"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, May 7, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 24



Pukul tiga dini hari, Novi terbangun dengan keringat membasahi tubuhnya. panasnya telah turun, dia meraba lehernya. Handuk kompresnya telah diganti ulang dan dia melirik pada sosok pria yang sedang bersandar di kursi dengan tangan bersedekap di dada. Kenny bernafas teratur dengan dengkuran kecil yang samar-samar terdengar keluar dari mulutnya.

Novi turun dari ranjang setelah meletakkan handuk kompresnya kembali ke atas meja. Dia menyalakan pendingin ruangan untuk mengusir udara panas yang menyelimuti, Novi heran bagaimana Kenny dapat tertidur dalam keadaan seperti itu. Laki-laki ini pasti sangat kelelahan.


Novi memperhatikan raut wajah Kenny, gurat-gurat penderitaan jelas terlihat pada wajah tampannya yang putih bersih. Cambangnya bahkan telah mengintip dari pipinya, turun ke rahangnya yang kokoh, berlanjut pada bagian atas bibirnya dibawah hidungnya yang tak terlalu mancung. Bibirnya yang sensual mengingatkan Novi bagaimana bibir itu melumat bibirnya beberapa malam yang lalu dan bagaimana bibir itu menjelajahi tubuhnya dalam setiap jengkalnya.

Tubuh Novi merinding, bukan karena kedinginan, namun karena darahnya berdesir mengingat cumbuan panas Kenny pada tubuhnya. Dia mengomeli dirinya yang masih bisa memikirkan hal seperti itu padahal sedang sakit.

“Dasar porno.” Rutuk Novi saat membuka pintu hendak keluar mencari air minum di dapur.

Setelah menenggak dua gelas air, Novi dikejutkan oleh Kenny yang berada tepat di belakang tubuhnya ketika Novi berputar dan mendapatinya disana.

“Kau sudah bangun?” Kenny meraba kening Novi dan mendapati suhu tubuhnya telah menurun. Diapun menghela nafas lega dan menyunggingkan senyum lemah pada bibirnya.

“Maafkan aku, Nov. Ahh... Beristirahatlah. Meskipun banyak yang ingin kukatakan padamu, tapi aku ingin kau sembuh terlebih dulu.” Kata Kenny pelan. Dia membimbing tubuh Novi dan meletakkan tangannya di pundak wanita itu agar Novi tidak melawannya.

Suhu kamar menjadi sejuk, Kenny pun membaringkan tubuh Novi kembali di atas ranjang, menyelimutinya dan mulai memijat persendian Novi, dari tangannya hingga kakinya.

“Kau tak usah melakukannya, aku tak apa-apa. Hanya demam biasa, bukan penyakit yang perlu mendapat perhatian lebih. Pulanglah ke rumahmu.” Elak Novi yang sedang berbaring. Dia tidak berusaha menyingkirkan tangan Kenny dari tubuhnya, sentuhan tangan Kenny pada tubuhnya membuat Novi merasa rileks, laki-laki itu bisa memijat dan Novi mulai merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Kenny.

Kenny tidak menggubris perkataan Novi, dia hanya tersenyum sembari melanjutkan pijatannya hingga Novi tertidur lagi. Barulah setelah Novi tidur, Kenny mengecup keningnya dan kembali duduk di kursinya. Karena keingin tahuannya yang tinggi, Kenny memperhatikan seluruh ruangan kamar Novi yang kini disinari oleh lampu remang dan memperlihatkan isi ruangan itu meski tak sejelas yang Kenny inginkan.

Pada meja rias di samping ranjang, Kenny melihat foto Kevin dan 1 buah foto lainnya yang sama-sama berpigura. Dalam foto itu, Novi, Ibu Made dan Kevin sedang berpose di dalam studio foto. Foto itu kira-kira diambil saat Kevin berusia empat tahun. Saat dimana Kenny bahkan tak pernah menyadari dirinya memiliki darah daging yang tumbuh menjadi bocah yang begitu tampan dan pintar.

Tangannya yang gatal mulai membuka laci-laci meja tidur Novi. Kenny teringat pada perkataan Kevin yang mengatakan Novi menyimpan foto ayah Kevin dalam sebuah laci-laci yang tidak diketahuinya dimana kunci itu berada. Kenny kemudian meraba-raba meja itu mencari kunci yang diperlukannya. Dari bawah kotak alat rias Novi, Kenny menemukan serangkai kunci yang sesuai dengan lubang kunci laci-laci meja tidur itu.

Setelah memperhatikan Novi yang masih tertidur pulas, Kenny membukai satu per satu laci itu namun tidak menemukan benda yang mencurigakan hingga pada laci terakhir yang terletak paling bawah. Laci yang dipenuhi dengan amplop dan buku itu di angkatnya isinya dan diperhatikan dengan seksama, mencari tahu apa gerangan yang terdapat di dalamnya.

Mata Kenny menatap nanar pada foto pertama yang dilihatnya disana, di dalam album kecil yang terdapat dalam amplop berwarna coklat yang disembunyikan dengan rapi oleh Novi dan diletakkannya paling bawah di antara tumpukan benda-benda yang sebagiannya telah dikenali Kenny sebagai hadiah-hadiah yang dikirimkannya untuk wanita itu.

Kenny sedang melihat foto pertama mereka di Bali, saat sedang menyaksikan matahari terbenam di Pura Tanah Lot. Saat itu Kenny meminta bantuan seorang wisatawan lokal lain yang juga meminta bantuannya untuk mengabadikan foto mereka. Foto itu kemudian di cetak dan Novi memiliki selembar, sedang Kenny telah menghilangkannya bertahun-tahun yang lalu. Bila mengingat saat dia mencari-cari foto itu dengan putus asa, Kenny akan tersenyum miris menyadari keteledoran dirinya dalam menyimpan benda-benda pribadinya.

Sebuah gelang perak yang dibelikannya di Sukawati untuk Novi, cincin perak lain yang dibelinya dari Jakarta, Kenny juga memiliki pasangan dari cincin ini namun telah dihilangkannya. Dia hanya memakai cincin itu beberapa hari sebelum tangannya iritasi karena keringat dan dia melepaskannya tanpa dapat mengingat dimana dia meletakannya. Kenny merutuk dirinya karena melupakan kenangan-kenangan yang disimpan dengan rapi oleh Novi dan kadang-kadang dilihatnya lagi bila merindukan Kenny.

Kenny menutup laci itu kembali dan meletakkan kuncinya di tempat semula. Dia menghela nafasnya, merasa hatinya semakin berat karena segala hal yang dibuatnya pada kehidupan Novi. Dia tidak berani berpikir apakah keadaannya akan lebih baik bagi Novi bila mereka bersikeras melanjutkan hubungan mereka dulu saat Novi kembali ke Jakarta untuk yang kedua kalinya. Karena Kenny yakin, dengan ketidak stabilannya saat itu, dia bisa saja melakukan perbuatan yang akan disesalinya hingga tak dapat diperbaikinya lagi.

Bahkan saat Kenny memutuskan hubungannya dengan Novi, seorang wanita telah berada begitu dekat dengannya dan menggoyahkan hubungan cintanya yang dianggapnya tak tergoyahkan. Kenny tak percaya pada dirinya karena pernah suatu saat merasa ingin memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman dengan wanita itu, dimana saat itu dia masih berpacaran dengan Novi dan hubungan mereka sedang berada di ujung tanduk.

Wanita itu hadir dalam hidupnya di saat Kenny sedang berperang dengan dirinya sendiri, memperjuangkan kuliahnya, pekerjaannya dan hubungan asmaranya dengan Novi yang hampir setiap hari diwarnai dengan pertengkaran yang kebanyakan dipicu oleh rasa tidak nyaman Kenny karena tidak berhasil memenuhi kewajibannya menghubungi Novi seperti sebelumnya.

Sekian lama mereka berpacaran, Kenny merasa mulai keberatan dengan hubungan mereka yang secara tidak langsung harus membangun komunikasi setiap saat. Meski Novi tak pernah menuntutnya untuk mengabarinya setiap hari, keengganan Kenny untuk membicarakan masalahnya dengan Novi membuatnya uring-uringan dan semakin tak ingin menghubungi wanita itu. Saat itulah wanita lain masuk ke dalam hubungannya dan mulai mencuri perhatian Kenny dari Novi.

Kini dia mengingat kembali saat-saat itu, ketika Novi berada di Jakarta dan Kenny sedang bersama dengan wanita itu, tertawa bersama tanpa beban dan meninggalkan Novi dalam kamar hotelnya seorang diri. Kenny melupakan Novi, Kenny tidak memperdulikannya dan menduakannya. Kenny bahkan tak membalas telephone dan sms dari Novi saat dia seharusnya sudah tiba di hotel untuk memenuhi janjinya pada Novi, karena saat itu Novi sangat ingin berbicara dengannya. Kenny dengan sengaja mematikan handphonenya dan menolak untuk menjawab pesan-pesan itu hingga sore hari ketika dia telah selesai dengan wanita yang baru saja ditemukannya.

Kenny menarik nafasnya dalam-dalam, merasa begitu membenci dirinya hingga dia rela dihantam oleh sebuah truk dengan kecepatan tinggi hingga terpelanting dan tewas mengenaskan. Kenny juga membayangkan bagaimana hancurnya hati Novi saat dia memutuskan hubungan mereka di saat dia sedang mengandung Kevin, merasakan ketakutannya seorang diri, menanggung bebannya seorang diri dan berjuang seorang diri.

Kenny meneteskan air mata pilunya demi mengingat masa-masa lalu itu, bagaimana Novi berusaha tampak tegar di hadapannya saat dia dengan pengecut memilih jalan keluar terbaik untuk dirinya dan memilih untuk melepaskan satu-satunya wanita yang dicintainya. Bagaimana Novi dengan lapang dada mengantarkannya keluar dari kamar hotelnya dan mendoakan yang terbaik untuk dirinya. Novi bahkan mendoakannya agar segera menyelesaikan kuliahnya dan membereskan pekerjaannya.

Kenny menutup wajahnya, menahan isakan tangisnya yang tak dapat ditahannya lagi. Dia memukul dadanya dengan keras hingga terasa sesak atas segala kesakitan yang diberikannya pada Novi. Tanpa disadarinya, Novi yang memperhatikan Kenny dari dalam tidurnya ikut meneteskan air mata yang berusaha disembunyikannya. Mereka sama-sama menangis dalam kebisuan, sama-sama meratapi nasib dan kisah cinta mereka yang tak pernah mulus. Satu-satunya harapan Kenny adalah agar Novi mengampuninya, meski dia sungguh merasa malu karena berani meminta pengampunan dari wanita itu.

“Maafkan aku, Nov...” bisik Kenny lagi.

Lelah menangisi kehidupannya, Kenny pun tertidur di atas kursi dengan kepala miring ke samping. Keesokan harinya lehernya sakit dan susah untuk digerakkan dengan baik. Novi telah menghilang dari ranjangnya, meninggalkan Kenny terduduk di kursi dengan sebuah selimut menutupi tubuhnya.

Novi, Kevin dan Ibu Made sedang sibuk berceloteh di dapur sementara Kenny baru saja keluar dari kamar Novi dan merapikan rambutnya yang kusut. Penampilannya seperti gelandangan yang tak pernah menyentuh sisir selama seminggu, Kevin pun menertawakan ayahnya dan menggiringnya ke kamar mandi.

“Papa dekilll.... Mandi dulu, Pa.” Dorong Kevin pada ayahnya sebelum mengambilkan handuknya sendiri untuk Kenny.

“Papa mandi dulu, Papa bauk. Ugh!!” Kevin pura-pura menutup hidungnya lalu tertawa dan memeluk ayahnya.

Kenny sungguh terharu dan tak terasa matanya berkaca-kaca, Novi bahkan tersenyum samar mendengar celoteh Kevin yang riang di pagi hari.

“Iya, Papa mandi. Kevin sudah mandi?” tanya Kenny sebelum menyalakan lampu toilet dan menutup pintu.

“Udah. Oh ya, Papa kalau mau pake sikat gigi, yang kecil warna biru-merah Angry Bird punya Kevin, yang warna Kuning punya Mama, yang warna hijau punya Nenek. Papa pakai punya Kevin aja ya. Nanti kita beli sikat gigi baru buat Papa, ok?” Kevin menyodorkan jempolnya pada ayahnya yang dengan ragu disambut oleh Kenny dengan jempolnya. Kevin pun saling menabrakkan jempol mereka dan berteriak.

“OK!!!”

Kevin menutup pintu kamar mandi dan melambaikan tangan pada ayahnya. Kini dia menutup mulutnya seolah baru saja mengingat sesuatu.

“O...ooo!!” ujarnya.

“Kenapa, Vin?” tanya Novi pada anaknya.

“Ehm... Papa gak punya baju ganti, Ma...” jawabnya polos.

Novi dan Ibu Made saling bertukar pandang, sama-sama berpikir kebenaran dari ucapan Novi. Lalu Ibu Made memberikan sebuah ide brilian.

“Kasi pinjem baju kemejamu aja, Nov. Celanamu pasti muat buat Pak Kenny. Malah kedodoran mungkin.” Jawab Ibu Made cekikikan.

Kevin tak kalah tergelak mendengar perkataan neneknya. Dia sampai memegangi perutnya menahan tawa.

“Huss!! Awas ya godain Mama.” Elak Novi, pipinya bersemu merah karena diingatkan bagaimana lebarnya ukuran pinggangnya.

“Trus, Kevin boleh pinjemin baju sama celananya Mama buat Papa kan, Ma?” tanya Kevin menghampiri ibunya.

Novi berusaha menghindari tatapan mata Kevin yang merengek padanya.

“Apa sih, Vin. Masak kasi bajunya Mama. Kan baju cewek.” Elak Novi lagi yang sedang memasak nasi goreng kesukaan Kevin dan Kenny.

“Ahh.. Mama.. kan itu baju cowok juga. Kemeja polos kok. Celana juga celana poloss... ya, Ma... ya... Buat Papa kok, bukan buat siapa-siapa...” rengek Kevin tak menyerah.

Novi pun menghela nafasnya dan mengalah. Mereka kemudian masuk ke kamar Novi dan keluar lagi dengan sebuah kemeja berwarna putih dan kain kamen untuk Kenny.

“Terus, gak pakai celana dalam?” tanya Kevin lagi.

“KEVINN!!!” teriak Novi mencubit pipi anaknya. Pipi Novi bersemu merah memikirkan arti perkataan Kevin yang cemberut sambil memegang kemeja dan kain kamen untuk ayahnya.


Ibu Made tertawa kecil sementara wajah Novi masih semerah kepiting rebus saat terpaksa harus meminum segelas air putih untuk menghilangkan kegugupannya. Dengan setia Kevin menunggui ayahnya keluar dari kamar mandi, sedang Ibu Made ke halaman belakang untuk menyirami kebun dan tanaman mereka. 



32 comments:

  1. Makasih mba shin dah posting,,,,

    Ken2 dulu jahat ma novi kena batunya sukurin hihihi,,,,
    Novi setiah n romantis eeuuyyy masih disimpen rapi kenangannya,,,,
    Kevin lucuuu gemes ihhh,,,

    ReplyDelete
  2. hha kevin lucu.. Ayo vin,bikin mama sama papa kamu balikan lagi...
    makasih mba shin :*

    ReplyDelete
  3. yak ampun rada konyol yah sbenernya alesan kenny ngindarin novi waktu ke jakarta cma gara2 gk bs nemenin n komunikasi gk lancar...
    yah tp mau gimana lg gitulah sifat kenny tp yg pasti udh brubah lah kan udh gk stress mikirin kuliah n kerjaan...

    ayo dong novi... maafin kenny demi kevin....

    mba shin tengkyuuuu pnasaran ma lanjutannya... ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  4. Wohoooooo..... mas comblangnya kevin... hihihi..

    Thanks mba shin...

    ReplyDelete
  5. ternyata kenny emg jahat bgt ya
    pdhl novi udah nyusulin ke jkt tp malah dicuekin pdhl kan kl dia yg ke bali novi pasti selalu ada buat dia walaupun sibuk
    sukurin deh skrg jdi kena karma kan

    ya ampun, kevin nakal bgt ya godain mamanya mulu hahaha
    mba shin ada beberapa typo tuh
    ttg nama tokoknya yg jd ketuker2

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha iya.. makasi ya sist.. sering kok aku ketuker ngetiknya. lol.. yang chapter 24 ini emang ngeditnya cepet2, biar ada aja posting haari ini. dan aku belum ngetik chapter 25. harap maklum ya semuanya kalau misal besok belum ada. mohon maaf sebelumnya, aku lagi sibuk belakangan ini... :)

      Delete
  6. Ihhhh gemes ma kenny, krna jauh ama novi trus ada perhatian dri cwek lain yg dkt jdi ngacuhin novi >,<

    ReplyDelete
  7. hehehehe itu anaknya pinter banget ye .bisa aje ngomong ke emaknyeh ampe ga bekutik .hihihihi

    ReplyDelete
  8. Oh ternyata bnr dugaanku kenny sempat ngelaba kalo kayak gitu sih lempar keluar aja tuh cow paling gak suruh dia rasain skt hati gimana diduain, udah ngelaba diusir pula, gak banget dah. keliatan sudah brp ukuran cinta nya kenny, gampang lari ke cew lain. Bnr kata novi di chapter2 yg lalu tingkah laku kenny gak sesuai sm omongannya. Emang gampang bilang cinta dan nyesal juga bilang aku cinta sehari 1000 kali jg bs tp blm tentu tingkah laku nunjukin sebrp besar cinta. Bagus deh buat aja kenny babak belur tuh novi. Btw shin makasih yah update nya

    ReplyDelete
  9. Ga bisa nyalahin kenny juga sih waktu novi datang ke jakarta kan kenny lagi banyak masalah terus dia terlalu rapuh untuk menerima godaan dari cewek lain. Cowok gitu loh..

    Kevin, ayo kakak bantuin jadi mak comblang yang hebat. Biar mama dan papa baikan lagi.. Hihihihi, pemikiran anak kecil emang lucu, sampe celana dalam juga dia ingetin...

    ReplyDelete
  10. awal yg :'(
    akhir yg :-)

    thanks mb shin cie udah mulai promo.

    ReplyDelete
  11. Iissshh jitak2 kenny udh ninggalin novi krn ad cwe lain jg..
    Haahahhaa pkein kolor novi jg tuh bgusnya si kenny, *cubit2 kevin
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    Sukses buat iklannya :)

    ReplyDelete
  12. Tadi aku mau komen Apa ya? Kok LUPA haha

    ReplyDelete
  13. Udah Nov, depak ja si Kenny itu, mending cari cowo yang lebih setia n bener2 sayang sama kmu Nov.
    Aku koq ga yakin ya klo Kenny bisa tetep setia ma Novi, dulu ja selingkuh, pa lagi sekarang.... huh!
    Cinta Kenny hanya main2 ja, ga seserius Novi, buktinya semua barang kenangan pada ilang, sedangkan Novi masih menyimpannya......
    Dasar pria berhati lembek....
    *emosi bacana
    Makasih Mba Shin (^_^)

    ReplyDelete
  14. Setuju, terlalu baik novi terlalu mental krupuk kenny mah masa mau jd kepala keluarga stress gampang aja cr cew lain. Itu mah stress dijdkan alasan utk pembenaran selingkuh. Yg namanya selingkuh ttp aja selingkuh apapun alasannya dia lbh baik jujur sm novi kalo hub mrk krisis dan bilang apa mau nya bukannya ngelaba. Setuju gak yakin kenny berubah secr jd kepala rmh tangga berat apa nanti krn stuck dan depresi lagi mikirin hidup trs cr wanita lain dan hiburan di luar. Ini dia tipe org yg dah salah bakal selalu cr pembenaran atas tindakan dia.* aku jg emosi tiap kali liat ukuran setia nya kenny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju. Iya tuh Nov, aku gak suka cowo type Kenny :( , alesan aja bisanya. Buang ja ke laut dah.......

      Delete
    2. Setujuuu si keNny niech kadar kesetiaannya perlu dipertanyakan, kesian novi :(
      Mbak shinn ksih novi cwok lain gih biar kenny kebat kebit n ngerasaain diduain *bakal mkin panjang yach chapt nya klo gtu #sotoy q nambah2in crita* "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

      Delete
  15. jiaaaahhh gak pake celana daleemmm...... aku intipin lhoo..... hohohoho.
    eh trus kain kembennya buat apa deh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh kamben dink, bukan kemben... salah baca... hahahahaha

      Delete
  16. Lgi hamil.. Dcuekin..dduakan lgi. Trnyata Kenny mmg keterlaluan. Mudh2n kenny bsa brubah dech. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Shin.

    ReplyDelete
  17. Hahahahahaaa keviiiiinnnnnn lucunyaaa.

    ReplyDelete
  18. kirain kenny beneran cinta tapi kok selingkuh jg
    novi wanita hebat
    makasih kak

    ReplyDelete
  19. Aku sudah menduga kenny tipe semaunya gt...udh mengambil, tdk bertanggungjwb, tapi pas dy sakit hati ga trima n marah2...suka main cewek mcm hesti...
    Ak setuju kenny ama novi, tp ak mau kenny kena batunya dl...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya cinta tapi kok selingkuh, katanya nyariin novi terus tapi kok bisa ama hesti, katanya perhatian tapi kok barang2nya ilang semua...maunya kok dingertiin terus, giliran novi panic kok marah2..

      Delete
  20. Wkwkwkwkwk ngakak ƍäªk berenti baca komen'a vie n merry...
    Sabar2 org sabar _________ lebar wkwkwkwk

    Btw mba shin ​​​☂♓ÅNK•̃ Ɣ☺ΰ ...
    Mba, mukena'a tesih(ada)??

    ReplyDelete
  21. makasih bnyk mbk shin...

    ReplyDelete
  22. aaaaaarrrrggghhhhhhh......pengen hajar kenny

    ReplyDelete
  23. makasi semuanya atas apresiasinya.. pengen banget balas komennya satu per satu.. namun kyknya belum bisa.. mdh2an ntr agak maleman bisa jawabnya ya,, hehehe seru seru banget komennya.. wkwkkwkw.... ehemm.. jangan marah2 ya, sperti kata mbak fathy ellya.. yang sabar .... nya pst lebar... :wink -wink:

    ReplyDelete
  24. Golok mana golok!
    bikin emosi jiwa baca bab ini, adakah laki2 lain yang mencintai Novi dengan tulus mb Shin?

    ReplyDelete
  25. Mbak Shin cantik Dech baik hati lagi... "Modus" postingan 25 biar muncul hihihi hihi

    ReplyDelete
  26. Kevin nggemesin bangetttttt bikin nyubitin pipinya hehe

    Makasih mbak Shin.

    #cba tebak aku siapa? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha mana aku tahuuuu... lol dah...er...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.