"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, July 6, 2013

YOUROWNDRAMASTORY - PRINCESS DIAMOND - PROLOG by CHERISH


June 2010


Chrystall Lynn yang terkesiap dari mimpinya dengan tenggorokan kering, menggeliat bangun dan mencari segelas air putih yang selalu ada di samping ranjang. Saat menemukan gelas tersebut kosong, dia menoleh ke sekeliling kamarnya. Barulah dia tersadar bila kini sedang berada di kediaman keluarga Maximillian. Jam digital yang terletak di atas meja antik di samping ranjang menunjukkan pukul satu dini hari, Chrystall merasa dia telah tertidur cukup lama dan menggelengkan kepalanya. 


Pada liburan semester kali ini, Chrystall mendapat giliran untuk menginap di rumah sahabatnya, Tiffany Alexandra Maximillian. Tiffany yang berada di kamar sebelah pastinya telah terlelap, pikir Chrystall dalam hati. Dia pun berjalan perlahan keluar dari kamar. Matanya terpaksa meraba-raba dalam gelap untuk dapat melihat pemandangan di hadapannya. Rumah besar ini di saat tengah malam terlihat begitu sunyi, cahaya lampu rumah bersinar temaram melalui gorden jendela yang hanya terbuka sebagian.

Chrystall melangkah menyusuri koridor mencari jalan ke arah dapur untuk mengisi kembali gelasnya, dia teringat akan iPad-nya yang tertinggal di ruang tamu ketika dirinya dan Tiffany menonton drama Vampire Diaries kesukaan mereka di televisi. Dia kemudian menuju ruang tamu untuk mengambil iPadnya setelah menenggak segelas air putih.

Ruang tamu itu megah, besar, mewah, elegant… Seluruh strukturnya mewakili setiap aspek luxury yang bisa diwujudkan oleh uang dan harta kekayaan keluarga Maximillian. Dengan sebuah lenguhan rendah yang keluar dari bibirnya yang seksi, Chrystall merebahkan tubuhnya yang langsing ke atas sofa ruang tamu yang empuk. Tangannya dengan lihai mengetik keypad pada layar gadget miliknya untuk memperbaharui status media sosialnya di Twitter.

@Chrystallyn “Terbangun dari Mimpi."

Chrystall terkenal dengan julukan “Miss Update” di antara teman-temannya, dia adalah wanita dengan segala kebutuhan untuk mendapatkan info-info terbaru dari dunia maya, dari sosial media yang makin menjamur dengan semakin canggihnya tekhnologi komunikasi dewasa ini. Twitter, Faceboook, G+, BBM, Line dan tak lupa Instagram, Chrystall memiliki semuanya.

Masih asyik dengan iPad di tangan, Chystall hampir tak menyadari pintu terbuka dengan pelan. Suara bisik-bisik beberapa pemuda masuk ke dalam rumah megah itu dan Chrystall terbangun dari dunia maya-nya.

Mata gadis itu terpaut pada sepasang bola mata lain yang tersentak kaget menyadari seorang bidadari cantik dengan gaun tidur putihnya yang tipis hanya sebatas lutut, mematung tak kalah kaget dengan iPad sebagai tamengnya di dada. Pemandangan tubuh Chrystall bagi laki-laki dewasa manapun bagai tantangan untuk ditakhlukan. Gaun tidur berbahan sifon yang dia kenakan dengan jelas menerawangkan tubuh ramping pemakainya, wajah Chrystal memerah dipandangi sedemikian intens oleh si pemilik rumah.

Oliver Alexander Maximillian, baru saja tiba di rumahnya bersama-sama dengan beberapa sahabatnya dari sebuah pesta dan mereka berada dalam pengaruh alkohol yang tentu tak akan mampu memberi garis batas antara kesadaran dan khayalan. Chrystall adalah sasaran empuk bagi laki-laki mabuk dengan hormon menggelegak pengaruh minuman keras yang mereka minum di kala pesta dansa.

Dengan mata terpicing, Maximillian mencoba memastikan sekali lagi pandangannya pada sosok tubuh gadis di depannya. Dengan ketus dia berteriak mengangetkan semua orang yang berada di dalam ruangan tamu rumah itu.

“Hey, Girl!! Apa yang kau lakukan sendirian di dalam sini? Tak tahukah kau hantu-hantu bisa saja berkeliaran dan memangsamu?!!”

Kedua sahabat Maximillian yang sedari tadi asyik bersenda gurau membicarakan wanita-wanita yang mereka temui di dalam pesta tadi seketika terperanjat demi mendengar bentakan keras laki-laki itu. Mereka kemudian mengalihkan tatapan mereka pada tubuh Chrystall dan menyadari betapa menariknya gadis yang sedang berdiri gugup di depan mereka.

Maximillian menyadari arti tatapan kedua sahabatnya, dia tak ingin sesuatu buruk terjadi pada teman adiknya, maka dengan sebuah bentakan keras lagi, Maximillian akhirnya mengusir Chrystall dari tempat itu.

“Tunggu apa lagi?!! Masuk kamarmu dan kunci pintu itu!!”

Dengan tergagap Chrystall menyahut dan berlalu dari sana, setibanya dia di dekat tangga, barulah Chrystall berani menebah dadanya dan menggerutu kesal. Dia membenci laki-laki itu. Tak lama suara pintu yang tertutup dengan keras memecah keheningan di dalam rumah. 

Maximillian yang dipanggil Oliver oleh sahabat dan keluarganya langsung menghembuskan nafas lega dan menghempaskan tubuhnya yang letih ke atas sofa. Kedua sahabatnya ikut menyusul dan menepuk pundaknya.

“Oliver, kau tak perlu menakuti tikus kecil itu. Kau tak lihat bagaimana dia berlari ketakutan karena suaramu?” ujar salah satu sahabatnya yang bernama Tommy dengan sebuah senyum simpul.

Edward, salah seorang sahabatnya yang lain mendengus, “Huh? Tikus kecil? She’s far from that…” matanya menerawang jauh dan bergumam, “Tidakkah kalian perhatikan tadi? Dia bukan berasal dari dunia ini, dia… bidadari… Aku sekilas mengira mataku memiliki kelainan. Dalam gaun tidur tipisnya, aku seperti melihat bidadari turun dari surga yang ditugaskan untuk menggoda kita.

“Siapa gadis itu? Bukan adikmu, khan? Karena aku tahu seperti apa wajah adikmu, dia telah membuntuti kita sejak masih memakai pampers dan gadis tadi bukanlah adikmu, lanjut Edward.

Oliver mengerutkan keningnya namun dijawabnya juga pertanyaan itu, “Dia teman kuliah Tiffany,…” dengan nada suara tak berminat, Oliver bangkit dari duduknya untuk mengambil segelas air dingin dari kulkas dapur.

“Ayolah… Kita tidak perlu membahas gadis bau kencur seperti dia, khan? Kita bicarakan topik lain… Ceritakan mengenai wanita-wanita seksi yang kalian temui di pesta Harry tadi. Aku sungguh sial tidak dapat banyak berkenalan dengan mereka, aku harus menemui seorang klien penting dan waktuku tersita sepenuhnya disana.”

Oliver melepaskan kemeja panjangnya, suasana malam yang dingin tak mampu menghilangkan kepenatan pada tubuhnya. Dalam hati dia bergumam, “Bagaimana mungkin aku membiarkan Tommy dan Edward kemari saat gadis itu menginap disini dan memergoki dia dalam busana seperti itu?!!”

Dengan sedikit keras Oliver melampiaskan kegeramannya pada gelas air minum yang dibantingnya dengan kasar di atas meja.  

Jauh dari perbincangan ketiga laki-laki dewasa yang masih asyik membahas para wanita seksi di dalam pesta, gadis yang tadinya mereka bicarakan kini tengah kesal dan mencari pelampiasan kemarahan yang paling dia kenal, memperbaharui status Twitternya…lagi…

@Chrystallyn "Sial...Bertemu Devil ditengah malam buta -_-"

Chrystal memukul dengan gemas bantal guling dipangkuannya, meratapi nasib yang sial karena bukan Vampire Damon Salvatore yang jahil yang menemukannya, melainkan seorang Devil Maximillian dengan pribadi suram dan gelapnya.

Chrystall kesal dengan sangat pada Devil yang telah membuat dia kehilangan muka di depan dua orang sahabat laki-laki itu. Setengah memaki, remaja belia itu mengumpat sang pemilik rumah sembari memeluk iPad kesayangannya.

“Pergilah ke Neraka kau Oliver Alexander Maximillian!!!”

*****
  

June 2011


           Malam telah larut dan Oliver baru saja tiba di rumahnya. Pekerjaan yang menumpuk di kantor membuatnya tertunda hingga pukul setengah dua dini hari dengan badan dan pikiran letih karena kelelahan. Hanya sebuah hembusan nafas pelan yang mampu keluar dari pernafasannya, dia tidak memiliki tempat untuknya mengeluh. Oliver harus mengerjakan segalanya seorang diri.

Kamarnya yang di lantai dua membuatnya harus menapaki tangga dengan lemas, pembangunan hotel terbaru miliknya memerlukan pengawasan langsung namun dengan imbalan berkurangnya waktu untuk dirinya beristirahat. Oliver harus pulang pergi selama enam jam perjalanan yang dia tempuh menuju lokasi hotel dan kembali ke satu-satunya rumah dimana keluarganya tinggal.

Kancing-kancing kemejanya telah terlepas, Oliver hampir tak memiliki tenaga lagi untuk membersihkan tubuhnya di bawah shower air mancur. Namun saat kakinya melangkah melewati sisi pintu kamar ruang tamu, telinga awasnya menangkap suara teriakan samar seseorang yang sedang berada di balik pintu itu.

Rasa penasarannya yang tinggi membuat Oliver membuka pintu itu untuk mencari tahu apa yang tengah terjadi di dalam kamar tidur ruang tamu rumahnya.

Tangan gadis itu sedang menggapai-gapai di udara, dia seolah tercekik karena tangannya mencoba meraih lehernya dengan ekspresi memelas. Seolah dia kesakitan. Gadis itu bermimpi buruk, tubuhnya tegang dan peluh keringat membasahi badannya. Oliver dengan sebuah decakan malas mendengus pelan, tak lama gadis itu menjadi tenang dan pernafasannya kembali normal.

Cahaya temaram dari lampu kecil di sisi ranjang memancarkan pelitanya menerangi tubuh gadis yang tengah meringkuk bagai janin di atas ranjang. Kakinya tak tertutup sepenuhnya oleh selimut beludru halus, kakinya yang ramping dengan kulit putih mulus berwarna keemasan tersilaukan oleh cahaya lampu. Mata Oliver mengeras demi melihat pemandangan yang tak sengaja ditemukannya. Gadis itu hanya mengenakan celana pendek di atas lutut, pahanya yang putih bersih telah mengunci indera pengelihatan seorang laki-laki dewasa normal yang kini mengumpat dalam hatinya. Dia, lebih tepatnya, suatu bagian pada tubuhnya bereaksi dengan pemandangan itu.

“Shit!!” umpatnya pelan.

Oliver melirik ke arah selangkangannya yang mengembang, dirinya di bawah sana telah meminta perhatiannya. Namun dengan pertahanan sekuat baja, Oliver hanya mendekati ranjang itu dan memperbaiki selimut yang terpasang. Dia menarik iPad yang tertindih di bawah tubuh gadis itu, mendengus kecil penus ironis betapa sia-sianya waktu yang dihabiskan anak muda masa kini dengan berjam-jam tanpa manfaat berselancar di dunia maya.

Dia kemudian meletakkan benda elektronik itu di atas meja, selimut yang kini menutupi tubuh gadis muda itu telah membungkusnya hingga ke dagu. Oliver dengan sukses melindungi dirinya dari pemandangan yang dapat membuat pikirannya gila karena mengingat-ingat apa yang telah dilihatnya sesaat yang lalu.

Oliver menikmati pemandangan di hadapannya dengan cara yang sama sekali berbeda. Dia mengamati paras wajah gadis itu, pada hidungnya yang mancung mungil, bibirnya yang ranum menggiurkan, pada alis panjang tebal yang terbingkai indah dengan garis mata lebar tertutup bulu mata panjang nan lentik.

Terdorong dari alam bawah sadarnya, dia mencium ringan bibir gadisnya. Oliver secara tak sadar telah menautkan keposesifannya pada diri gadis itu. Dia adalah miliknya, gadisnya. Keinginan untuk menguasai sang gadis perlahan-lahan memenuhi hatinya. Oliver telah terjatuh dengan dalam pada sosok yang bahkan tak terlalu dikenalnya.

Sebelum meninggalkan tempat itu, matanya tertumbuk pada layar iPad yang masih menyala. Disana terdapat sebuah status terbaru pada Twitter milik si gadis.

@Chrystallyn  “Bermimpi melihat sosokmu lagi."

Oliver tersenyum, reaksinya sungguh tak terduga. Dia terhibur dengan apa yang dibacanya. Wajahnya yang terbiasa kaku dan jarang tersenyum itu kini sebuah senyuman lebar menghiasi wajah tampannya yang letih. Hatinya mengembang, segala keletihan yang tadinya terbawa hingga ke rumah ini tiba-tiba menguap hanya dengan membaca sebuah kalimat status terbaru dari layar iPad itu.

Oliver melayangkan pandangannya kembali pada gadisnya, diapun berbisik pelan, “Aku harap akulah yang ada di dalam mimpimu, Christie… Aku akan menantimu.”


*****



*iklan*Temukan kisah-kisah keluarga De Finnegan lainnya di "The Finnegan Shadows", caranya cukup menjadi member di blog Finnegan Shadows. info lebih lanjut bisa email ke danofdefinnegan@yahoo.com atau cek di http://www.finnegancenter.blogspot.com

31 comments:

  1. Pertama kah???:D
    Keren mbak Cherish critany!
    Ak suka bgt!:D
    Lnjuttt!
    Mkasih mbak Cherish n mami Shin..:*:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tumben dapet pertamax si eneng... wkekekeke.. :p~~~

      Delete
  2. Kerennnn, 1 bab lagi dunk, :D
    Sungguh penasaran dgn bab selanjutna
    Makasih Mba Cherish, Mba Shin * peluk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha minggu depan ya say... Author nya masih bergelut dengan tugas sehari2, nulisnya jg disela2 waktu luang ehhehe

      Delete
  3. Wah keren... Seru...
    Baru baca sinopsisnya udh bikin penasaran ,
    Eh sekarang baca epilognya...
    Uwaaaaa .... Mantap...
    Galau ku jd terobati,

    Thks m shin & m cheries

    ReplyDelete
    Replies
    1. prolog sist.. epiloge nya belum kelar. ihihi

      asyik.. mdh2an gak sering2 ya galaunya :hug: makasi kembali..

      Delete
  4. Asik crita baru,bacaan baru..xixixi
    Sring2 posting ya *d toyor mba cin
    Itu si cristie tggl d rmh oliver ya
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°ºea mba cherie n mba cin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. nginep dia ndong, kan liburan semester.... :D

      Delete
  5. Waaaa keren sangat mb cherish
    Ditunggu banget kelanjutannya yaah
    Makasih mb shin :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista... makasi jg komennya :D

      Delete
  6. Kereeennn ditunggu lanjutannya jgn lama2 ya sist :)
    (ʃƪ´▽`) (•ˆʃƪˆ•) (´▽`ʃƪ) τнäиκ чöü mbak cherish & mbak shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista... makasi komennya jg ya :D

      Delete
  7. Hhmmm ayo siapakah yg dimimpiin chrystall?? Ayo Chrystall ngaku kasihan tuh Oliver pengen bgt dimimpiin sama Chrystall :D

    °·♡·♥τнänkчöü♥·♡·° mba cherish n mba shin...

    ReplyDelete
  8. wah menarik nih hhe...
    ditunggu part pertama nya....

    ReplyDelete
  9. aku sukaaaaa mbakkkk
    :D
    ditunggu lanjutannya hihi

    ReplyDelete
  10. Aaakkkkk,,,lgsg jatuuhhh hatiii sm Oliveeeerrrrrrrrr...
    Mksh Mba Ciiiinnnnnn n Mba Cherish

    ReplyDelete
  11. menunggu kelanjutan dgn tidak sabar, keren ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi sist, nanti tunggu sist Cherish fix bab 1 baru di posting ya ;)

      Delete
  12. Eh...ternyata eh....ternyata.....
    Prolog nya menarik juga nih....

    Meski msh ada typo bertebaran dan penggunaan bahasa yg agak-kurang pas (exp : shower air mancur ? - cukup pakai "shower" aja, maka kalimat akan jauh lebih manis dibacanya), but secara keseluruhan, msh tetap menarik....

    Uhm...hy ada 1 hal yg agak "mengganjal" (seengga2nya bwt gw pribadi ya), terlalu cepat bagi oliver utk "menyatakan" ke-posesif-annya....
    Secepat itukah dia mengklaim gadis itu sebagai "gadisnya" ?
    There's something "missing" here...
    Dunno what....
    Gw agak bertanya-tanya aja di part ini...

    Well, terlepas dr itu....I just wanna say...
    Go Cherish ! \(^o^)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha masukan diterima dan akan segera disampaikan kepada yang bersangkutan. terima kasih atas komennya dan salam kenal... hahaha... semangat banget :D

      ya, namanya jg prolog say.. nanti akan diceritakan di bab-bab berikutnya ;)

      typo bertebaran misalnya yg mana nih?

      Delete
  13. Mian....keliwat semangat 45.....

    Salam kenal juga ya ;)

    Menanti seri selanjutnya.... \(^o^)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah..wah.. semangatnya dikendurin dikit, ntr tulisan MAU dibaca MAKMU kan repot... hahaha.. sip sip... ditunggu ya ;)

      Delete
  14. baru liat yg ini dannn sukaaaa kyknya cinta pada pandangan pertama ya oliver

    ReplyDelete
  15. Mbak shin... Bab 1 nya kapan yaa..... Heee,, udah penasaran nihh.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum sempet edit nih sist, sabar ya :D

      Delete
  16. mbk shin, posting dong bab 1 nya
    pnasaran nih :c

    ReplyDelete
    Replies
    1. authornya masih sibuk say, maklum... :D nanti kl dah fix dia ngasi pasti aku post :D sabar ya hehehee

      Delete
  17. Kak shin kapan ni lanjutannya princess diamond? Gk sabar nunggu lanjutannya

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.