"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, August 14, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 28



Pukul tujuh pagi Kenny terbangun dengan bagian ranjang kosong di sebelahnya, Novi telah meninggalkannya seorang diri dalam selimut yang masih membalut tubuh telanjangnya. Beberapa lama dia mengerjapkan mata mencoba mencari sosok Novi di antara remang-remangnya cahaya pagi yang menerobos masuk melalui celah-celah jendela yang masih tertutup tirai, tak dapat ditemukannya Novi dimanapun dalam kamar itu.


“Nov?” panggilnya sembari menyibakkan selimut. Kenny mengenakan kembali pakaiannya sebelum membuka pintu kamar dan menemukan Kevin dan Ibu Made di meja makan dekat dapur.

“Pagi, Pa!” teriak Kevin yang langsung bangkit menyambut ayahnya dan memeluk laki-laki itu.

“Pagi, Kevin... Mama mana?” tanya Kenny, dia menebarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun wanita yang dicarinya tak terliat jua. Lalu matanya tertumbuk pada sebuah amplop putih yang ada di atas meja di samping lengan Ibu Made. Wanita tua itu kemudian memanggilnya.

“Pagi Pak Kenny, mari duduk disini. Kevin ajak Papamu kesini,” perintah Ibu Made. Kevin menarik tangan ayahnya dan menarikkan kursi untuknya.

“Duduk, Pa.”

“Terima kasih, Kevin. Pagi Bu, Novinya kemana?” tanya Kenny tak sabar, dia melirik amplop yang tak memiliki nama penerima itu dengan curiga.

“Pagi... Begini Pak Kenny... Novi... sudah tidak ada disini...” jawab Bu Made akhirnya.

“Tidak disini? Maksudnya, Bu?” tanya Kenny, dia mengerutkan dahinya semakin kebingungan. “Apakah Novi sudah ke restoran?” tanyanya lagi.

Ibu Made menghela nafasnya kemudian menyodorkan amplop di atas meja pada Kenny. “Bacalah, maka anda akan mengerti. Novi menitipkan amplop ini tadi subuh, dia ingin anda membacanya saat terbangun dan kami dilarang untuk membangunkan anda sebelum itu.” Sebuah senyum permintaan maaf terpatri di wajah Bu Made, dia merasa bersalah karena ikut andil dalam rencana anaknya.

Ibu Made lalu bangkit berdiri dan mengajak Kevin keluar dari dapur guna memberikan waktu pribadi untuk Kenny membaca surat Novi, meninggalkan laki-laki itu dengan pikirannya sendiri dan tarikan nafasnya yang semakin keras setiap membaca kalimat demi kalimat yang tertulis dalam surat. Novi meninggalkannya, meninggalkan Kevin bahkan setelah percintaan indah mereka semalam.

******MASUK BADAN SENSOR MYWONDRAMASTORY*****AVAILABLE ONLY IN THE NOVEL*****

Kenny meletakkan kertas surat itu di atas meja tanpa tenaga, seluruh tubuhnya lemas. Akhirnya misteri kemana hilangnya handphone miliknya dulu tersingkap sudah. Handphone itu berada di tangan Novi dan dia telah membaca sms-sms antara Kenny dan teman belajarnya dulu di kampus, wanita yang memang pernah mendekatinya ketika hubungannya dan Novi mendapatkan ujian hingga mereka berdua putus. Atau lebih tepatnya hingga Kenny memutuskan hubungan mereka.

Dia tak sanggup melanjutkan membaca tulisan tangan Novi, bagaimana wanita itu terluka dan Kenny membuangnya di saat Novi paling membutuhkan dirinya. Dia membenci dirinya lebih besar lagi, tak mampu dia ungkapkan bagaimana dia ingin memperbaiki semua perbuatan buruknya pada Novi dan hidup mereka. Kenny tak mampu menggerakkan badannya, kebenciannya pada dirinya telah membuat kakinya lemah, pikirannya gamang, Kenny termangu seperti orang bodoh. Di dalam kepalanya terbayang-bayang kembali saat dia memutuskan hubungan mereka dengan kejam.

Enam Setengah Tahun Yang Lalu...

“Ya, setengah jam lagi aku sampai. Tunggu saja, jalanan macet,” sahut Kenny pada handphonenya, dia menutup pembicaraan mereka dengan sebuah desahan panjang.

“Len, gw kayaknya harus pergi nih. Nanti gw hubungin lagi ya mengenai bagian penutupan skripsi gw, belum rampung semua. Tolong, ya?” Kenny mengalihkan pandangannya pada Leni yang tersenyum sebagai jawaban permintaannya. Merekapun saling berpisah setelah Kenny beranjak dari kantin kampus mereka.

Hari telah menunjukkan pukul tiga sore ketika Kenny akhirnya tiba di depan pintu kamar hotel dimana Novi menginap, wajahnya muram dan Kenny benar-benar berada dalam tingkat emosi terburuk yang pernah dilihat Novi. Laki-laki itu sedang menyimpan kemarahan yang menggunung dan belum terlampiaskan dua minggu lamanya.

“Kenny... Syukurlah kamu sudah tiba,” sambut Novi gembira. Kenny hanya mendengus sebelum masuk ke dalam kamar, dia membawa dua kotak makanan untuk mereka. Meski disibukan dengan kegiatannya, Kenny masih menyempatkan diri membeli makan siang untuk Novi meski dia tahu makan siang terasa sangat terlambat pada pukul tiga sore.

“Kau sudah makan siang, Nov?” tanya Kenny memperhatikan Novi yang sedang menyiapkan makanan untuk mereka.

“Ehm... Makan breakfast aja tadi pagi di hotel,” jawabnya tanpa menghilangkan senyum yang masih setia terpasang di bibirnya. Novi merasa debar jantungnya semakin kencang, Kenny bahkan tak memberikan sebuah senyumanpun padanya yang menambah kegugupan Novi akan apa yang mungkin dia ungkapkan berikutnya.

“Jangan telat makan, aku gak bisa selalu bawa makan siang kesini. Nanti kamu sakit.”

Dengan malas Kenny membuka sumpitnya, melahap bakmie goreng spesial yang dipesannya untuk makan siang mereka. Sebotol air mineral dingin disiapkan di atas meja.

Novi hanya mengangguk kecil, sebuah jawaban pelan keluar dari mulutnya. “Iya...”

Dengan lirikan matanya, takut-takut Novi mencuri-curi pandang pada Kenny. Laki-laki itu terlihat lebih rileks setelah menyantap makan siangnya, rupanya Kenny belum menyentuh makanan apapun dari pagi.

“Kenapa? Kok diem?” tanya Kenny tiba-tiba, dia telah menyelesaikan makannya dan meneguk air mineral dari dalam botol.

“Ehm.. Gak apa... Aku hanya lagi memperhatikan wajahmu,” jawab Novi sumringah. Sebulan belakangan ini mereka jarang sekali saling puji dan merayu, Kenny terlalu sibuk dan tak pernah menyiraminya dengan kemesraan yang dulu mereka miliki. Kinipun hanya sebuah dengusan kecil sebagai reaksi pernyataan Novi.

“Emang wajahku kenapa? Udah jelek ya? Aku kecapekan dua bulan belakangan, yah... lagi dua bulan neraka ini harus aku lewati. Bila berhasil maka aku akan lulus dan bisa mulai bekerja lagi membantu Papi.” Kenny menyalakan rokoknya, tak biasanya dia akan menghisap rokok di depan Novi. Tapi rupanya Kenny telah melupakan kata-kata dan prinsipnya dulu, Kenny berubah, perubahan yang sangat kontras seratus delapan puluh derajat.

Asap rokok Kenny membuat Novi terbatuk-batuk, meski hanya memakan beberapa suap bakmie spesialnya, Novi sudah menghentikan makannya. Dia lalu menjauh dari kenny dan membuka jendela kamar itu. Setengah kesal Novi protes akan kelakuan Kenny.

“Kalau ngerokok jangan di kamar, donk. Aku sesak nih,” sungut Novi marah. Kenny tak menggubrisnya, pandangannya lurus ke depan namun gerahamnya digertakkan pertanda emosi mulai melingkupi dadanya.

Novi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena Kenny tak kunjung mematikan rokoknya, dengan santai dia mengepulkan asapnya ke udara, seolah menantang Novi untuk mendebat kelakuannya. Kenny benar-benar ingin membuat gara-gara sore itu. Lalu handphone di sakunya berbunyi.

“Ada apa Len?” tanya Kenny pada penelphonenya? “Ya, nanti aku susul ke rumahmu saja kalau begitu. Ya... Akan aku bawakan, thanks.”

Obrolan singkat itu menarik perhatian Novi, dia dapat mendengar samar-samar suara perempuan dari speaker handphone Kenny.

“Siapa?” tanyanya.

“Teman kuliah, dia mau bantu bikin skripsi.”

“Cewek?”

Sesaat Kenny seolah berpikir, “Bukan, cowok.”

“Oh... Aku kira cewek, namanya Len, sih. Leni? Leno?” cerocos Novi lagi karena tidak mempercayai jawaban yang diberikan Kenny padanya.

Kenny tidak menjawab pertanyaan Novi, sebaliknya dia meletakkan handphonenya di meja dan mulai bangkit berdiri. Rokok di tangan pun telah dimatikannya dengan gemas, tubuhnya yang tadinya saling berpunggungan dengan Novi kini berbalik memutar menghadapi wanita itu.

“Maumu apa sih sebenarnya, Nov?”

Kenny menghampiri Novi dan mencoba berbicara empat mata dengannya dari jarak satu meter, jarak yang cukup mengintimidasi bagi Novi.

“Aku tidak mengerti apa maksudmu, Ken?”

“Kau mengerti! Demi Tuhan! Apa kau curiga aku selingkuh? Aku? Sial!!” Kenny merogoh celananya lagi, mencari sebatang rokok yang kemudian dia sulut menyala lalu dihisapnya kuat-kuat.

“Aku stres, Nov! Kau itu pacarku, tapi kenapa kau tidak bisa mendukungku seperti temanku yang lain? Kenapa kau tidak mengerti apa yang sedang aku alami sekarang?” Kenny menggertakkan tinjunya menghantam tembok di samping Novi, dia berusaha meredam emosinya yang tengah menyala-nyala sementara Novi meringkuk ketakutan, tubuhnya bergetar menahan ngeri demi menerima pelampiasan kemarahan Kenny.

Novi terdiam, dia tak mampu menjawab semua kata-kata Kenny, tenggorokannya kelu, hanya isak tangis yang akan keluar bila dia mencoba menjawab pertanyaan laki-laki itu. Novi ingin membela dirinya tapi terasa begitu sulit bila dia harus menangis, suaranya tenggelam oleh isakan tangis dan itu akan membuatnya terlihat semakin lemah di depan Kenny.

“...Kau memilih waktu yang tidak tepat untuk berlibur kesini, aku tidak bisa menemanimu. Aku lelah, Nov. Aku tidak bisa berpura-pura tidak terjadi masalah di antara kita, aku tidak bisa seperti ini lagi. Hubungan kita sudah tidak sehat, hanya pertengkaran demi pertengkaran yang mewarnai hari-hari kita. Aku menyerah, Nov. Aku sudah tidak kuat lagi bila keadaannya seperti ini terus-terusan.”

Dengan tangis yang mulai menetes di pipinya, setengah berbisik karena isakan di tenggorokannya, Novi bertanya dengan serak, “A..apa maksudmu, Ken?”

“...Maaf, Nov. Aku rasa ada baiknya bila kita rehat dulu sejenak dari hubungan kita ini.”

Bagai petir yang menyambar tubuhnya di tengah lapangan datar, Novi tak mampu mendengar lagi penuturan Kenny setelah itu. Dia memang telah menduga dari sekian kemungkinan buruk yang bisa terjadi namun saat kata-kata itu terdengar jelas dalam gendang telinganya, Novi tak sanggup jua untuk menerima kenyataan pahit itu. Kenny tidak menginginkannya lagi, Kenny merasa terbebani dengan hubungan mereka. Kenny menyerah pada cinta mereka, menyerah pada dirinya dan Novi merasa seperti tak berharga sama sekali.

“...Maaf aku mengatakannya sekarang, tapi bila ini dilanjutkan, kita hanya akan saling menyakiti. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku nanti padamu setelah semua masalahku bisa kuatasi, bila memang nanti kita masih memiliki perasaan itu, mungkin kita masih bisa melanjutkannya, bila kau mau...”

Kenny mencoba merengkuh tubuh Novi, dia tak melawan, Novi terlalu terguncang dengan keputusan Kenny. Dia bahkan tak bereaksi tatkala Kenny dengan wajah sedih meninggalkan tempat itu setelah memberikan janjinya untuk mengantarkan Novi ke bandara kapan pun dia ingin. Di balik pintu kamar hotel Novi, Kenny menyandarkan tubuhnya, berpikir kembali apa yang telah dia katakan dan mendesah panjang mengira itulah jalan terbaik yang bisa dia berikan pada Novi saat itu.

“Maafkan aku, Nov. Aku tak ingin menyakitimu lebih jauh lagi. Aku akan mencarimu lagi nanti bila keadaannya sudah lebih baik, maafkan aku. Maaf...”

Lalu diapun menghilang di ujung koridor menuju lift, meninggalkan kamar hotel sepi yang hanya memperdengarkan suara isak tangis seorang wanita yang hatinya telah dicabik-cabik hingga berdarah bahkan sebelum dia sempat mengutarakan maksud hatinya. Dia kalah sebelum berperang, Novi kalah sebelum mengeluarkan kartu troofnya. Namun demikian, Novi bersyukur tak pernah mengucapkan kata-kata itu, kata-kata yang akan mengungkung Kenny untuk selama-lamanya, karena Novi tak sudi mendapat belas kasihan dan tanggung jawab dari laki-laki yang tak menginginkannya lagi.

“Selamat tinggal, Ken. Terima kasih untuk semuanya, aku harap hidupmu lebih baik dan kamu akan segera menggapai apa yang kamu cita-citakan. Ini adalah kali terakhir aku menginjakkan kakiku di ibukota ini, kota ini hanya memberikan kenangan buruk untukku. Selamat tinggal...”

Deru mesin pesawat Garuda Indonesia yang membawa Novi kembali pulang ke rumahnya terdengar menggerung di udara mengalahkan suara mesin sebuah mobil yang berlari kencang di jalanan tol menuju bandara. Di dalamnya seorang laki-laki muda dengan hati penuh penyesalan mencoba untuk mengejar seseorang yang tak mungkin bisa digapainya lagi. Burung baja itu telah membawa pergi segenggam hati yang runtuh dan pecah berderai, hati yang akan sangat sulit untuk dipersatukan lagi dengan sempurna. 






32 comments:

  1. Replies
    1. Yah d sensor lg :D
      Aiisshh nyesek bacanya,pantesan si novi G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ mau maafin kenny,terlalu skit hatinya...klo eke jd novi jg bgtu..hikss
      º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°ºea mba cin

      Delete
    2. hahahah horee badan sensor punya kerjaan lg. weekkekeke

      Delete
  2. Akhirnya di posting lnjutannya...
    Hip hip hurayyyy :D
    Mksih mbk shin

    ReplyDelete
  3. haiis kenny kesalahanmu terlalu bnyk nak.
    ckckck

    ReplyDelete
  4. haiis kenny kesalahanmu terlalu bnyk nak.
    ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. beginilah mak... nasib anakmu... :eka jd Mami Liong donk?: wkwkwwk

      Delete
  5. Komentar dulu baru baca *reader Yg kudu di tiru hehhehehe

    ReplyDelete
  6. Eh ludah lupa maksih sist Shin *aku padamu suerrrre dech *kissssss kisssss

    ReplyDelete
  7. Ohhh,,wooooowww..
    Ternyaataaaaaaa eh ternyataaaaaaaaa....
    Jd ilpiiiilll sm Kennyy....
    Jaahhh Mba Ndooonggg,,udh dluan ajjah... Hahahaha....
    Mksh Mba Ciiinnnn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha vie.... iya kenny emang bikin illpil... gk kukuh jd cowok... atinya gampang tergoda. lol

      Delete
  8. I do thx mb shin
    Rencanya ampe berapa chapter nih ???
    Sumpah mulai menggalau n menerka2 isi surat jeng novi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha belum tahu sist, rencana paling banyak sampe 35, gk nyampe kyknya :D

      hehehehe... iya sengaja di sensor. lol

      Delete
  9. ˚м̤̈ǎкɑ̣̇ƨɪ̣̇ђ° ♏ßåƙ shin....
    Kapan niih lanjutannya??
    Jåϑɪ̇ gregeten nih sama crita selanjutnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapan otakku adem.. nah saat itu pasti aku upload lg. wkekekeke...

      Delete
  10. Kenny ke dasar laut aje deh, dr chapter awal apalg skrg bahkan mungkin smp ending nanti gak bakal simpatik sm cow satu ini. Kalo di posi2 novi gak bakal dah balik sm cow mental kayak gini, ada mslh trs lari cr penghiburan ke cew lain. Meskipun ada anak buat jd alesan supaya gak pisah, egois memang kedengarannya tp gimana ya secr yg dia ancurin itu kepercayaan dan ngerendahin harga diri kita pula, kaca yg udah pecah susah buat di jadiin satu lg kalo pun bs ttp aja bekas pecahannya keliatan. Dan kita kan nda amnesia jd boong aja kalo sewkt2 nda ingat perilaku dia yg nyakitin ati, jd drpd tiap kali ingat dan bikin sakit hati lbh baik out aja krn kita kan jg mau dan berhak utk mencr kebahagiaan. Apa yg udah ancur itu susah buat dibalikin kayak semula bang kenny, ngedapatin kepercayaan itu mudah, ngancurinnya lbh mudah lagi, yg susah jg nya. Enak aja dia ngomong kalo mau nanti kita bs lanjutkan lg please deh emang kita barang ya, kalo udah gak berguna disingkirin dan dimasukin ke gudang ato dibuang baru pas perlu dicari dan diambil lg. Gak banget. Btw, shin makasih banyak udah diupdate :D. si abang dodol satu ini sukses deh bikin pengen ngelempar sepatu ke dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabaaarr neng vieee niech q tambahin toples kosong buat lempar kenny :p

      btw buat mbak shin,,, trik buat penasarannya okeee bgt yak ntu badan sensorrr hihihi

      Delete
  11. Yeaayy KSDH update,,tengkyu mba shin...
    ☀•“WēēW“•☀ baca chapter ini kok ya aku setuju sama komennya mba vie yg di atas. Si kenny emang nyebelin bgt,,kelakuannya smau dia aja ga mikirin perasaan org lain,,poor novi.

    ReplyDelete
  12. deuh mba ku yg satu ini seneng bnget bikin org penasaran..
    kok jadi sedikit benci sama kenny yah?
    novi pergi kemana lagi?
    mba kapan buku nya ada pengen bca yg disensor2nya itu...

    ReplyDelete
  13. hyaaaaaa ada badan sensor lagi
    ah pantes aja novi sakit hati bgt sama kenny
    trnyata kenny emg brengsek ya
    kl aku jd novi jg bakal gitu kok
    tp kl novi msh sakit hati knp mau ngelakuin itu trs pagi2nya malah pergi entah kemana
    kasian kevin dong
    harusnya kevin jgn ditinggal
    biar kenny tau rasa

    ReplyDelete
  14. hyaaaaaa ada badan sensor lagi
    ah pantes aja novi sakit hati bgt sama kenny
    trnyata kenny emg brengsek ya
    kl aku jd novi jg bakal gitu kok
    tp kl novi msh sakit hati knp mau ngelakuin itu trs pagi2nya malah pergi entah kemana
    kasian kevin dong
    harusnya kevin jgn ditinggal
    biar kenny tau rasa

    ReplyDelete
  15. Kenny kesalahanmu memang banyak pantas novi ragu2 sama dirimu
    udah di selingkungi di hamili pulu dasar kenny jahatttttt ............

    tq mbak shin

    ReplyDelete
  16. Kpan mbak novelny terbit? Udh pnasaran tingkat dewa bgt nih --"

    "Deru mesin pesawat Garuda Indonesia yang membawa Novi kembali pulang ke rumahnya terdengar menggerung di udara mengalahkan suara mesin sebuah mobil yang berlari kencang di jalanan tol menuju bandara. Di dalamnya seorang laki-laki muda dengan hati penuh penyesalan mencoba untuk mengejar seseorang yang tak mungkin bisa digapainya lagi. Burung baja itu telah membawa pergi segenggam hati yang runtuh dan pecah berderai, hati yang akan sangat sulit untuk dipersatukan lagi dengan sempurna." «Ini msa llu ap skrg? Bingung..--"

    ReplyDelete
  17. Aq mampir mau baca para komennya readers hahaha

    ReplyDelete
  18. Kan klo adayg lucu bisa ketawa a.k.a menghibur diri xixixixiixi

    ReplyDelete
  19. hais kok Kenny jahat gitu ya ama Novi, pantesan Novi susah banget maafin dan menerima Kenny kembali lagi. dosa Kenny banyak banget ama Novi.

    kayakny sih Kenny mesti lebih usaha lagi buat meluluhkan hati Novi, apalagi Novi pake kabur hanya demi menghindari Kenny.

    jadi pengen melihat mereka bener2 bersatu dan saling mencintai lagi. penderitaannya mereka nga habis2 dan bikin aku mewek :(

    makasih ya mba Shin :)

    ReplyDelete
  20. Lanjutannya, sist.... T_T

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.