"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, August 2, 2013

CERMIN 30 - LOVE THE TUTOR SERIES - 5 TAHUN PENANTIAN - CHAPTER 3

Story by +Shin Jeon 



Malam hari di dalam kamarku yang sepi dan dingin, dalam balutan kimono tidur tipis bekas pemberian Mas Ferdy untukku yang tak ingin kusimpan dalam gudang, karena pakaian ini begitu nyaman dipakai, membuat tidurku nyenyak dan sejuk, tapi malam ini nampaknya pakaian ini tak berguna, karena aku tak bisa memejamkan mataku sama sekali.

Memang malam baru menjelang, pukul sembilan dan aku telah masuk kamar, hanya untuk melarikan diri dari kenyataan bila malam ini adalah minggu malam dan aku di rumah bersama anakku dan bukannya berkencan dengan laki-laki yang kusuka.


Aku berkhayal andaikata Pak Archibald menjadi kekasihku, bagaimanakah jadinya? Apakah dia akan bersikap lembut padaku? Apakah dia pria yang romantis? Perhatian? Atau pencemburu? Sesekali memang sangat menyenangkan bila dicemburui apalagi diperlakukan secara posesif, namun itu hanya sesekali, karena laki-laki posesif sangat menghancurkan.

“Bipp..bipp..” handphoneku bergetar, ada telephone masuk. Dari nomer tak dikenal. Hm..? Siapakah gerangan menelphone malam-malam seperti ini?

“Halo?”

“Halo?” Mengapa orang itu bertanya balik?

“Siapa ya?” tanyaku pada suara wanita di seberang sana.

“Apakah anda yang bernama Arnetta Joanita?” tanyanya. Apakah aku mendengar sedikit sarkasme dalam suaranya?

“Ehm... dengan siapa saya berbicara?” tanyaku balik. Aku tak akan membeberkan jati diriku pada orang yang tak aku kenal.

“Aku adalah tunangan Archie, aku dengar bila anda menyukai tunangan saya, apa itu benar?” tanyanya emosi. Hey, tunggu dulu? Apa maksudnya ini? Akupun merubah posisi tidurku yang nyaman dengan duduk di pinggir ranjang.

“Darimana anda mendengar gosip murahan itu? Saya sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Pak Archibald. Kalaupun benar saya menyukainya, itu bukanlah urusan anda. Dan asal anda tahu, saya tidak menyukai Pak Archibald. Saya hanya menghormatinya sebagai guru anak saya. Jadi jangan sembarangan memfitnah, ya?!” jawabku keras. Meski hatiku ngilu dengan penyangkalanku, tapi apa daya? Aku tak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Aku belum serendah itu.

“Tapi dia mengaku kalau anda menyukainya, Archi bilang anda sudah menyukainya sejak lama dan anda selalu memperhatikan dia seperti remaja kasmaran.”

Aku sungguh geram, geram karena semua kata-katanya benar. Dan Pak Archibald mengetahui hal itu? Teganya dia menyembunyikannya dariku padahal dia telah tahu, dia pasti mengolok-olok perasaanku padanya. Dasar laki-laki sinting!! Wajahmu yang tampan ternyata tak mencerminkan hatimu. Jisss!!

“Hey, dengar ya, tunangan Archibald! Memang benar saya tertarik pada dia, saya menyukai dia. Lalu apa? Anda ingin melarang saya? Tidak boleh saya menyukai dia? Toh saya tidak mengganggu kalian dengan perasaan saya. Saya juga tidak sudi menjadi perusak hubungan orang. Jadi anda tak usah khawatir karena saya tidak akan pernah merebut tunangan anda. Titik! Dan jangan coba hubungi saya lagi!!” Kumatikan langsung handphoneku lalu bersedekap menahan amarah. Baru kali ini aku marah sebesar ini. Malu, kesal, semua campur aduk dalam kepalaku. Bagaimana aku harus menatap laki-laki culas itu besok di sekolah?

“Sial!! Apa yang harus aku lakukan? Mas...” aku meremas rambutku frustasi, nampaknya lebih baik aku menjanda seumur hidup daripada kepergok menyukai seseorang namun hanya dijadikan lelucon oleh orang itu. Rupanya dia tak pantas untuk disukai. Laki-laki kurang ajar!! Aku benar-benar membencinya sekarang.

~*~*~*~

“Mana?”

“Apanya mana?”

“Bayarannya, jangan pura-pura lupa!”

“...Dasar matre!”

“Bodok, siapa suruh jadi kakakku. Bwekkk...”

Laki-laki itu menggaruk-garuk kepalanya karena berhasil dimanfaatkan oleh adiknya.

“Kalian kenapa sih? Gak pernah akur,” ujar seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa teh hangat ke atas meja.

“Cindy tuh, Mam. Sama kakaknya aja perhitungan.”

Wanita tua itu merengut pada anak perempuannya, “Archindy... jangan dibiasakan lho...”

“Ah, Mama... aku kan cuman ngerjain Kak Archie. Siapa suruh cuman bisa jadi kodok yang bisanya cuman merindukan bulan. Bergerak juga kagak, sekarang wanita itu sudah ngaku kalau dia suka, terus dia bakal apa coba? Paling diem lagi setelah lima tahun bengong ngikutin kayak kodok. Penyu aja dalam lima tahun sudah bolak-balik darat-lautan ribuan kali,” sungut Archindy.

Wanita tua itu ikut mengikik geli, tahu dengan jelas sifat anak laki-lakinya. “Salahmu sendiri, siapa suruh jadi kodok.”

“Tuh kan, Mama, ikut-ikutan dah... Aku tidur sajalah, besok harus ngajar pagi-pagi,” sungut Archibald kalah. Dia menyeret langkahnya menuju kamar miliknya yang terletak di pojok.

“Sampai kapan kamu mau jadi guru bahasa Inggris, Archie? Perusahaan siapa yang ngurus kalau kamu disana aja mainnya? Kamu bikin Pak Santoso kepala yayasan salah tingkah, masak pemilik sekolah ngajar jadi guru?” tanya ibu mereka lagi.

Archibald menghentikan langkahnya lalu menganggukkan dagunya ke arah adiknya, “Tuh ada lenong bocah Cindy. Kan kesempatan dia bisa merintah-merintah bawahan. Dia juga masih suka naik mobilku, biarlah... siapa tahu dapet cowok tajir setelah kenal banyak pengusaha kaya,” ujar Archibald dengan senyum licik di bibir.

Dengan gemas Archindy melemparkan sebuah bantal penyangga kursi ke wajah kakaknya yang berkelit dengan gesit lalu berlari terbirit-birit masuk ke dalam kamar.

“Kak Archie jelekkk!! Disana cuman ada om-om tua hidung belang tahuuu!!” teriak Cindy kesal sedang ibu mereka tertawa geli hingga terbatuk-batuk.

“Huu.. Mama seneng deh lihat anaknya disuruh ketemu om-om tiap hari,” sungut Cindy lagi.

“Lho kok om-om? Kan ada Royce yang hampir tiap hari main ke kantor?” tanya ibunya masih dengan senyum geli di wajahnya.

“Ah... laki-laki berengsek itu? Pacarnya banyak, Mi. Ogah sama dia, PK.”

“Apa itu PK?” tanya ibunya penuh minat.

“PK itu penjahat kela.. ke..ke.. kelaparan...” ralat Cindy demi melihat wajah ibunya, dia kemudian tertawa cengengesan dan berlari memeluk ibunya. Pipi wanita itupun dikecupnya sekilas. “I love you, Mom....” lanjutnya.

Ibunya hanya tersenyum, “Mom love you too... Sini duduk, kita ngobrol-ngobrol lagi. Tentang Royce...” ibunya bersikukuh.

“Ah... Mama... Ogah ah ngobrolin Royce...” jawab Cindy mencak-mencak.

~*~*~*~

Dia menyukaiku... Akhirnya ada gunanya juga aku mendekatinya setahun belakangan ini. Sejak bertemu dengannya di pemakaman Ferdy, aku tak bisa melupakan wajahnya. Dia begitu rapuh saat itu, kepergian Ferdy menghancurkannya. Seorang wanita muda, dengan anak berusia tiga tahun yang bahkan belum tahu siapa ayahnya, wanita yang terbiasa hidup dalam keluarga serba ada, tiba-tiba mengalami cobaan berat itu. Perusahaan miliknya yang bangkrut dan hanya meninggalkan sebuah toko elektronik kecil yang syukurnya sanggup dibesarkannya dengan usaha kerasnya.

Arnetta Joanita, tiga puluh dua tahun, beranak satu, Diana, delapan tahun. Wanita cantik dengan kepribadian lembut namun sesekali bisa meledak-ledak bila dia emosi. Humoris namun memiliki sedikit masalah kepercayaan diri yang buruk. Lebih senang memendam perasaan daripada mengungkapkannya. Hampir mirip denganku... bahkan ketika aku melihatnya pertama kali, aku telah jatuh cinta padanya. Bagaimana mungkin wanita yang bahkan tak kukenal baik bisa mencuri hatiku.

Ahh... mungkin karena kerapuhannya menyentuh hatiku, mungkin karena isak tangisnya yang mengetuk pintu hatiku yang tertutup. Mungkin kini aku siap untuk memulai lembaran baru dalam kisah cintaku, bersama dia... Hanya saja, bagaimana cara membuat dia percaya bila kami bisa bersama?


“Diana... Ya.. Anak kecil itu, aku harus meminta bantuannya,” akupun tersenyum simpul sebelum memejamkan mataku. Semoga malam ini Arnetta kembali muncul dalam mimpiku, aku sungguh merindukannya. Lima tahun penantian panjang, besok... akan berubah. Aku akan mengejar cintaku.

~TBC~



16 comments:

  1. wah jd yg menanti pak archie toh.
    semangat pak.
    ayo diana bantu pak archie


    thanks mb shin
    muach

    ReplyDelete
  2. Aaaa :nangis: cuma diikiit...mba shin cm bikin aku penasaran...tegakah dirimu melihat diriku merefresh blog berkali2 #eh

    Tapi skali lg makasih ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... tegaaaaaa donkkk pake banget.. wkwkwkkwkwk

      Delete
  3. oh..ternyata...#manggut2 :D
    mksh yah mba shin yg cantik, imut, lucu, ngegemesin, em..baik jg deh hahahaha #hug tightly

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik... makasi banyak jg sist pujianmu :lempar receh: horee... ehehhehehhe

      Delete
    2. di kira topeng moyeng -_- sekalian dong lempar pisangnya hahahahhaha loh? xD

      Delete
  4. »". Jii媪aªªåªªå=== (¬_¬Ú) .¤« terrnyata ohhh ternyata....hehee

    Tp knp dikit az c mba shin,kuraaannnggg... *di plototin mba shin*

    Makasih y mba shin...

    Smg besok mami netta ƍäª cemberut pas ketemu pak archie... ^^,

    ReplyDelete
  5. Akhh...gak sabar liat perjuangan nya pak archie.. go diana..bantuin papa barumu. hehehe

    jeng..jeng.. si shin jeon tuh siapa?

    thanks mbak shin

    ReplyDelete
  6. mb shin kurang....lg dunk tp mksh ya mb...

    ReplyDelete
  7. ÕOº°˚˚ºOºWHH ternyata pak archie udh suka dh lama toh am emaknya diana...
    Udh ketebak td yg nlp pasti suruhan dy,xixixixi
    Kuraaaaannnggg....Mau lg mba cin
    Mksh ya mba

    ReplyDelete
  8. nah loh... udah di cap dulas duluan sama bu netta nya pa archie kkkk
    lagian nyuruh adeknya buat bikin marah nu netta hhi..
    rada2 berliku tuh pa.... :D

    selamat berjuang om ganteng...

    ReplyDelete
  9. ishh....baca awalnnya sampai mau marah sama archie ehhhh gak tahunya nyuruh adiknya cuma untuk dengerin kalau netta juga suka sama archie.langkah yang bener2 beresiko
    Makasih mbak shin....di tunggu kelanjutanya

    ReplyDelete
  10. Trnyta.. Smpe esmosi wkt tw si archie udh ad tunangan.. Ckck.. Trnyta adekny toh..x_x
    Wahhh.. Lnjut mbak.. Krg bnyk..:P

    ReplyDelete
  11. Eaaaaaa blm tamaaattt lagiii.. Xxixiixiii...
    Mba Ciinnnnn plg bsaaaa bkin org pnsrn...
    :D
    Mksh Mba Ciiiinnnnnn

    ReplyDelete
  12. aaaaa kentaangg lagiii, lanjuutanya jgn lama2 ya mbak shin hihi ( UUN = Ujung Ujungnya Nagih ) kekekek :p

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.