"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, July 30, 2013

CERMIN 30 - LOVE THE TUTOR SERIES - 5 TAHUN PENANTIAN - CHAPTER 2

Story by +Shin Jeon 

Chapter 2

Rapat wali murid akhirnya selesai juga, setelah mengucapkan salam pada Bu Maria, aku mencari Diana ke dalam kelasnya. Hari ini tidak ada les untuknya, mungkin kami akan berbelanja ke swalayan untuk membeli keperluan-keperluan rumah tangga. Meskipun itu bisa dilakukan oleh Bik Imah, tapi rasanya aku perlu mengalihkan pikiranku dari patah hati ini dengan berbelanja dan masak. Ya, aku akan masak nanti malam. Mungkin membuat bakso kesukaan Diana, atau perkedel kentang yang sudah lama tak kubuatkan.

Meski Diana bukanlah pemilih dalam hal makanan, tapi rasanya tetap salah bila aku membiarkan dia makan masakan buatan Bik Imah saja, aku terlalu larut dengan pekerjaan dan pikiranku sendiri.

Sunday, July 28, 2013

CERMIN 30 - LOVE THE TUTOR SERIES - CERBUNG PENDEK - 5 Tahun Penantian oleh Shin Jeon


Story by +Shin Jeon 

Chapter 1 

“Mam... buruan dong ahh.... Aku kan sudah harus berangkat sekolah lima menit yang lalu... Gara-gara Mami harus make-up bikin aku terlambat, aku tidak akan mau nyampein salam Mami ke Pak Archibald!” teriak anak semata wayangku Diana dari pintu rumah.

Hari ini aku bersikeras mengantarkan Diana sekolah yang biasanya dilakukan Pak Karso karena aku harus menghadiri pertemuan wali murid dengan wali kelas. Dengan perhatian ekstra untuk wajahku di dalam cermin, maka kusapukan pemerah pipi untuk menambah kesan cerah pada kulit putihku. Kutepuk-tepuk pelan sebelum mengagumi betapa wajahku masih terlihat muda, bagai wanita di usianya yang ke dua puluh satu tahun, meskipun kini aku telah berusia kepala tiga. Sttt... tak usah katakan siapa-siapa, ok?

Saturday, July 27, 2013

CERMIN 29 - LOVE THE TUTOR SERIES - KESEMPATAN oleh Novita Sembiring




KESEMPATAN
            Aku memasuki kawasan kampus baruku dengan rasa percaya diri. Dengan ransel yang menggantung di punggungku, kacamata “kutu buku modern” yang membingkai mataku, rambut kuncir kuda, kemeja kotak-kotak favoritku, jeans pudar kebanggaanku serta sepatu kets kesayanganku menemani langkah-langkahku. Yah...