"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, May 16, 2013

Lust of Shadow Introduction


Daripada tidak ada postingan disini, perkenalkan pasangan De Finnegan pertama di myowndramastory, Clara dan Ivan, untuk cerita lengkapnya bisa di cek disini

warning : 20 tahun ke atas. ehem... 



Ivan membuka pintu mobilnya, dengan sebuket bunga mawar berwarna merah di tangannya, dia melangkah dengan mantap menuju ke dalam rumah bergaya klasik yang menjadi tempat tinggalnya selama ini bersama dengan istrinya, tempat dimana dia juga menawan wanita yang sama selama dua tahun lamanya dan melakukan hal-hal yang tidak bisa dibayangkannya tanpa merasa betapa buruknya dia dulu.

Ivan kini telah berubah, dia bukan lagi Ivan yang pemarah, Ivan yang penuh emosi dan rasa tak percaya. Dia sekarang adalah laki-laki penyayang, romantis, lemah lembut dan penuh cinta.

Dengan mengendap-endap dia berjalan perlahan dibelakang istrinya, “Surprise... tebak aku siapa?”


“Ivan... Aku tahu ini kau, jangan bercanda atau aku akan mencubitmu,” ucap istrinya manja.

“Oh... aku sangat ingin merasakan cubitanmu, sayang... aku merindukanmu...” dengan sebelah tangannya memeluk perut istrinya dan sebelahnya lagi memegang buket bunga mawar, Ivan mencium lembut leher istrinya. “Aku mencintaimu, istriku... cintaku... Claraku...”

“Aku juga mencintaimu, My Man.. My Ivan...”

Ivan memutar tubuh istrinya, menciuminya dengan lembut dan berlutut di bawah kaki Clara.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Clara takjub. Ivan masih menyembunyikan buket bunga mawar di balik punggungnya.

“Clara... tak akan bosan-bosan aku mengatakan hal ini.. Aku mencintaimu, sepenuh hatiku. Dan... terima kasih karena kau mengandung anakku,” ucap Ivan dengan mata berkaca-kaca. Clara terharu mendengar pengakuan laki-lakinya. Ivan yang dulu begitu kasar kini telah menjadi sosok laki-laki yang bisa dihormatinya, diteladaninya dan dicintainya.

“Oh... Ivan... kemarilah... peluklah aku...” ucap Clara. Tangannya terbuka memberikan Ivan akses ke dalam dirinya.

“Sebentar, aku belum selesai.” Ivan tertawa kecil lalu mengeluarkan buket mawar yang telah dijaganya sedari tadi. “Untukmu... the only woman that i love in the world, the only woman in my heart, now and forever...”

Clara akhirnya menangis penuh haru dalam kebahagiaan, dia menerima buket mawar itu dan memeluk Ivan yang menerima tubuh istrinya dengan bahagia. “Oh... I love you, Ivan... I love you... I love you... forever...”

“Aku tahu, Clara... Aku tahu...”

Ivan membimbing istrinya masuk ke dalam kamar mereka, bunga mawar telah diletakkan di atas meja, tersisihkan, karena kini Ivan ingin memadu kasih dengan istrinya.

“Aku rasa kata dokter bila aku pelan-pelan... tidak akan mempengaruhi si kecil, khan?” tanya Ivan cemas. Mereka telah mencoba mengurangi aktivitas ranjang hingga sebulan sekali. Namun Clara yang tak sabar akhirnya menanyakan dokter bila mereka boleh melakukannya lebih dari itu. Mereka sangat senang mendengar jawaban dokter karena mereka diizinkan untuk melakukannya setiap hari. Meski demikian, demi kebaikan mereka, Ivan dan Clara akhirnya memutuskan untuk melakukannya seminggu sekali. Dan hari ini adalah salah satu hari dimana Ivan menagih jatahnya dari istrinya.

“Aku senang melihatmu seperti ini, Clara... Kau terlihat seksi...” Ivan melepaskan helai demi helai gaun hamil yang dikenakan Clara ke atas ranjang. Perut istrinya yang membesar kini sedang mengandung empat bulan.

Ivan berlutut dibawah istrinya, melepaskan dengan perlahan celana dalam Clara dengan hati-hati, mengagumi rambut-rambut hitam yang tercukur rapi pada pubis istrinya.

“Kau juga... sangat menggairahkan dibawah sini,” ucap Ivan sambil menjilat bibirnya. Clara hanya menggigit bibir bawahnya, gemas dengan perlakuan Ivan yang memuja setiap jengkal tubuhnya setiap kali mereka akan bercinta.

“Kau membuatku tak sabar, Ivan...” desis Clara, tangannya memijat bahu telanjang Ivan, bahkan laki-laki itu belum melepaskan celana panjangnya meskipun Clara dapat melihat dengan jelas tumbukan menggunung pada selangkangannya.

Ivan tertawa kecil, Clara selalu terburu-buru dan membuyarkan konsentrasi Ivan menikmati pemandangan tubuh istrinya. “Tenang, sayang... Kesabaran akan membuahkan kenikmatan yang luar biasa.” Ivan mengedipkan sebelah matanya pada istrinya.

“You’re naughty...” rengek Clara manja.

“Come here, My Love...”

Ivan memeluk tubuh Clara, menciumi setiap inchi wajahnya dengan mesra, “Hm... aku suka rasa tubuhmu, sayang...” Ivan mengecup leher Clara, mengangkat kedua lengan wanita itu, menciumi dadanya, ketiaknya yang halus tanpa rambut, pada putingnya yang menghitam karena kehamilannya, “Payudaramu semakin besar, Clara... Apakah bila aku menghisapnya akan keluar susu?” tanya Ivan dengan bersungguh-sungguh yang membuat Clara terpaksa mengikik gemas.

“Untuk sekarang belum, sayang... Nanti... saat mendekati hari kelahiran...” desah Clara, Ivan menghisap putingnya dengan gemas, lidah suaminya telah memilin dengan ahli meski mata mereka saling bertatapan.

Ivan merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang dengan perlahan, benar-benar menjaga Clara sepenuh hatinya.

“Aku tidak ingin menindihmu dan melukai kalian, kita akan melakukannya dengan aman. Aku ingin melihatmu diatasku,” mata Ivan berkedip nakal, dia membayangkan tubuh Clara bergerak diatasnya mencari irama penyatuan tubuh mereka. “Akan terlihat sangat seksi, Clara...”

Ivan membuka lebar paha istrinya, mengagumi daerah intim Clara yang telah basah dan terangsang untuknya. “Lubangmu berdenyut-denyut, sayang... Kau telah siap untukku? Karena aku telah sangat siap untukmu.” Ivan tak dapat menyembunyikan senyumnya, menggoda Clara adalah hoby terbarunya, terutama di atas ranjang.

“Lakukan tugasmu sekarang Mister atau aku akan membuatmu lemas bahkan sebelum kau memasukiku,” geram Clara semakin gemas. Ivan tergelak lalu mendekatkan wajahnya pada daerah kemaluan istrinya, menghirup aroma vagina Clara dengan mata terpejam.

“Oh, Clara... Kau begitu menggairahkan... Aromamu membuatku terangsang, sangat...”

“Ah.... Lakukan, Ivan.. aku sudah tak tahan, jangan buat aku terpaksa memohon...”

“Mintalah, Clara.. aku ingin mendengarmu memintanya dariku... Maka aku akan memberikanmu. Katakan apa yang kau mau?” Ivan meniup vagina Clara yang bergerak naik-turun karena pemiliknya sedang gelisah menahan gairahnya yang tak terpuaskan. Ivan membuatnya memohon dan laki-laki itu senang menguji pertahanannya.

“Oh, Ivan.. Aku akan membalasmu nanti, sekarang layani aku... Suck my pussy... please.... Aku ingin lidahmu disana, Ivan.. cium aku disana, hisap aku.. ahh... aku tak tahan lagi...” rintih Clara dengan nafas tersengal-sengal dikuasai gairahnya.

“Ya, sayang... Aku akan menghisap vaginamu, akan kujilat habis cairanmu, klitorismu telah tegak menantangku...”

Ivan menghisap klitoris Clara dengan rakus, lidahnya menusuk-nusuk liang vagina istrinya, menghisapnya lagi dan menjilat seluruh permukaan vagina Clara. Dengan rintihan tertahan Clara menahan segala rasa nikmat dan sensasi yang menderanya diam-diam, Ivan membuatnya menari-nari dengan liar dan tubuhnya panas oleh gairah.

“Oh, God... Ivan... I’m shaking...” teriak Clara menyadari gelombang orgasme melandanya, tubuhnya bergetar menerima denyut-denyut kenikmatan yang dilancarkan oleh mulut dan lidah Ivan. Dengan gemas Ivan melanjutkan tusukan lidahnya pada liang vagina Clara, pada klitorisnya hingga istrinya menegang dan lemas tak lama kemudian.

Dengan punggung tangannya Ivan mengusap mulutnya yang basah, dia terlihat puas melihat Clara dengan mata terpejam dan bibir menganga terbuka, masih menikmati sisa-sisa orgasme yang melekat pada vaginanya yang berdenyut.

Ivan merangkak di atas tubuh istrinya, dengan hati-hati dia menahan berat badannya agar tidak mengenai tubuh Clara. Diciuminya bibir istrinya, menularkan rasa wanitanya pada Clara.

“Kau suka, sayang?” tanya Ivan serak, dia dapat merasakan desakan penisnya telah berada di titik terpuncak. Ivan melepaskan ikat pinggangnya, membuka retsleting celananya dan menendang jauh-jauh celana panjangnya hingga terjatuh ke lantai.

“Aku menyukainya, Ivan... Tadi sungguh luar biasa... Ah... Tubuhku terasa lemas... Tapi aku bahagia...” Clara memeluk tubuh Ivan dan membawanya ke dalam pelukannya, Ivan mencium lembut payudara Clara, menghisap putingnya lagi dan memilin dengan lidahnya.

“Sekarang giliran junior... Dia sudah begitu tegang, aku heran kau masih bisa bertahan, suamiku...” kikik Clara geli. Dia bisa merasakan penis Ivan yang tegang dan keras bagai karang, pasti sangat menyakitkan bagi suaminya yang belum mendapatkan pelepasannya.

“Kau tak perlu mengulumnya, sayang... Aku rasa aku tak akan bertahan lama... Aku ingin keluar di dalam vaginamu...” bisik Ivan pelan, dia tidak mungkin sanggup menahan oral seks yang akan diberikan Clara padanya, dia sudah tak sekuat dulu, sudah seminggu lamanya dia menahan gairahnya dan kuluman mulut Clara pada penisnya hanya akan menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk bercinta.

“Baiklah... tapi kau berhutang sebuah oral seks untukku.” kedip Clara nakal.

“Anything for you, Lady...” gelak Ivan.

Dengan perlahan Ivan kembali merangkak turun, bersimpuh pada selangkangan Clara, menarik pelan tubuh istrinya mendekat dan menggenggam penisnya yang besar dan panjang menuju pemberhentian terakhirnya. Dengan perlahan pula Ivan memasukkan penisnya dan mendesah nikmat mendapati vagina Clara yang sempit.

“Ahhh... Kau sungguh sempit, Clara... hangat... Aku menyukainya seperti ini... aku menyukaimu seperti apapun...”

Ivan mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur tanpa menindih tubuh Clara, dengan perlahan kemudian semakin cepat, gerakannya konstan berirama teratur. Nafasnya mulai putus-putus dan tangannya bermain pada klitoris Clara, mencoba membantu istrinya untuk mendapatkan orgasmenya yang kedua.

“Ahh... Ivan.. Aku ingin keluar bersamamu, apakah kau sudah dekat?” tanya Clara di sela-sela rintihannya.

“Ya, baby... sedikit lagi... Argh... keluarkan, Clara... Aku akan menyusulmu... Agh!!”

Ivan merasakan dinding-dinding vagina Clara mulai meremas dan memeras penisnya, diapun mengumpat pelan, merasakan himpitan vagina Clara semakin ketat.

“Argh!!! Clara... Aku keluar... Aghhh!!!” Ivan menahan nafasnya, tubuhnya dicengkeram dengan kuat oleh jari-jari tangan istrinya, mereka keluar berbarengan dan tak ada yang lebih indah dari hal itu.

Saat nafas mereka mulai teratur dan debar jantung mulai kembali normal, Ivan berguling ke samping istrinya, mengecup pelan pipi Clara dan menghembuskan nafas lega, lalu mereka tertawa bersama-sama.

“Kau membuatku merasa muda kembali, Clara... Berapa usiaku sekarang? Empat puluh lima tahun? Aku merasa seperti saat berusia tiga puluh lima tahun...”

Clara mencubit pelan hidung Ivan, menempelkan pipinya pada dada suaminya, “Kau sekarang lima puluh tahun, Mister... Kau adalah kakek-kakek sejati... Tapi aku mencintaimu...” bisik Clara penuh cinta. Hatinya dipenuhi dengan perasaan cinta dan dia bersyukur mendapat kesempatan untuk mengalami perasaan ini bersama dengan laki-laki yang dicintainya.

“Aku juga mencintaimu, Clara... Tak akan pernah habis rasa syukurku karena kau... mau menerimaku, mau memaafkanku... Ah... aku adalah laki-laki paling bahagia di dunia ini.” Kecup Ivan ringan.

“Hei... tadi kau menyebutku kakek-kakek? Apakah kau menantangku, Miss? Aku tahu kau masih muda tapi aku tak akan kalah darimu... Ayo... kita buktikan sekali lagi, aku tak akan kalah... Kini kau harus di atasku” Ivan kembali menindih tubuh istrinya, membuat Clara terkikik geli dan menggelitiki perut suaminya.

Kehidupan rumah tangga mereka akan selalu dipenuhi warna, kebahagiaan memang tidak muncul dalam hitungan detik, atau hari, atau bahkan tahun. Kebahagiaan itu muncul karena dua belah pihak saling mendukung dan berusaha untuk menciptakan kesempatan bagi mereka untuk mampu mengecap kebahagiaan bersama. Ivan akan selalu menjadi penguasa hati Clara dan begitu juga sebaliknya. 



25 comments:

  1. Ivan-Clara... sering2 ya main ke sini :)

    ReplyDelete
  2. Huffftttt pagi2 buka eh dpt Чªήğ HOT2 ehmm ehmmm clara and michael keren

    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º mba shin ♏ùάçĥº°:*<3<3 º°º♏ùάçĥ:*<3<3

    ReplyDelete
  3. ehm ehm pagi2 buka blognya mba shin udah disuguhin yg erotis2 hha
    luv u mba shin muahhhh

    ReplyDelete
  4. uuoowww.. ada om ipan n tante clara maen k sini.. hihi... makin hot aja om

    ReplyDelete
  5. Iihh waw..xixixi
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  6. Huaaaaaa,,,Ivaaaannnnnnnnnn.... *meleleh*
    Mksh Mba Ciiiinnnnnnnnnnn...

    ReplyDelete
  7. pagi2 dah dapet beginian hadeewwwwwwww

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak apa gak enak sist hidangan paginya?

      Delete
  8. waaaah ivan-clara main kesini
    aduh ini yg makin tua kok makin hot aja sih ya
    katanya mau woman on the top tp kok ga jadi
    nanggung ih ronde kedua ga dilanjutin #plak
    aduuuuh dirumah lagi hujan tp berasa kepanasan habis baca ini hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahahaaa.....hujan api ya sist?? lol

      Delete
  9. Kalau Ivan&Clara ada cerbungnya lagi pasti seru ni

    ReplyDelete
  10. Yeiiiii ada om ivan sm tante clara... asoyyy geboy... makin hot aj nih pasangan baru... kiikkkiik umur gak mempengaruhi stamina yahhh om *nyengir

    ReplyDelete
  11. Hidangan supper night-nya nikmat banget,mb Shin. Jadi pengen nambah. -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ ™ @>-- ({})

    ReplyDelete
  12. ini ivan kayanya nyasar sini yaa

    ReplyDelete
  13. baru aja kenalan dgn blog ini, menarik banget, mksh utk bacaannya. menyegarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal aja sist, terima kasih sudah mampir kesini. mudah2an menjadi betah :D

      Delete
  14. Wow, cerita di blog ini bagus2, jadi bikin penasaran pengen baca terus :D
    sist, penasaran ma cerita ini, please undang aku supaya bisa jadi reader setiamu, dengan wajah memelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaah main ke http://finnegancenter.blogspot.com aja say biar tahu gmn caranya bisa masuk ke Finnegan Shadows ;)

      Delete
  15. kalo baca cerita dari mbak shin,selalu meleleh niiih....trims ya mbak shin :)

    ReplyDelete
  16. Mbk mohon undangannya utk msk k finnegancenter.blogspot.com plis

    ReplyDelete
  17. ceritanya bikin penasaran.... Mba Shin... Mohon undangannya untuk gabung di finnegancenter.blogspot.com donk plisss.... Apa syarat2nya??? Harus bayar kah??? Aku penasaran bangeett pengen baca semua cerpen disitu... Makasih :)

    ReplyDelete
  18. Ceritanya bagus mba... mohon undangannya donk mba shin utk gab di finnegancenter.blogspot.com nya mba... plissss mba...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.