"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, June 11, 2013

Lust of Shadow 1


(warning : 20 tahun ke atas)

Kau memang tampan, gagah, dengan tubuh tinggi atletis di usiamu yang baru empat puluh tahun, kau masih terlihat menawan. Kau adalah laki-laki terhormat di mata orang banyak yang mengelu-ngelukan kebaikanmu, yang mendewakanmu karena kau begitu murah hati pada orang-orang yang tak mampu. Kau menyayangi anak-anak terlantar dan mendirikan rumah singgah untuk mereka. Kau banyak menyumbang untuk fakir miskin dan masyarakat kekurangan. Kau membantu usaha mereka hingga mereka bisa berdiri sendiri. Hatimu lembut pada hewan, tak pernah sekalipun kau menyakiti mereka, kau bahkan memilih untuk mendirikan tempat penampungan hewan liar yang kau danai dari uangmu sendiri.


Aku tak tahu siapa sebenarnya dirimu. Ketika pertama kau datang ke rumahku, aku mengagumimu. Kau dengan segala kharisma dan wibawamu memukau jiwa gadis remaja dalam diriku. Mempesonaku dengan kepintaranmu, dengan sikap dinginmu yang elegan. Dengan bicaramu yang tanpa basa-basi. Kenyataannya kau memang tak banyak bicara, padaku kau lebih banyak bertindak daripada bicara. Bibirmu kau gunakan untuk hal lain, selain berbicara padaku.

Sejak hari itu, aku membencimu. Sejak kau mengambilku dengan paksa dari orangtuaku. Dari orang tuaku yang tak berdaya karena kau mengancam ayah-ibuku bila tidak mau menyerahkan diriku padamu. Kau mengancam akan memenjarakan ayahku, mengirim aku, ibuku dan adik-adikku ke emperan toko menjadi gelandangan bila kau tak mendapatkanku, hanya karena ayahku berhutang padamu.

Aku tak pernah tahu berapa besar hutang ayahku padamu, hingga aku membaca koran tahun lalu yang tak sengaja kutemukan dan kubaca pada pembungkus bunga yang dibeli pengurus rumah tangga yang kau berikan untukku. Ya.. sudah dua tahun lebih aku menjadi simpananmu, sudah dua tahun lebih aku menjadi budak seksmu. Sudah dua tahun lebih pula kau menyetubuhiku tanpa cinta, karena kau tak pernah memikirkan hatiku, kau tak pernah memikirkan perasaanku yang kau gauli tanpa peringatan.

Kau akan datang setiap kau suka, kau mungkin mengunjungiku sebelum pulang ke rumah istrimu, ke rumah keluarga aslimu. Karena aku hanyalah simpananmu, hanyalah gundikmu, pemuas seksmu.

Seringkali aku berteriak pada diriku, mengapa kau memilih aku. Kau bahkan tega memperkosaku saat malam pertama aku kau sekap dalam rumah ini. Rumah besar yang dingin dan sepi. Hanya ada aku dan dua orang pembantu rumah tangga serta dua orang sekuriti yang selalu menjaga dan mengawasi keberadaanku.

Ya.. kau tak mengizinkanku keluar dari rumah ini sekalipun sejak kau membawaku kesini. Kau meninggalkanku hampir mati kebosanan tanpa hiburan, tanpa melihat dunia luar, tanpa siaran berita terbaru. Kau merecokiku dengan film-film yang tidak berhubungan dengan kenyataan yang sedang terjadi di luar sana. Namun aku heran, meskipun nafsu birahimu bagai kuda padaku, tak sekalipun kau pernah memberikan aku film biru yang kurasa pasti sering kau tonton karena begitu maniaknya dirimu.

Masih dapat kuingat sakitnya vaginaku saat kau memaksa memasukkan penismu yang besar dan panjang itu ke dalam diriku. Mengoyak keperawananku tanpa ampun. Kau hanya menatap mataku dingin, mengawasiku yang sedang merintih kesakitan karena hujaman kasarmu. Kau bahkan tak bergeming meskipun melihat darah perawan membaluri penismu, ekspresimu tak berubah sama sekali.

Kau tak pernah menciumku, hingga sekarang pun tak pernah. Kau juga tak pernah merayuku, menggodaku, kau hanya memuaskan dirimu. Tiap kali kau datang, kau akan membuka lepas celana panjangmu dan menyibakkan celana dalammu, mengeluarkan penismu yang sudah menegang kaku dan keras. Entah kapan kau membiarkan penismu menegang, mungkin kau telah menegang bahkan jauh sebelum mencapai pintu rumah yang kau gunakan untuk mengurungku ini.

Kau lalu mengoyak pakaianku, kau tak perduli bila pakaian-pakaian yang kau berikan untukku hancur ditanganmu. Ya.. kau senang melihatnya, kau senang memperkosaku. Kau senang melihat tubuhku tak berdaya kau masuki dengan kejam! Penismu yang besar menyakitiku, terlebih kau tak pernah membuatku basah disana.

Selama dua tahun kau menyetubuhiku dengan kasar, tak pernah sekalipun kau biarkan aku menikmati pelepasanku. Kau sengaja.. bila kau merasa aku akan mencapai orgasme sedikit lagi.. kau akan mencabut penismu dan menyiksaku. Kau akan menyodorkan penismu ke dalam mulutku dan menyemburkan spermamu pada wajahku. Kau akan menatapku dengan wajah dingin itu lagi, wajah dingin yang selalu kulihat selama dua tahun sudah, dan aku muak!!

Kau sangat suka memasukiku dimanapun aku berada ketika kau datang. Meskipun para pelayan dan sekuriti masih berada di dekat kita, kau akan memaksa dan mengoyak pakaianku hingga telanjang di ruang tamu, memasukiku tanpa melepas pakaianmu satupun, lalu meninggalkanku telanjang dengan sperma mengalir dari vaginaku. Menderita karena tak pernah mendapatkan pelepasanku.

Usiaku baru delapan belas tahun saat kau mengambil keperawananku! Masih jelas kuingat kau melemparkan tubuhku ke atas ranjang, mengoyak pakaianku dengan mata mu yang bersinar sinis. Seolah kau membenciku dengan sangat. Kau gusar malam itu, kau menumpahkan seluruh bencimu padaku. Aku tak mengerti mengapa kau melakukan hal itu, kau sungguh bagai iblis yang mengerikan.

Waktu itu kau tak menggubris teriakan memelasku, rintihan kesakitanku, kau mengikat kedua tanganku dengan kain panjang, menyumpal mulutku dengan kain lain hingga aku hanya bisa merengek mengeluarkan teriakan tak jelas, kau menjambak rambutku saat kakiku menendang tubuhmu, kau meringis kesakitan, kau menghukumku dengan sadis.

Kau dengan kejam memasukkan jari tanganmu pada vaginaku, menusuk hingga kurasakan nyeri, perih dan kesakitan sekaligus. Kau meludahi vaginaku yang kering, kedua tanganmu mencengkeram kakiku dan aku tak bisa bergerak, aku tak bisa menendang tubuhmu lagi. Lalu kau hujamkan penismu menusukku!

Sakit!! Dengan kejam kau menghujam lagi, dengan keras dan kencang. Kau mencoba mengoyak keperawananku, tak ada kelembutan disana. Kau bertekad untuk menyakitiku, dapat kulihat dari wajah dan sinar matamu yang begitu penuh dengan kebencian.

Air mataku turun dengan deras, tangisku tak bisa mengurangi rasa sakit yang kau berikan pada tubuhku. Kau berhasil mengoyakku, lalu kau bergerak dengan keras, mencengkeram kakiku lebih keras. Bisa kudengar nafasmu yang tersenggal-senggal. Penismu yang besar menggesek bibir vaginaku seperti pisau tumpul yang karatan, perih, menyengat dan melumpuhkan tubuh bagian bawahku. Tenagaku terkuras karena menangis dan melawanmu. Aku gagal, tubuhmu dua kali lipat besar tubuhku. Kau bisa meremukkan tubuhku bila kau mau. Kenyataannya penismu telah meremukkanku.

Sepuluh menit lebih kau menghukumku dengan hujaman kasarmu. Kau bolak-balik tubuhku tanpa belas kasihan sedikitpun. Kau tekuk pahaku hingga ke pundakku, kau terpa dan tindih tubuhku dengan berat tubuhmu yang membuatku sesak, tak bisa bernafas. Kau senang melihat wajahku yang membiru karena kekurangan udara. Ketika aku lemas dan hampir pingsan, kau akan mengangkat tubuhmu, masih dengan penis menghujam. Kesakitan pada vaginaku langsung menyadarkanku dari kematian.

Lalu cairan panas mengalir dalam tubuhku, semburan berkali-kali dari penismu, menyemprotkan sperma panasmu ke dalam rahimku. Aku berdoa semoga aku tak hamil anakmu. Aku tak akan sanggup untuk membencinya dan aku tak sanggup memikirkan kau akan mengenyahkan anak itu. Kau laki-laki kejam dan iblis, aku yakin kau aslinya adalah manusia sadis dan tak mungkin bayi tak berdosa itu akan kau biarkan hidup!! Karena memang, kau adalah manusia terkutuk!!

Tubuhku lunglai setelah kau mencabut penismu dari dalam vaginaku. Cairanmu meluber keluar, rasanya berabad-abad barulah tetesan sperma terakhirmu mengalir dari vaginaku. Kau menatap tubuhku dingin, ekspresimu tak terbaca, puas.. benci.. sedih.. dan ketakutan, mungkin itu yang bisa aku baca dari wajahmu. Tapi tak ada sedikit pun penyesalan karena telah memperkosaku sedemikian rupa.

Selama seminggu kemudian kau tak mendatangiku dirumah ini lagi, kau membiarkanku menyembuhkan diri dari akibat pemerkosaanmu. Tiga hari aku tak dapat bangkit dari ranjang. Tiga hari aku harus dibantu hanya untuk berdiri dan melangkah ke kamar mandi, berteriak kesakitan tiap kali aku buang air kecil. Kau.. dengan penis besarmu melukai vaginaku dengan parah. Kau menyetubuhi wanita dengan kasar, ini pengalaman pertamaku dan kau sungguh biadab!!

Tak pernah aku bermimpi akan memiliki kisah hidup berakhir menyedihkan seperti ini. Orang tuaku entah bagaimana kabarnya kau tak pernah membicarakannya denganku. Kau tak pernah berbicara padaku. Kau datang kerumah ini hanya untuk memperkosaku, seolah kau mendapatkan kepuasan sendiri melihat tubuhku tak bergerak karena kesedihan teramat sangat oleh perbuatanmu.

Seminggu setelah perbuatan bejatmu, kau datang setiap hari untuk menggauliku. Kau masih senang mengikat pergelangan tanganku namun kau tak menyumpal mulutku lagi, karena kau tahu tak ada gunanya, karena aku tak pernah berteriak lagi sejak saat itu. Aku diam membeku bagai gelondongan kayu saat kau setubuhi. Kubiarkan kau lakukan apapun yang kau mau, bagaimana pun caramu, aku tak perduli. Kuteguhkan tekadku tak akan membiarkanmu mempermainkanku, setidaknya harga diriku masih bisa kupertahankan meskipun hanya secuil yang telah kau pandang rendah dan hina.

Setelah enam bulan berada dirumahmu, kau mulai jarang menemuiku. Hanya sebulan sekali hingga kini, dan aku bersyukur karenanya. Kau juga memberiku pil pencegah kehamilan, kau memastikan pembantu rumah tangga melihat dan mengawasiku meminum obat itu dan aku tak bisa membantah. Ancamanmu lebih berat daripada kematian, yang disampaikan oleh anak buahmu padaku, karena kau menolak berbicara padaku.

Malam itu masih kuingat, satu-satunya malam yang mungkin bisa kurasakan kelembutanmu. Malam dimana kau mengendap-endap masuk pada pukul tiga dini hari. Tak biasanya kau datang pagi-pagi buta seperti itu. Aku telah terlelap dalam tidurku, aku setengah sadar saat kau menarik turun celana dalamku. Untuk pertama kalinya kau merayu tubuhku, membiarkanku terbuai dalam panasnya gairah yang kau berikan.

Aku dalam setengah sadarku melihatmu dengan wajah dingin yang sama, namun lebih hangat dari biasanya. Kamar ini gelap, hanya penerangan dari petir yang menghiasi subuh dengan hujan deras yang membayangi wajahmu sesekali. Kau melepaskan seluruh pakaianmu, membiarkan aku yang masih melayang dalam tidur menyentuh tubuhmu, meraba dada dan perutmu yang bidang dan kokoh. Lengan dan bahumu yang kuat dan wajahmu yang menegang saat tanganku menyentuh pipimu, bibirmu.. Lalu kau ciumi bibirku.. ciuman pertamaku, ciuman pertamaku denganmu.

Kau menciumiku dengan rakus awalnya, lalu semakin pelan, semakin mesra. Kau menghisap bibir bawahku, mengulum bibir atasku, memagut seluruh bibirku dan kurasa bengkak dan panas. Lalu kau memasukkan penismu ke dalamku, bergerak perlahan di atasku, kau tetap menatap mataku yang sendu. Kau menyukainya kau bilang, kau menikmati saat melihat wajahku yang tersiksa menahan nikmat yang kau berikan. Kali ini kau membiarkanku orgasme, kau memberikanku lebih dari sekali sebelum menghujam penismu dengan keras dan cepat, mencari pelepasanmu sendiri.

Kau mendekap kepalaku ke dadamu saat spermamu menyembur dalam rahimku. Panas.. hangat.. melelehkanku. Kau mencium bibirku bertubi-tubi. Lalu kau memperbaiki pakaianku, mengenakan pakaianmu dan menghilang di balik pintu kamar yang menutup. Kau pergi dari rumah ini dengan mobilmu yang menggerung dibawah halilintar dan hujan yang lebat.

Keesokan harinya tubuhku pegal namun aku bingung.. Mimpikah aku semalam? Atau kenyataan? Aku tak dapat melihat bekas-bekas dirimu dalam kamarku. Namun ketika membersihkan tubuhku dibawah shower air mancur, bisa kurasakan cairan menetes turun dari vaginaku. Sperma.. Spermamu kah ini..? Aku hanya berharap itu spermamu.. Tak bisa kubayangkan disetubuhi oleh laki-laki lain, karena secara tak sadar aku telah menetapkan diriku menjadi milikmu. 



Kimono seksi, nyaman untuk tidur dan dipakai sehari-hari di dalam rumah tentunya. Bisa untuk hadiah/kado bagi pasangan yang ultah atau memberikan kejutan spesial di hari spesial? Bisa juga untuk anda para wanita yang ingin memanjakan pasangan dan menambah harmonis pasutri meski telah menikah selama bertahun-tahun...

Jadi tunggu apalagi? Per pcs hanya Rp. 120.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Hubungi :

*PIN BB : 32FDE75E
*sms : 081-246-671-304
*email : drama.story@yahoo.com atau bisnisonlinekita@yahoo.com

Cara Pemesanan :

* bisa melalui email, sms atau BBM dengan menyertakan kode barang yang ingin dipesan untuk menanyakan stock availability

* transfer sejumlah uang yang sudah disepakati (no rekening akan diberikan setelahnya -BCA atau Permata Bank)

* konfirmasi ke nomer di atas beserta Nama, Alamat dan Nomer telephone yang bisa dihubungi.

* Pesanan dikirim dan tinggal menunggu +- 2-4 hari via TIKI. 

13 comments:

  1. panas bok kipas kipas manaaaa.... si om tega bener deh ah

    ReplyDelete
  2. mba,ini versi cewe ato emang cerita baru?ky pernah bc yg ky gini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyknya aslinya emang versi cewek kok say, tp ivan memang ada jg versi Ivan sendiri. ;)

      Delete
  3. Mbak,finnegan shadow jgn dikunci dong sekali" #ditonjokmbakchin
    -lisa-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.... hanya dengan 10rb rupiah... maka finnegan shadows terbuka selama sebulan... lol

      Delete
  4. mbk shin lanjutin dong (dngan mata memelas);)

    ReplyDelete
  5. mba shiinn. . .lanjutin doonkk. . . .
    #pinisirin

    ReplyDelete
  6. Mba Shin, gimana caranya jadi member???? Harus bayar kah???

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.