"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, May 2, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 20



Mami dan Papi Liong sedang berbincang dengan Ibu Made mengenai hubungan anak mereka, awalnya Ibu Made tidak mempercayai satupun kata Mami dan Papi Liong sebelum akhirnya Ma-Pi Liong menunjukkan foto Kenny saat dia kecil. Ibu Made menangis, Ibu Made terharu. Dan ketika Kenny datang menghampiri mereka bersama Kevin, sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Kenny yang tak mengerti hanya meringis kesakitan sementara Kevin menutup mulutnya dan melirik pada ayah dan neneknya bergantian. Para pelayan yang tak sengaja melihat adegan itu ikut menahan nafas dan menyangka akan terjadi keributan yang lebih besar lagi.

Ibu Made setelah menampar pipi Kenny, kemudian menepuk pipi yang telah memerah itu dan berkata dia berharap Kenny tidak akan menyakiti Novi lagi. “Ibu bisa pegang kata-katamu kan, Pak Kenny? Kalau Pak Kenny buat Novi menangis lagi, saya tidak akan memaafkan anda lagi.”


“Iya, Bu. Saya bersumpah, tidak akan menyakiti Novi lagi. Saya bersumpah atas nama anak saya, atas nama kedua orang tua saya, bila saya membuat Novi menangis lagi, maka Tuhan tidak akan mengampuni saya.” Jawab Kenny mantap. Kevin hanya termangu mendengar percakapan orang dewasa, dia tidak mengerti sama sekali. Sementara Novi dari jauh melihat percakapan orang-orang itu dengan penuh minat namun dia tidak bisa ikut mendekat, pelanggan begitu ramai dan dia kekurangan tenaga di dapur karena beberapa pegawainya absen tidak bekerja.

Maka ketika restoran telah tutup, Novi yang baru saja bergabung kesana diperkenalkan pada Mami dan Papi Liong oleh Kenny.

“Nov, kenalkan, Papi dan Mamiku. Mereka sudah berkenalan dengan Ibumu. Kurang dirimu saja.” Ucap Kenny seraya mengambilkan sebuah kursi untuknya.

Dengan sopan Novi menerima jabat tangan Papi Liong dan menyambut pelukan ramah Mami Liong. “Maaf, Bu. Saya masih bau keringat.” Ujar Novi malu-malu.

“Lho keringat apa, baunya enak begini kok. Bikin laper...” seloroh Mami Liong yang mendapat sambutan tawa dari semua orang. Pipi Novi pun bersemu merah saat duduk di kursi yang diberikan Kenny.

Kenny duduk di samping Novi, mencoba menggamit tangannya lagi di bawah meja, Novi tidak bisa menarik tangannya, laki-laki itu memang bergerak cepat dan membuatnya kewalahan. Kemudian Kevin memotong bincang-bincang orang dewasa itu dengan kepolosannya.

“Mama... Kevin mau nginep di rumah Papa... Boleh ya, Ma... Besok kan libur, Ma... Kevin mau renang lagi sama Papa... ya, Ma.. boleh ya, Ma...” rengek Kevin seperti saat dia merengek meminta permen pada ibunya.

“Kevin... Nanti ganggu, jangan. Besok aja main kesananya. Kasihan Akong dan Oma-mu, nanti gak bisa istirahat.” Jawab Novi sungkan. Dia belum terbiasa dikelilingi keluarga Kenny dan tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan orang tua dari ayah anaknya.

Novi tidak ingin terlihat melarang anaknya bertemu dengan ayahnya, namun di lain pihak dia tidak ingin Kevin terlalu tergantung pada ayahnya sementara mereka tidak akan pernah bisa bersama. Novi belum bisa menerima ketulusan hati Kenny, dia masih senang hidup seorang diri tanpa perlu melayani orang lain dan bisa hidup nyaman tanpa gangguan laki-laki itu.

“Ayolah, Nov... Kalau nunggu kalian datang sudah siang... Kasihan Kevin nanti gak bisa kemana-mana siangnya.” Bujuk Kenny.

Mereka semua sependapat dengan Kenny, hanya Novilah yang berpendapat berbeda. Ibu Made yang diam sedari tadi akhirnya buka suara. “Sudahlah, Novi.. Nginaplah sekali-sekali. Kapan lagi Kevin bisa ketemu sama kakek-neneknya. Kamu juga ikut nginap, bagaimanapun juga kita adalah keluarga, sekeras apapun kamu menolak, kita adalah keluarga. Lupakan saja semua yang sudah lewat, sekarang fokus pada masa depan, terutama masa depan Kevin. Apa kamu mau Kevin sepertimu? Hidup tanpa bapak? Kamu sendiri tahu gimana rasanya gak punya bapak saat-saat hidup susah. Jangan buat Kevin merasa seperti itu sementara kita semua tahu, dia punya ayah yang sangat menyayanginya disini.” Ceramah Ibu Made, kata-katanya tegas dan Novi tidak bisa berkutik lagi.  Maka Novi pun menyerah. Setelah mengemas beberapa pakaian untuk Kevin dan dirinya, Novi pun menumpang di mobil Kenny dan duduk di kursi depan di samping Kenny, sementara Mami dan Papi Liong duduk di belakang bersama Kevin. 

Karena rumah itu hanya terdiri dari tiga kamar yang bisa di tempati, dimana satu kamar lainnya difungsikan sebagai gudang, maka Novi dengan terpaksa tidur bersama Kenny dan Kevin karena satu kamar lagi telah di tempati oleh Mami dan Papi Liong. Novi tidak ingin membahas masalah pembagian kamar, begitu pula Kenny, kepalanya berkecamuk memikirkan bagaimana cara membujuk Novi agar tetap tidur seranjang dengannya seperti semalam.

Maka ketika malam telah tiba, Mami dan Papi Liong telah masuk ke dalam kamar mereka, Kevin telah terkantuk-kantuk dalam buaian ayahnya, maka mereka pun masuk ke dalam kamar Kenny dan menunggui anak mereka tertidur. Kevin tidur di tengah-tengah sementara Kenny dan Novi berbaring di sisi ranjang memagari anak mereka.

Mereka tersenyum bahagia mengamati tubuh Kevin yang bergerak naik turun mengambil dan membuang nafasnya. Mengamati bagaimana anak kecil itu tidur dengan lelap tanpa dosa, tanpa banyak alasan seperti orang tua mereka.

“Dia tersenyum dalam tidurnya, senyum milikmu, Nov.” Bisik Kenny tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah anaknya. Novi memperbaiki kakinya dan mencoba menyelimuti tubuhnya, berpura-pura tidak mendengar Kenny dan berusaha untuk menutup matanya. Lampu kamar telah dimatikan, hanya cahaya remang-remang rembulan yang mengintip dari jendela yang menerangi isi kamar itu.

Kenny memperhatikan lekuk tubuh Novi, bagaimana lekuk pinggulnya yang meliuk indah turun naik membentuk alur pegunungan, sebuah senyum simpul terukir di sudut bibir laki-laki itu. Malam-malam seperti ini tak pernah diimpikannya akan bisa terwujud, berbaring di atas ranjang yang sama bersama Novi dan anak mereka setelah semua kesalahan yang dia lakukan, mendapati Novi bersedia berada di dekatnya, di dalam kamarnya dan Kenny yakin apapun bisa terjadi bila mereka selalu bersama seperti ini.

Kenny menggenggam tangan Novi yang sedang mengelus tubuh anaknya, Novi kaget saat Kenny meremas tangannya mesra, membawanya ke bibirnya dan mengecupnya sayang. “I love you, Nov...” bisik Kenny hangat. Kehangatan yang menjalar ke dalam hati Novi, membuatnya menitikkan air mata yang telah di tahannya sedari tadi. Novi tidak ingin membiarkan air matanya terlihat oleh Kenny, tapi laki-laki itu telah melihatnya.

Jari-jari tangan Kenny mengusap pipi Novi, mengeringkan air mata yang turun semakin deras seiring sentuhan demi sentuhan tangan Kenny pada wajahnya. Kenny merangkak melewati tubuh Kevin, dengan hati-hati dia menggeser tubuh anaknya ke sisi ranjang yang lebar. Air mata Novi telah membasahi kedua pipinya, maka ketika Kenny memeluk tubuhnya, semakin keraslah isak tangisnya di atas dada laki-laki itu.

Kenny membiarkan Novi menangis, melepaskan semua frustasinya selama tujuh tahun ini di atas dadanya, Kenny mengelus rambut Novi, mengusap punggungnya, menenangkannya, mengecup puncak kepalanya, memeluknya lebih erat dan Novi pasrah dalam lindungannya.

Kenny merangkum wajah yang telah begitu lama dirindukannya, matanya ikut berkaca-kaca menyadari apa yang telah dicapainya bagi hubungan mereka. Novi telah membuka hatinya lagi untuknya, kunci yang telah patah itu meski dengan sambungan yang rapuh telah berhasil menguak sedikit pintu hati yang dicintanya. Dia hanya perlu sedikit celah, Kenny hanya perlu sedikit kesempatan, dia akan menyesuaikan tubuhnya dengan celah itu, dia akan merubah dirinya agar bisa memasuki hati wanita yang dicintainya. Demi apapun juga, Kenny tidak akan menyerah, dia telah bertekad dan dia akan berhasil.

“Kau adalah wanita terindah yang pernah hadir dalam hidupku, Nov... Aku beruntung mengenalmu.” Maka diciuminya lah bibir Novi dengan mesra, bibir mereka tertaut lekat. Kenny memagut belahan bibir Novi, pagutan mesra itu kini berubah menjadi lumatan panas yang mempengaruhi gairah mereka. Kenny yang tadi berada di samping Novi kini telah menindih tubuh Novi dan menciumi wajah wanita itu dengan intens, mengecap setiap sudut bibir lembut itu, bibir yang begitu di dambanya, bibir miliknya, milik kekasih hatinya.

“Nov...” desah Kenny penuh hasrat, dia menatap mata Novi yang setengah terpejam. Novi telah dikuasai oleh perasaan cintanya pada Kenny, dia tidak menyadari tatapan laki-laki itu, Novi pasrah dengan apapun yang akan Kenny lakukan padanya, dia telah menyerahkan hati dan raganya kembali pada satu-satunya laki-laki yang dicintainya.

Kenny mencium leher Novi, tangannya meremas lembut payudara Novi, menangkupkan tangannya di atas belahan dada itu dan mengelus pelan bagian ujungnya yang bereaksi oleh tangannya. Kenny berlama-lama di leher Novi dan kembali menciumi seluruh wajahnya, mengecup mata Novi, keningnya, hidungnya, pipinya, kembali ke bibirnya dan melumat habis bibir yang telah bengkak itu, bengkak oleh pagutannya.

“Ahh... Kenny...” erang Novi di telinga Kenny. Kenny memejamkan matanya, menikmati pengaruh erangan Novi pada jiwanya. Jiwanya yang haus kasih wanita itu kini menari-nari penuh suka cita menyambut belahan hatinya yang akhirnya pulang.

Kenny membuka kancing-kancing baju Novi, mengecup dada wanita itu dengan bibirnya, lidahnya menari-nari memuja tubuh kekasihnya, kecupan-kecupan mesra tanda cintanya di tinggalkannya di sekujur leher dan dada Novi, lenguhan wanita itu bagai lagu yang mengiringi desah nafas Kenny yang semakin memburu. Kenny melepaskan kemejanya, tubuh Novi telah terbuka untuknya, hanya bra cream lembut yang menyelimuti tubuh atas wanitanya dari pandangannya.

Mata Kenny bercahaya penuh gairah, tatapannya sendu, penuh pemujaan pada tubuh yang begitu di indah di matanya, tubuh kekasihnya, tubuh ibu dari buah hatinya, tubuh yang akan dipujanya seumur hidupnya. Kenny membuka kait penutup dada Novi, membuangnya kebawah, tangannya meremas dengan perlahan, menikmati sensasi yang diberikannya pada Novi, mengamati ekspresi wanitanya, hatinya dipenuhi cinta yang ingin segera dibagikannya pada kekasihnya.

Novi meliukkan badannya ke arah Kenny, menyodorkan tubuhnya pada laki-laki yang dipercayainya, laki-laki yang akan melindunginya kini dan nanti. Laki-laki yang di rasanya tak akan pernah lelah berjuang untuknya meski ribuan penolakan telah diberikannya. Kenny menyambut tubuh Novi dengan pemujaannya, mengecup apapun yang disodorkan untuknya, menikmati, memberikan kenikmatan, lenguhan demi lenguhan yang mewarnai cumbuan mereka terasa berat di udara. Kenny dengan kelima inderanya memanjakan tubuh Novi dengan segala puji yang bisa diberikan pada tubuh manusia.

Kenny mengecup belahan dada Novi, turun ke perutnya, ke pinggulnya, berusaha menyibak pelindung tubuh bagian bawah Novi, pelindung dengan warna serupa dengan yang tadi di lepasnya, cream lembut, selembut ciuman yang dirasakan Novi pada tubuhnya.

Tangan Kenny mengusap belahan dalam paha Novi dari roknya yang tersibak. Tangan laki-laki itu bergerak masuk mengelus kulit mulus itu dengan perlahan, merayu, memikat dengan jari-jarinya yang merangsang, menggoda tubuh Novi dengan gairah yang telah memuncak. Novi mengerang dan memanggil nama Kenny di setiap lenguhannya, tangannya meremas rambut Kenny sementara matanya selalu terpejam menerima rasa nikmat dan cinta yang disiramkan untuknya.

Kenny menciumi paha Novi, menciumi lututnya, tumitnya, mengecup perlahan jemari kakinya sebelum kembali menggoda belahan pahanya yang lain. Kenny menikmati apa yang dilakukannya, dia telah lupa dengan sekitarnya, Kenny pun melepaskan celana panjangnya, menyisakannya hanya dengan sebuah celana dalam hitam yang tak mampu menyembunyikan tumbukan ereksinya yang telah berdiri dengan keras.

Kenny mengelus ereksinya dari luar kain celana dalamnya, menenangkan gairahnya yang telah menggelegak. Kenny ingin melakukannya dengan perlahan, dia ingin memberikan kenikmatan yang pelan namun memabukkan kepada Novi. Kedua tangannya dengan perlahan menarik turun celana dalam Novi, melewati lututnya, kakinya dan terlepas sebelum jatuh dengan lemah di atas lantai. Kenny membuka pakaian terakhir Novi, sebuah rok yang menghalangi mata Kenny untuk memandang secara utuh tubuh kekasihnya. Tubuh yang diidam-idamkannya untuk berada dalam kuasanya.

Wajah Kenny semakin sendu menatap ke atas tubuh Novi, wajahnya berkedut-kedut menahan gairahnya, mata mereka bertemu, sama-sama saling mengerti apa yang akan mereka lakukan berikutnya. Kenny kemudian kembali mencium bibir Novi dengan lembut, tangannya menggoda belahan paha Novi dan menyentuh bagian tersensitif wanita itu yang telah begitu licin dan siap untuknya. Novi bisa merasakan daerah sensitifnya berdenyut-denyut memelintir liangnya. Dia ingin Kenny menyentuhnya disana, meredakan pilu tubuhnya yang merindukan pelepasannya.

Sebelum Kenny sempat menyentuh bagian yang paling diinginkannya dari tubuh Novi, suara handphonenya berbunyi dengan nyaring dari dalam lemarinya. Mereka terganggu oleh suara itu tapi Kenny menenangkan Novi dan melanjutkan ciumannya. Namun setelah tiga kali handphone itu berbunyi tanpa henti dan anak mereka menggeliat terisak dalam tidurnya, maka Kenny dengan kesal membuka lemarinya sebelum melihat pada layar siapa pengganggu kemesraannya.

“Shit!!” umpat Kenny marah. Dia mengumpat terlalu keras sehingga membangunkan Kevin yang mulai menangis terisak karena tidurnya terganggu.

Novi segera mengenakan pakaiannya kembali dan menenangkan anaknya, lima menit kemudian Kevin kembali tertidur namun suasana telah jauh berbeda. Kenny sedang menerima telephone dalam kamar kerjanya dan belum kembali sejak lima belas menit yang lalu. Tanpa berusaha menguping pembicaraan Kenny dengan rekan bicaranya di telephone, Novi yang keluar kamar karena ingin mencari segelas air di dapur mau tak mau mendengar makian penuh kebencian Kenny yang tak cukup sempurna untuk disembunyikannya.

“Aku tak perduli!! Bila kau coba mengganggu hidupku lagi, aku tak akan memaafkanmu, Hesti!! Dan jangan pernah mengungkit masalah itu lagi. Kau tahu semua telah berakhir dan ini adalah kali terakhir aku mendengar rengekanmu!!” dengan kesal Kenny mencabut batre handphonenya sebelum menarik nafasnya dalam-dalam. Dia hanya mengenakan celana panjangnya, dadanya yang telanjang terlihat dari celah pintu ruang kerjanya yang dapat dilihat oleh Novi dari luar.

Perasaan Novi campur aduk mendengar makian Kenny pada wanita yang bernama Hesti itu. Sebelum Kenny keluar dari ruang kerjanya, Novi telah bergegas lebih dulu dan masuk kembali ke dalam kamar Kenny, dia meringkuk di balik selimut dan memeluk anaknya, berpura-pura memejamkan matanya dan tak menggubris Kenny yang berbisik memanggil namanya.

“Nov...? Kau sudah tidur?” bisik Kenny di telinga Novi. Tak ada jawaban dari wanita itu maka Kenny pun mengecup pipinya sebelum keluar dari kamar dan masuk kembali ke ruang kerjanya. Novi tidak dapat memejamkan matanya sedikit pun, kemesraan yang di reguknya tadi seolah penghinaan atas apa yang baru diketahuinya. Novi ingin tahu siapa wanita yang berbicara pada Kenny, apakah dia orang yang sama dengan orang yang membuat panggilan hingga tiga kali saat mereka bercinta, sebelum Kenny dengan marah mengangkat telephonenya.


Novi tak habis pikir dia harus menghadapi perasaan seperti ini lagi, kesakitan karena hubungan yang tak menentu dan hatinya gundah memikirkan bagaimana harus bersikap esok dikala matahari telah bersinar. 


70 comments:

  1. Asyik dah di posting... thx ya say:)
    Kenny bandel ya... gerak cepat... sayang diganggu hesty....
    tapi ni ce gak mau nyerah jga... alamat deh bakal gangguin.....
    tipikal ce gak tahu malu dah diyolak gak nyadar....

    ReplyDelete
    Replies
    1. gimana kaloo si hesti diracun aja ayu? qta racunin bareng2 hahaha *devil smirk*

      love you more mbak shin :*

      Delete
  2. Asyik update. Makasih ya mba update nya, dasar hesti tebel muka, dah ditolak gitu msh aja. Kenny sih nyari mslh aja sm cew model gitu, coba setia dikit kek

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha... kan rencananya cuman buat ditidurin aja sist. :D

      Delete
  3. Makasih mba shin,,,,,
    Itu napa hpnya ga dimatiin ga jadi adek buat kevin donk,,,,
    Hesti ga tau malu ih,,,,sawat hesti pk bakiak,,,,

    ReplyDelete
  4. Makasih mba shin,,,,,
    Itu napa hpnya ga dimatiin ga jadi adek buat kevin donk,,,,
    Hesti ga tau malu ih,,,,sawat hesti pk bakiak,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. kan gak ada rencanain bikin adek... eh ternyata... sikonnya mendukung.. ihihihihi... sama2 :D

      Delete
  5. tuh kan hesti emang racun.
    bikin nanggung aj

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... hesti itu nama cewek ka, bukan racun... nanggung apa nih?? er....

      Delete
  6. aish.....si es teh gangu aja sih pdhl tinggal dikit lagi*ehhh
    thanks mbk cin :)

    ReplyDelete
  7. aish.....si es teh gangu aja sih pdhl tinggal dikit lagi*ehhh
    thanks mbk cin :)

    ReplyDelete
  8. Yahhh,,kagak jadi bobol gawang dweh,,hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan udah dulu.. wkt bikin kevin. ahhahaha

      Delete
  9. Adooooh hestiiii
    Reseh ni ah
    Ganggu aja *todong celurit*
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  10. He.he ga jd deh anget 2an nya, kebayang ken & novi lg main é kevin bangun *plak gara 2 si hesti gagal deh smua:-( thanks mb shin :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaa.... paling kl kevin bangun dia pura-pura gak liat lg. ihihiihihiihih... kyk kejadian di kolam renang itu lhoh...

      Delete
  11. Iissshhh knp muncul lg dy, org lg asyik2 gtu,gagal deh
    *jitak hesti
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  12. Mbak,tambah 1chapter lg dong :D

    ReplyDelete
  13. payah ni kenapa diangkt Ken, langsung aja cabut baterainya trus lanjut deh daripada nanggung

    ReplyDelete
  14. aaaaaaaaa krik banget di stop di tengah tengah begitu huhuhuhuuuu ayo mba shiiin lanjutkaaannn! hehehe makasi mba shin udh di post :D
    -fina

    ReplyDelete
  15. Aku ketawa dulu ya, mbak.
    Hihihihihihihi
    gatot dah anget-angetannya.. Tapi masa iya sih mau anget-angetan di sebelah ada anaknya. Ntar kalau 'ribut' terus kevin bangun kan gawat...
    Waduh, nenek lampir hesti ganggu aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hesti datang lagi, maka menggalau lagilah novi..

      Aku dukung deh kalau kenny mau buatin adek buat kevin, tapi jangan pas ada kevin ya di sebelah kalian.

      Makasih ya, mbak shin.

      Delete
    2. lho gpp.... Kevin kan anak pengertian. hahahaa....

      sama2 sista..

      Delete
  16. ayo lanjutkan mbak shin heheheheh g sabar nunggu mereka bersatu lg
    makasih mbak

    ReplyDelete
  17. kata Novi: ah tanggung....
    wkwkwkwkwk.
    Hestiiiiiiii............ awas km yaaaa tak cubit lho kl gangguin lg!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaahahahaha..... nanti dilanjut...

      Delete
  18. kenny emg pinter ya memanfaatkan kesempatan sekecil apapun
    ah sayang bgt udah sisa dikit lagi tp malah ada pengganggu -.-
    hesti kenapa jdi berubah lagi sih bknnya dulu dia ikhlas kl kenny bahagia n bisa nemuin orang yg tepat

    ReplyDelete
  19. Annnnnnnnnnnnnn.....dong.... *gjd misuh*
    Knp hesti ganggu d saat" HOT spt ini ?! (۳˚Д˚)۳
    Uwahhh novi ayolahhh...kau tau kenny cinta sama kamuuuuu.... (˘̩̩-˘̩ƪ)

    ReplyDelete
  20. beneran dadh tuh si hesti kudu di lempar ke timbuktu .ggggrrrr !!!!

    ReplyDelete
  21. Shittttttttttt!!!!!!!!!!!!
    Kenapa si ular brbisa itu muncul lagi?????
    N mngangguny D saat yg hot bgt?!

    ReplyDelete
  22. yah elah kasian si kenny hasratnya blm kepenuhin udh di ganggu si hesti.... ampun dah...
    bener2 pengganggu dah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhahaha... hasratnya kenny apa hasratnya pembaca nih??

      Delete
  23. Ih, dikit lagi gol juga,,gara2 hesti jd gak jadi.
    Thanks mbak shin

    ReplyDelete
  24. Dasar Ular si Hesti ini ya... Org lgi asyik program bkin ade Kevin dgangguin..

    ReplyDelete
  25. Dasar Ular si Hesti ini ya... Org lgi asyik program bkin ade Kevin dgangguin..

    ReplyDelete
  26. Aduh hesti ganggu aza neh...
    Thanks mba shin

    ReplyDelete
  27. Huaaaaa. Kennyy... Ih, apaan sih si henti ikut2an muncul.
    Semangat Kenny, semangat buat ngusir nenek sihir itu selama-lamanya. Hahahhahaha

    ReplyDelete
  28. Makasih mbak Shin :)

    reading ..... :D

    ReplyDelete
  29. selalu bikin penasaran di setiap chapternya jeng shin... good job :kiss:

    ReplyDelete
  30. First : ‎​-•--•-τ̲̣̣̥н̲̣̣̣̥a̶̲̥̅̊N̤̥̈̊к̲̣̣̥ ({}) y̶̲̥̅̊O̲̣̣̥u̶̲̥̅̊ -•--•- mba shin dh diposting bab 20 nya, like it very much

    Second : bisa ƍäªk si hestinya dimasukkin k karung trus dikrm k segitiga bermuda aja :D ☺ Ђƺђƺ ☺ :D

    Third : come on kenny jgn menyerah pertahankan keluarga kecilmu. Te2p berusaha ngejebol gawang :D ☺ Ђƺђƺ ☺ :D

    Fourth : novi jgn diem aja, komunikasikan sama kenny. Drpd dipendem nti jadi bisul loh "̮ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ "̮ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ "̮

    Five : mi-pi liong, ibu made, kevin ayo dukung kenny untuk menjebol hati'a novi hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. tengkyuu...
      2. emangnya guguk...
      3. hahaha udah kok jebolnya wkt bikin kevin :ehh:
      4. bisulnya gatel2 enak.. lol
      5. waduh, ati dijebol? ntr yg ada tewas donk sist

      Delete
  31. Ugh....dasar Hesti si pengganggu!!!!!!.....
    Makasih Mba Shin (^_^)

    ReplyDelete
  32. Ikhhhh si hesti.... jorokin ke jurang aj.. huhhhhh... gatot deh acara bikin afik buat kevin. Si novi ny ngambek lagi d..
    makasihhh mba shin, satu chapter lg dunks :D

    ReplyDelete
  33. errrr hesti dodol ganggu aja. Jitak nih..
    kasian koko kenny sama novi padahal itu bwt tabungan msa depan (?) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha tabungan masa depan?? hm... jd penasaran tabungnya kyk gmn ya? ihihi

      Delete
    2. emm dalam bentuk adik perempuannya kevin mungkin mba... kkkkk

      Delete
  34. Waduuuhhh mas Kenny ... KLO mau iya apa iya mbok sebelumnya HPnya di matiin...

    Udah siap grakkkk kok berhenti di tengah permainan tow mas Kenny ...

    heheehe ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha kan gak ada direncanain sist begituannya :ehh:

      Delete
  35. shitttttttt@#$%^&*(

    timpuk rame-rame pake gayung si hesti. gak tahu lagi berjuang masukin bola

    wkwwkwkwkkk.....

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.