"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, August 5, 2013

CERMIN 30 - 5 TAHUN PENANTIAN - CHAPTER 4

Story by +Shin Jeon

Chapter 4


Mami pagi-pagi sekali telah bangun dan menyiapkan makanan untukku, tak seperti biasanya. Ada apa ya sama Mami?

Good morning, Mami...” sapaku pada ibuku yang cantik.

“Morning, Day-a-nna...”


“What’s our breakfast this morning, Mom?” Kami terbiasa berbincang-bincang dengan bahasa Inggris di pagi hari, yah... agar skillku semakin terasah. Andai Pak Archibald jadi Papiku, pastilah setiap hari kami akan berbahasa Inggris sehingga dalam sekejap bahasa Inggrisku akan sempurna.

“Your breakfast this morning is telor ceplok, telor dadar and fried sosis...” jawab Mami girang. Aku hanya bisa cemberut mendengar jawaban Mami.

“It’s Fried Egg, Omelette and Fried Sausage, Mommy....” koreksiku pada Mamiku yang hanya bisa bahasa Inggris setengah-setengah.

“Yah... apa deh pokoknya yang penting kamu ngerti. Makan dulu sana, Mami mau jawab surat-surat dulu,” kata Mami sambil menarik kursi di depanku, setumpuk surat tagihan berdiri di atas meja.

“Lho? Mom not coming to school?” tanyaku. Tumben...

“Nope... Mommy is busy today, so... Diana come to school sama Pak Karso saja.”

Entahlah, ada yang aneh dengan Mami. Tak biasanya dia melewatkan waktu agar bisa bertemu dengan Pak Archibald. What’s the matter, Mommy?

“Ok, mau titip salam to Mr. Archie?”

“NOPE!” jawab Mami keras, terlalu keras menurutku. Hmm.... mencurigakan.

“Ok, then... Aku berangkat, Mom..” akupun berangkat ke sekolah setelah mengecup kedua belah pipi Mami. Aku harus mencari tahu apa yang terjadi.

Sesampainya di sekolah, aku langsung mencari Pak Archibald, dia tepat berada di depanku saat akan masuk ke ruang kelas.

“Mr. Archie, may i talk with you for a moment?” tanyaku dalam bahasa Inggris, yang artinya bolehkah aku berbicara denganmu sebentar saja?

“Yes, sure. What can i help you, Miss..?” tanya Pak Archibald dengan senyum yang kata Mami seperti “Killer Smile...” Oh, Mami... Dasar wanita lagi mabuk kepayang.

“Do you know what happened to My Mom? She’s different today, she won’t come to school although we all know she loves to come to school...” ya, Mami memang senang pergi ke sekolah sejak Pak Archibald bekerja disini dan sekarang Mami berubah, semoga Pak Archibald tahu alasannya.

Dahi Pak Archibald bekerut, dia tampak berpikir lama. “Hm... Nope, i don’t know. Did something happen?” tanyanya balik.

“Ehm... Nothing,” jawabku sembari tersenyum penuh misteri. Lalu akupun berterima kasih dan berlalu masuk ke dalam kelas.

~*~*~*~

Apa yang terjadi pada Arnetta? Kenapa dia tak ke sekolah hari ini? Apakah dia menghindariku? Kalau begini bagaimana aku bisa mendekatinya? Apa yang harus kulakukan?

Usai jam sekolah, anak-anak pun pulang. Kuperhatikan Diana tidak dijemput oleh ibunya melainkan seorang sopir yang dulu biasa mengantar-jemput bocah kecil itu.

“Kenapa dia? Apa saja yang dikatakan Cindy semalam padanya?” Semoga dia tidak membenciku meski aku tak tahu apa yang seharusnya dia benci dariku.

Karena tak bisa mengalihkan pikiranku dari Arnetta, akupun menyetop sebuah taksi yang mengantarkanku ke toko elektronik milik Arnetta, beruntung dia berada disana sedang mengurus beberapa suplier dan pembeli. Namun dia belum melihat kedatanganku.

“Ya ada yang bisa dibantu...?” tanyanya sembari mendongak, “Pak Archibald? Bagaimana?” tanyanya terkejut.

“Saya ingin bertemu dengan anda, bisa kita bicara sebentar?” tanyaku langsung. Aku melirik jam tanganku, satu jam lagi aku harus menghadiri upacara pembukaan kantor cabang baru perusahaanku, semoga masih keburu.

“Kita bisa bicara disini,” jawabnya meski dia tahu aku ingin berbicara hal pribadi dengannya. Tapi baiklah bila itu yang dia inginkan.

“Baiklah,” kubersihkan tenggorokanku, “Apakah benar anda menyukai saya?” tanyaku. Aku memang bukan pria romantis, aku harus mendengar langsung sebelum bertindak, aku tak ingin mendapat resiko patah hati atau merasa ditolak oleh orang yang kucintai. Tapi wajarkah itu? Bukankah kata orang “Bila berani jatuh cinta, maka harus berani patah hati.”

Wajah Arnetta tegang, dia kaget setengah mati. Dia pasti tak menyangka akan ditanyakan seperti itu olehku.

“A...apa pertanyaan anda? Saya tidak mengerti,” jawabnya tergagap. Bisa kulihat wajahnya memerah, antara menahan kesal dan rasa malu yang menjalar.

“Pertanyaan saya jelas, dan anda mendengarnya dengan baik,” kilahku. Sungguh aku tak sanggup mengucapkan pertanyaan itu untuk yang kedua kalinya tanpa merasa takut dia akan menolakku seketika.

Arnetta menelan ludahnya, dengan tarikan nafas dalam-dalam kemudian dihembuskannya, wajahnya mengeras dan dagunya didongakkan tinggi, angkuh penuh harga diri.

“Saya memang menyukai anda Pak Archibald, tapi hanya sebatas itu. Jadi anda tak usah besar kepala, karena saya tak akan melakukan lebih dari itu. Banyak ada laki-laki yang bersedia meminang saya, bahkan yang lebih kaya, lebih tampan dan lebih muda, banyak. Saya tidak perlu merebut anda dari tunangan anda. Jadi katakan padanya, dia tak usah khawatir, anda seutuhnya milik dia,” jawabnya penuh emosi. Damn!! Apakah aku salah menangkap atau aku telah salah strategi?

“Aku tak punya tunangan,” jawabku. Mataku menatap tanpa kedip mata hitam Arnetta yang membelalak kaget. Bahkan bibirnya gemetar kebingungan, “Wanita yang menelphonemu semalam adalah adikku, yang kuminta pertolongannya untuk mengetahui perasaanmu. Tapi aku tak menyangka hasilnya justru akan seperti ini, aku justru memojokkanmu dan membuatmu membenciku. Tidak... jangan menyelaku, karena aku tak akan mengatakannya lagi. Maukah kau menjadi pacarku?” tanyaku datar meski sesungguhnya jantungku berdebar kencang, darah mengalir dengan deras ke seluruh penjuru tubuh dan kepalaku berdenyut-denyut panas.

Say yes.. say yes.. say yes... Aku berdoa dalam hati agar Arnetta menerimaku meski terdengar aneh bila aku memintanya di depan umum, di hadapan seluruh pegawai dan pelanggan toko miliknya, tak romantis sama sekali.

Mulut Arnetta menganga, perlahan-lahan menutup. Ekspresi di wajahnya tak terbaca, lalu wajah itu mulai menyunggingkan sebuah senyum. Entah apa maksud senyum itu, hanya menambah debar jantungku semakin bertalu-talu.

~*~*~*~


13 comments:

  1. Lgsng ke pokok permasalahn ngomongnya,untung G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ pingsan buk arnetta ..xixixixix...
    Dkit bgt babnya mba,kurang hehee
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°ºea mba

    ReplyDelete
  2. what??? Say yes I do dunk mb arnetta hehehe
    Thanx y mb shin n mb chin

    ReplyDelete
  3. what??? Say yes I do dunk mb arnetta hehehe
    Thanx y mb shin n mb chin

    ReplyDelete
  4. lah gag berasa bgt bacanya tau tau udah abis..
    Hahaha
    thx mba shin

    ReplyDelete
  5. Say yes Arnetta!!!
    Say Yes I Do!
    Aarrghhh!!!
    Kok nanggung bgt sih mbak???-"-

    ReplyDelete
  6. Ciee ditembak juga bu arnetta yah.. Duh archie gak ada romantis2 nya. Terima gak yah?
    terima?
    gak?
    terima?
    gak?
    Duh kenapa sy yang bingung???!;

    Thanks mbak shin

    ReplyDelete
  7. Ini mbak shin pasti godain ak deh, sengaja mending pas adegan paling ditunggu...hiks kejaamnya dirimu pd diriku mbaakk...

    ReplyDelete
  8. pak archi salah nyuruh orang tuh hahaha
    cindy malah bikin arneta jd menjauh tp untung aja semua masalah udah clear
    semoga diterima ya
    eh tp pas pak archi berharap say yes say yes itu aku malah jd kepikiran lagunya the hitz loh mba shin .-.

    ReplyDelete
  9. pak archi salah nyuruh orang tuh hahaha
    cindy malah bikin arneta jd menjauh tp untung aja semua masalah udah clear
    semoga diterima ya
    eh tp pas pak archi berharap say yes say yes itu aku malah jd kepikiran lagunya the hitz loh mba shin .-.

    ReplyDelete
  10. say yes arnetha.
    klo nda ntar bwt aq nh archie nya.



    thanks mb shin

    ReplyDelete
  11. Say yes arneta,,kok cuma sedikit mba bab nya? Tanggung,, makasih mba

    ReplyDelete
  12. Whaattt??Pak Archiiiiiiiii km nembakny krg "machooooo" wakakakaakak....
    Hayooooo Tante Netta jgn mpe slh jwb lohhh,,jgn2 sking gugupny blg "NO" xxiiixixii *iseng*
    Mksh Mba Ciiiiiiiinnnnnnnn...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.