"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, May 6, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 23



“Maaf aku tidak bisa tinggal. Aku akan menghubungimu besok, ok? Good night, Nov. Sweet dream.” Kenny mengecup kening Novi dan meninggalkannya berdiri di pintu bahkan sebelum Novi mampu membalas perkataan Kenny.

Good night too.. Ken...” bisik Novi lemah.

Novi menutup pintu kamarnya, bersandar di balik kayu dingin itu dan memejamkan matanya. Semua tak seperti bayangannya saat memutuskan pergi ke Jakarta untuk menemui Kenny. Dia tidak ingin berlibur, Novi tidak ingin menikmati megahnya kota Megapolitan ini, Novi hanya ingin bertemu dengan Kenny, menghabiskan sedikit waktu berkwalitas bersamanya dan membagi rahasia yang disimpannya sendiri bahkan dari kedua orang tuanya yang bertanya-tanya mengenai kepergiannya ke Jakarta yang baru dikabarkannya setelah Novi menginjakkan kakinya di bandara Soekarno-Hatta.


Dengan langkah letih Novi berbaring di atas ranjangnya, menarik selimut dan mengelus perutnya yang datar. Jauh di dalam sana, sebentuk kehidupan telah tumbuh dengan pesat dan tak sabar untuk menunjukkan dirinya pada dunia.

“Dia akan tahu, Nak... Papamu akan tahu, bahwa kamu sedang berusaha untuk tumbuh dan lahir ke dunia. Apapun yang terjadi, Mama akan melahirkanmu. Bila suatu saat nanti semua tidak seperti bayangan kita, bertahanlah bersama Mama, ya?” Novi meneteskan air matanya memikirkan masa depannya yang tak pasti. Hanya seperempat dari hatinya optimis Kenny akan menyikapi dengan positif berita kehamilannya. Walaupun janin dalam rahim Novi adalah tanggung jawab mereka berdua, Novi tidak akan pernah ingin dalam hidupnya membangun sebuah rumah tangga yang di dasari oleh rasa tanggung jawab yang akan mengekang satu belah pihak atau bahkan keduanya.

Maka diapun menyiapkan pilihan apa yang akan diambilnya besok, saat Kenny berjanji akan menghubunginya. Novi tidak akan berlama-lama di Jakarta, bila dia tidak dapat memberitahukan Kenny apa yang harus di ketahuinya, maka Novi pun telah memutuskan langkah apa yang akan di ambilnya.

Present Days...
“Papaaaaa.......” teriak seorang anak kecil yang baru saja membuka pintu masuk restoran.

Kenny memutar tubuhnya, mendapati anaknya yang paling dicintainya berlari menghampirinya. Kenny berdiri dari duduknya dan menyambut Kevin penuh suka cita. Mereka berpelukan seperti sebuah keluarga yang telah dipisahkan selama bertahun-tahun lamanya. Mata Kenny berkaca-kaca menyadari betapa berharga arti Kevin dalam hidupnya. Dia tidak akan membiarkan Kevin pergi darinya lagi meski itu harus membuat Novi membencinya hingga ingin mengenyahkannya dari muka bumi.

“Kevin sehat?” tanya Kenny pada anaknya.

Kevin mengangguk senang, dia bisa memeluk ayahnya lagi setelah dua hari lamanya mereka terpisahkan. Kenny melirik ke belakang Kevin namun tak ada sosok lain yang di carinya. “Mamamu mana?” tanya Kenny pada anaknya.

“Mama...” Kevin menundukkan wajahnya. Dia nampak menyembunyikan sesuatu, namun anak kecil itu kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga ayahnya, membisikkan sesuatu yang hanya di dengar oleh Kenny.

“Papa jangan bilang tahu dari Kevin ya... Nanti Mama marah sama Kevin.” Kata Kevin merajuk.

Kenny menarik nafasnya dalam-dalam, hatinya terasa ngilu memikirkan perjalanan hidupnya yang begitu berliku-liku. Kenny kemudian menggendong anaknya, membawa bocah kecil itu menghampiri kedua kakek-neneknya yang telah menunggu dengan penuh haru.

“Oh... Cucu Oma...” Mami Liong memeluk tubuh Kevin dengan air mata menitik. Mami Liong akhirnya bisa memeluk cucunya di depan umum dan mendapat penghargaan yang sama dari bocah kecil itu. Dengan erat Kevin memeluk leher neneknya sebelum berpindah ke dalam pelukan hangat kakeknya. Mereka berdua membanjiri Kevin dengan ciuman dan pelukan kasih sayang.

“Mi, Pi... Aku tinggal sebentar. Tolong jaga Kevin, ya,” Kenny tersenyum miris pada kedua orang tuanya. “Vin, Papa akan segera kembali. Baik-baik sama Akong dan Oma ya. Papa love you...” Kenny mengecup kening anaknya sebelum mencium pipi ibunya.

Mami dan Papi Liong mengangguk dan Kenny membalas perkataan ayahnya. “Kevin love you more, Papa...”

Kenny kemudian berlalu dari sana, namun ketika langkahnya mencapai lima meter, Kevin berteriak padanya.

“Papaaa.... Semangat!!!” teriak Kevin keras-keras.

Kenny mendengus miris melihat tingkah anaknya. Dia hanya memberikan jempolnya pada Kevin yang tertawa senang. Kenny menyapa Ibu Made yang baru saja masuk ke dalam restoran dan wanita itu menyerahkan sebuah gantungan yang berisi kunci-kunci padanya.

“Bersabarlah padanya, Pak Kenny. Novi... telah melewati banyak cobaan, bila anda menyerah sekarang... Maka anda tak akan pernah mendapatkan keduanya.” Senyum Ibu Made penuh pengertian.

“Terima kasih, Bu. Saya tidak akan pernah menyerah. Matipun saya akan tetap berjuang untuk mendapatkan mereka kembali.” Kenny tersenyum membalas senyuman Ibu Made. Dia kemudian membuka pintu rumah makan itu dan keluar meniti jalan setapak menuju rumah Novi.

Dengan kunci di tangannya, Kenny membuka pintu gerbang yang selama ini hanya bisa di pandanginya tanpa mampu untuk di bukanya. Dengan kunci-kunci di tangannya, Kenny membuka satu per satu pintu yang menghalangi langkahnya untuk masuk lebih dalam menuju hidup dan hati Novi.

Ruang tamu itu remang-remang, nampaknya Ibu Made belum menyalakan lampu di dalam rumahnya. Satu per satu Kenny membuka pintu kamar di rumah itu, menyebarkan pandangannya ke dalam kamar mencari sosok tubuh yang sedang meringkuk di dalam selimut karena jatuh sakit. Kevin memberitahukan padanya bahwa Novi sejak pergi meninggalkannya dengan kejam telah meringkuk di atas ranjang, dia menderita demam tinggi sehingga tidak dapat bekerja ataupun muncul di restoran.

Pada pintu yang ketiga, akhirnya Kenny yakin adalah pintu kamar Novi, karena hanya pintu itulah yang memiliki stiker yang menghiasi hampir seluruh permukaan daun pintu dengan coretan-coretan tangan Kevin dan gambar-gambar anak kecil itu yang tertempel dengan kuat.

Perlahan Kenny membuka kenop pintu dan mengintip ke dalam ruangan. Kamar itu sama gelapnya dengan ruangan tamu, hanya sedikit cahaya yang bersinar dari bulan purnama yang masuk ke dalam ruangan. Kenny dapat melihat sesosok tubuh sedang berbaring lemas dalam selimut hangat dan kompres di keningnya.

Kenny menutup pintu kamar itu dan melangkah pelan mendekati Novi. Dia berlutut di bawah ranjang wanita itu dan mengelus tangan Novi sebelum menciumnya dengan lembut. Novi yang mencoba untuk tidur terkejut menyadari ada orang lain di dalam kamarnya.

“Kevin...? Ada apa, Sayang... Jangan deket-deket, nanti Kevin ketularan Mama..” suara Novi serak, tenggorokannya bengkak dan nafasnya tersumbat. Bahkan suara batuk terdengar setelah Novi menyelesaikan kata-katanya.

“...Nov... Ini aku, Kenny.” Jawab Kenny yang mendapat reaksi seperti dugaannya.

“Shhh... Jangan banyak bergerak, tidurlah. Beristirahatlah.” Bisik Kenny mencoba menenangkan Novi yang berusaha bangkit dari ranjangnya. Sia-sia, tubuh Novi begitu lemah dia bahkan tak mampu melawan tenaga Kenny yang tak dikeluarkannya sama sekali.

“Apa maumu kesini, Ken? Siapa yang memberikanmu kesini? Dimana Kevin? Kau tidak menculiknya, khan?” Novi terbatuk-batuk menyelesaikan kalimatnya.

“Shhh... sudah kubilang jangan bergerak dan jangan banyak berbicara. Kau terlalu banyak bicara dan tak pernah mendengarkan. Tidurlah lagi, aku akan mengurusmu.” Jawab Kenny tegas. Dia tidak ingin dibantah, terutama oleh Novi yang meringkuk kesakitan dan tak berdaya. Namun harga diri wanita ini rupanya masih cukup tinggi sehingga Kenny hanya bisa meringis melihat kekukuhannya untuk menyakiti hatinya.

“Aku tak akan pernah menculik anakku, Nov. Aku akan selalu kemari bila ingin melihatnya. Dan aku akan kesini setiap hari untuk melihat kalian. Untuk melindungi kalian. Bila perlu aku akan mendirikan kemah di parkiran restoranmu bila kau tidak mengizinkanku tinggal di rumah ini.”

Kenny mengawasi ekspresi terkejut Novi, namun mulutnya telah dibekap sehingga dia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

“Diamlah.. dengarkan aku sekali-kali. Kau cepat sembuhlah. Bila kau sudah sembuh, aku akan meladeni caci makimu, sebanyak kau suka. Ok?” senyum Kenny jahil.

Kenny mengambil handuk kompres dari atas kening Novi dan menggantikannya dengan yang baru. Dia memperbaiki selimut Novi dan mengecup pipi wanita itu tanpa mendapat perlawanan. Novi kelelahan dan dia tak kuasa melawan Kenny. Dia akan menyimpan kata-kata Kenny dan meladeni laki-laki itu di saat dia telah pulih kembali.

Kenny menarik sebuah kursi di samping ranjang Novi, menggenggam tangannya dan sesekali mengecup punggung tangan Novi dan selebihnya mengelus-elus mesra rambut wanita itu hingga dia tertidur pulas dan melupakan Kenny yang sedang menungguinya.

Tak lama kemudian Kevin dan Ibu Made muncul dari balik pintu kamar Novi dan memanggil Kenny untuk keluar.

“Makan dulu, Pak Kenny. Papi dan Mami Liong menitip pesan, mereka pulang duluan dan berharap apapun yang Pak Kenny lakukan akan diberkati oleh Tuhan. Dan makanan sudah saya siapkan di atas meja, Kevin bujuk Papamu untuk makan, ya.” Kata Ibu Made.

Kevin menarik tangan ayahnya dan menarik sebuah kursi untuknya dari meja makan di dapur.

“Papa.. Ayo makan, Papa gak boleh sakit. kalau Papa juga sakit kayak Mama, nanti Kevin main sama siapa?” Tanya bocah kecil itu sedih.

Kenny tak dapat menahan senyumnya dan mengiyakan permintaan anaknya. “Iya, Papa makan. Kevin sudah makan?” tanya Kenny saat mengambil satu sendok nasi putih yang telah disiapkan untuknya.

“Kevin sudah makan, Pa.” Jawab Kevin sambil tersenyum. Dia melipat tangannya di atas meja dan memperhatikan ayahnya menyuap sesendok nasi dan sayur ke mulutnya.


Mereka berbincang-bincang ringan sebelum Kevin di panggil neneknya agar segera tidur. Setelah mencium pipi ayahnya, Kevin pun masuk ke dalam kamar neneknya dan Kenny kembali ke kamar Novi, masih menemani wanita itu yang terlelap oleh tidur yang dalam. 


27 comments:

  1. Horeee yg pertama..... *dance
    Ihiyyyyy.... cayoooo kenny...

    Waduww kok samaan nih novi sm mba shin sakit???
    Cepet sembuh dee buat mba shin n novi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiahh batal jd pertama... signal bolot...wkwkwk.. *gapenting

      Delete
    2. wkkwkwkwkw... kacian dehhh...
      aku sakit bulanan say... maklum... jadi wanita beginilah nasib kita.. hak..hak..hak... ni dah mendingan habis minum obat. :D

      Delete
    3. Gak jdoh nihh... blm waktunya kali :p
      Hohoo lg bulan purnama toh kikkiik.... tetep aj namany sakit :p

      Btw danoff blm ada cerita baru yee..

      Delete
  2. Aaaa...penasaran dgn kejadian 6 taon yg lalu.... pa yg terjadi.....ya?
    Makasih Mba Shin *peluk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista.. btw gk ada cerita lg nih sist? Danof jd sepi ahahhaha... ampyunn...

      Delete
    2. Msh lum ada ide cerita lagi Mba Shin hehehehe..........

      Delete
    3. ahha sip sip,,, mudah2an idenya segera bermunculan ya sist :D

      Delete
  3. Novi semangadddd,,,,

    Makasih mba shin,,,,,

    Aamiin malem ni aku jg dah bs browsing yeyeyeye

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa iya nih, td siang bingung kirain kenapa gk bs buka blog ckckckc

      Delete
    2. Iya jaringannya lagi galat,,,alias galau berat hahaha

      Makasih mba shin pertanyaanku dah dijawab,,,

      Ayotetap sehat, tetap semangat terus berkarya,,,,,mmmmmuahhhhh

      Delete
  4. kenny fighting...


    ehem.. ehem.. boleh rikues ayang elliot gak???
    please please :-*
    thanks mbak shin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh aja.. cuman aku lg stuck elliot sist... sabar ya :)

      Delete
  5. Lanjooottt mba
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  6. akhirnyaaaaaa mba shin posting jugaaaa
    yuhuuuu
    aduh yaaaah novi bener2 keras kepala n gengsinya tinggi euy...
    terima aja npa jd kan gk da yg perlu tersakiti #tsaaaah
    aduh kevin minta diculik nih lucu sangat *ketjup basah kevin n kenny*
    haha

    ReplyDelete
  7. cemungudddhhh eaaaa papaaaaaaa

    ReplyDelete
  8. aaaaa masih penasaran sama perpisahan mrka dulu
    kenny semangat ya menaklukan hatinya novi yg udah terlanjur sakit gara2 kamu
    tumben si ular berbisa hesti ga ada nongil dipart ini
    biasaya selalu ada -.-

    ReplyDelete
  9. Kenny, seng sabar yo.. Hahahaha

    kevin, ayo kasih semangat terus sama papamu...
    Novi sifatnya 11-12 sama akang darren, suka ambil kesimpulan sendiri tanpa dengerin orang lain dulu.

    ReplyDelete
  10. Mbak shinnn :D
    Gwvs ya..:d
    Btw, ak bru bsa buka stelah mnyelesaikan tugas yg bjibun!-"-
    Klo boleh.. Tmbah dong KSDHny..:-p
    Bb ku jga error.. Signal ngajak brantem mulu.. Ckckk
    -Mendy Jane-

    ReplyDelete
  11. Kenny bobok bareng LG sama Novi Gak chiinn haha.. Masa cuma nemenin tok ... Baygon Donk hihiihihi


    Makaseehhhhhh :)

    ReplyDelete
  12. flashbacknya kepotong lagi :D

    luluh dong novi.. kasian kenny...

    ReplyDelete
  13. Tengkyu mba shin uda diposting KSDHny...
    Masih penasaran bgt knp mrk bs pisahny,,smp bikin novinya trauma gitu
    Btw lg skt ya mba?GWS y

    ReplyDelete
  14. issh novi lg sakit aj msh gengsi..

    yo kenny tetep semangat cayang.


    thanks mb shin

    ReplyDelete
  15. Kuraaang panjang mba shin, huhuhuuuu novi udahlah maafin di kenny, hidup bahagia bagaikan sebuah dongeng. Hehe

    ReplyDelete
  16. Makin penasaran knp kenny smp pisah sm novi. Dichapter yg dulu katanya novi diusir sm kenny, sesadis apa yah kenny ngusir novi. Jd menebak2. Btw makasih update nya yah

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.