"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, May 12, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 25



Tak lama Kenny keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang dan kemeja lamanya. Kevin menungguinya di depan pintu dan langsung menyodorkan kemeja baru dan kain kamen untuk ayahnya.

“Papa.. pakai ini. Ini baju Mama, kainnya juga punya Mama, tapi gak ada celana dalamnya. Celana dalam Kevin pasti gak muat buat Papa.”

Kenny terkesiap dengan perkataan anaknya, dia memandangi Novi yang sengaja memalingkan wajahnya dan pura-pura tak mendengar perkataan anak mereka. Kemudian Kenny tersenyum mengerti, Kevin memang sangat pengertian dan lugu.


“Makasi ya, Kevin. Makasi ya, Mama.” Kata Kenny sedikit lebih keras agar Novi mendengarnya.

“Sama-sama, Papa. Ehmm... Papa halummm...” ujar Kevin senang.

Kenny kemudian masuk ke dalam kamar Novi di temani oleh anaknya. Tak sampai lima menit kemudian, Kevin keluar dari kamar itu dan menarik lengan ibunya agar mengikutinya ke dalam.

“Apa sih, Kevin? Mama lagi masak nih.” Ujar Novi merasa terganggu. Dia sedang menggoreng telur dan terpaksa mematikan kompornya karena Kevin bersikeras Novi harus mengikutinya.

Sesampainya mereka di dalam kamar, Novi memperhatikan Kenny yang sedang kebingungan memakai kain kamen yang diberikan Kevin untuknya. Dia bahkan tak menyadari kedatangan Novi dan Kevin sehingga alat kelaminnya yang tak terlindungi apapun terlihat oleh mata dua orang itu.

“Papa... burungnya kelihatan.” Celetuk Kevin tak berdosa.

Kenny kaget setengah mati, dia pun menutupi pahanya dengan kain dan wajahnya berubah merah demi melihat Novi yang memalingkan wajahnya dengan warna yang sama.

“Kenapa Kevin manggil Mama kesini?” tanya Novi memecahkan kekakuan di udara.

“Bantuin Papa pake s, Ma. Papa gak bisa tuh, Kevin juga gak tahu.” Jawab Kevin sebal. Dia membenci kepasifan kedua orang tuanya karena berdiri diam seperti patung.

Novi membersihkan tenggorokannya sebelum menghampiri Kenny. Dia memutar otaknya bagaimana caranya agar Kenny bisa memakai celana dalam selain membeli keluar karena tak ada toko yang buka sepagi ini. Lalu sebuah ide pun terpikir olehnya.

“Sebentar telephone satpam di depan aja, suruh beliin celana dalam di CK.” Ujarnya sambil memperbaiki letak kamen Kenny. Novi juga memasangkan peniti pada kain kamen itu beserta sebuah streples miliknya agar tetap kuat dan tidak terlepas sewaktu-waktu. Bukanlah pemandangan yang diinginkannya bila Kenny secara tak sengaja melepaskan kain kamennya di depan Ibu Made.

Tubuh Novi bergidik memikirkannya.

“Kau kenapa? Masih demam?” tanya Kenny cemas.

“Ha? Oh, demam? Tidak, sudah baikan. Aku sudah bisa bekerja lagi.” jawabnya.

Kenny menutup mulutnya kencang-kencang, berpikir alasan apalagi agar Novi tetap diam di rumahnya sehingga dia memiliki alasan untuk lebih lama berada disini.

“Istirahatlah, kalau kau sakit lagi, siapa juga yang rugi. Kasihan Kevin, ehm... Kasihan juga aku,” Jawab Kenny akhirnya meski dia tidak mengerti apa yang sedang dikatakannya.

Novi tidak menjawab pernyataan Kenny. Dia memandangi hasil kerjanya memperbaiki kain kamen pada tubuh kenny.

“Baiklah, sudah. Tidak akan terlepas lagi. Kalau sudah, aku mau keluar, telurku gak matang-matang nanti,” Ujar Novi sebelum melangkah keluar dari kamar.

“Nov..,” panggil Kenny. Novi berhenti sejenak, “makasi...” lanjut Kenny.

Novi pun mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia keluar dari ruangan itu meninggalkan ayah dan anak memandangi punggungnya yang menghilang di balik pintu.

~~~~

Kenny menghabiskan sepanjang hari di rumah Novi bersama dengan Kevin anaknya. Sesekali Novi akan menjenguk mereka dan membawakan makan siang atau camilan untuk mereka berdua. Sementara Ibu Made lebih banyak duduk di kasir membantu pegawai. Siang harinya Mami dan Papi Liong datang ke restoran dan membawakan pakaian ganti untuk Kenny, mereka bercengkerama di dalam restoran dan menghabiskan waktu berbincang-bincang layaknya sebuah keluarga yang tidak memiliki masalah dalam hubungannya.

Saat Novi datang dan duduk di samping Mami Liong, Kevin mendekati ibunya.

“Mama... Nanti malam nonton Iron Man 3 yuk...” rengek Kevin.

Novi mengangkat tubuh Kevin dan memangkunya. “Iron Man 3? Sudah main?”

Kevin mengangguk kencang, “Ayok, boleh deh...” jawab Novi.

Wajah Kevin berbinar, pandangan matanya melirik pada ayahnya yang mengedip padanya. “Kita pergi sama Papa ya, Ma,” Kevin membujuk ibunya.

Novi menoleh pada Kenny yang pura-pura sedang sibuk berbincang-bincang dengan Papi Liong, lama Novi tidak menjawab hingga Kevin menanyakannya lagi. “Ma... Kok diem?”

Novi tersadar dari lamunannya, “Ha? Oh, ya udah. Kevin yang tanya ya kalau Papamu mau.”

Kevin langsung meluncur turun dari pangkuan ibunya dan mencari ayahnya. Mereka berbisik-bisik berdua, bisa terlihat sebuah senyum kecil di bibir Kenny yang menatap Novi dengan terpesona.

Novi memalingkan wajahnya dan tatapannya terkunci dengan tatapan seorang laki-laki yang sedang memperhatikannya sedari tadi. Mereka sama-sama tercenung beberapa saat sebelum laki-laki itu disapa oleh temannya dan tautan mata mereka pun terputus. Saat laki-laki itu kembali mendapat kesempatan untuk melirik ke arah Novi, dia telah menghilang dari tempat duduknya dan kembali ke dapur.

“Pi, ada yang ingin aku omongin sebentar. Bisa kita duduk di tempat lain?” tanya Kenny pada ayahnya.

Papi Liong mengangguk, mereka berduapun bangkit menuju meja lain di pojok restoran, jauh dari Mami Liong, Ibu Made dan Kevin. Kenny menghembuskan nafasnya sebelum mengutarakan niatnya.

“Pi, aku perlu bantuan Papi.”

Papi Liong berpikir sejenak, “Teruskan.”

“Papi tahu Hesti, khan?”

Mata Papi Liong menyipit, dia terlihat tidak senang Kenny membuka topik mengenai Hesti. “Ada apa dengan manusia itu? Jangan katakan kalau dia... adalah penyebab semua ini?”

Kenny menundukkan wajahnya dan Papi Liong berdecak gemas, dia memperbaiki kacamatanya yang merosot turun.

“Terus lu mau Papi gimana, Ken?” tanya Papi Liong kesal. Logat Cinanya yang kental tak dapat disembunyikannya.

“Aku berencana untuk menjual jasa travel milik kita pada temanku, sehingga aku tak perlu berurusan lagi dengan Hesti. Dia adalah anak dari Murdopo, yang memiliki travel agent di Jakarta yang menjadi rekanan travel kita di Bali. Bila aku membatalkan perjanjian kerja sama dengan perusahaan mereka, travel kita kemungkinan besar akan di tuntut, terutama melihat dari ehm... bertekadnya Hesti untuk... menggangguku.”

Papi Liong mendengus, dia semakin marah mendengar jawaban Kenny.

“Kan sudah Papi bilang, ngapain juga lu berhubungan sama wanita kayak gitu, ha? Anaknya siapa lu bilang? Murdopo? Ck... Kalau Murdopo juga bertekad seperti anaknya, lu tahu akan sangat sulit untuk lepas dari mereka ‘kan, Ken?” Papi Liong tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Murdopo terkenal senang menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang lain agar keinginannya terwujud, tak akan heran bila Hesti memiliki sifat yang sama dengan sang Ayah.

“Iya, Pi. Maka dari itu aku butuh bantuan Papi.”

Papi Liong menggerutu sebelum memberikan keputusannya. “Nanti kita lihat apa yang bisa Papi bantu. Ngomong-ngomong, urusanmu sama Novi jangan sampai mempengaruhi Kevin, kasihan anak kecil gak tahu apa-apa. Kalau kalian berantem, jangan di depan anak-anak ‘lah...”

Kenny mengangguk, dia sudah mendapatkan persetujuan ayahnya, maka merekapun kembali ke meja utama. Tak lama kemudian Kenny dan Ma-Pi Liong berpamitan untuk pulang ke rumah kontrakan mereka. Kevin yang mengantarkan kepergian ayah dan kakek-neneknya memastikan Kenny tak lupa dengan janji mereka nanti malam.

“Jangan lupa ya, Pa. Nggak boleh telat,” Kevin masih menggantung di samping pintu pengemudi mobil ayahnya.

“Iya, tenang aja. Nanti Kevin telphone Papa ya kalau Kevin sudah siap. Papa pasti langsung meluncur.”


Kevin pun mengangguk senang dan mencari neneknya yang berdiri di samping, melambaikan tangan mereka pada mobil ayahnya yang telah turun ke jalan raya. 




33 comments:

  1. Yihaaaa dah lama nda komen ini.. Matur suwun, thanks, kamsia mba shin ♏ùάçĥº°:*<3<3 º°º♏ùάçĥ:*<3<3 ♏ùάçĥº°:*<3<3 º°º♏ùάçĥ:*<3<3 cium mba shin sana sini hihihihi

    Kevin anak siapa sih pinter amat yah. Bagus Ken jual aja travelnya atau limpahkan untukku juga boleh nti ku hadapi hesti and bapak'a wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa mau donk dihibahin travel :D

      Delete
  2. akhrnya di post lg..
    sudah balik kah mood mu mb..

    makash bnyk mb shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum ka, hehehehe... tp mdh2an udah :D males ngetik soalnya

      Delete
  3. Mw ketawa komeng mba thy...wkakakakakaka
    Bagi aq jg ya mba,xixixixi
    Aiikkkhh kevin bkn gemes deh *cubit2 pipi kevin
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  4. Suka jika mbak shin post lagi!!!

    Berharap mbak shin ga bad mood lagi.hiks2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aihh.. sista... terimakaseih banyak. :D yah, disesuaikan dengan kehidupan nyata sih sist, sayangnya kehidupan nyata belum kondusif jd ya moodnya gini2 aja dah.. ckckkc...

      Delete
  5. Gegara polosnya kevin, aku harus ketawa ngakak. Duuuuuuuh, tuh anak kok unyu-munyu gitu sih????
    Issh, kenny hayo cepat bereaksi. Singkirkan hesti segera. Eh, pria yang temu pandang sama novi tadi siapa ya? Yang pasti bukan kenny kan, mbak?

    Makasih ya, mbak shin....
    Selamat berhari minggu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat berhari minggu juga :D hehehehe...

      Delete
  6. Wah ..siapakah laki2 itu? Thanks mbak shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista.. di chapter 26 ketahuan kok siapa laki2 itu. ehhehehhe

      Delete
  7. Penasaran,,siapakah laki2 itu?asli aku ngakak waktu kevin bilang"papa burungnya keliatan"asli polos bgt tuh anak,,lucu#ngakak guling2

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... syukur deh kl jadi lucu :D

      Delete
  8. berharap semoga laki2 itu saingannya Kenny

    ReplyDelete
  9. “Papa... burungnya kelihatan.” bwahahaha kevin polos bgt sih ya
    aduh aku ngakak bgt baca bagian itu
    novi walaupun msh marah ttp aka perhatian sama kenny smpe dipakein kain segala hihi
    semoga dg bantuan papi liong, kenny bisa lepas dr hesti ya

    ReplyDelete
  10. dan,siapa laki2 yg merhatiin novi?
    wah kevin ketinggalan nih.. Aku aja udah nonton iron man 3.. #pamer :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha "iya kakak..." jawab kevin

      Delete
  11. @rin2 : bagi apa rin2?? Cium?? Minta aja sama angus gih wkwkwkwk

    Kiss aku special 4 mba shin, ayang GC, Jae n Kevin hihihhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. angus siapa? angus yg dibakar api tu ya?

      Delete
  12. horeeee ada ko kenny....
    kangen-kangen bangeeettt....
    akhirnya ada juga cara ngusir tuh hesty....
    *gregetan...

    ReplyDelete
  13. Mampir Dech diriku, setelah seharian Gak bisa ol hahaa

    MAKASIH CHIINNN :)

    ReplyDelete
  14. hahahahaha mau donk liat burungnya Pa.....
    *dikejar Novi*
    *kabuuurrrr........

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah nanti dicariin deh burungnya, mau burung apa nih? garuda? elang? apa kakatua?

      Delete
  15. Klo ngasi tau anak2 gmna ya spya ga blg burung.. Heheh. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Shin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... bilang aja "itu dedeknya keliatan" hak..hak..hak...

      Delete
  16. wahhh....seneng dech baca part ini,awal e aq bca di wattpad trus sista kasih link ke wp ini,makasih bnyak ya,disini crita lbih bnyakan,
    errr, . .mga dpt inspirasi yg bnyak biar cpet update kevin,
    Seru abis ,kn kasian novi ma kenny,jln cntane berliku2 kagak pernah bhgia gto,
    Semangat ya sista
    #big hug

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha.... makasi banyak sista.. :bighug: n welcome to blogging world :D

      Delete
  17. Pertama: makasih mba shin dah diupdate ^0^.
    Kedua: semoga cow baru muncul utk bs ngasih pelajaran ke kenny arti seorang novi dan bgmana cara mencintai bukan hanya dr omongan tp tingkah laku, meskipun skrg si kenny tobat dan mulai berlaku bnr. Karena ttp mba shin kalo ingat kelakuan kenny dulu aku mual rasanya pengen nonjok. Dan perasaan ttp gak bs bohong kalo kenny gak bs di percaya soal kesetiaan dan kesungguhannya mungkin krn aku org yg gak gampang percaya lg sm org yg prnh berkhianat. Krn kalo dia cinta bnr sm novi dulu gak semudah itu dia selingkuh dan pake alesan stress, dan nyerah dlm nyari novi. Blm lagi barang kenangan yg hilang. Sudah terbukti kualitas cinta nya. Soal kevin emang sih kasian yah kalo ortu nya smp pisah dan gak bersatu. Tp sorry ini cuma pendapat pribadi, rasanya juga gak bagus kalo seorg anak tumbuh dilingkungan keluarga yg punya masalah kepercayaan dan kesetiaan dlm hubungan. Dlm hal ini novi sendiri kan punya masalah itu sm kenny ada trauma sm masa lalu. Jd kalo smp novi jd sm kenny hanya krn kevin dan taruh lah memang msh ada cinta dr dlm novi. Rasanya terlalu rapuh utk lanjut. Ini mah pandangan ku aja sbg cew dan curhat kejengkelan terhdp kenny bnr dah tokoh satu ini bikin mengkel. Pdhal kayaknya lbh liar david tp malah gak bikin aku sebel.tp setiap org beda pandangannya *peace*. Btw mba shin sukses dah mengaduk2 perasaanku

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.