"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, June 22, 2013

CERMIN 18 - POLYGAMI SERIES - Janji Nindy oleh Yunita Azifa Savitri


Janji Nindy

Story by +Yunita Azifa 
website : 



Janji Nindy

“Selamat pagi sayang”.  Sapa Nindy pada suaminya Ricky. Saat ini Ricky sedang mendapatkan perawatan intensif di sebuah Rumah Sakit akibat kecelakaan itu. Ricky yang masih terbaring lemah, hanya tersenyum memandang Nindy. Betapa dia sangat mencintai istrinya. Hampir sebulan penuh Nindy selalu setia menemani Ricky menjalani perawatannya.

“Kamu mau sarapan apa? Ini aku bawain bubur ayam. Harus dimakan sampai habis ya.” Ucap Nindy.

“Hehehe, makasih Dy, kamu memang yang paling hebat, bisa tau pikiranku kalau aku memang ingin sarapan bubur ayam.” Balas Ricky. Nindy pun segera menyuapi Ricky.

Di sela-sela makannya, Ricky memperhatikan Nindy. Dia tau ada hal yang sangat mengganggu pikiran istrinya. Namun, sampai saat ini Nindy selalu mengelak dan selalu berkata tidak ada masalah apa-apa.

Nindy termenung. Dia selalu terbayang pembicaraannya yang terakhir dengan Nicky, kakak kembar Ricky, sebelum ajal menjemput Nicky.


1 Bulan Yang Lalu Setelah Kecelakaan


“Nindy, aku mohon padamu. Aku titip Nabila dan anak yang sedang dikandungnya.” Kata Nicky sembari menggenggam erat tangan Nindy dan Nabila, istrinya.

Nabila tidak dapat berkata apa-apa lagi. Hatinya hancur melihat kondisi Nicky. Dokter bahkan sudah menyerah akan Nicky. Namun, dia selalu mencoba untuk tabah dan tidak menangis di depan Nicky.

“Iya Nick, Nabila adalah sahabatku sejak kecil. Aku tidak akan meninggalkannya sendirian.” Ucap Nindy.

Nicky terdiam.

“Ada satu hal yang ingin aku minta dari kamu Dy. Aku sangat berharap kamu dapat melakukannya untukku. Aku ingin kamu menjanjikan satu hal kepadaku. Walaupun yang aku minta adalah sesuatu hal yang akan sangat berat bagimu, tetapi aku mohon kamu dapat melakukannya.”

“Iya Nick. Apapun itu, aku akan melakukannya. Itu janjiku padamu.”

“Nicky menghela napasnya. “Aku mohon kamu mengijinkan Ricky menikahi Nabila. Menjadikan Nabila istri keduanya. Dengan begitu, anakku tidak akan menjadi anak tanpa ayah. Anakku tidak perlu tahu bahwa ayahnya sudah meninggal. Aku mohon Dy. Kamu sudah berjanji padaku kan.”

~~~

 “Sayang, sayang.” Panggil Ricky.
Nindy tergagap. Ricky memandangnya dengan penuh tanya. Nindy mengerti arti pandangan Ricky. Ricky pasti kebingungan akan sikapnya. Nindy menghela napasnya. Tidak lama lagi dia akan menceritakannya pada Ricky.

“Aku senang sekali, nanti sore kamu sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, sayang.” Kata Nindy

“Iya, aku juga. Aku sudah tidak sabar. Aku sangat merindukan rumah kita. Waktu-waktu berdua kita. Sebentar lagi aku akan menebus semuanya untuk kamu.” Janji Ricky.

~~~

Sesampainya dirumah, Ricky dan Nindy disambut oleh seluruh keluarga. Mereka bahagia Ricky dapat sehat kembali setelah kecelakaan itu. Kecelakaan yang merenggut nyawa Nicky.

Ricky tersenyum senang akan sambutan dari keluarganya. Namun, ada satu hal yang kurang baginya. Kehadiran Nicky. Ricky sangat sedih mengetahui kembarannya tidak dapat diselamatkan. Ricky memandang kearah Nabila. Melihat bagaimana kurusnya istri Nicky sekarang. Padahal dia sedang hamil besar. Nabila pasti sangat sedih akan kepergian Nicky.

Nabila senang Ricky sudah dapat pulang. Dia ikut bahagia melihat suami sahabatnya, adik iparnya sudah sembuh seperti sedia kala. Andaikan Nicky juga bisa sembuh seperti Ricky. Dia dan Nindy tidak akan merasakan hal tersebut. Dia sudah menolak ide Nicky tersebut. Dia tidak ingin menjadi perempuan yang menyakiti hati Nindy. Dia sudah mengenal Nindy sejak kecil. Mereka tidak pernah terpisahkan, bahkan mereka menikahi lelaki yang bersaudara kembar.

Ricky, Nicky, Nindy dan Nabila adalah sahabat yang tidak terpisahkan. Ricky memiliki sifat penyabar yang mirip dengan Nabila. Begitu pun Nicky yang berkepribadian mirip Nindy yang tomboi. Hal itu yang menyebabkan Nindy tidak mampu untuk menolak permintaan Nicky. Nabila pun tidak mampu membayangkan menikah dengan Ricky. Sosok yang selalu dia anggap saudaranya.

Nindy tersenyum pada Nabila. Dia mengerti apa yang sedang dipikirkan Nabila. Dia sadar permintaan Nicky merupakan sesuatu yang sangat berat. Nindy dan Nabila, dua gadis kecil yang selalu bersama. Mereka selalu berbagi apapun. Namun sungguh tidak terbayangkan mereka harus berbagi suami.

Dia sangat mencintai Ricky. Sampai kapan pun dia tidak akan sanggup melihat Ricky dengan wanita lain. Walaupun itu Nabila.

Nabila dan Nindy saling berpandangan. Mata mereka berkaca-kaca, saling menguatkan keraguan masing-masing.

Malamnya, Ricky bertanya pada Nindy tentang hal yang sangat mengganggu pikiran Nindy. Dia sangat memahami istrinya. Istrinya adalah orang yang tidak pandai menyimpan masalah. Dia pasti akan selalu menceritakannya pada Ricky.

Nindy menghela napasnya. Dia tau saat ini akan datang. Namun, Nindy ingin menyimpan masalah ini dulu. Dia ingin menikmati hari-hari bersama Ricky dahulu tanpa memikirkan masalah itu.

Keesokan harinya Ricky benar-benar berusaha memanjakan Nindy. Dia bahkan sengaja bangun pagi-pagi untuk memasakkan masakan kesukaan Nindy. Ricky menyiapkan seluruh sarapan Nindy di meja dalam kamarnya. Tak lupa dia menyiapkan bunga kesukaan Nindy. Lili Putih.

Nindy terbangun. Dia terkaget-kaget melihat suasana kamarnya yang sangat berbeda. Aroma lavender yang menyeruak lembut. Sayup-sayup terdengar suara music jazz kesukaannya. Nindy berjalan ke arah meja di sudut kamarnya. Ricky benar-benar mempersiapkan segalanya.

Tiba-tiba Ricky memeluknya dari belakang.

“Selamat ulang tahun sayang. Aku ingin hari ini menjadi hari ulang tahunmu yang paling berkesan. “Ucap Ricky.

Nindy sangat bahagia. Dia memeluk Ricky.

“Kau tahu. Aku sangat mencintaimu. Aku sangat beruntung memiliki kamu sebagai pendamping hidupku.” Kata Nindy.

Hari itu Ricky benar-benar memperlakukan Nindy seperti putri. Sebagai penebusan hari-hari dimana Ricky tidak dapat mendampinginya sebagai suami yang baik akibat kecelakaan itu.

~~~

Malamnya, Nindy memantapkan hatinya untuk menyampaikan semuanya pada Ricky.

“Rick, aku ingin menceritakan sesuatu padamu. Tentang hal yang sangat mengganggu pikiranku akhir-akhir ini.”

“Ada apa Dy? Aku tahu ada sesuatu yang kamu tutupi dari aku.” Kata Ricky.

“Aku akan menceritakannya segera Rick. Ayo kita ke ruang keluarga. Nabila menunggu kita disana.”

Sesampainya di ruang keluarga, Ricky kebingungan menatap Nindy dan Nabila. Perasaannya mengatakan bahwa hal ini berhubungan dengan Nicky. Namun, dia tidak dapat menebaknya. Dipandangnya Nabila dan Nindy. Mereka berdua terlihat sangat kebingungan dan sedih. Seperti mereka dipaksa melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan.

Nindy menghela napasnya. Kemudian mengalirnya semua cerita tentang Nicky, tentang janjinya pada Nicky.

~~~

 “Apaaa?? Kamu gila Dy berjanji seperti itu pada Nicky. Aku hanya mencintaimu, Dy. Nabila selalu aku anggap sebagai sahabatku, sebagai saudaraku. Aku tidak mungkin menikahi istri kakakku. Itu semua hanya akan menyakiti kita bertiga.” Ucap Ricky.

Nabila hanya dapat menunduk. Dia sudah dapat menebak reaksi Ricky. Ini pun sangat berat bagi Nabila. Terlebih lagi bagi Nindy.

Ricky dan Nicky memang memiliki wajah yang sangat serupa. Mudah untuk menganggap Ricky sebagai Nicky. Namun, mereka berdua memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Tidak mungkin Nabila menganggap Ricky sebagai pengganti Nicky.

Nindy terdiam melihat reaksi Ricky. Hatinya pun sangat sakit membayangkan Ricky dengan Nabila. Namun, Nicky sudah memaksanya berjanji. Ini semua demi Nabila dan bayi dalam kandungannya. Ini semua demi Nicky, tegas Nindy.

“Sayang, kamu tahu aku sangat mencintai kamu. Kamu juga tau, aku sangat menyayangi Nabila dan Nicky. Terlebih lagi aku sudah berjanji pada Nicky. AKu harus memenuhi janjiku, sayang. Jika kamu sangat mencintai aku dan menyayangi Nicky, aku mohon kamu dapat membantuku memenuhi janjiku”. Pinta Nindy sambil terisak.

Ricky terdiam. Dia tahu permintaan Nicky sangat keterlaluan. Namun, hal itu merupakan permintaan Nicky yang terakhir. Selama ini Nicky tidak pernah meminta apa-apa padanya. Dia akan sangat merasa bersalah pada Nicky bila dia tidak dapat melaksanakan janji istrinya pada Nicky.

Ricky menghela napasnya dalam-dalam. Dia memandang Nabila. Bisakah ia membagi semuanya untuk Nindy dan Nabila secara adil. Dapatkah dia mencintai Nabila seperti dia mencintai Nindy. Tidak, dia tidak akan sanggup mencintai wanita lain selain Nindy. Sekalipun itu Nabila, sahabatnya. Lagipula Nicky tidak memintanya untuk mencintai Nabila. Nicky hanya memintanya untuk menikahi dan menyayangi Nabila.

“Bagaimana pendapatmu, Nabila?”Tanya Ricky.

Nabila menghela napasnya.

“Sejak awal aku juga tidak pernah menyetujui hal ini.” Kata Nabila.

“Aku tidak akan pernah mampu untuk melakukan hal yang bisa menyakiti hati Nindy. Aku sangat menyayangi Nindy. Aku tidak ingin selalu merasa bersalah pada Nindy.” Ucap Nabila.

“Bil, aku sangat menyayangi kamu, aku juga sangat menyayangi Nicky. Aku mohon padamu Bil untuk membantuku memenuhi janjiku. Ini semua untuk Nicky. Supaya Nicky bisa tenang disana.”



“Sayang, aku mohon kepadamu, ini semua demi Nicky, demi aku. Aku mohon.” Ucap Nindy sambil terisak.

Ricky tidak dapat berkata apa-apa. Dia butuh waktu untuk memutuskan ini semua.

“Tolong beri aku waktu Dy. Aku perlu waktu.” Kata Ricky.

 Nindy hanya terdiam. Dia sangat kalut. Dia takut suaminya menolak. Dia akan selalu merasa bersalah pada Nicky.


Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian itu. Ricky masih belum berani untuk memutuskan apa-apa.

Dia teringat keadaan Nindy akhir-akhir ini. Nindy terlihat sangat putus asa. Dia tak sanggup melihat kondisi Nindy seperti itu.

“Dy, aku ingin bicara tentang Nabila.” Ucap Ricky.

“Ada apa Rick?” Nindy tidak berani mengharapkan lebih dari pembicaraannya dengan Ricky.

“Aku,,aku mau menikahi Nabila, bila itu yang sangat kamu inginkan.”

Nindy tak mengira Ricky akan memenuhi permintaannya. Seketika Nindy merasa lega. Seperti semua masalahnya hilang. Namun dia tidak dapat memungkiri bahwa hati kecilnya menangis.

“Terima kasih sayang untuk pengertian kamu.”

“Kapan kamu ingin aku untuk melamar Nabila?”

“Secepatnya setelah Nabila melahirkan.” Ucap Nindy sambil tersenyum.



Dua bulan setelah Nabila melahirkan, pesta pernikahan Nabila dan Ricky dilaksanakan.

Ricky dan Nabila sudah sah menjadi suami dan istri.

Malamnya, Nabila menghampiri Nindy dikamarnya.  Nabila langsung memeluk Nindy sambil menangis.

“Dy, ini sangat berat untukku, dan aku tau ini sangat berat untukmu. Aku berjanji padamu, aku akan menjadi istri yang baik untuk Ricky, tetapi aku tidak akan pernah bisa mencintainya karena selamanya dia adalah sahabatku.”

“Bil, memang ini sangat berat. Aku pun tidak yakin kita akan selalu bisa melewati hari-hari ke depan tanpa masalah apa-apa. Namun aku percaya padamu Bil.” Tangis Nindy

“Aku sangat mencintai Nicky, Dy. Dia adalah hidupku. Dia akan selalu ada dihatiku. Namun sekarang aku sudah mengikhlaskan kepergiannya. Apabila suatu saat nanti aku menemukan jodohku, yang bisa mencintai dan aku cintai setulus hati, ijinkan aku berpisah dari Ricky Dy. ”Ucap Nabila.

Nindy terdiam. Hatinya sakit sekali membayangkan dia harus berbagi cintanya. Dia tahu Nabila juga akan menderita akibat pernikahan ini.

“Iya Bil, apabila kamu menemukan belahan jiwamu, aku mengijinkanmu berpisah dari Ricky. Kejarlah cintamu Bil. “Kata Nindy.

Ketika Nabila keluar dari kamarnya, Nindy melihat Ricky ada di depan pintu kamarnya.

Ricky menghela napas. “Janjimu pada Nicky sudah kutepati sayang. Aku akan menyayangi Nabila dan menjaganya. Tetapi ada 1 hal yang harus kamu tau. Aku tidak akan sanggup mencintainya Dy. Cintaku hanya untuk kamu.”

Ricky pun segera meninggalkan Nindy di kamarnya.

Setelah kepergian Ricky, Nindy mulai mengeluarkan semua airmata kesedihannya. Hatinya sakit membayangkan suaminya akan tidur bersama wanita lain yang tak lain adalah sahabatnya. Namun ini semua adalah janjinya yang harus ditepati. Nindy berusaha menguatkan hatinya untuk membagi cinta suaminya dengan Nabila. Ini semua demi Nicky.

Semalaman Nindy tidak bisa tidur. Pikirannya melayang ke kamar Nabila. Apa yang sedang dilakukan Ricky dan Nabila. Batinnya terasa teriris membayangkan Nabila tertidur di pelukan Ricky. Nindy bingung bagaimana dia besok bertemu dengan Ricky dan Nabila. Dia harus bersikap seperti apa.

Keesokan paginya, Nindy sudah sibuk di dapur. Dia memasak cumi goreng madu kesukaan Ricky dan oseng-oseng papaya favorit Nabila. Didengarnya pintu kamar Nabila terbuka. Nindy sangat tegang. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilihatnya.

Nabila keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Nindy. “Kamu masak apa Dy?”. Tanya Nabila. “Ah, aku memasakkan masakan kesukaanmu dan Ricky.” Kata Nindy. “Wah terima kasih Dy, kamu yang terbaik.”

Nindy memandangi wajah Nabila. Nabila terlihat bahagia. Apakah kebahagiaannya disebabkan oleh semalam? Nindy tidak berani memastikannya. “Dimana Ricky?”Tanya Nindy. “Oh, Ricky masih tertidur Dy.”Jawab Nabila.

Nabila bukannya tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Nindy. Nabila ingin mengatakan bahwa semalam tidak terjadi apa-apa antara dia dan Ricky. Mereka hanya mengobrol sampai tengah malam. Bahkan Ricky tidur di sofa. Tidak menyentuhnya sama sekali.

Tidak lama kemudian Ricky terbangun dan menghampiri kedua istrinya. Dia memeluk Nindy dari belakang. Betapa dia sangat merindukan istrinya. Padahal baru semalam dia tidur terpisah dari istrinya.

Nabila tersenyum melihat Nindy dan Ricky. Dia merindukan Nicky. Dia berharap Nicky bahagia disana. Suatu saat nanti ketika dia siap membuka hatinya untuk lelaki lain, dia berharap akan menemukan lelaki yang bisa mencintainya sperti Nicky, seperti cinta Ricky pada Nindy yang sanggup membuat Ricky dan Nindy berkorban sebesar itu.

Nabila berharap sampai tiba waktu tersebut, hubungan antara Nabila dan Nindy tidak akan memburuk seperti yang dia lihat di televisi tentang kehidupan poligami. Dia sangat menyayangi Nindy. Nindy seperti adik kecilnya yang nakal, tetapi sekarang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sanggup menepati janjinya seberat apapun janjinya walaupun dia harus menyakiti hatinya sendiri.

THE END



Mau Tas Kelom Unik? Biar bisa bergaya waktu jalan-jalan? Tersedia berbagai motif kulit ular, kulit buaya dan kulit macan. Tali rantai atau tali kepang Jepang. Hub : 081246671304 atau di 32fde75e. Hanya Rp. 285.000/pcs

41 comments:

  1. mohon maaf ada sedikit kesalahan teknis yang memang tidak bisa ditanggulangi karena memang systemnya sudah demikian, tp mudah2an masih bisa dibaca ya. Kalau gak bisa ntr ane pinjemin kacamata kuda... :D

    ReplyDelete
  2. Grr…. Wkwkkw… ehem… perasaanku campur aduk setelah baca cermin ini. Antara kesel, ngamuk n marah tapi juga sedikit lega (entah bila ini bisa dibilang lega).
    1. aku benci dengan Nindy, tapi entahlah, gak bisa komentar karena Nicky sendiri juga keterlaluan nyuruh orang berjanji (untung dah mati dia :p )
    2. Kasihan Nabila, untungnya dia gak picik dan mencoba merebut cinta Ricky
    3. Kecewa dengan Ricky, dia tidak seharusnya berada dalam satu kamar meski itu adalah malam pertama pernikahan dia dengan Nabila. Toh semua orang pasti tahu dia menikahi Nabila untuk memenuhi janji Nindy pada Nicky. Seharusnya mereka bertiga bisa berada dalam satu kamar, berbicara bersama. Entah bagaimana dengan malam-malam berikutnya apakah Ricky akan seperti ini juga, siapa juga yang dia bohongi dengan berpura-pura berada dalam kamar Nabila? Karena lama-lama pasti akan terjadi sesuatu… namanya juga manusia… ahhahahahaha
    4. Sedikit pertanyaan untuk Authornya, saya kurang tahu apakah memang tulisannya sudah dirubah, karena sekarang saya BUANYAAAKKKK sekali melihat Author-author muda menulis kata “TAHU” dengan “TAU”. Apakah memang sedang trend atau kata itu memang sudah berubah. :serius gak ngerti: atau memang tulisannya gayanya seperti ini? Karena kalau demikian gak matching/cocok dengan gaya penulisan yang menurut saya sudah EYD, kecuali kalau ini pake POV orang pertama ya, dimana dia mengungkapkan sendiri cerita dengan gaya bicaranya dia, dengan penulisannya dia.
    5. So far, bagus. Ceritanya mampu membuat pembaca merasuk ke dalam kisahnya dan ikut merasakan bagaimana pergolakan emosi di dalam cerita itu, syukurnya endingnya cukup membahagiakan. Heheheheh

    Dan terakhir, terima kasih banyak buat Sist VAVA yang udah menyumbangkan ceritanya untuk di posting disini ya. Jangan patah semangat dengan komentar-komentar ataupun masukan-masukan yang mungkin kurang berkenan di hatimu. Ambil hikmah dan pelajaran dari sana, yakinlah tidak ada yang bermaksud buruk, hanya ingin yang terbaik untuk Author sendiri. Sukses selalu ya sist… :hug:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ap ya... Ak stuju bgt sma komenny mbak shin yg no 1-3...
      Nmany mnusia... Kn udh jdi suami istri sah jga, wlopun awalny feel aneh, tpi ntar bsa bablas jga.. Klo pun ampe hal "itu" trjdi, ya ga slah jga.. Krn udh sah jdi pasutri..
      Ak sbelny tu sma Nicky, egois, ga mkir prasaan org lain... Ckckck
      Ak ga tega bgt sma Nindy... Ksian bgt...
      Ni crita scara overall sih bgus.. Keep writing bwt pnulis...
      Tpi yg ak agk nyesel, ni crita kputus gtu aj.. Tnpa ending psti...

      Delete
    2. Hehehee,,,maap ceritanya cuman sampe segitu aja..
      Takutnya kalo dilanjutin lagi jadi kurang sesuai sama judulnya juga....
      Dari awal bayangannya cuman sampe segitu..hihihii

      Makasiih ya sist buat masukannya...

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Hihihiiii...
    Makasiii banget ya mbak shin buat semua masukannya. Ini tulisan perdanaku mbak, jadi aku masih harus banyak belajar...
    Buat "tau" nya,,,,sebenernya aku nyoba banget buat make tulisan sesuai EYD,,tapiiii kadang kelepasan make yg gak baku kayak gitu....
    Untuk semua yg udah baca,,,
    Mohon kritik dan sarannya yaaa...
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. D lnjut dong mbak... Nanggung bgt nih...
      Ksian bgt Nindy-ny...:'(

      Delete
    2. Belom kepikiran lanjutannya mbak..hehehee
      Ya ada gambaran dikit sih,tapi malah tentang Nabila yg ketemu sama "seseorang"
      Etapi kalo nabila ketemu seseorang kan jd happy ending buat Nindy juga ya....

      Delete
    3. hahaha wah, yg perdana aja udah cakep gini,, apalagi yg berikut2nya sist. :) tetap semangat menulisnya ya. hadapi semua badai dan rintangan, pada akhirnya semua keuntungan akan kamu nikmati sendiri, meski mungkin bukan berupa uang, tapi kepuasan, pengalaman dan skill yang makin terasah sudah pasti menjadi milikmu nanti. good luck ;)

      kalau mau belajar tata penulisan yang simple dan gak ribet, biar skill makin baik, coba berkunjung ke web ini dan baca disana cara-cara penulisan cerita yang benar. kl ada yang kurang jelas bisa PM atau email saya atau komen saja di blog, mudah2an saya bisa bantu jawab dan mungkin teman2 lain jg bs bantu jawab.

      http://supershineeff20.wordpress.com/about-fanfiction/tata-penulisan/ ini linknya

      Delete
    4. waah,,makasih mbak shin,,kepalaku jadi gede nih..hahaha
      iyaa mbak, ini aku jadiin pengalaman dan proses pembelajaran..
      makasih loh mbak, udah nyediain sarana buat latihan nulis....
      :D

      Delete
  5. Untuk ceritanya, aku dapat feelnya kok sedihnya si nindy walaupun gak sampe nangis.Bagus kok walaupun untuk pemula**sok tau mode on*.

    Mbak shin n yunita, thanks all

    GANBATE

    SEMANGAT

    HWAITING

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh makasi sist komennya :D cemumun!! :D

      Delete
  6. Makasih ya sist...
    Tambah semangat deh aku.....
    Hehehee

    ReplyDelete
  7. critanya baguz mba yun.semangat y. Mba chin kangen nich

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya mbak...
      :DD

      Iyaa nih mbak shin,,,kangen juga sama kenny,jung nam,david...
      :p

      Delete
    2. alow may.... hehehe.. sering2 aja mampir kesini buat ngilangin kangennya :D

      Delete
  8. ga kebayang jadi nindy yang mau ga mau mesti ngerelain suaminya jadi suami sahabatnya sekaligus kakak iparnya...

    tapi aku suka jalan ceritanya...

    mba shin sama mba yunita
    HWAITING!!!!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe... makasi sista... HWAITING!!!! :dah lama gak nonton drama korea nih ckckck:

      Delete
    2. Makasiih ya sist...

      Aku jg suka banget sama drama korea,,tapi gak pernah mudeng artinya hwating...
      Wakakakakak....

      Delete
    3. hwaiting itu bahasa inggris yang dikoreain. asalnya dr Fighting yg kl kita terjemahin bebas artinya bertarung. kl bagi orang korea, fighting aka hwaiting itu disamakan dengan "cemangad kaka" ;hihihi:

      Delete
  9. Hmmm nicky2...masih banyak jalan untuk memberi nama ke anakmu...kl gini judulnya mah merusak rumah tangga orang...bagaimanapun yg namanya org ketiga tu ga baik...skrg aja udh timbul bibit curiga dr si nindy...
    Nabila juga ga setuju tapi ngiyain aja...please deh...
    Ada withing tresno jalaran soko kulino, senang krn sering ketemu...ck ck ck...
    Nabila jg mw ketemu jodoh gimana lah statusnya aja istri orang sekarang...
    Makin dipikir makin ga logis :p
    Keep writing ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa.... bener sekali say.... apalagi kl ada scene dimana misalnya si Nindy lagi haid/datang bulan, Ricky kan puasa tuh... eh ada Nabila lagi free... jadi dehh...terjadi yang diinginkan karena sama-sama kesepian dengan pikiran "Toh dia istri gw" atau "toh dia suami gw" ihihihiii...... tapi bila memang mereka bisa menepati kata-kata awal mereka ya bagus aja :D

      makasi ya komennya say ;)

      Delete
    2. Yah mbak, yang namanya manusia kan selalu menemukan kesempatan dalam kesempitan :p
      Tapi dalamnya hati siapa yg tahu #eh
      Yah kalau si nindy udh siap lahir batin ya resiko tanggung penumpang...

      Delete
    3. hahahahhaha iya sist.. yg sempit2 emang disukai para cowok :ehhh:

      iya sih, Nindy mau gak mau memang harus menerima segala resiko yg mungkin ada dr kedekatan Nabila dengn Ricky. :D

      Delete
    4. @astrid : menurut aku sih,kalo soal logis,kadang cinta banyak gak logisnya sih.. :p
      Tiap org ketemu sama jodohnya jg bs lewat mana aja yg kadang gak bisa ditebak...

      Nindy pastinya udh tau semua resikonya,makanya dia dilema juga...
      Makasih ya buat komentar dan masukannya,,,jangan bosen2 baca & komen tulisanku lg kalo masuk di my own lagi...
      :DD

      @mb shin:aku sih berharapnya ricky ttp ngejaga hati dan tangannya dr nabila sih mbak..hehehee...
      Biar dia gak sama kayak cowok2 pd umumnya...wakakakak...

      Delete
    5. hahahhaa... ya, mdh2an sih.. tp kl liat dr gelagat awal.. dimana Ricky ninggalin Nindy di MP nya dia n Nabila, aku gak yakin... mending Ricky tinggal di kamar lain dan bukan di kamar Nabila, karena dia harusnya ngerti donk gmn perasaannya Nindy kalau dia sekamar ama Nabila. hahahaha.... :masih gak terima Ricky sekamar ama Nabila:

      Delete
    6. Kl soal jodoh n cinta mah emg gak logis (ga perlu ditanyakan), tp jalan pikiran mereka yg ga logis...maksudku...nicky dgn permintaannya yang gila (ga berpikir panjang, egois,sinting, untung dha koit), nindy (sakit hati demi janji tapi curiga n sok menguatkan diri) ricky (bener kata mbak shin harusnya ga perlu lah sekamar kl emg bener2 cinta) nabila yang udh tw menyakiti hati nindy tapi tetep tega menikahi suami sahabatnya dgn MENJANJIKAN kalau dpt jodoh bakal lepas dr ricky...apalagi satu poin yg harus ditekankan disini, ricky itu kembaran nicky :p
      Eniwey knp nicky blgnya ke nindy bkn ke nindy n ricky?jd nicky n nindy lagi ngapain kok berduaan? Rickynya dimana #eh,lagi urusan seurgent bgtu nindy seenaknya janjiin pdhl itu berkaitan dgn hubungannya dgn ricky...
      Entah kenapa dengan cerita spt itu dikepalaku malah endingnya ntar si nindy ga tahan trus cerai deh :p buktinya udh curigaan n ga siap lahir batin liad mreka sekamar :D
      Tapi salut deh buat author udh bikin gregetan :p

      Delete
    7. buat jawab dirimu, mewakili author aku coba menjelaskan ya, sorry kl salah.

      Nicky sebelum ajalnya (karena kecelakaan bareng-bareng sama Ricky) meminta Nindy dan Nabila yang sedang berada disampingnya untuk berjanji. Sedangkan Ricky sendiri masih berbaring di ranjang kamar rumah sakit yang lain. Jadi kondisinya gak memungkinkan bagi Ricky untuk bertemu dengan Nicky.

      Nindy dipaksa berjanji oleh Nicky dan Nindy mengiyakan dengan "mudah" padahal dia belum tahu apa yang akan diminta Nicky. Tapi kita juga bila berada dalam keadaan seperti Nindy pasti juga akan berlaku yang sama. Apalagi kalau yang meminta adalah orang yang sebentar lagi akan menjemput ajal.

      Intinya sih yang salah itu si Nicky, dia gak musti nyuruh Nindy kayak gt, kan? Apa salahnya menjadi anak tanpa ayah? Toh Nicky dan Nabila sudah menikah, jadi di akte kelahiran anaknya pun bakal tertera nama Nicky sebagai ayah kandungnya. Bila takut anaknya nanti tidak punya ayah, kan gak musti harus nikahin Nabila to? Bisa aja mereka tinggal serumah tapi tidak dengan ikatan suami istri, bila takut anaknya tidak mendapat kasih sayang seorang ayah, yang tak mungkin mengingat bagaimana Nindy menerima permintaan terakhir Nicky, Ricky dan Nindy pasti akan menganggap anaknya Nicky vs Nabila sebagai anak kandung mereka sendiri. :musti panggil si Nicky dari akherat nih buat disidang. wkwkwk:

      Justru dengan mengatakan bahwa anak yang dikandung Nabila tidak perlu mengetahui bila ayah kandungnya sudah meninggal sangat tidak menghormati almarhum Nicky dan Nabila. (aku sendiri kalau anakan gugukku disuruh pakai nama indukan lain sebagai nama induknya agar bisa diberikan sertifikat aja aku gak mau, kwkwkwk kl yg gak ngerti mksdku gak usah dipikir ya, ntr stres)

      Tapi kalau gak gitu.. gak bisa donk jadinya cerita tema Poligamy ini... wwkkwkww... peace...

      Aku suka kebolak-balik nama Nicky dan Ricky waktu ngomenin ini :S

      Delete
    8. Hihihiii..bener mbak shin...


      Ya kalo tentang poligami jdnya serba salah sih..
      Kalo nantinya nindy gak kuat dan malah minta cerai,menurut aku malah nindy jd gak konsisten sm omongannya dong mbak,,xixixixi...

      Delete
  10. padahal awalnya gak mau baca kalo temanya masih poligami, tapi akhirnya di baca juga, dan ujung-ujungnya nyesek lagi,
    meski dengan alasan apapun poligami dilakukan, tetep aja ya nyesek, hahaha
    thankies so much mba Shin :D
    trims jg buat mba Yunita ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaaa.... yah, artinya kita masih memiliki prinsip "one love for a life time" ihihihi

      sama2 sist , makasi jg komennya ya :D

      Delete
    2. Makasii ya mbak,buat komennya....
      Pengennya sih kita selalu dpt happy ending di setiap cerita,tp di kehidupan banyak hal2 yg bikin nyesek....

      Delete
    3. iyaaaa mba shin bener, one love for a life time, ^^

      mba yunita, tetap semangat nulis ya mba :D
      iya mba banyak yg bikin nyesek, kehidupan kita gak selamanya berbuah sebuah tawa, kadang buahnya mengandung rasa yang bisa buat kita menangis dalam derita.. *melow mode on
      XD

      Delete
  11. Setujaaahhh sm Mba Chi Rhi Saa... Udh nyiapn hati ttp ajjah msh nysek... Sdih sih tp mw gmn lagi,,udh jnji,,kesian Nindy...
    Haduuhhh,,hmpir mrip ideny,,gpp khn yh Mbaaa Ciinn??? *kedip2*,,g kbru bwt ngrombak crtanya lg *nunduk*...
    Cemumuuuuuddd Mba Nitaaaaaa
    Mksh Mba Ciiiiiinnnnnnnnnn....

    ReplyDelete
  12. Suatu kisah yg berakhir sad anding kadang2 Ane LBH suka tapi Ane gaK mau baca lagi coz Ane gaK mau sedih lagi tapi ketagihan lagi & akhirnya baca lagi hihihihi .. ( ? ) bingung kan? Ane sendiri jg bingung wkwkwkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,, iya ya mbak, kayak VE itu, pas ending sampe banjir air mata, tapi udahannya, pengen ngulangin baca terus

      Delete
    2. ehem... meski sad ending tp kan bisa buat nyuci mata :kalau bisa nangis: lumayan belekan yang ketimbun sebulan bisa keluar semua.. wkwkkwkwkwk:jorokkkk:

      Delete
  13. pertama liat tema nya aku gk suka, tapi pas dah dibaca malah mau lagi dan lagi....semangt terus sist...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe,,makasih ya sist udah dibaca dan dikomen..:D

      Delete
    2. kyk choki-choki donk.... mau lagi..lagi..lagi..lagi..la.... hak..hak...hak...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.