"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, May 3, 2013

Tenth Drama - Chapter 24



“Apa yang kamu kira kamu lakukan disini?!” teriak Jung Nam saat menarik lengan Chae Moon untuk turun dari atas panggung.

Para penonton merasa terusik dan terganggu oleh kelakuannya, mereka pun marah dan meneriaki Jung Nam agar melepaskan Chae Moon dari tangannya. Seorang laki-laki muda menyentuh lengan Jung Nam dan mencoba berbicara dengannya, namun karena kalap, Jung Nam memukul rahang laki-laki itu hingga terjerambab mencium lantai.

Para penonton menjadi riuh dan mulai mendorong tubuh Jung Nam, diapun terpojok dan mendapat bogem mentah dari pengunjung yang marah lalu Ji jeong menengahi mereka.


“Berhenti, tolong berhenti!!” teriaknya. Para pengunjung kemudian pergi meninggalkan Jung Nam yang meringkuk di atas lantai dengan wajah bonyok dan mengeluarkan darah dari hidung dan bibirnya. Sementara Chae Moon telah menghilang dari sana.

Ji Jeong mencoba membantu sahabatnya untuk berdiri namun Jung Nam menepisnya. Harga dirinya hancur, dia sungguh kecewa dan tidak percaya Chae Moon tega berbuat seperti itu padanya. Dia pun keluar dari klab itu dengan langkah terseok-seok dan mengusap darah yang keluar dari mulutnya dengan lengan bajunya. Jung Nam tertawa ironis memikirkan apa yang baru saja terjadi.

“Pulanglah, Jeong. Malam ini aku sedang tidak ingin berbicara lagi. Aku akan menemuimu besok, setelah aku menyelesaikan urusanku dengan wanita murahan itu.” bisik Jung Nam marah.

Dia sedang berdiri di samping mobilnya, mengawasi pintu keluar untuk pegawai, menunggu sosok yang dikenalnya keluar dari sana. Jung Nam telah menghisap berbatang-batang rokok dan menunggu dengan sabar. Dia tak ingin melewatkan seorang pun dari pengawasannya.

“Lebih baik kita pulang bersama, Jung Nam. Kamu tidak terlihat baik. Kamu kacau dan apapun yang ingin kamu lakukan pada Chae Moon, kamu bisa menyelesaikannya baik-baik, besok. Setelah kepalamu mendingin, setelah kamu bisa berpikir lebih waras. Tidak seperti ini. Kamu mabuk dan kamu sedang emosi. Pulanglah bersamaku, Jung Nam.” Pinta Ji Jeong pada sahabatnya.

“Kamu tahu aku tak akan menurutimu kan, Jeong? Jadi, lebih baik kamu tidak membuang-buang tenagamu. Jung In dan keponakanku lebih membutuhkanmu. Aku akan menemuimu besok, aku berjanji.”

Ji Jeong menghela nafasnya, dengan wajah penuh simpati, Ji Jeong menepuk pundak sahabatnya. Dia tidak bisa berlama-lama menunggui Jung Nam, dia memiliki urusan lain yang sama pentingnya dengan menunggui sahabatnya. Mereka akan berbicara besok dan Jung Nam telah berjanji akan memberitahukannya semuanya.

“Jaga dirimu dan jangan melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Kamu lebih tahu dariku bagaimana rasanya berada di balik jeruji, Jung Nam. Jangan membuat dirimu terjerumus ke dalam hal yang sama lagi. Aku pulang.” Ji Jeong pun meninggalkan Jung Nam berdiri diam menunggu Chae Moon keluar dari tempat kerjanya. Asap rokoknya mengepul keluar dari mulutnya bersamaan dengan kabut dingin yang dihasilkan oleh nafasnya, udara malam begitu dingin malam itu.

Sebuah mobil BMW hitam berhenti di depan pintu keluar pegawai klab malam, sebelum Jung Nam dapat menebak siapa pemilik mobil itu, Chae Moon telah masuk ke dalamnya dan mobil itupun meluncur dengan kencang membelah malam meninggalkan Jung Nam yang langsung membuang puntung rokoknya, mengejar mobil BMW hitam itu dengan mobil sport miliknya.

Mobil BMW itu kalah cepat dengan mobil milik Jung Nam, tak lama dia telah membuntuti BMW yang membawa Chae Moon pergi dari klab malam. Jung Nam menyalakan lampu sorotnya dan memberi tanda pada sopir BMW untuk menghentikan mobilnya, klaksonnya dia nyalakan berkali-kali namun sopir itu tetap memacu mobilnya dengan lebih cepat.

“BMW sialan!!” ketus Jung Nam kembali mengejar mobil itu.

Adegan saling mengejar antara BMW hitam dengan Ferrari merah mewarnai jalanan sepi kota Seoul. tak ada polisi yang berpatroli malam itu. Hanya sesekali lampu merah yang membuat Jung Nam terpaksa menghentikan mobilnya bila tidak ingin menabrak mobil lain yang melintas.

Shit!!! Setan!!!”

Jung Nam menginjak gas mobilnya setelah dirasanya jalanan di depannya kosong, dia kembali mengejar BMW hitam itu namun kebingungan karena kehilangan jejak. Dengan putus asa Jung Nam berkeliling tanpa memperdulikan arah mencari mobil yang tak dilihatnya lagi.

“Sialan!! Kemana kamu Chae Moon???? Kenapa.... Bukankah kamu bilang Butterfly sudah mati??? Kenapa kamu menjadi Butterfly lagi??” Jung Nam menahan nafasnya, dadanya penuh sesak dengan kesedihan dan kekecewaan.

Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, hidupnya belakangan begitu kacau. Jung Nam menyangka setelah hubungan yang mulai membaik dengan Chae Moon dia akan memiliki masa depan bersama dengan wanita itu. Ketika Rossy Kang datang lagi dalam kehidupannya, bahkan dengan mempersembahkan seorang anak perempuan untuknya, Jung Nam tak yakin dia bisa memilih di antara kedua wanita itu. Sikapnya yang memilih untuk menghindar membuatnya kehilangan kedua-duanya.

“ArghhhhHHH!!!!!!!!” teriak Jung Nam sambil mencengkeram kemudi mobilnya.

~~~~

Keesokan paginya Jung Nam menunggu di depan pintu rumah Chae Moon, seorang wanita tua membuka pintu itu dari dalam dan menatap curiga pada Jung Nam yang tertidur bersandar pada temboknya.

Ajusshi, apa yang kamu lakukan disini?” tanya wanita tua itu yang tak lain adalah ibu dari Chae Moon dan Ho Min.

Jung Nam membuka matanya, mengijap-ngijap sebelum menutup matanya karena terpapar silau matahari.

“Hm...? Siapa kamu?” tanya Jung Nam pada wanita tua itu.

“Aku yang seharusnya bertanya seperti itu. Kamu siapa? Mengapa tidur di depan rumahku? Apakah itu mobilmu? Mobilmu menghalangi orang-orang. Kenapa kamu tidak pergi dari sini dan pulang ke rumahmu?” jawab ibu tua itu sewot.

“Kau pemilik rumah ini?? Dimana Chae Moon? Aku ingin bertemu dengannya.” Jung Nam berdiri dan mencoba untuk masuk ke dalam rumah itu namun wanita tua itu menghalanginya.

“Apa-apaan? Chae Moon tidak tinggal disini lagi. Anak durhaka itu memilih untuk pergi karena tidak ingin mengurusi ibunya yang sudah tua ini. Baguslah dia pergi bersama dengan adiknya yang pemalas. Dasar anak-anak tak tahu di untung. Sudah syukur diberikan rumah oleh kakeknya tapi masih saja tidak puas dan memilih pergi. Aku tak akan heran bila dia menjual rumah ini besok, dia anak durhaka, begini caranya membalas budi pada orangtuanya... blablabla...”

Jung Nam tak serta merta percaya dengan perkataan wanita tua itu. Tanpa mendapat izin, dia menerobos masuk dan mencari-cari keberadaan Chae Moon atau Ho Min, namun tak satupun dari mereka ditemukannya. Jung Nam hanya melihat bekas kamar Chae Moon yang telah kosong, hanya meninggalkan ruangan hampa, sehampa hatinya yang memandang sedih ke dalam kamar itu.

“Chae Moon... Mengapa kalian pergi? Kemana?? Apa sebenarnya yang terjadi??” bisik Jung Nam getir.

Jung Nam memacu mobilnya pergi dari rumah itu. Dia tak tahu kemana harus mencari Chae Moon dan Ho Min. Handphone wanita itu tak aktif sejak semalam dia mencoba menghubunginya, maka dengan sisa-sisa harapannya, Jung Nam mencoba menunggu di depan gerbang sekolah Chae Moon agar dapat bertemu dengannya.

Hampir satu jam Jung Nam menunggu, penampilannya berantakan. Dia tidak pulang sejak semalam mengejar mobil yang membawa Chae Moon pergi dari klab malam itu. Matanya mengamati setiap wajah yang keluar dari dalam sekolah, mencari sosok Chae Moon yang tak terlihat sama sekali. Hanya teman sekolahnya yang bernama Mu Ri yang dapat dilihatnya.

Tanpa membuang kesempatannya lagi, Jung Nam menghapiri Mu Ri dan menanyakan dimana keberadaan Chae Moon darinya.

“Aku tak ingin berbasa-basi, kepalaku sedang pusing saat ini. Dimana Chae Moon? Apakah kamu tahu dia dimana?” tanya Jung Nam saat menghentikan langkah Mu Ri yang hendak pulang ke rumahnya.

“Chae Moon? Dia tidak ada kabar sejak beberapa hari yang lalu, dia juga tidak masuk sekolah. Di rumahnya dia tidak ada, aku sendiri tidak tahu dia dimana. Dia tidak mengabariku.” Jawab Mu Ri jujur. Dia memang tidak dihubungi oleh Chae Moon dan Mu Ri yakin Chae Moon memiliki alasan atas perbuatannya.

“Apakah kamu tahu sesuatu mengenai hal ini? Mengapa dia tiba-tiba menghilang?” tanya Jung Nam lagi. Dia mulai kehilangan harapannya.

“Ehmmm... sebentar.. ahh!!! Tiga hari yang lalu ada seorang ajusshi mendatangi kami disini. Dia mengajak Chae Moon pergi namun setelah itu Chae Moon tidak mengatakan apa-apa padaku. Dia hanya menghubungiku lewat telephone. Tapi dia memang terdengar kurang baik,”

“Apa maksudmu kurang baik? Dan siapa laki-laki itu?” tanya Jung Nam setengah memaksa.

“Chae Moon seperti baru habis menangis. Sebentar, aku rasa aku ingat dia pernah memberikanku kartu nama.”

Mu Ri membuka tas sekolahnya dan mengeluarkan semua isinya. Dengan bingung Jung Nam memperhatikan Mu Ri membuka-buka isi tasnya mencari kartu nama yang dia maksud.

“Ah.. ketemu!! Ini dia.” Kata Mu Ri sembari menyerahkan kartu nama itu pada Jung Nam.

Rahang Jung Nam mengeras, dia menggertakkan giginya, matanya bersinar penuh kemarahan. Kartu nama ditangannya pun diremukkannya sebelum dibuangnya ke bawah. Jung Nam meninggalkan Mu Ri kebingungan dengan sikapnya.

“Ya!! Ajusshi!! Kamu mau kemana? Apakah kamu tahu orang itu??” teriak Mu Ri penasaran.

Jung Nam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, dia menuju kantor pusat Dae Gun Group dan menerobos pintu masuk kantor Presiden Direkturnya. Lim Dae Jong.

“Laki-laki sialan!!! Kubunuh kamu!!” Jung Nam menghantam dengan telak pipi Dae Jong yang tidak menyangka akan dihujamkan tinju oleh laki-laki itu.

Sebelum Dae Jong berdiri di atas kakinya, Jung Nam telah melayangkan sebuah tinju lagi pada wajahnya hingga Dae Jong tersungkur dan memuntahkan darah dari mulutnya. Bibirnya sobek karena hantaman Jung Nam namun Dae Jong tertawa sinis dan mengumpat padanya.

“Huh!! Cuih!! Apa yang kamu inginkan? Apa kamu tidak takut dipenjara lagi karena perbuatanmu? Dasar laki-laki tak berguna!!” ketus Dae Jong berusaha berdiri.

Jung Nam meraih kerah kemeja Dae Jong, mulutnya mendesis mengancam laki-laki itu.

“Apa yang kamu lakukan pada Chae Moon? Apa yang kamu katakan padanya??? Dasar laki-laki busuk!!!”

Dae Jong meludah ke lantai, dia mengusap bibirnya yang masih mengalirkan darah.

“Hah!! Apa yang aku katakan padanya?? Aku katakan semuanya. Aku katakan apa yang tidak berani kamu katakan padanya. Dasar laki-laki pengecut. Laki-laki sepertimu tidak pantas mendapatkan siapapun. Cuih!!”

Sebuah pukulan telak mendarat lagi di rahang Dae Jong. Laki-laki itu hanya tertawa dan menikmati kemenangannya karena berhasil memporak-porandakan hidup Jung Nam, musuh bebuyutannya.

“Sialan!! Kamu cari mati?? Aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu Dae Jong!! Kamu tahu aku pernah membunuh dan aku tak akan segan untuk membunuhmu!!” Jung Nam menarik lagi kerah kemeja Dae Jong hingga laki-laki itu kembali berdiri.

Dae Jong tertawa terbahak-bahak. “Lakukan saja. Kamu kira kakakmu akan bisa menolongmu lagi kali ini? Waktu itu hanya keberuntungan yang membuatmu tidak dihukum lama. Tapi kali ini.. Aku akan memastikan kamu membusuk di dalam sana!!” Dae Jong masih tergelak meskipun Jung Nam telah melepaskan cengkeramannya dari leher kemeja laki-laki itu.

“Katakan, apa yang kamu lakukan padanya??” teriak Jung Nam lagi. Dia melemparkan isi meja kerja Dae Jong, Jung Nam telah kalap dan tak memikirkan apapun selain informasi mengenai keberadaan Chae Moon.

“Cuih!! Kamu tidak pantas untuk Rossy, tidak juga untuk In Soo. Bahkan untuk pelacur murahan itu pun kamu tak pantas. Mengapa tidak pergi saja dan bunuh dirimu dengan terjun ke jurang? Atau aku bisa meminjamkan pistol untukmu...” Dae Jong telah tersungkur lagi sebelum menyelesaikan kalimatnya. Kali ini dia babak belur dan wajahnya lebam penuh darah.

“Jangan pernah sebut dia pelacur murahan!!” gertak Jung Nam marah.

Dae Jong hanya tertawa, karena inilah yang dia cari. Rencananya berhasil membawa Jung Nam masuk dalam perangkapnya.

“Kuberitahukan kamu satu hal. Wanita murahan itu menolak tawaranku. Aku tak tahu dia dimana. Dia meninggalkanmu, huh? Bagaimana rasanya ditinggalkan bocah busuk? Sakit, kah? Karena hatiku juga sakit saat Rossy meninggalkanku dan memilih kakakmu. Lalu kamu datang, kalian keluarga Park. Akan aku hancurkan!!” desis Dae Jong mengusap darah yang menetes dari hidungnya.

Jung Nam menahan nafasnya yang terputus-putus, jantungnya berdebar kencang. Dia harus segera keluar dari ruangan ini sebelum nekat membunuh laki-laki di hadapannya.

“Kita belum selesai, Dae Jong. Kamu yang akan hancur karena berhadapan denganku!!”

Ketika Jung Nam hendak keluar dari ruangan itu, empat orang petugas keamanan gedung telah mencegatnya dan mencoba menahan tangannya.

“Lepaskan, atau kuhajar kalian!!” bentak Jung Nam.

Dae Jong memberikan tanda agar melepaskannya dan Jung Nam berlalu masih dengan emosi yang memenuhi dadanya. Dia kemudian meluncur ke sebuah cafe dan menelphone Ji Jeong, meminta bantuan sahabatnya itu.

“Ji Jeong, aku ingin bertemu. Ya, disana terdengar baik. Thanks.”

Jung Nam menghela nafasnya, dia hanya memikirkan Chae Moon dan bagaimana dia telah mengecewakan wanita itu, mengecewakan Ho Min.

“Aku mengecewakan semua orang yang perduli padaku. Arghh!!!”

Mobilnya pun menderu hilang di ujung jalan, membelah jalanan ramai kota Seoul yang padat di siang hari.  


37 comments:

  1. Makasih mba shin akhirnya jung nam muncul juga sesak nafas bacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau dikasi nafas buatan sist? hihiihiih

      Delete
    2. Boleh sm yayang danof, yah. Tp sm ivan, michael, josef juga boleh. Wkwkwk rakus banget yah ^0^

      Delete
  2. Wow...

    Biasanya jungnam bilang "wanna die" haha.. Kok tumben kali ini nggak ya..?! Haha

    jungnam KLO kalap menakutkan jg ... Ngeri ...

    makasih sist Shin :)

    ReplyDelete
  3. Laki2 kalau ada masalah mesti dipendam, dha gt menjauh dan menganggap its ok kalau udh kaya keong masuk ke rumah...

    Kasian ama jung nam, tp salah sendiri menjauh...

    Tapi si dae jong pantesnya ditendang abis2an, dendam koo ama yg laki, salahkan dirimu donk ga bisa merebut rossy...

    Asli ga rela si rossy kalau ama makhluk hina itu...

    ReplyDelete
  4. Hmmnm, gimana gak kalap si jungnam orang semalam si mbak shin lagi gaje..hehehehe..peace... kabbbuuuurrrrrr

    ReplyDelete
  5. Kegalauan melanda jung nam
    Ayo hadapi dgn ksatria
    Hahahaaaa
    Bsk2 setia yang jung nam :p
    Makaciiiih mb cin

    ReplyDelete
  6. Next bab selanjutnya
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  7. yes, rencana dae jong berjalan lancar. tambah galau deh tuh jung nam oppa..

    tapi dia kalau marah serem ya, lebih nyeremin dibanding jungmin... padahal sebelumnya dia manis dan romantis kan yaa,,
    makasih mbak shin.....

    ReplyDelete
  8. sakit hati bcanya,mba shin. T_T
    mau dibawa kemana cerita jung nam? *nyanyi*

    ReplyDelete
  9. Galau tingkat dewa nich aa jungnam????
    thanks Mba Shin....

    ReplyDelete
  10. Ahh,,, jun nam galau makasih mba shin Uϑªh diposting

    ReplyDelete
  11. # edisi galau melanda..... Cyn, galauku galaumuuuuu.....tanggung jawaabbbb.... #pletok, ditimpuk ama Sist Shin, hihihihi

    ReplyDelete
  12. jung nam bingung sendiri kan kasian
    tp chae moon ngilang kemana ya ?
    makasih kak lanjutannya ya heheeheh

    ReplyDelete
  13. Udah pasrah daku, jungnam jatuh dalam perangkap aduh bingung...bingung, thanks mb shin;-)

    ReplyDelete
  14. horeeee jung nam munculll, muncul2 bikin galau yach si jung ini >,<

    ReplyDelete
  15. Uwoo tengso mba siinnnn...
    *goyang pantat*

    ReplyDelete
  16. thank mbk cin :) omo jung nam pernah bunuh orang*syookkk

    ReplyDelete
  17. ayang moon moon menghilang kemana???
    akang jung nam siiih, cari masalah aja..
    aaaarrgg, aku ikutan bingung..
    klo aku diposisi akang jung nam pasti bingung mo pilih yg mana..

    klo mbak shin pilih siapa??? *muka bingung

    ReplyDelete
  18. ampun, serem banget itu Jung Nam kalau marah.
    bingung milih rossy apa chae mon
    *galau mendunia*

    ReplyDelete
  19. makasih mba shin,,,mmmuahh,,,,
    kangen Jung Naaaammmm,,,,galau kalo liat pic nya
    puk2 Jung Nam

    ReplyDelete
  20. hikz...jleb-jleb bgt mbak.
    marah...kesal...sedih...jadi ikut ngerasain apa yg dirasain Jung Nam.
    keren bgt..!!!
    lanjuutttt.........>,<

    ReplyDelete
  21. jung nam
    please don't cry babe...


    *mbak shin bikin galau mulu neeh
    wah wah wah..

    ReplyDelete
  22. seremmm bnget ya jung nam klo lagi kalap :(

    aduhh, chaemoon mau kemana ?? siapa yanfg ada di mobil bmw itu. . penasaran tingkat dewa euyy, makasih ya mba shin, semangat dan sukses teruss :D

    ReplyDelete
  23. lah bingung juga kalo q jd jung nam. Di sisi lain q tahu saat cintax dengan Rossy merekah di eight drama. Dan mereka berpisah juga bukan salahnya Rossy. Uda punya anak lagi. Tapi Chae Moon juga ga rela q kalo di tinggal. Uda deh..nikahin keduanya aja. Di madu!! ( Kabur sblm di timpukin mbk Shin )

    ReplyDelete
  24. Jung nam.....pilih Ω̶κ̣̇υ̲ ​​​​α̇̇̇ĵą ... *plak

    ReplyDelete
  25. mbk,....di lanjut y crt nya

    ReplyDelete
  26. Ini mana lanjutannya ? HuuuuaAaaaaaa.. Sist shin jahat. Ini ko ga di lanjutin.. Saya nunggu dari kemarin.. T,T

    ReplyDelete
  27. Kak shin lanjutannya dong :( :(
    Kange Chae Won

    ReplyDelete
  28. mbak shin ini jungnam piye khabare toh,,,hikss

    ReplyDelete
  29. lanjutannya mana nih......

    ReplyDelete
  30. sist lanjutannya manaa
    penasaran pake bangett

    ReplyDelete
  31. jung nam sebaiknya pilih yang sudah punya anak. itu lebih baik. lanjuuuuttttt....

    ReplyDelete
  32. mbak Shin,,,jung nam nya kok lama banget off nya,kapan dlanjutin nich???? penasaran nich..... pleaseeeeee...lanjutin lagi donk jung nam nya *mambana*

    ReplyDelete
  33. Lanjutnya mana mba Shin... Kangen sama Jung Nam!! Kasian kenapa drama percintaannya paling rumit...!!!

    A

    ReplyDelete
  34. mbk shinn
    ayoo dilanjut dong
    tanggung mah kalau diputus sampai sini
    aku aja ampe baca ulang krn agak lupa ama jalan ceritanya
    ehh ternyata masih blm ada juga lanjutannya T.T
    ditunggu loh mbk lanjutannya yah;)

    semangat !!!

    ReplyDelete
  35. Mbak shin kemana? Kenapa blm juga ada lanjutannya, padahal veritanya bagus bgt.... lanjutin dong mbak shin pleaseee

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.