"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, May 18, 2013

This Is My Story - Chapter 4



Aku teringat waktuku kecil dulu, dengan tubuh cungkringku, mungil, layaknya anak kecil berusia empat tahun yang belum menginjak bangku taman kanak-kanak. Aku dan kakak-kakakku telah diperbudak untuk menjadi tenaga kerja kasar, mengangkat batu bata, batako, genteng, kayu, pasir bangunan, katakanlah hampir segala materi untuk membangun sebuah rumah atau bangunan lainnya.


Kala itu keluargaku memang bukan keluarga kaya, bukan pula keluarga yang miskin sekali. Dengan menjual tanah di daerah pariwisata, ayahku membeli beberapa petak tanah sawah yang kemudian dititipkan kepada pemilik sebelumnya untuk digarap agar menghasilkan. Dari uang itu pula orang tuaku bisa membangun beberapa bangunan rumah yang kemudian disewakan untuk kos-kosan.

Sekitar tahun 90-an awal, Bali memang sedang dimasuki pariwisata dengan gencar dan penduduk lokalpun terkena imbas yang cukup baik. Salah satunya dengan mendirikan kos-kosan untuk para pekerja pariwisata yang berasal dari luar daerah.

Singkat kata, hampir setiap tahun keluargaku membangun, baik itu kos-kosan baru, bangunan rumah untuk kami tiduri – yang dulunya hanya berupa sebuah rumah berkamar satu dengan ruang tamu menjadi sebuah rumah bertingkat dengan tiga kamar tidur dan ruang tamu. Tanah keluarga seluas dua puluh dua are lambat laun menjadi penuh dengan bangunan-bangunan yang setengah lebihnya adalah hasil jerih payahku membantu mengangkat bahan-bahan material tadi.

Saat itu kami sudah punya sebuah mobil dari sedikit keluarga di kampung kami yang memiliki kendaraan bermotor. Ayahku kerap mengemudi dengan mobil suzuki Katana ke tempat kerjanya, dia adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di departemen kesehatan kabupaten – yang kemudian pindah ke kota –
Kami tentu bangga, aku bangga, karena kami memiliki mobil. Kami kerap bertamasya ke kebun raya ataupun obyek wisata lainnya seperti Tanah Lot, Taman Ujung, Candidasa dimana saat itu aku mengabadikan sebuah foto kenang-kenangan ayahku memeluk bahu ibuku. Aku senang memandangi foto itu setiap kali membuka album foto. Kami juga pergi ke swalayan beramai-ramai, kedua orang tuaku dan kedua kakak-kakakku.

Kami melewati semua kesusahan menjadi manusia, dari orang tak berada menjadi orang yang memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Aku tak ingin ada diantara kalian para pembaca yang berkotbah kepadaku bahwa segalanya akan kembali kepada-NYA, aku tahu.. tapi saat ini biarkanlah aku berbangga sedikit dengan apa yang kami miliki.

Usiaku mulai bertambah, ayahku mengenalkan kami pada video betamax. Hampir setiap minggu kami akan menyewa film silat mandarin, tontonan seru yang sangat keren waktu itu –karena bila aku tonton lagi sekarang, aku sangat tidak tertarik sama sekali- ayahku juga kerap menyewa film biru, dia mengatakan padaku agar jangan menyentuh kaset yang berlabel ‘sss’ entah apa artinya aku tak pernah tahu hingga sekarang. Apakah ada yang tahu arti dari ‘sss’ itu?

Sejak itu, dengan uang yang berlebih di bank, mobil yang cukup keren, penampilan yang tentunya akan mengikuti isi kantong, ayahku mulai gemar bermain api. Merayu penjaga counter video hingga akhirnya menjadikan wanita itu simpanannya. Aku tak pernah tahu dunia orang dewasa, aku masih kanak-kanak. Aku tidak mengerti mengapa ayahku kerap mengajakku ketempat itu, dia akan mengantarkan wanita itu dengan mobil kami dan wanita itu duduk di depan.

Seorang anak kecil lain duduk dibelakang bersamaku, tidak.. anak kecil itu tidak duduk, dia berlalu lalang seolah mobil itu miliknya. Sebagai anak kecil yang pemalu, aku hanya diam dan tidak pernah berpikir negatif mengenai hal itu hingga setidaknya aku mulai mengerti apa itu ‘selingkuh’. Ya, itulah awal mula ayahku bermain wanita, sejak dia memiliki ‘uang lebih’ di sakunya, yang lebih suka dia foya-foyakan bersama orang lain –baik itu teman-temannya ataupun wanita-wanita sundal yang ditemuinya-

Aku tak tahu apakah dahulu ayahku pernah berkata bahwa dia menyayangiku sebagai anaknya, bahwa dia bersyukur memiliki anak sepertiku, karena yang kutahu.. dia selalu memberikan pekerjaan kepada kami anak-anaknya, pekerjaan yang sewajarnya tidak wajar untuk anak seusia kami. Tanganku melepuh karena harus memegang cangkul seharian, badanku pegal dan sakit bila harus menyekop pasir, mendorong dengan gerobak dari jalan raya ke dalam rumah kami dan itu sangat menyakitkan. Tapi itu tidaklah sebanding dengan sakit yang kurasakan kini saat mengetahui ayahku... memiliki seorang anak perempuan dari wanita lain.

Wanita itu kuketahui, dia adalah salah satu mantan pekerja yang menjaga sebuah mini market di depan rumahku sekarang. Aku tahu wanita itu, usianya mungkin sekitar 30-an tahun. Dia kini tidak bekerja lagi di mini market ini, dia kini menjadi ibu rumah tangga, menjaga anak ayahku. Huh!! Miris? Tentu. Menyakitkan? Sangat.

Ayahku tak pernah mengatakan dia menyayangiku, mencintaiku. Aku hidup dalam bayang-bayang ayahku bermain wanita, berhura-hura dengan mereka sementara aku hanya mendapat uang jajan dari ibuku yang tidak mendapat uang apapun dari ayahku. Kami sebagai anak-anaknya tak pernah diberikan kemashyuran yang selayaknya kami dapat sebagai anak-anak ayah kami. Sedangkan pada orang lain, dia begitu royal. Memanjakan dengan sangat.

Salahkah kemudian bila aku mengutuk ayahku agar dia mati? Diantara segala benci dan dendam dalam hatiku atas perbuatannya kepada kami? Mengapa harus kami yang mengalah dan menangis bila dia bisa berbuat selayaknya ayah dan suami yang bertanggung jawab?

Pernah terketus dari mulutku, “Bila kau tak ingin memelihara kami, mengapa harus kau ciptakan kami? Lebih baik tak pernah lahir daripada hidup menderita lahir dan bathin.”

Di saat usiaku kian remaja, seorang panutan lain hadir dalam hidupku. Kakak laki-lakiku. Dia idolaku, dia pahlawanku. Dia mengantarkanku ke sekolah, menjemputku meskipun satu jam sesudahnya dan aku kerap menunggu dalam remang kegelapan sore seorang diri penuh kekhawatiran dia tidak akan muncul. Tapi aku tetap mengidolakannya. Dia berubah sejak menikah, dia menjadi semakin mirip dengan ayahku. Dia memiliki wanita idaman lain, mengkhianati istrinya, mengkhianatiku... Aku.. sangat.. membenci.. perselingkuhan...

Satu-satunya idolaku kini mengkhianatiku pula. Ayahku... Kakak laki-lakiku... siapa lagikah yang bisa kuteladani dalam hidup ini bila mereka semua telah berubah menjadi apa yang paling kubenci?

Aku bisa memaafkan pembohong, aku bisa memaafkan pencuri, aku bisa memaafkan penjudi, tapi aku tidak akan bisa memaafkan pengkhianat. Sebesar itulah aku membenci mereka.

Aku.. terlalu berharap pada dunia, terlalu mudah memberikan kesempatan kedua pada dunia. Hatiku telah luluh lantak, hanya sendiri kumenangis meratapi hidup yang seharusnya bisa kulihat lebih tegar. Aku bodoh, aku.. tolol.. seharusnya aku lebih membuka mataku lebar-lebar, membuka wawasanku lebih luas, rengkuh dunia dengan cara lain. Hidup bukan hanya sekedar sebuah keluarga yang berasal dari penetapan darah di dalam diri.


Tapi itu hanya kata-kata yang tertulis oleh tanganku, oleh ketikanku di atas komputer.. aku tak pernah mampu menjadikan kata-kata itu kenyataan, karena aku.. terlalu naif... aku terlalu munafik.. aku... lebih mudah bila melarikan diri.

Kata-kata ini kutulis atas apa yang sedang terjadi padaku. Dia tidak muncul di saat hatiku riang, dia tidak muncul di saat ku susah. Dia hanya akan muncul di kala aku.. disakiti lagi oleh kejadian yang sama. Aku... tak pernah dalam hidupku.. mengira... bahwa... hidupku.. juga.. akan seperti di novel-novel yang kutulis... Pengkhianatan, selingkuh, wanita simpanan, seks bebas... ahh... lebih baik aku tertidur untuk selamanya. Aku tak ingin melihat dunia lagi bila hanya seperti inilah yang bisa kulihat... 

11 comments:

  1. sedih....
    bgt.. bgt...
    wtf sama para pria yg suka selingkuh???


    *poto e dpt drmn mbak shin :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. loh.. itu kan fotoku to sist.... gak caya...

      Delete
  2. Paling gak suka di khianati apalagi di selingkuhin. MAYBE FORGIVEN BUT NOT FORGOTEN I'LL REVENGE, JUST WAIT. HA.. HA.. HA

    ReplyDelete
  3. *Pelukkk Mba Ciinnnnn....*
    Kdg,,Vie jg mkir mnding g ush lahir sklian,,biar g prlu ngrasain smw tu....
    Smg mrk dberi ganjaran yg stimpal! Tuhan Maha Mengetahui,,psti sdh dsiapkan hkuman utk mrk...
    Cemumuudd!!! :D

    ReplyDelete
  4. Oh.... F'ck this man .... Hemmmm gregetttaaannnnnnnnnn tak punya Hati tak punya jantung lebih baik lg

    mbak Shin this story bikin aku terenyuh

    ReplyDelete
  5. Ρ̥̥ε̲̣̣̣̥Lυ̲̣̥к̲̣̣̥ ({}) :* ρ̥̥ε̲̣̣̣̥Lυ̲̣̥к̲̣̣̥ ({}) :*" mba ciiiinnn
    Setidaknya msh ad ibu kita, yg ŜãÝåňĢ peduli ama kita...cemamat :*

    ReplyDelete
  6. aku wanita dan aku perkasa.

    wanita makhluk yg dianggap lemah tpi justru yg paling kuat..


    cemumun..

    ReplyDelete
  7. mami,,,
    ak tau kamu orang yg selalu berbesar hati,adakalanya melampiaskan selama ini yang terpendam adalah jalan keluarnya,luapkan kekesalanmu,hingga mereka semua tau,betapa busukny,betapa ga bergunanya hidup bersama orang seperti itu,tapi hidup bukanlah hidup jika tanpa halangan menghadang,hargai hidupmu demi orang2 yg kamu sayangi,dan menyayangimu,,,
    i'll always be an ear to u,,,
    cry together,,,smile forever,,,
    luv u mi,,,
    *balik kulakan bawang

    ReplyDelete
  8. Bingung aku mau ngasih komen apa sm tulisan mba shin ini. Rasa nya ikut sakit dan sesak dgn tokoh yg ada diatas. Berpikir positif pun akan sulit dlm hal spt itu. Perasaan yg campur aduk gak tau hrs gimana. Menyerah dlm hidup mungkin adalah cara paling gampang jd kita gak perlu merasa sakit lagi. tp bgmana dgn org2 lain yg sungguh2 cinta dan membutuhkan kita bukan dr omongan tp dr sikapnya yg mrk tunjukkan kalo mrk mang cinta dan peduli sm kita. Mrk pasti sedih. Org2 yg menyakiti hati kita mungkin gak sedih dan acuh sebodo sm kita dan mengeluarkan omongan yg bullshit dan menjd pembenaran utk mrk. Pdhal hidup adalah pilihan. Untukku tak ada pembenaran utk pengkhianatan, itu adalah pilihan mrk. utk ku kalo mrk mang cinta sm kita mrk gak akan begitu, mrk akan menghargai dan menjaga perasaan kita. Aku juga bukan seorg pemaaf utk pengkhianatan. Itu adalah dosa paling bsr. tp kalo ada yg tanya pdku aku nda mau jd yg kalah dlm peperangan dan membiarkan org yg menyakitiku bahagia. Aku mampu hidup dan bertahan utk org2 yg peduli dan cinta sm aku. Kalo pun tidak aku mau hidup utk diriku sndiri dan mensyukuri apa yg Tuhan ksh ke aku.

    ReplyDelete
  9. Hi dear..sdkt bbagi dr myownstory sdri..7y menikah n 3y pertama sprti neraka.jgn tny materi krn itu yg terbaik yg dy ksh k qu..cm mmg skit hati tak ada hargax bkan.tdk bs d byar dg nilai rupiah..yg trparah ktika q dpati dy tidur dg perempuan lain..yap yap sperti ini rasax.tdk bs menangis.tdk bisa bicara.hanya kosong.krn trllu skit.skit yg tak kuasa d bendung.hingga hampir mati rasa..tp stelah ada my lil queen my hubby yg bad boy itu bs brubah..mncintai ankqu lbh dr segala..bhkan dg sdkit ancaman.km "brmain2" kmi akn tggalin km slamax..so skg bs bharap suamiku akn mnjadi baik selama..n buat klian smua guest syukuri apa yg km pny hari ini..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.