"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, May 13, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 26



Novi sedang berbicara dengan Indra pegawai kasir restorannya ketika laki-laki yang dilihatnya tadi membayar makanan mereka.

“Berapa semua? Table 24,” tanya laki-laki itu.

Novi mendengar suaranya, dia pun menoleh dan tatapan mereka terkunci lagi. Jelas terlihat kedua orang ini sedang bertanya-tanya dalam kepala mereka mengenai apa yang sedang mereka lihat.

Laki-laki itu berusia sekitar akhir dua puluhan, wajahnya putih bersih dari cambang ataupun kumis. Matanya seperti mata orang Tionghoa kebanyakan, dengan rambut tersisir rapi dan penampilan bak eksekutif kelas atas minus dasi dan jas. Matanya sedang tidak tersenyum meski Novi yakin mata itu mampu tersenyum dengan hangat, namun rupanya dia memang jarang tersenyum. Laki-laki di depannya ini sangat serius dengan apa yang dia lakukan, dia memakai kacamata putih dengan kemeja hijau muda rapi lengkap dengan pena di sakunya. Wajahnya cukup tampan, setidaknya untuk selera Novi.


“Huh? Ya... Kalau aku masih muda...” rutuk Novi dalam hati.

“Rasanya saya mengenal anda, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya laki-laki itu pada Novi.

Novi yang tertangkap sedang memperhatikan laki-laki itu menelan ludahnya, kikuk menjawab pertanyaan laki-laki itu.

“Ah? Saya juga merasa demikian. Tapi saya tidak tahu bila kita pernah berkenalan. Seingat saya, ini pertama kali kita bertemu, mungkin...” jawab Novi malu-malu.

Laki-laki itu membuka mulutnya hendak berbicara, namun temannya memanggilnya lagi.

“Pak, penerbangannya jadinya pukul tujuh malam, kita sudah harus di bandara setengah jam lagi.”

Laki-laki itu mengangguk pada temannya sebelum beralih lagi pada Novi yang menunggu tanggapannya.  

“Boleh saya tahu nama anda? Saya Hendhy, ehm.. Hendhy Hong.”

Hendhy menjulurkan tangan kanannya pada Novi, dengan ragu-ragu Novi menjabat tangan laki-laki itu sembari mencari dalam ingatannya bila dia pernah mendengar nama itu.

“Saya Novi, Novita Laksmi.”

Novi dapat merasakan jabatan tangan Hendhy mengencang pada tangannya, laki-laki itu kini menatapnya tanpa kedip, nampaknya dia mulai mengingat sesuatu.

“Novita Laksmi? Novi... Nov-Nov? Nov2?” tanya Hendhy tak percaya. Wajahnya yang tadinya dingin kini bersinar penuh semangat. Novi yang mendengar nama itu kembali setelah hampir delapan tahun lamanya menghilang dari ingatannya ikut takjub dengan kenangan masa lalu yang hadir kembali.

Hendhy menjabat tangan Novi dengan bersemangat, dia tidak memperdulikan lagi temannya yang masih berdiri menungguinya.

“Kamu gak inget aku, Nov? Aku Hendhy... ehm... H.. ehm.. Apa sih nickname-ku dulu? Aku salah satu AOP-mu, masak lupa?” tanya Hendhy. (AOP singkatan dari Automatic Operator, khusus mIRC; microsoft Internet Relay Chat)

Perlahan-lahan ingatan Novi kembali pulih, dia tidak mungkin dapat mengingat begitu baik pada nama Hendhy karena laki-laki itu datang dan pergi sesuka hatinya dan hanya meninggalkan sebuah nama tanpa petunjuk lain untuknya.

“Ah... H... ya, kalau H aku ingat. Kalau Hendhy Hong, aku tak kenal,” Novi tergelak menyadari apa arti nama itu baginya.

Hendhy ikut tersenyum masam, “Yah... Bukan ingatan yang membanggakanku kurasa,” Hendhy masih menjabat erat tangan Novi dan tak terlihat ingin melepaskannya dalam waktu dekat.

“Bisa kita ngobrol?” tanya Hendhy penuh harap.

“Aku tidak tahu, H. Aku kira kamu ada penerbangan?” tanya Novi sambil melirik pada laki-laki yang berdiri di belakang Hendhy.

“Tunggu sebentar.”

Hendhy melepaskan jabatan tangannya dari Novi, wanita itu kemudian menggepalkan tangannya, merasa udara dingin menghembus pipinya karena kini masa lalunya yang lain datang lagi setelah Kenny yang muncul di restorannya beberapa bulan yang lalu.

Tak lama Hendhy kembali ke hadapan Novi setelah berbicara pada temannya yang kini berjalan keluar dari restoran.

“Ayo.”

“Kemana? Aku masih kerja,” tanya Novi.

Hendhy menarik pergelangan tangan Novi dan mengajaknya duduk di meja terdekat. “Disini saja, tak apa. Banyak yang ingin kubicarakan denganmu,” senyumnya. Novi menahan nafasnya demi melihat senyum hangat di wajah Hendhy.

“Aku gak menyangka bisa ketemu kamu lagi, Nov,” Hendhy tak ada habis-habisnya memandangi wajah Novi yang salah tingkah mendapat perhatian seperti itu.

“Bukan aku yang menghilang.”

Hendhy meringis mendengar jawaban wanita itu. “Ya, aku tahu... Waktu itu aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau kamu.. lebih memilih laki-laki itu...” Hendhy tergelak namun nada suaranya terlihat begitu sedih.

Novi tersenyum miris mengingat masa lalu mereka, “Bagaimana kabarmu? Kamu terlihat... keren,” Novi ikut senang dengan kesuksesan Hendhy.

Hendhy melihat penampilannya, sepuluh tahun yang lalu dia tidak akan pernah membayangkan dirinya berada pada tingkat kehidupannya sekarang. Saat pertama berkenalan dengan Novi, sepuluh tahun yang lalu, bahkan sebelum Novi kenal dengan Kenny, mereka telah berkenalan. Hendhy tak pernah mengungkapkan identitas aslinya pada Novi, mereka berteman baik namun tak pernah membicarakan tentang kehidupan pribadi mereka. Pertemanan mereka lebih banyak membahas kehidupan internet dan obrolan tak jelas antara dua orang sahabat.

“Ya, aku mengikuti saranmu. Aku mengejar cita-citaku. Setidaknya sekarang, aku tak akan malu lagi bila kamu bertanya siapa aku sebenarnya,” senyum Hendhy penuh makna.

“Memang kamu dulu malu? Bukannya malu-maluin?” tanya Novi untuk menyembunyikan gejolak hatinya. Sebelum Novi berpacaran dengan Kenny, dia selalu memiliki perasaan ini pada Hendhy, namun laki-laki itu tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama padanya, setidaknya sampai Novi memutuskan berpacaran dengan Kenny. Hendhy semakin menjauh setelah itu, sejak Novi memilih Kenny, dia bahkan menghilang tanpa mengatakan alasan kepergiannya. Sejak saat itu hanya Kenny yang ada dalam hati Novi, namun kini, kenangan lama itu mulai menggoyahkan hatinya yang sedang gundah.

“Ya... Aku tak punya keberanian itu, Nov. Tapi aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu. Aku bukan laki-laki pengecut lagi seperti dulu, aku.. tak akan pergi lagi meskipun badai menghadang di depanku,” seringai Hendhy lebar.

Novi tergelak kikuk, dia sungguh tak ingin mendengar kemana arah pembicaraan mereka. Kenangan masa lalu yang ingin dibangkitkan kembali oleh Hendhy membuat Novi takut, dia tidak ingin seorang laki-laki lain hadir di saat dia sedang memiliki masalah dengan Kenny.

Lalu Kevin muncul dari pintu restoran bersama Ibu Made, dia telah siap dengan pakaian barunya karena satu jam lagi mereka akan pergi menonton film di bioskop.

“Mama... Kevin sudah siap....” teriak Kevin lantang saat melihat ibunya dari arahnya datang.

“Anakmu?” tanya Hendhy, sedikit kesedihan terbayang pada bola mata hitamnya. “aku sungguh bodoh kalau menyangka kamu belum menikah. Bahkan anakmu sudah besar,” lanjut Hendhy muram.

Novi tertawa sambil menyambut anaknya, “Memang kamu belum punya anak?” tanya Novi.

“Aku belum nikah, Nov. Gak mudah buat lupain seseorang yang sudah ada dalam hatiku selama sepuluh tahun.,” jawab Hendhy miris.

“Oh... wanita yang beruntung.”

Hendhy menatap Novi dan anaknya bergantian, “Ya... kamu tahu siapa orangnya dan jangan pura-pura tidak tahu, meski aku yakin kamu memang seperti itu,” mau tak mau Hendhy tertawa, tawa kekalahan.

“Setidaknya kan kamu punya pacar?” tanya Novi merasa bersalah.

“Pacar? Ya... Pacar dalam mimpi,” Hendhy tergelak lagi. “Siapa nama anakmu?” tanya Hendhy.

“Ayo kenalan sama Om-nya,” bujuk Novi pada Kevin. Bocah kecil itu turun dari pangkuan ibunya dan menjabat tangan Hendhy.

“Namaku Kevin, Om. Umur lima setengah tahun, sekarang Kevin sekolah di taman kanak-kanak,” jawab Kevin memperkenalkan dirinya.

“Ke..vin?” Hendhy dapat membayangkan seperti apa wajahnya kini, dia meringis dan senyumnya masam namun disembunyikannya, Hendhy tak ingin Kevin kecil melihat keengganannya.

“Halo, Kevin. Salam kenal ya, Om namanya Hendhy. Panggil aja Om Hendhy,” kata Hendhy membalas perkenalan Kevin.

Bocah kecil itu mengangguk-angguk dan meninggalkan kedua orang dewasa itu melanjutkan perbincangannya.

“Mana bapaknya, Nov? Aku pengen lihat seperti apa laki-laki yang.. kamu nikahi.”

Novi menelan ludahnya, dia tidak siap memberitahukan hidupnya pada Hendhy meski sedekat apapun mereka dulu. Karena Novi yakin, Hendhy akan langsung menghajar Kenny hidup-hidup bila dia mengetahui apa yang telah Kenny lakukan padanya.

“Ehm... Dia sedang keluar, nanti juga balik,” jawab Novi gelisah.

Hendhy melirik jam tangannya, dia harus segera ke bandara bila tidak ingin tertinggal pesawatnya. “Bolehkah aku kembali kesini lagi, Nov? Meski tidak bisa seperti dulu lagi, tapi... Aku boleh mampir, khan? Makanan restoranmu tidak buruk,” candanya.

“Haha.. Lucu H. Datanglah kapanpun kamu mau, pintu restoran ini terbuka untukmu, kecuali kalau tutup,” gelak Novi mengantarkan Hendhy keluar dari pintu restorannya. Mereka saling menukar nomer handphone sebelum Hendhy berpamitan.

Langkah mereka berdua kemudian terhenti ketika sosok Kenny muncul dari dalam mobilnya, dia mengenakan celana jeans berwarna hitam, kaos Polo casual dan sebuah kacamata hitam yang membuatnya terlihat sangat keren. Kenny yang seorang player dan Hendhy, laki-laki yang sangat serius memandang hidup, dua laki-laki yang cukup kontras dengan sifat-sifat yang jauh berbeda.

“Suamimu?” tanya Hendhy. Dia masih ingat bagaimana wajah Kenny saat pertama kali Novi mengirimkan foto laki-laki itu padanya.

“Um...” jawab Novi pelan. Dia tidak ingin merasa bersalah dengan mengiyakan pertanyaan Hendhy, namun demikian Hendhy telah melangkah menghampiri Kenny yang kebingungan mendapati Novi di dampingi laki-laki itu.

Mereka bertemu di tengah-tengah parkir halaman restoran, Hendhy mengulurkan tangannya pertama kali pada Kenny, sedang Kenny membuka kacamatanya untuk melihat lebih jelas wajah laki-laki di depannya.

“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Ken.”

Kenny mengerutkan dahinya, menerima jabatan tangan Hendhy dengan bingung. “Apakah aku mengenalmu?”

“Ya, aku Hendhy, atau mungkin bila kamu ingat, aku biasa dipanggil H, oleh Novi.”

Tangan Kenny menegang, refleks dia menarik tangannya dari Hendhy. “H? Kau? Mau apa kau disini? Kau tidak... Jangan katakan kau mengatakan pada Novi??” desis Kenny marah.

Hendhy menyipitkan matanya, “Aku.. tidak sepicik itu, Ken. Well, aku tidak akan menganggu kalian, aku menepati kata-kataku. Selamat, kau adalah laki-laki paling beruntung di dunia, istri yang cantik dan anak yang tampan. Jagalah mereka baik-baik. Aku pergi.”

Kenny tercenung di tempatnya berdiri, sementara Hendhy telah masuk ke dalam mobil yang menunggunya sebelum menghilang di ujung jalan meninggalkan Kenny dengan perasaan campur aduk yang tak dapat disembunyikannya. Tubuhnya lemas mengingat kembali masa lalu yang dipaksa muncul lagi ke permukaan. Kepalanya semakin berdenyut-denyut pusing memikirkan masalah demi masalah yang muncul lagi dalam kehidupannya.

“H... Kenapa kau muncul lagi? Shit!!” 



23 comments:

  1. H????
    nah lho di awal2 blm pernah keceritain deh kayaknya...

    wah kenny dapet saingan nih...
    dan apa yang musti dikasih tau H sama novi????

    mba shin bikin makin penasaran aja nih....

    ReplyDelete
  2. yah.....trnyata cwo yg curi2 pandang itu dr masa lalu novi dan novi jg sempet punya rasa ya sama si H
    ciyeeee novi ngakuin kenny sbg suami ciyeeee
    penasaran deh ada apa sama masa lalunya kenny sama H
    apa mrka smpet berantem parah ya buat rebutin si novi??

    ReplyDelete
  3. ow ow ow ow......
    ada apa ini?????
    APA yg disembunyikan oleh Kenny??? APAKAH Novi akan membenci Kenny jika rahasia apapun itu terungkap???
    misteri...... rahasia.....
    terungkaplah kau..... *sembur*

    lop u pull Mbak Shin........

    ReplyDelete
  4. Tmbah mbak shinnnnn!!!
    Knapa ad pngganggu lgi???-"-

    ReplyDelete
  5. Wohoooooo.... CLBK.. Horeeee.. udah sama H aj deh. Kiiikkkiiik.... Thanks mba shin....

    ReplyDelete
  6. player apa cowok serius...? pilihan berat ini....
    ckckckckckck....

    ReplyDelete
  7. kyaaa...
    ada bau2 tema minggu ini ya CLBK >.< duh kenny harus berjuang
    keras, dan itu pasti ada sesuatu yang di sembunyin dari kenny di masa
    lalu nya.. penasaran...
    duh tapi ada penghalang >.<

    ReplyDelete
  8. Asik, kenny punya saingan. Saingannya berat lagi. *beratan mana ya sama karung beras 150kg* #duagggh

    hendhy tahu sesuatu kah tentang kenny. Hadeeeeeh, tambah galau nih si novi. Tapi tetep dukung kenny aja deh,,,

    makasih mbak shin,,

    ReplyDelete
  9. Sipppp dah mba shin. Setiaan H yah drpd si kenny. Ini yg namanya cinta bukan dr perkataan aja tp perbuatan. Syukur si kenny rasanya mulai puas dah ngebayangin dia dibikin sakit hati krn ada cow lain naksir novi. Makanya jd cow komitmen dong sm apa yg dicintai. Btw makasih mba shin ^0^

    ReplyDelete
  10. Kenny tambah pussiiiinggg.....
    Rasain lu Ken !!!

    ReplyDelete
  11. Hayooo lo kenny, ad apa dgnmu *nyanyi
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  12. H ?
    siapakah dia??
    hmm makin seru nh..
    thanks mb shin

    ReplyDelete
  13. ugag apa2 kl si H yang muncul. Biar Kenny tambah cemburu,hehe...
    Salah sendiri dulu Novi uda milih dy kq di sia-siain. Jd skrg saingan lg biar dapetin Novi,yyyeeeaaa

    ReplyDelete
  14. Mantep jeng shin.
    Bikin si kenny stress ya, tp jgn sampe gila.. Kasian si kevin ntar.
    Tp tenang kenny,Kebanyakan dr novel yg ku baca... Player selalu menang. ~(‾▿‾~) (~‾▿‾)~

    ReplyDelete
  15. Huaaaaaa,,,Kenny pny saingaaannnn,,pny saingaaannnn *paniikkkk*
    Ada apah dgn H??ada rhsia apaaahhhh???

    Btw,,trnyt nm qt samaaann (melirik yg di atas,,xixixi)laam kenaaaalllll....

    Mba Ciiinnnnn keyeeennnn,,, *cipok*

    ReplyDelete
  16. adeeeeuhhhh ada apa enneeeeee .... siapa si H ?????

    ReplyDelete
  17. kania naytaza putriMay 14, 2013 at 11:52 AM

    Mba shin rncananya KSDH mpe chptr brpa???
    Mksh.....

    ReplyDelete
  18. ┣┫Ū=D┣┫Å:Dª:&ª=))Å┣┫\=D/ªÅ┣┫
    ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム =)) ╋╋ム ╋╋ム..
    Rasakan kau Kenny :p....
    Mba Shin, tolong bikin Kenny sengsara sampai merasakan penderitaan Novy Ɯǩά=))º°˚Ɯǩά=))º°˚Ɯǩά=))º°˚
    Kmu memang pantas dibuat menderita dulu Kenny...
    Sapa suruh jadi lelaki Ĝªªĸ punya pendirian yg kuat...
    Makasih Mba Shin *peluk*

    ReplyDelete
  19. Tadi aq udah komen tapi gagal hiks hiks

    ReplyDelete
  20. H... Who Is he?

    MBAK Shin @ apakah rencanya episodenya kan panjang? Lanjutkan!? Masih penasaran

    thank you :)

    ReplyDelete
  21. Wow,ada 2 lelaki !!
    Semakin penasaran dengan kelanjutan ceritanya,
    Thanks,mbak shin :)

    ReplyDelete
  22. Tuh kan? Masih bnyak yg kangen ama kisah2 lama yg lom di lanjutin sist Shin ? Hemmm Ane kan sabar menanti, semangat 45 ya... Mmuaachh mmuaachh

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.