"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, June 13, 2013

Solitary


Cerita ini aku buat di saat-saat hidupku memerlukan sebuah tempat untuk menangkan pikiran, di kala sesak di dada masih jelas terasa. Mungkin coretan tulisan ini tak jelas makna dan tujuannya, namun aku ingin berbagi tulisan ini kepada kalian para readers myowndramastory... (daripada cerita ini diem di document laptop aja.. hee...  (psst..pst.. sekalian ngiklan, kali aja ada yang lirik.. peace..)


Tetes air hujan mengalir turun di jendela, membentuk sebuah shilouete bayangan embun samar penghalang duniaku dengan dunia diluar sana. Pohon bergerak terhempas angin, hujan, bergemerisik dalam kesunyian. Kabut abu-abu menjalar di tanah, naik ke udara, semakin tebal menapaki batas pengelihatanku pada halaman hijau yang kini tergenang air.

Kecipuk bunyi tetesan air dari atap genteng tebal pada kolam-kolam bunga teratai yang berjajar rapi dengan airnya yang meluber turun kini mengalir membentuk sebuah pola aliran air menuju jurang dibawahnya, jurang kasat mata yang berbatas sebuah tembok setinggi satu meter, terbuat dari batu bata tebal kuno, dihiasi oleh lumut yang telah menaungi bebatuan itu selama lebih dari sepuluh tahun belakangan, sejak rumah ini didirikan di puncak pegunungan Andes oleh sepasang kekasih yang kini telah tiada.

Aku menghela nafasku, dua minggu sudah pondok nyaman dan lembab ini menjadi tempatku berteduh dan mengasingkan diri, begitu aku menyebutnya. Pondok ini kubeli dengan bonus tahunanku yang telah kukumpulkan selama bertahun-tahun dengan harapaan uang itu akan bisa menutupi biaya pernikahanku yang setinggi langit. Aku tak pernah mengeluh dengan gaya hidup calon keluarga baruku, dengan permintaan mereka mengenai kemewahan yang terdefinisikan berbeda denganku.

Kemewahan bagiku adalah kesempatan dimana aku bisa hidup dengan tenang, bebas dari beban dan pikiran akan pekerjaan, tanggung jawab dan hidup... Seperti saat ini. Dua minggu tanpa radio, televisi, telephone seluler, rokok... bahkan kebutuhan utamaku telah aku singkirkan. Aku hanya menghibur diriku dengan sebuah laptop tanpa jaringan internet, yang menemani detik demi detikku melewati hari yang sunyi, sepi.. dan damai.

Aku tak perlu memikirkan keluargaku yang merutuk keluarga bekas calon mempelaiku. Aku juga tidak perlu mendengar kolegaku dengan segala perhatian palsu mereka memberikan simpati karena pernikahanku yang gagal. Atau pada teman-teman, sahabat-sahabat yang kini kuragukan.. bila memang benar mereka adalah sahabatku atau temanku.. seperti yang selalu mereka dengungkan di telingaku.

Aku... terlalu dibuai oleh kebanggaanku sendiri akan keberhasilanku. Aku menutup mata dengan apa yang kuanggap... penipuan, pengkhianatan yang secara tak langsung dibeberkan oleh seseorang yang selama ini kuanggap sebagai pengganggu, pengkhianat, penghasut... karena dia menginginkanku mempercayai apa yang dia katakan... dan aku tidak mempercayainya yang sayangnya.. kusesali saat ini.

Aku tak pernah mendengarnya, dia.. yang selalu hadir di saat hari-hariku terjal, di saat hari-hari kelamku, yang selalu mendorongku untuk selalu pantang menyerah, yang menyemangatiku saat keberhasilan gagal kuraih, yang membuatku yakin.. bahwa masih ada kesempatan lain untukku. Dan akupun.. mengkhianatinya setelah mendapatkan apa yang kuimpikan. Karir sukses, wanita cantik nan seksi dan kehormatan, yang kini kurasakan begitu semu.

Diriku... dengan duduk di teras pondok yang menghadap pada pemandangan hutan pinus di kejauhan, dengan sungai Laverben yang mengalir deras, bunyi-bunyi sayap burung beterbangan, suara-suara hewan sahut menyahut di kejauhan, pemandangan maha luar biasa dan aku merasa begitu...kecil.. tak berdaya, aku... bukan siapa-siapa.

Ini..semua.. tak bisa dibandingkan dengan ratusan pegawai yang setiap pagi selalu membungkuk memberi hormat padaku, tidak juga pada ribuan buruh pabrik yang berdiri tegap dalam barisan rapi siap menyambut kedatanganku atau pada kumpulan nama-nama perusahaan yang... didaftarkan atas namaku. Tak ada artinya bila kini semua terasa hampa, karena sejak saat itu, semua yang kulakukan tak pernah terasa seindah dulu. Sejak kepergiannya...

Aku tahu.. dia pasti sangat kecewa padaku. Aku tahu dia pasti sangat membenciku saat ini. Begitu banyak kata-kata hinaan yang aku lemparkan padanya. Meragukan kesetiaannya, meragukan pengabdiannya. Aku... dengan mata yang telah tertutup kabut gelap bernama arogansi, keangkuhan, kesombongan, kemunafikan... tidak sanggup melihat mana yang benar-benar berdiri dibelakangku.. dan menyokongku dengan tulus ikhlas...

“Hahhh....” aku mendesah panjang. Desahan kesekian puluh kalinya, mengulang kembali, menghitung setiap kata dan peristiwa yang membuatku berada di titik terakhir kehidupanku kini. Titik dimana kehidupan itu sendiri membawaku menyepi dalam pondok sunyi ini.

Seorang wanita paruh baya berhenti di depan pagar pondokku, melambaikan tangannya, hujan masih menitik, bergerimis. Dengan jas hujan yang masih menempel di badannya, wanita itu membuka pintu pagar pondokku dan menyapaku sebelum meletakkan bungkusan bahan-bahan makanan di atas meja teras.

“Bagaimana kabar anda, Mister?” tanya Leoni, nama wanita itu. Aku mengenalnya sejak pertama kali memutuskan membeli pondok ini, dia adalah pengurus rumah ini sejak pemilik sebelumnya masih memilikinya. Dia akan datang kesini setiap seminggu sekali untuk membersihkan seluruh ruangan dan halaman pondok, menjaganya agar tetap asri dan terawat.

“Aku baik. Bagaimana denganmu? Aku dengar kau baru saja dikarunia seorang cucu laki-laki, aku turut berbahagia untukmu,” kataku tulus. Leoni bersemu merah, dia nampak bahagia dengan berita itu. Bisa kurasakan wanita ini semakin menaruh respek padaku. Begitu mudah untuk mendapat kepercayaan seseorang saat kau baru mengenalnya. Yah, bila dilakukan dengan tulus, tentu semua akan berbuah kebaikan untukmu.

“Terima kasih, iya.. Thomas adalah kebanggaan keluarga kami. Dia lahir di saat kami merayakan seribu hari kepergian kakeknya, kami sangat bersuka cita.” Aku dapat melihat mata Leoni berkaca-kaca, andai seluruh ibu dan nenek di dunia seperti dirinya, tentu tak akan ada anak yang merasa dibuang oleh orang tuanya.

“Baiklah... aku rasa aku akan masuk ke dalam. Kau bisa memulai aktivitasmu seperti biasa.” Aku tersenyum simpul dan membawa cangkir kopiku masuk ke dalam pondok. Aku akan duduk di dekat jendela, memandangi cakrawala dari ketinggian seperti ini rasanya aku tidak ingin pulang. Aku masih ingin berlama-lama berada di dalam surga di ujung dunia ini.

Namun segala kedamaian ini akan segera berlalu. Diriku harus kembali ke kota, mengambil lagi tanggung jawabku, memperbaiki lagi sisa-sisa reruntuhan hatiku yang terkhianati, memungut serpihan-serpihan kepercayaan yang telah kupecahkan dari gelas kristal yang dititipkannya padaku. Gelas kepercayaan yang kini tak berbentuk dan entah akan bisa seperti semula lagi.

Mataku memandang sekali lagi pada pondok lembab yang telah menjadi bagian penting dalam hidupku. Aku akan selalu datang kesini di saat hati dan pikiranku memerlukan ketenangan dan kedamaian. Aku akan selalu menjenguknya bila memerlukan inspirasi untuk hidupku... karena inspirasi yang biasanya kudapatkan darinya.. tak mungkin bisa kudapatkan lagi, karena dia telah pergi.. meninggalkanku.

Asap dingin mengepul dari mulutku, akan menjadi hari yang sangat panjang dengan melewati hutan pinus yang gelap untuk bisa mencapai kota terdekat. Dari sana aku masih harus menempuh tiga jam perjalanan dengan bus kota menuju bandara kecil yang hanya melayani dua kali penerbangan dalam sehari. Bila terlambat semenit saja maka aku harus bermalam lagi di kota ini. Perjalanan yang panjang namun sangat pendek saat kepalaku masih memikirkan ketenangan yang kutinggalkan di pondok lembab itu, ketenangan yang tak mungkin bisa kudapatkan di kota... kecuali... ya.. kecuali aku melakukan hal itu.

~~~

Gemuruh suara pesawat terbang yang baru saja mendarat diselingi suara sirine pemadam kebakaran terdengar dari jalan raya terdekat. Tanpa memberi banyak perhatian pada megahnya bangunan bandara yang baru saya diperbaharui dengan ditambahnya landasan penerbangan serta tempat penampungan pendaratan internasional, aku melangkah pelan dengan tas laptop di tanganku. Bis yang mengantar kami turun dari pesawat baru saja tiba di area pengambilan bagasi, setelah menunggu kurang dari sepuluh menit akhirnya aku berhasil keluar dari bandara itu dan memesan sebuah taksi yang kemudian membawaku ke rumah orang tuaku, rumah yang telah kutinggali selama dua puluh tujuh tahun hidupku dan dengan patuh menjadi anak penurut bagi kedua orang tuaku.


Kulayangkan pandangan pada jalan raya dengan pohon-pohon oak yang mulai berguguran, musim gugur telah tiba dan sebentar lagi kami akan mendapat salju pertama di musim dingin. Musim dingin... berbaik hatilah padaku... 



Jual Tas Kelom Bahan Sintetis, motif  Macan, motif kulit ular dan motif kulit buaya. Ukuran sedang. Hanya Rp. 285.000/pcs
Untuk info dan foto-foto motif lainnya, silahkan hubungi : drama.story@yahoo.com / bisnisonlinekita@yahoo.com
atau bisa juga add pin bb : 32fde75e / nomber 081246-671-304


motif kulit buaya warna PINK 

33 comments:

  1. Mba ni kok ceritanya ngegantung...
    Mau jadi cermin atau cerbung??
    Ayo dilanjutkan mba hehehehe...

    Penyesalan mang selalu datang belakangan...
    Ketika kita kehilangan orang yg sangat perduli barulah kita sadar arti dirinya untuk kita....

    °·♡·♥τнänkчöü♥·♡·° mba shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi inget masa-masa dulu sist.. ketika myowndramastory baru di view 300 views sehari, yang komen dan menuh-menuhin post cuman kita berdua... hahaha... sambil chatting di G+, trus ngasi tau "sist, dah aku bales komenmu" trus km jawab "ok, mbak, skrg aku bales' hahahaha.... wah... ternyata dengan semua kegemerlapan yang telah dicapai myowndramastory... ini semua hanya bersifat sementara... aku masih bersyukur masih ada dirimu yang mau komen walau dalam hati mikir... kok segini amat sih aku bikin komen seperti ini, seolah aku kyk ngemiss... komen...

      sungguh memalukan kalau aku pikir-pikir lagi... maka mulai sekarang... (dengan kelabilanku malam/pagi ini) maka aku nyatakan... aku akan kembali menjadi seorang anonim...











      yeee... kena deh... boong kok boong... gimana bisa anonim? lah aku jualan.. kl anonim ntr ndak ada yang percaya lagi ama jualanku. ckckkc.... :harap maklum, author lg labil dan stres, jd komennya ikut2an stres juga:

      Delete
  2. Authornya lgi ketularan anak abege yah Ħùùªªª•=D•Ħªª•=D•Ħªª.. :D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈

    Ya mba dl sering ya kita bales2n komen tpi skrg dh jarang bgt...

    Btw ini cerita di posting kpn??
    Aku dr pagi bolak balik buka blog nda tau...
    Tengah malam tepatnya pagi buta aku baru tau °ωkωkωkωkωk°

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah ya maklum dulu aku kan udah kayak mesin, ngetik 24 jam sehari selama seminggu selama sebulanan..berbulan-bulan...

      baru kok aku posting malem, iseng drpd gak ada postingan, ceritanya si Ivan juga kayaknya gak ada yg minat meskipun yang baca udah 600views. wkwkkwkw... jd aku ndak tahu mau aku posting lg lanjutannya atau enggak, padahal awalnya ada rencana lanjutan POV nya Ivan, tapi entahlah.. udah ilang minatnya... malah kl diturutin ke-ababilanku... mau aku delete jg ni blog.. tp sayang.... nanti aku jualan dimana... wkkwkwkwkkw/... ngocol.. btw dah jam segini eike belum tidor.. besok bangun jam piro???

      Delete
  3. Aq komeng..aq komeng..aq kn slalu buka mba cin,walapun jrg komeng...heheee
    Mank jrg komeng sih skrg :D
    D kisah mw d lanjut G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ mba, kangen am crita2nya mba cin,jung nam aj blm beres :(
    cemamat dunk mba nulisnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. cemamat cemumut... doain aja rin... minta doamu biar masalah2ku dikurangi bebannya... biar kepalaku enteng... biar tidurku nyenyak... biar sesak hatiku terangkat... biar masa depanku lebih cerah dan wawasanku terbuka, hatiku lebih kuat... amin... (banyak banget permohonanku) wkkwkw...

      Delete
  4. ini gada lanjutannya?
    kasian dia dikhianati tp malah ga percaya sama "seseorang" yg udah ngasih tau dia
    penyesalan emg selalu datang belakangan ya
    ah jgn dihapus mba shin blognya
    kenny blm tamat trs si david juga blm tamat kan
    aku selalu nungguin loh ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa.... iya nih, belum bisa lanjutin kenny atau david, jungnam atau mr webb. nama panjangnya mr webb siapa sih aku lupa er...

      Delete
  5. Mba shiiiinnnn baru liat balesan'a....

    lanjuta aja mba cerita'a, nti byk yg baca...
    Mungkin lgi pd sibuk mba :)

    Ceritaku klo di post cm 8 org yg baca lebih sedih lagi ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ

    Tetep semangat ya mba... Kepalaku pusing smlm tidur nda beres... #curcol nda jelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah.. aku banyak cerita nanggung2 gini... ada lagi 1 yang super nanggung.. wkkwkwkw...

      wah, ceritamu kan banyak yg baca sist, kmrn aja yg jutek sampe 1000 lho... ciyuss...

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. hahahaha may... aku padamu jg may :D

      Delete
  10. laahhh ternyata bs masuk komenku..... malah jd dobel2 deh.... ahahahaha.
    maaf mbak, komenku yg lain akan segera kuhapus demi kenyamanan bersama... :DDD

    tp plis mbak... jangan dihapus ya mbak Shin blog nyaa.... maaf gak pernah komen... bukannya gak berminat sama ceritanya, aku baca terus koq... tp G+ ku eror mulu... jd males log in... alhasil jd gak pernah komen... huhuhuhu.
    *sungkem mbak Shin*

    pokoknya, semangat menulis ya mbak... semangat jualan... semangat berlibur jg... ahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha gpp say... biar ruameee wkkwkwkw...

      ya ndak lah ngapain dihapus? jerih payah banget bangun komen ini dari nol sampe bisa seperti skrg ini say... hihihi... mudah2an semangat semuanya sist... dirimu jg ya... ^^>

      Delete
  11. Mba jgn diapus blognya yak,,aku setiap hari sering ngintip blog mba shin walo jarang banget komen.cos bingung apa yg mau dikomentarin,secara ceritany uda bgs bgt n kadang yg mau dikomen uda dikomen org jdny idem dey.
    Trima kasih ya mba shin uda mau bikin n berbagi cerita2 yg oks pny...
    Smg problemny mba bs cpt beres tuntas n bs cpt dpt semangat jg inspirasi buat lanjutin crita2ny...amin

    Luv
    -juwi-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... ya iseng aja say ngetik apa, sekedar nyapa authornya yg galau kek.. biar gak galau mulu aja... lol...

      makasi banyak ya masih mau mampir kesini meskipun gak ada cerita2 yg bisa aku posting, tp masih ada teman2 yang bersedia menulis cermin dan mengizinkan saya memosting cerita mereka disini sehingga blog ini gak mati suri... :D

      Delete
  12. mbak shin, ceritanya aku sukaa :)

    loh jangan di hapus mbak blognya,
    walaupun jarang komen, aku sering brkunjung kemari loh,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha komen donk say.. gak bayar kok kl cuman komen. hihihi.. makasi ya :D :hug:

      Delete
  13. Susah amat komeng d reply
    Iya aq doaiiinn smoga mba sehat slalu, smua msalah bisa teratasi n terselesain, yg terbaik buat mba cin
    Amiiiinnn

    ReplyDelete
  14. semangat mba....jgn di hapus blok nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi sist :D -sdb kah? sama dengan bawah- hahahah

      Delete
  15. lam kenal mba shin...jgn di hapus blog nya mba shin....semoga semua masalah yg sedang dihadapi mba shin cpt terselesaikan ya....amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam knal jg sist.. dengan sist siapa ni kl boleh tahu? :)

      amin... makasi banyak ya sist atas doamu :) amin.. amin..amin...

      Delete
  16. Slam kenal ya mbak, aku penggemar cerita2 mbak. Kenapa ga diterbitin jd novel mbak? Atau kirm ke majalah? Lumayan bs jadi duit juga mbak


    Semangat yaA

    ReplyDelete
  17. Huaaaaa,,Mba Ciiiiinnnnnn,,,Mba Ciiiiiiiinnnnnnnn... Jgn di delete nnti Vie klo mw ngrm cermin kmn??? *modus*
    Oke,,abaikan pernyataan di atas

    Mbaaaaaa...jgn prnh nyerah,,ayooooo cemumut,,cemumut,,,maap Vie g bs bntu apa2,,Vie cm bs brdoa smg smw mslh Mba bs trselesaikan,,smg skt hati Mba bs sgera trgntikan dgn kebahagiaan yg brlimpah,,smg smw dgangan Mba bs lakuuu...Amiiiiiiinnnnn....

    Gpp g d yg komen stdkny msh d yg mw bc krya2 Mba,,okeehhh Mbaaa???? *kedip2*
    Semangaaaaaaaaatttttttttttttttt!!!!!

    ReplyDelete
  18. Mba Shin, mohon jangan delete blogmu.....
    Aku suka baca hasil karyamu...
    Jangan kau tega menghapusna Mba Shin.....
    Aku bakal kecewa berat klo Mba Shin menghapus blogna :(
    Walau jaringanku sering lemot, tapi begitu lancar, aku langsung buka koq blogna Mba Shin :).
    Tapi gak bisa kasi komen krn kelemotanna itu lho....
    Sekarang ja jaringanna lg lempeng :D

    Tetap semangat Mba Shin (^0^)/......

    ReplyDelete
  19. Hoaaa bru smpat mampir mbake... Hehehe
    tetap smgat ya mbak., aku suka karya2 mbak loh..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.