saat aku mengusirnya, aku kira itu hanya pengaruh kata-kataku padanya. Aku... ah... aku memang berengsek.” Rutuk Kenny menyesali dirinya.

“Kamu memang berengsek. Bila Papi menjadi orang tua wanita itu, Papi sudah menghajarmu hidup-hidup. Ckk... teruskan.” Potong Papi Liong yang mendapat cubitan dari istrinya. “Apa sih, Mi? Anakmu ini lho.. kurang ajar sekali. Gak tahu niru siapa.” Dengus Papi Liong sewot. Mami Liong hanya memberengut memonyongkan bibirnya.

“Ya.. Aku memang berengsek. Dan aku menyesal, tapi penyesalan rupanya tidak ada gunanya. Aku tahu dari ibunya, penderitaan apa saja yang telah dia lalui dan bagaimana aku menghancurkan hidupnya. Aku merasa hidupku hancur, Pi.. Mi... Ingin rasanya aku menembak kepalaku saat ini juga bila itu bisa mengobati segala kesakitan yang pernah aku berikan padanya hingga sekarang.”

“Huss.. Jangan bilang gitu. Gimana dengan anakmu kalau kamu mati?” celetuk Mami Liong sebelum suaminya menyenggol bahunya.

Kenny tersenyum getir, dia telah tahu seluruh keluarganya telah mengetahui tentang keberadaan Kevin, hanya dia sendiri yang terlambat menyadari betapa miripnya mereka berdua. Kenny merasa bodoh dan tolol, dia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak, Mi. Aku tidak ingin mati. Aku ingin hidup dan melindungi anakku dan dia. Aku rasa kalian juga sudah tahu siapa wanita yang aku maksud, wanita yang membuatku tak bisa menikahi wanita manapun selain dia. Aku mencintainya, Mi, Pi... aku akan lakukan apa saja agar dia mau kembali padaku, memaafkanku, mecintaiku lagi.. dan aku butuh bantuan kalian. Aku hanya berharap kalian tidak menambah masalahku dengan menolak pilihan hatiku.”

Papi Liong mendengus, “Memang kamu kira Papi mu ini orang picik, ha? Papi kan sudah bilang, nikahi saja pemilik restoran itu. Dasar, memang anak bodoh. Sudah diberi banyak klu masih saja nggak ngerti. Papi sama Mami mu setuju lah kalian nikah. Kami akan lakukan apapun yang kamu suruh, kami akan berusaha keras agar kalian bisa bersama. Benar gak, Mi?” senggol Papi Liong lagi.

“Iya, Pi. Mami sudah gak sabar pengen ketemu Kevin cucu Mami... duh... bisa ngakuin cucu Mami di muka umum, gak kebayang gimana senengnya Mami. Nanti Mami ngobrol sama Mami-nya Novi, Novi kan namanya, ha? Nanti Mami bujuk Maminya Novi biar Maminya Novi dukung kalian bersama, ha? Sekalian mau makan disana, sudah kangen makanannya juga. Jadi kita bisa kesana sekarang?” tanya Mami Liong tak sabar.


Kenny melirik jam tangannya, sudah pukul lima sore, dia pun mengangguk dan menyambar kunci mobilnya. “Ayo.. Kita berangkat!” teriak Kenny bersemangat. Dia semakin percaya diri setelah mendapat persetujuan kedua orang tuanya, Kenny yakin Novi akan menerimanya tak lama lagi. 


36 comments:

  1. yeyeyey makasih mbak shinnnn

    ReplyDelete
  2. wadaw,br sadar nenek grandong muncul lagi. grr. baru dibilang musnah, dy nongol lg. ckckcckck

    ReplyDelete
  3. Makasi mbak shin :)
    Tapi kok hestinya muncul lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya biar panjang cerita kyk kereta api.. jd aku gak perlu mikir cari cerita baru lg sist/bro. kwkwkwkwkw

      Delete
  4. Ah... Hamanya datang lagi...
    Pasti kali ini susah dibasmi...
    Butuh pestisida extra lho Ken.. Siap2.. Hehehe.

    ReplyDelete
  5. Kamsia mami Shin.
    Skrg waktunya tarik selimut.
    Selamat malam semua :)

    ReplyDelete
  6. Aaarrghhh!!! Hesti kamvret!!!
    Knapa dia muncul lgi?!
    Bwt runyam smua msalahny!!!
    Papi mami liong hrus turun tngan! Harus! Spy si uler brbisa itu prgi jauh2 dri kenny!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho bukannya kenny tuh ulernya? yg suka nyembur2 kan?

      Delete
    2. Oia, Kenny punyanya uler kasur haha

      Delete
  7. ‎​​(⌣́_⌣̀) ‎​Haâdéèêhh (⌣́_⌣̀)
    Hesti muncul lagi?? Anak konglomerat pula. Singkirkan Hesti dr hidupmu, Ken.

    Papi Liong keren2. Come on Ken, kami mendukungmu....

    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º mba shin ♏ùάçĥº°:*<3<3 º°º♏ùάçĥ:*<3<3

    ReplyDelete
  8. "teruskan" kata mami liong bersemangat. Dia sangat ingin tahu bagaimana awal mula terciptanya Kevin, cucunya..
    Asli mbak shin aku ngakak guling-guling waktu baca ini. Lucu.

    Kyaaa, tante hesti nongol lagi. Trouble trouble... Tapi kalau ga ada dia kurang berasa ntar konfliknya... Yang penting happy ending ya, mbak.

    Makasih mbak shin.

    ReplyDelete
  9. Yaahhh si klinci playboy yg rem-nya udah loss itu dtg lg... Gue kira dia fair play aja gt kenny blg gak mau nerusin lg. Eh nyatanya masi usaha nempel kyk belalang sembah !! (۳˚Д˚)۳
    Ayo kenny, mumpung pami km lg berkunjung itu neng novi-nya mah d sabetttt aja, jadikan dia milikmu seutuhnya ampe si klinci playboy itu gbs nyelip n ndusel" !!! Lagian pami km udah lampu ijo ama novi smntara ama si klinci playboy kan merahnya nyala trus gak ijo" stag aje. GO GO KENNY GO GO KENNY GO !!!!!!!

    ReplyDelete
  10. Yeeeyyy diposting di ken2,,,lalalala,,,emot dansa
    Komen dulu baru baca

    ReplyDelete
  11. Suka adegan pami liong,,,touching, ortu yg py kesabaran penuh ngadepin anaknya yg bandel

    Lah napa si hesti muncul lagi,,,wah wah wah bisa dapani2 nih,,,,

    Mba shin makasih dsh dipost,,,,postnya malem aku jam 9 dah bubuk cantik,,,yawn

    Semoga besok post lagi,,,,ngarep,,,hahaha,,,mmmuaah mba shin yg dah sabar ngadepin readers yg rewel kayak aku,,,,salim mba shin,,,

    ReplyDelete
  12. Shut up, i lup u suka ava itu,,,
    Makasih ava nya,,,* dah disedot kmr, bilang makasihnya skr,,,diplak ma ciuman ken2,,,,

    ReplyDelete
  13. kok hesti balik lagi sih???
    katanya ga ada dendam tp kok kayanya msh ngarepin si kenny ya
    novi aja msh blm luluh tp pengganggu sdh ada lagi -.-
    tuh denger tuh nov, kl mami papi kennh setuju kl kamu nikah sama kenny
    ayo cepat pertemukan mrka biar novi bisa luluh

    ReplyDelete
  14. tidaak racun hesti muncul lg.
    bakal bikin kacau nh.

    ayo mami papi dukung anakmu mendapatkan novi kembali.


    thanks mb shin
    muach

    ReplyDelete
  15. Tuch kn si Ular Hesti dtg lgi... Cepetan Pi Mi Liong lamar Novi nti kburu dganggu Hesti.

    ReplyDelete
  16. idiiiih gak tau malu si hesti malah balik lagi....
    padahal kayaknya baik juga tapi malah kaya gitu....

    ayo semangat papi liong n mami liong.... jangan mau kalah sama hesti #eh

    kenny cemunguuud kaka

    ReplyDelete
  17. makasih mbk shin...

    ReplyDelete
  18. yee...keluarga Liong muncul lagi. (peluk bantal!)
    Duh si hama ngapain muncul lagi ce??? Tetapi q salut ma sikap tegasnya kenny!!!
    makasih uda up date sist...^0^

    ReplyDelete
  19. Idiiihh si hesti gatel tu knp nongol lgi,merusak suasana aj
    Asiikk mami n papi dh dtg siap dukung
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  20. Ud ga ngebuka blog myown selama 2 minggu. Dan semalaman ngebut bacaa si kenny.
    Oh jeng shin... Banyak sekali rintangan yg kau buat,, kasian si kenny.
    Kapan merekaa bersaatuuuuuuu !!
    Gregetan sndiri nihhh
    Dan buat si novi.. Entah gmn nasibku jika ak jd kau.. Hamil di usiaaa mudaaa..
    Oh nak.. Hidupmu sunggu berattt. *peluk eraat novi*

    ReplyDelete
  21. Mbak Shin @ knp suka main game di saat aq udah terlelap? Aq kan jd gaK tau .... Uhuhuhuhuu

    ReplyDelete
  22. ahiakkk ahiakkk ahiakkkk ga sabarrrrrrrrrrrrrrrrr
    pengen cepet2 liat pertemuan nopi ama papi n mami liongggggggggg



    * iket hesti n lempar ke laut timbuktu *

    ReplyDelete
  23. tu kan bener. C'hesti ga bkalan gitu aja ngelepasin kenny. Mana bkpnya konglomerat lagi. Pasti nanti bkalan ngegunain kekuasaan bpknya hadeuh..

    ReplyDelete
  24. Huaaaaa,,,,Hestiiiii knp engkau datang???Kenapa Engkau dataaanggggg???? *asah pisau*

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.