"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, August 10, 2013

LOVES IN THE PARKS 3 - SIDE STORY OLEH HEVI PUSPITASARI



Side Story dari Loves In The Parks 3 oleh +vie puspitasari 

Malam itu Jung Nam kembali datang ke klab tempat dia bertemu dengan Chae Moon seperti sebelumnya, dan seperti yang dia duga bahwa dia tidak diizinkan masuk ke dalam klab, Jung Nam menyamar menjadi security klab, menunggu di luar klab hingga jam kerja Chae Moon berakhir, hingga akhirnya dia berhasil masuk ke dalam ruang ganti Chae Moon.


“Hei, tampan, sepertinya kamu tersesat, di sini bukan tempatnya security,” sapa seorang wanita cantik dengan pakaian minimnya di samping Jung Nam tepat ketika dia membuka pintu ruang ganti, membuatnya menghentikan langkahnya, “Kenapa kamu bisa ada di sini?” lanjut wanita cantik itu.

“Oh, maaf, Nona, ini hari pertama saya bekerja, jadi saya tidak tahu kalau security dilarang masuk ke dalam ruang ganti ini,” jawab Jung Nam dengan suara yang dibuat-dibuat sambil sesekali mencuri pandang ke dalam ruang ganti tersebut, mencoba mencari Chae Moon di dalam.

Wanita tadi menyentuh dagu Jung Nam dengan telunjuknya yang lentik, membuat wajahnya berhadapan langsung dengan Jung Nam, dan tersenyum, “Aku bercanda, kalau dilihat-lihat kau ini tampan sekali, sayang sekali, kenapa kau bisa melamar di sini sebagai security? Bagaimana jika kamu menjadi pacark saja?” bujuk wanita itu dengan genit.

“Hei! Hye Rin! Ayo, sedang apa kau di situ?” panggil teman wanita yang sedang memegang merayu Jung Nam.
“Issh! Kau ini, mengganggu saja!” balas Hye Rin kepada temannya di ujung lorong, dan langsung menolehkan wajahnya kembali ke arah Jung Nam, “Baiklah, tampan, aku harus pergi, sampai bertemu lagi besok,” pamit Hye Rin sambil mengedipkan matanya dengan genit ke arah Jung Nam.

Sesaat setelah Hye Rin pergi, Jung Nam tanpa sadar menghela nafas lega, dan langsung menutup pintu ruang ganti, takut penyamarannya akan terbongkar. Segera dia mencari Chae Moon, dan ketika dia sudah melihat Chae Moon yang baru saja keluar dari kamar mandi, Jung Nam tidak membuang-buang waktunya dan langsung mendekati Chae Moon.
............

Chae Moon kaget ketika begitu keluar kamar mandi melihat seorang laki-laki yang mendekatinya dengan langkah terburu-buru dan dengan tatapan marah. Sesaat dia tidak mengenali lelaki di depannya, tetapi ketika dia melihat ke arah matanya, seketika dia tahu, Jung Nam-lah yang sedang berada di depannya.

Dengan defensif, Chae Moon menuju lokernya, mengambil tasnya di dalam loker dengan tergesa-gesa, dan dengan tergesa-gesa mengunci lokernya. Tepat ketika dia hendak membalik badannya, Chae Moon tersentak mendapati Jung Nam yang sudah berdiri di belakangnya tanpa memberinya jarak untuk kabur, Jung Nam setengah mndorong Chae Moon hingga membuat punggungnya menekan loker dan menghasilkan bunyi besi bertubrukan.

“Apa yang Anda lakukan?!” pekik Chae Moon kaget dan mencoba sekuat tenaga mendorong Jung Nam, tetapi tak berguna, karena Jung Nam tak bergeming dari posisinya, “Lepaskan saya!!”

“Seharusnya aku yang bertanya itu kepadamu, apa yang kau lakukan di sini? Kau bilang padaku bahwa Butterfly sudah mati! Brengsek! Bagaimana bisa kau membohongiku dan berada di sini?!” teriak Jung Nam tak terima.

Chae Moon mendidih mendengar ucapan Jung Nam, dia tidak terima dibilang membohongi, siapa membohongi siapa sebenarnya?! “Apa? Heh, Mister Park Jung Nam! Sebaiknya sebelum bicara anda fikirkan baik-baik yang anda bicarakan!” ketus Chae Moon masih mencoba melepaskan dirinya dari Jung Nam tetapi sia-sia.

“Saya ada di sini karena Anda Mister! Kalau saja saya tidak percaya sepenuhnya dengan semua ucapan bohongmu, saya tidak akan ada di sini!! Lagipula, apa peduli anda terhadap saya?! Setelah mendapatkan semua keinginan anda dengan meniduri saya, untuk apa lagi anda masih menggangu saya?!! Sebaiknya anda urus saja pacar dan anak anda itu!! Saya tidak mau menjadi pengganggu di hubungan kalian!!” jelas Chae Moon penuh emosi, membuat Jung Nam sedikit melonggarkan badannya dari Chae Moon karena terkejut.

Melihat kesempatan itu, Chae Moon langsung mendorong badan Jung Nam dan segera berlari ke arah pintu, namun, tangan Jung Nam dengan cepat menangkap tangan Chae Moon dan menahannya.

“Aku bisa menjelaskan semuanya,” pinta Jung Nam.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan! Semuanya sudah jelas, anda hanya menginginkan tubuh saya, dan begitu anda bosan pada saya, anda membuang saya begitu saja!! Anda sama saja dengan Ayahku!!”

“Kejadiannya tidak seperti itu, Chae Moon.”

 “Dengan segala hormat Mister Park Jung Nam, saya memang hanya orang miskin bodoh yang percaya pada kata-kata manis anda, tetapi saya masih punya akal sehat. Jika memang anda lebih memilih saya, anda tidak akan membiarkan saya selama beberapa hari kemarin tanpa ada kabar dari anda, dan harus mengetahui ini semua melalui mulut orang lain! Saya seharusnya sadar siapa saya, siapa Anda, bukannya justru terlena dengan semua ini! Anda memang brengsek! Pengecut! Dan entah kata-kata apa lagi yang pantas untuk anda, Mister Park Jung Nam, dan betapa bodohnya saya mempercayai semua yang keluar dari mulut Anda!” jelas Chae Moon sambil terisak.

“Berhenti menggunakan kata Saya dan Anda!!” bentak Jung Nam membuat Chae Moon terperangah, namun bisa mengendalikan dirinya lagi.
“Lalu apa?! Saya harus memanggil Anda apa?! Tuan?!” tantang Chae Moon dan membuat Jung Nam semakin geram dan dengan cepat menarik tubuh Chae Moon ke pelukannya, dan langsung mencium Chae Moon.

Betapa akal sehat Chae Moon ingin segera mendorong Jung Nam dengan seluruh tenaganya untuk kemudian lari dari sini, tetapi tubuh, hati dan jiwanya menolaknya dengan keras. Tak bisa dipungkiri Chae Moon teramat sangat merindukan Jung Nam, sangat mencintai Jung Nam, dan itu semualah yang sedang menguasai dirinya, membuatnya dengan pasrah menerima serbuan ciuman Jung Nam di bibirnya, dari lelaki yang sangat dicintainya.

Sedangkan Jung Nam yang masih bingung dengan perasaannya sendiri, mengabaikan semuanya, dan tanpa ragu mencecap, memagut serta menjelajahi bibir Chae Moon dengan rakus, seakan dia mencoba meluapkan semua perasaannya, seakan hanya itu yang mampu menenangkannya. Dengan sigap Jung Nam membopong Chae Moon masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya, dia butuh untuk berdua saja dengan Chae Moon, dia butuh untuk berada di dalam Chae Moon.

Chae Moon sadar apa yang ingin dilakukan Jung Nam kepadanya saat ini, tetapi dia tidak mampu menggerakkan kakinya yang seperti jelly, tubuhnya mengkhianatinya, seluruh sel-sel dalam dirinya meneriakkan nama Jung Nam, dan dia tidak bisa memungkiri bahwa dia pun menginginkan hal yang sama, karena dia merindukan saat-saat dimana Jung Nam amat sangat menginginkannya seperti ini, dia merasa sebagai wanita seutuhnya, merasa amat sangat dicintai walaupun jika keadaannya berbeda, dia tidak bisa memastikan hal itu. Dengan pasrah Chae Moon mengikuti permainan Jung Nam, mengimbanginya serta menikmati setiap sentuhan Jung Nam di setiap tubuhnya.
............

“Chae Moon,” lirih Jung Nam sesaat setelah mereka mencapai klimaksnya bersamaan, tetapi Jung Nam enggan untuk melepaskan dirinya.

“Jangan… Tolong,” pinta Chae Moon sambil mencoba membebaskan dirinya dari pelukan Jung Nam.

“Tolong, dengarkan aku saat ini Chae Moon,” pinta Jung Nam sambil menatap mata Chae Moon yang masih menatap sendu dirinya, karena masih terbawa sisa-sisa klimaksnya.

“Kumohon Park Jung Nam, jangan, aku tidak butuh kebohongan tambahan lagi dari mulutmu, lepaskan aku, karena adikku sedang menungguku di rumah,” jelas Chae Moon sambil mencoba berdiri dari posisinya yang berada di atas Jung Nam dan sedikit mengernyit ketika merasakan kejantanan Jung Nam yang bergeser.

“Aku memang bersalah, aku memang pengecut dan entah kata-kata apalagi yang pantas untukku, Chae Moon, tetapi ku mohon, jangan pergi dariku.”

“Lalu apa?! Aku harus menjadi simpananmu seumur hidupku sampai kau bosan kepadaku?! Tidak! Apa yang terjadi malam ini adalah kesalahan! Dan tidak seharusnya aku membiarkanmu menyentuhku lagi, sebaiknya kamu putuskan apakah kau memilihku ataukah nona besar dan anakmu itu!” jelas Chae Moon terisak, dan dengan sekali hentakan dia berhasil lepas dari pelukan Jung Nam.

Dengan tergesa Chae Moon memakai bajunya, begitupun Jung Nam, dan beruntung gerakan Chae Moon lebih cepat sehingga dirinya lebih dahulu menyelesaikannya, dan langsung keluar dari kamar mandi menuju pintu keluar klab. Jung Nam masih mengejarnya hingga dia berada di parkiran belakang pintu keluar Klab, dan beruntung mobil BMW yang sempat membawanya di malam sebelumnya langsung datang. Chae Moon langsung memasuki mobil itu, mengabaikan panggilan Jung Nam dibelakangnya.
............
“Bagus, kau tepat dengan menyuruhnya untuk membuat keputusan memilihmu atau Rossy.”
Chae Moon terkejut mendapati dirinya tidak hanya berdua di dalam mobil, tetapi bertiga, dan tanpa menoleh pun dia tahu siapa yang sedang berbicara di belakangnya, Lim Dae Jong.
Mengabaikan ucapan Dae Jong, Chae Moon mengusap air matanya yang semakin deras semenjak dia meninggalkan Jung Nam di ruang ganti tadi dan menatap ke luar jendela.

“Dae Jong, kau sungguh egois,” cemooh Lee Jung Woo, adik sepupu Dae Jong namun mereka tidak berhubungan darah sama sekali, karena dia lahir dari pernikahan pertama bibi Dae Jong sebelum menikah dengan paman Dae Jong yang tidak menghasilkan anak hingga sekarang.

“Cih, tenanglah Jung Woo, sebaiknya kau fokus ke jalanan di depan, karena Jung Nam mengejar kita di belakang menggunakan motor racingnya,” jela Dae Jong tanpa melepaskan pandangannya ke belakang mobil.

Chae Moon langsung menoleh dan melihat apa yang dilihat Dae Jong, Jung Nam tanpa helm mengejar mobil mereka dengan kecepatan tinggi.
“Pasang sabuk pengamanmu, dan berpegangan,” suruh Jung Woo kepada Chae Moon dengan lembut, dan langsung dituruti Chae Moon dengan tangan gemetar.

Aksi kejar-kejaran itu berlangsung cukup lama, Jung Nam hampir berhasil mendahului mobil mereka dari sebelah kanan, jika saja tidak ada truk dari arah berlawanan yang membuatnya terpaksa harus mundur dan mencoba mencari jalan ke sebelah kiri. Chae Moon yang melihat itu hanya bisa memekik tertahan, berharap sepenuh hati bahwa Jung Nam tidak apa-apa.

Tanpa menyerah, Jung Nam mencoba menyalip melalui sebelah kiri, tepat di samping Chae Moon, dari dalam mobil Chae Moon bisa melihat bibir Jung Nam yang memanggil-manggil namanya sambil sesekali melihat ke arah depan, tanpa sadar, air mata Chae Moon menetes kembali. Ketika Jung Woo merasa ada celah di perempatan jalan yang akan berubah menjadi merah, Jung Woo sedikit membanting stirnya ke arah kiri, mencoba memperlambat motor Jung Nam di sana dan langsung menekan gas, dan benar saja, tak lama lampu berubah menjadi merah, dan Jung Nam kesulitan untuk mengikuti mereka.

Chae Moon menatap Jung Nam melalui kaca spionnnya dan menangkap kata-kata makian yang keluar dari mulut Jung Nam.

“Dia akan baik-baik saja, aku hanya menahannya dan tidak melukainya,” ucap Jung Woo sambil menggenggam tangan Chae Moon, mencoba menenangkannya.

“Terimakasih,” jawab Chae Moon sambil membalas genggaman tangan Jung Woo dan tersenyum lemah kepadanya.

“Cih, kalian ini!” gerutu Dae Jong.
............

“Sungguh sangat disayangkan, Presdir Yoon meninggal sebelum sempat bertemu dengan cucu sematawayangnya, satu-satunya keluarganya yang tersisa,” ucap Mr. Kang setibanya di rumahnya setelah menghadiri pemakaman kolega bisnisnya.

“Dan itu yang akan Ayah terima jika Ayah masih bersikeras pada keputusan Ayah tentang In Soo,” ucap Rossy Kang sambil memandang In Soo di gendongannya.

“Apa maksudmu?!” bentak Mr. Kang tidak terima, dan saat itu juga tangisan In Soo memenuhi seluruh ruangan.
Nyonya Kang segera mengambil In Soo dari gendongan Rossy dan menenangkannya sambil mengatakan, “Rossy, jangan pancing amarah Ayahmu.”

“Tapi, Bu, memang itu yang akan terjadi pada Ayah jika Ayah masih melarang In Soo bertemu dengan Jung Nam, Ayah kandungnya. Apa Ibu tidak dengar tadi apa yang terjadi di keluarga Yoon? Presdir Yoon melarang Yoon Jae Hyun, cucunya untuk bertemu dengan Mr. Lee Hyun, semenjak kematian anak semata wayangnya, ibu Jae Hyun seumur hidupnya, hingga akhirnya Mr. Lee Hyun meninggal, dan lihat akibat perbuatannya, dia dibenci oleh cucu kandungnya sendiri hingga akhir hidupnya. Itukah yang Ayah inginkan di akhir hidup Ayah nanti?!” tegas Rossy sambil pergi meninggalkan Mr.Kang setelah sebelumnya mengambil In Soo dari gendongan Ny.Kang.

“Rossy…,” lirih Ny.Kang sambil menatap kepergian Rossy, “Suamiku, ada baiknya kamu memikirkan kembali soal ini semua, sebentar lagi In Soo bisa bicara, dan pertanyaan pertama yang akan dia ajukan adalah dimana Ayahnya? Siapa Ayahnya? Dan apa yang akan kamu jawab Suamiku? Sudahkah kau fikirkan itu semua?” ucap Ny.Kang sambil menatap mata suaminya tanpa berkedip.

“Aku bisa menjawab semua pertanyaan itu kalau Rossy setuju untuk menikah dengan Dae Jong, dia bisa menjadi ayah dan suami yang baik.”

“Suamiku, kau akan merahasiakan kenyataannya kepada In Soo seumur hidupnya?!”

“Tidak ada yang akan dirahasiakan, karena Dae Jong akan otomatis menjadi ayah In Soo jika dia menikahi Rossy, dan keputusanku sudah bulat! Mereka akan segera menikah! Dan tidak akan ada yang boleh membantahnya!” sergah Mr.Kang dan ketika dia hendak menuju ruang kerjanya, langkahnya terhenti ketika mendengar Ny.Kang menjawabnya.

“Suamiku, tak sadarkah kau kalau sekarang kau berubah menjadi orang yang sangat kau benci?”

Mr.Kang menghentikan langkahnya dan langsung menoleh melihat istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan kecewa.

“Apa maksudmu?”

“Tak sadarkah kau dengan sikapmu yang seperti ini kau semakin mirip dengan Ayah, suamiku? Tak ingatkah kau bagaimana kerasnya Ayah kepadamu semasa hidupnya? Mengatur semua aspek kehidupanmu bahkan sampai ke hal terkecil sekalipun, membenci Ayah dengan semua hal itu dan lihat dirimu sekarang, kau menjadi semakin mirip dengan Ayah.”

Ny.Kang sengaja menggantung ucapannya untuk mengukur reaksi suaminya, “Apakah kau ingin Rossy maupun In Soo merasakan hal yang sama sepertimu? Membenci Ayah kandungnya karena sikapmu ini? Sanggupkah kau merasakan apa yang dirasakan Presdir Yoon? Meninggal tanpa ada orang terkasih di sampingnya? Ingat, umur kita sudah tidak muda lagi, bisa jadi aku yang akan terlebih dahulu meninggalkan kalian, atau justru kau yang akan meninggal lebih dulu atau lebih parahnya lagi bisa jadi Rossy atau In Soo yang mendahului kita? Bagaimana kau menanggulangi perasaan bersalahmu nanti? Fikirkan semuanya baik-baik suamiku.”

Mr.Kang terhenyak mendengar penuturan istrinya, semua yang dikatakannya benar, dia sangat membenci Ayahnya yang selalu mencampuri urusannya, bahkan ketika dia sudah menikah pun Ayahnya masih saja mencampuri urusannya, dan baru berhenti ketika maut menjemput Ayahnya di meja operasi akibat serangan jantung yang dideritanya. Mereka terdiam sesaat, hingga akhirnya Mr.Kang memutuskan untuk menuju ruang kerjanya dan setengah membanting pintu ruang kerjanya.
............

Mr.Kang masih berdiam di ruang kerjanya walaupun hari sudah menjelang pagi, semalaman dia memikirkan ucapan Rossy, anaknya dan juga istrinya. Teringat kembali bagaimana dengan mudahnya anak sulung keluarga Park memutuskan pertunangan yang sudah diumumkan seantero negeri karena putrinya kalah bersaing dengan anak ingusan yang bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga Park.

Disusul dengan pengakuan anaknya yang memperkenalkan putra kedua keluarga Park sebagai orang yang dicintainya. Betapa hancur hatinya begitu putrinya mengakui bahwa anak yang dikandungnya adalah anak dari Park Jung Nam, yang notabene putra kedua keluarga Park. Kekerasan hati Rossy untuk tetap mempertahankan bayi yang dikandungnya sempat membuatnya kehabisan akal untuk memisahkan mereka, hingga akhirnya dia menyerah dan mengurung putrinya di pulau terpencil selama kehamilannya. Sekarang dia harus memikirkan In Soo, dia harus melakukan sesuatu!!
............

“Aku ingin kau segera menikahi Rossy bulan depan,” ujar Mr.Kang di ruang kerjanya.

“Apa?!” jawab pria di depannya terkejut.

“Kau dengar apa yang kukatakan, dan ini adalah hal yang paling kau inginkan bukan, Park Jung Nam?” jawab Mr.Kang sambil membungkukkan badannya ke depan, dan menyipitkan matanya.

“Kau tidak sedang mengigau kan, Pak Tua?” sahut Jung Nam sambil cengengesan.

“Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?!” rutuknya sambil meluruskan kembali posisi badannya.

“Apa yang kau rencanakan, Mr.Kang? Setelah hampir 1 tahun kau memisahkanku dengan Rossy sekarang kau memintaku untuk menikahinya?” Jung Nam mendengus sambil melanjutkan, “Apa yang kau inginkan? Karena kau tidak mungkin menyerah begitu saja jika tidak ada yang kau inginkan.”

“Kau memang pintar, ya, aku menyetujuimu untuk menikah dengan Rossy serta menjadi ayah yang sebenarnya untuk In Soo, tetapi aku meminta sesuatu sebagai imbalannya,” jelas Mr.Kang sambil tersenyum sinis dan melemparkan beberapa foto ke arah Jung Nam.

“Apa maksudnya ini?!” geram Jung Nam setelah melihat foto yang dilemparkan Mr.Kang kepadanya.

Ternyata Mr.Kang melemparkan foto saat dia sedang berjalan-jalan dengan Chae Moon dan Ho Min beberapa bulan lalu.

“Jangan kau fikir aku tidak tahu mengenai hubunganmu dengan pelacur cilikmu itu, ckckck, kau memang tidak pernah tahan berjauhan dengan wanita, setelah kau tidak mendapatkan anakku, kau mendekati penari striptease murahan sebagai pengganti putriku. Aku selalu mengawasimu, aku tahu sudah sejauh mana hubungan kalian, dan jika bukan karena kebahagiaan In Soo, aku tidak akan sudi untuk menerimamu sebagai menantuku. Sudah cukup keluarga Park menyakiti putriku, dan jangan kau tambah dengan menyakiti cucuku.”

“Brengsek!! Jika bukan karena kau yang menghalangi kami untuk bertemu, aku tidak akan mungkin melakukan itu semua!”

“Alasan!! Jika kau memang mencintai putriku seperti yang kau ucapkan terakhir kali kita bertemu, kau tidak akan dengan mudahnya menemukan pengganti putriku, dan menghancurkan hidup anak ingusan itu dengan janji-janji yang tidak mampu kau tepati, karena kau hanya menjadikannya sebagai pengganti Rossy. Dan, yah, kalian keluarga Park memang pervert, penyuka anak ingusan sebagai pendamping kalian, bersyukurlah kau karena ku beri kesempatan untuk meluruskan anggapan itu dengan menikahi putriku, tidak seperti kakakmu yang lebih memilih pembantu untuk dijadikan menantu keluarga Park,” cemooh Mr.Kang.

“Brengsek!!” segera setelah Jung Nam mengatakan itu, dia langsung berdiri dari kursinya dan menarik dasi Mr.Kang, menariknya mendekat ke arahnya. Bermaksud untuk menghajar Mr.Kang tepat di wajahnya, Jung Nam mulai mengangkat sebelah tangannya yang masih bebas dan mendekati wajah Mr.Kang, tetapi tidak bisa dilakukan karena dengan sigap anak buah Mr.Kang langsung menangkap tangannya dan langsung mengurung kedua tangannya di punggungnya sementara setengah wajah dan badannya sudah merapat ke meja, “Lepaskan!!”

“Sekarang dengarkan baik-baik,” ujar Mr.Kang di telinga Jung Nam yang tidak menempel meja, “Aku tak peduli hubunganmu dengan pelacur itu, aku mau kau menjauhinya, memutuskan hubunganmu dengannya, dan jangan pernah kau bertemu lagi dengannya sampai kapanpun, karena jika tidak, kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan In Soo, anak kandungmu!!” ancam Mr.Kang dan langsung meninggalkan Jung Nam tanpa menyuruh anak buahnya untuk melepaskannya.
............

Setelah dirasa Mr.Kang sudah pergi meninggalkan gedung, anak buah Mr.Kang langsung melepaskan Jung Nam dan segera menggiringnya menuju parkiran, meninggalkannya di tempat dia memarkirkan motor racingnya, sementara Jung Nam masih mengumpat.
“Brengsek!!” umpatnya sambil menendang tembok di dekatnya dan langsung menyesal begitu dia merasakan sakit di kakinya.

Dia langsung terduduk di pelataran parkir, mencoba menelaah apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Ini yang amat sangat dia takuti, dia masih belum bisa memilih, dia terlalu pengecut untuk menentukan mana yang harus dia pilih. Di satu sisi Rossy adalah cinta pertamanya, In Soo adalah anaknya, dia tidak mungkin tidak memilih mereka, sebrengsek apapun dia, dia tidak akan menelantarkan anaknya. Sedangkan di sisi lain, dia akan menghancurkan Chae Moon jika dia memilih Rossy dan juga In Soo, dan yang pasti, ada lubang besar di hatinya ketika dia membayangkan harus menjauhi Chae Moon seperti keinginan Mr.Kang, dia sudah menyayangi Ho Min layaknya adik kandungnya sendiri, apa dia mampu untuk berpisah dengan mereka berdua seumur hidupnya? Apa yang akan terjadi kepada mereka berdua nantinya?
............

“Noona!” panggil Ho Min ketika sampai di rumah besar Lee Jung Woo.

“Kau sudah pulang? Bagaimana hari ini?” sapa Chae Moon ketika Ho Min masih memeluknya.

“Aku senang di sekolah yang baru, tapi Noona, sampai kapan kita tinggal di rumah Jung Woo Ajusshi? Kita sudah 1 bulan tinggal di sini, kapan kita bisa tinggal di tempat kita sendiri?”

“Kalian bisa tinggal di sini selama kalian mau, aku tidak akan mengusir kalian, dan jangan pernah sungkan terhadapku, bagaimanapun aku-lah yang seharusnya berterimakasih, jika bukan karena Noona-mu ini, aku mungkin sudah tidak ada di sini sekarang,” jelas Jung Woo.

“Apa maksudmu Jung Woo Ajusshi?” tanya Ho Min tak berkedip.

“Kau pasti masih ingat waktu Noona cerita bahwa Noona menyelamatkan seorang lelaki di tempat Noona bekerja bukan?”

“Ya, aku ingat Noona, lalu apakah Jung Woo Ajusshi ini yang Noona selamatkan dari para berandalan itu?”

“Ya, Ho Min, dia-lah yang Noona selamatkan,” jelas Chae Moon sambil mengangguk, dan pembicaraan mereka terhenti karena Lim Dae Jong yang datang tiba-tiba.

“Wah, wah, sungguh potret keluarga bahagia yang sempurna!” cemooh Dae Jong.

“Apa yang kau lakukan di sini?!” sergah Jung Woo.

“Tenang, adik sepupu, aku datang ke sini untuk memberitahukan kalian kabar yang amat sangat penting,” jawabnya sambil melemparkan secarik koran, dan langsung ditangkap oleh Jung Woo.

Karena dibuka dalam keadaan terbalik, Chae Moon justru orang pertama yang membaca headline yang dicetak di koran tersebut.

Pernikahan terbesar tahun ini, antara putra kedua keluarga Park,
 Park Jung Nam dengan Putri semata wayang Mr.Kang, Rossy Kang, yang akan diselenggarakan minggu ini!!!

Menyadari koran yang dipegangnya terbalik, Jung Woo berusaha membalik korannya, dan ketika dia selesai membaca headline itu, Jung Woo melihat wajah Chae Moon yang memucat, dan tak lama kemudian melemparkan koran itu untuk menangkap tubuh Chae Moon yang tiba-tiba limbung.

“Chae Moon!!”

“Noona!!”

Ho Min dan Jung Woo berteriak bersamaan.
............

“Aku sudah menduga kau pasti berada di sini,” ucap Dae Jong kepada Rossy yang sedang asyik mematut di depan cermin dengan memakai gaun pengantin di butik kesayangannya.

“Oppa! Aku tak menyangka kau datang, bagaimana bisa kau tahu aku ada di sini?” sahut Rossy riang.

“Apa lagi yang akan dilakukan oleh calon pengantin wanita menjelang hari pernikahannya jika bukan mencoba gaun pengantinnya?”

“Oh, Oppa, maafkan aku, aku tidak bermaksud merahasiakannya darimu, tetapi Ayah bersikeras bahwa pernikahan ini tidak boleh tersiar sebelum 1 minggu sebelum pernikahan, dan aku hanya menuruti permintaan Ayah,” jelas Rossy sambil menangkupkan tangannya ke bibirnya.

“Tidak apa, setidaknya aku sudah tahu bukan? Wow, sepertinya jumlah pengawalmu berkurang, apa ini karena hari pernikahanmu yang semakin dekat?”

“Iya, semenjak Ayah memberitahukanku bahwa dia merestuiku dengan Jung Nam, dia langsung mengurangi jumlah pengawal.”

“Lalu dimanakah sang calon pengantin pria yang beruntung itu? Tidakkah dia mengantarmua kesini?”

“Tidak, Jung Nam masih ada pertemuan penting, lagipula, tidak baik calon pengantin pria melihat calon pengantin wanitanya dalam balutan gaun pengantin seperti ini,” jelas Rossy sambil tersenyum bahagia.

“Begitukah?” Dae Jong menjawab dengan nada menggantung, membuat Rossy menyadari sesuatu.

“Kenapa Oppa? Ada yang ingin kau bicarakan?” tanya Rossy sambil membalikkan badannya dan berhadapan langsung dengan Dae Jong.

“Ya, dan sebaiknya kau menyelesaikan fittingmu sebelum aku mengajakmu untuk minum teh di café sebelah.”

“Baiklah.”
............

“Apa yang ingin kau bicarakan, Oppa?” tanya Rossy ketika mereka sudah berada di café.

“Apakah kau tidak merasa aneh, mengapa setelah 2 tahun lamanya Ayahmu melarangmu untuk menemui Jung Nam dan sekarang dia justru merestuimu?”

“Awalnya aku merasa aneh, tetapi kemudian aku sadar, ini pasti karena In Soo, Ayah pasti menginginkan In Soo bahagia.”

“Sesederhana itukah? Apakah kau tidak mengenal Ayahmu dengan baik? Jika dia tiba-tiba berubah seperti ini, itu pasti karena dia merencanakan sesuatu. Dan Jung Nam, apakah kau tidak merasa sikapnya yang berubah akhir-akhir ini? Bagaimana bisa dia langsung menuruti semua perkataan Ayahmu termasuk untuk masuk ke perusahaan kalian tanpa ada protes sama sekali. Kau jauh lebih mengenal Jung Nam dibanding aku, tetapi ada yang salah di sini.”

Rossy memang sudah curiga pada awalnya, Jung Nam bukan tipe yang bisa menuruti perkataan seseorang dengan mudahnya seperti ini, terlebih mengikuti kemauan Ayahnya untuk masuk ke perusahaan mereka dengan posisi yang amat strategis seperti itu. Tetapi semua sirna ketika dia melihat betapa Jung Nam menyayangi In Soo, memposisikan dirinya sebagai seorang Ayah yang sangat menyayangi anaknya, bagaimana tatapan sayang yang ditujukannya kepada In Soo maupun dirinya, membuat Rossy mengabaikan semua pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya

“Apa yang sebenarnya Oppa maksud?” tantang Rossy sambil menyedekapkan tangannya di dada.

“Rossy, ada yang disembunyikan oleh Ayahmu dan Jung Nam entah apa itu.”

“Oppa, ketakutanmu tidak beralasan, aku sudah berkali-berkali mengatakan kepadamu bahwa aku tidak bisa membalas perasaanmu, aku hanya menganggapmu sebagai seorang kakak, tidak lebih. Jangan membuat dirimu seperti ini karena tidak bisa menerima keputusanku untuk menikah dengan Jung Nam.”

“Tidak seperti itu, Rossy. Ada yang harus kau tahu, bahwa Jung Nam memiliki affair dengan penari striptease sementara kau menghilang 2 tahun.”

“Apa?!”

“Ya, Rossy, Jung Nam yang amat sangat kau cintai itu tidak tahan jika tidak meniduri wanita semenjak kehilanganmu, hingga akhirnya dia meniduri wanita murahan yang bekerja di klab malam milikku, dan sekarang pelacur cilik itu sedang hamil anak daru Jung Nam-mu tercinta,” jelas Dae Jong dengan senyum sinis tersungging di bibirnya.

“Apa?!”
............

“Apa?! Kau pasti bohong, Dokter! Aku tidak mungkin hamil!!” sergah Chae Moon setelah sadar kepada dokter keluarga yang dihubungi Jung Woo ketika Chae Moon pingsan tadi.

“Menurut hasil test yang saya lakukan, itu adalah jawaban yang paling tepat, tetapi untuk hasil lebih akurat mengenai berapa usia kehamilan Nona, sebaiknya Anda membawanya ke rumah sakit, Tuan Muda,” jelas Dokter kepada Jung Woo yang berdiri di sebelahnya.

“Noona, kau hamil? Itukah sebabnya kau selalu muntah-muntah selama beberapa hari ini? Jadi, aku akan segera memiliki keponakan?” tanya Ho Min sumringah dengan polosnya tanpa mengetahui kepanikan yang mendera kakaknya.

“Tapi, bagaimana bisa?” dan pertanyaan itu menggantung di udara, ketika tiba-tiba ingatannya kembali kepada malam di kamar mandi ruang ganti waktu itu, malam dimana dia dengan pasrah menerima semua cumbuan Jung Nam, “Oh, ya ampun,” Chae Moon menutup wajahnya dengan kedua tanganya.

“Noona?” panggil Ho Min.

“Ho Min, bisakah kau menemaniku mengantar Dokter ke luar, sementara Noona-mu beristirahat?” ajak Jung Woo yang melihat reaksi frustasi Chae Moon.

“Baiklah, Jung Woo Ajusshi. Noona, kau istirahat dulu yah,” pamitnya sambil mencium pipi Chae Moon.

Sepeninggal Ho Min dan Jung Woo, Chae Moon memandang jendela dengan tatapan kosong. Mencoba memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sementara dia sendiri masih belum mempunyai rencana ke depannya hidup bersama Ho Min, sekarang bebannya bertambah, dia harus memikirkan anak yang sedang dikandungnya ini, buah cintanya dengan Jung Nam, lelaki yang dengan teganya justru akan menikah dengan wanita lain.

Apakah ini pertanda bahwa sekaranglah waktunya untuk menerima tawaran Jung Woo Oppa beberapa waktu lalu untuk menikah dengannya dan kemudian memulai hidup baru di Seoul? Ataukah justru ini pertanda untuknya memperjuangkan haknya sebagai ibu dari anak Jung Nam? Jika kemarin persaingan ini tidak adil, karena wanita itu memiliki anak sebagai pengikat Jung Nam, mengakibatkan posisinya tidak kuat, dan dengan jelas Jung Nam akan memilih Rossy dibanding dia. Sekarang posisi mereka sama kuatnya, dia juga memiliki anak dengan Jung Nam, dia pun memiliki hak yang sama.

Lalu bagaimana jika justru Jung Nam tidak akan berfikir dua kali untuk memilih nona besar itu dibanding dirinya yang tidak lebih dari penari striptease yang berhasil ditidurinya? Bagaimana jika dia justru mempermalukan dirinya sendiri karena merasa pantas bersaing dengan wanita baik-baik dengan derajat yang jauh lebih tinggi darinya? Sambil mengusap airamatanya, Chae Moon sudah mengambil keputusan dan memantapkan hatinya, karena hanya ini yang terbaik baginya, anak yang dikandungnya dan juga Ho Min, adiknya.
............

“Jadi, maksudmu aku harus membatalkan pernikahanku dengan Jung Nam karena dia sudah mengkhianatiku?”

“Ya, Rossy. Dia tidak pantas untuk menikah denganmu setelah apa yang telah dia lakukan kepadamu selama ini.”

“Tidak, Oppa. Aku tidak menyalahkannya atas apa yang sudah dia lakukan, dia melakukan itu karena dia fikir aku-lah yang meninggalkannya.

“Apa maksudmu?”

“Aku memaafkannya karena pengkhianatannya, Oppa.”

“Tapi,…” Dae Jong kehilangan kata-katanya, karena dia tidak menyangka Rossy akan bersikap seperti itu, dia datang ke sini untuk membuat Rossy membatalkan pernikahannya.

“Oppa, bisakah kau berikanku alamat tinggal wanita itu?”

“Apa? Tapi, kau bilang tadi, kau memaafkan Jung Nam,” Dae Jong tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan wanita di depannya ini.

“Aku memang memaafkannya, tetapi aku tidak akan tinggal diam terhadap wanita itu dan juga calon bayinya,” tegas Rossy.

“Oh, begitu,” jawab Dae Jong sambil tersenyum, mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini, “Kau bermaksud menemui wanita ini, heh?”

“Ya, Oppa, aku akan menemuinya dan melarangnya untuk menemui Jung Nam lagi. Tidak akan aku biarkan pernikahanku ini batal setelah sebelumnya pernikahanku batal karena Jung Min mencintai pembantunya, dan sekarang tidak akan ku biarkan Jung Nam membatalkan pernikahan ini karena pelacur murahan itu,” geram Rossy sambil menggenggam erat tisu yang dipegangnya dengan kencang, seolah-olah dia melakukan itu sebagai pengalihan dari emosi yang sedang dirasakannya saat ini.

“Baiklah, akan aku antar kau ke sana.”

“Tidak, Oppa, ini hanya antara aku dan dia, tidak boleh ada orang lain,” ucap Rossy dengan senyum sinisnya.
............
Keesokan harinya, Chae Moon hanya seorang diri di rumah besar itu karena Jung Woo dan juga Ho Min sudah berangkat, dia sedang duduk santai di ruang keluarga ketika mendengar ada suara bel di pintu.

“Yaa,” sahutnya sambil mendekati pintu dan membeku ketika mendapati Rossy yang sedang berdiri di depannya dengan tatapan menilai. Mereka memang belum pernah bertemu, tetapi Chae Moon tahu pasti siapa yang berdiri di depannya, karena sejak melihat headline koran waktu itu, dia tidak bisa melupakan wajah Rossy, “Anda?”

“Sepertinya kau sudah mengenaliku, dan itu adalah hal yang sangat bagus, kau sungguh mempermudahku, boleh aku masuk?” sahut Rossy dan sebelum Chae Moon menjawab, Rossy sudah menerobos masuk ke dalam.

“Apa yang Anda inginkan? Bagaimana bisa Anda tahu saya ada di sini?”

“Itu bukan urusanmu,” jawab Rossy sambil duduk di sofa tanpa disuruh oleh Chae Moon, “Nona Chae Moon, aku akan langsung saja, aku ingin kau menjauhi calon suamiku, jangan pernah merayunya untuk menikahimu hanya karena kau sedang hamil anaknya, dan siapa yang bisa menjamin bahwa anak yang kau kandung adalah anak Jung Nam, calon suamiku?”

“Apa?!”

“Sebaiknya kau mengontrol emosimu jika tidak ingin terjadi sesuatu pada bayi dalam kandunganmu itu, percayalah, aku lebih berpengalaman darimu,” sahut Rossy enteng.

“Sepertinya Anda salah berkata seperti itu kepada saya, Nyonya, karena jika informan yang kau sewa untuk mencari tahu diriku tidak salah memberikan informasi, justru calon suamimu-lah yang mengejar-ngejar diriku, dan mengenai anak ini, Nyonya seharusnya ada ketika dengan ganasnya calon suamimu menyerangku di kamar mandi ruang ganti klab malam tempatku bekerja terakhir, karena disanalah anak ini tercipta,” serang Chae Moon.

“Hentikan! Saya ke sini bukan untuk mendengarkan cerita menjijikkan macam itu! Dengar yah, Nona Kim Chae Moon, sebutkan berapa hargamu untuk menjauhi calon suamiku, ayah dari anak yang sudah ku lahirkan? Tidak usah ragu, aku akan  memberikanmu berapapun yang kau inginkan.”

“Kau tidak akan bisa memberikanku apa yang ku inginkan, karena Nyonya Rossy Kang,” Chae Moon sengaja menggantungkan ucapannya untuk membungkuk sedikit ke arah Rossy, “Kau tidak punya apapun untuk diberikan kepadaku, sementara kau sendiri tidak yakin apakah calon suamimu itu benar-benar tulus menerimamu ataukah hanya karena anak yang kau lahirkan itu.”

“Apa maksudmu?!!” sembur Rossy.

“Jika kau yakin bahwa calon suamimu mencintaimu dengan tulus, kau tidak akan datang kemari hanya untuk mempermalukan dirimu sendiri dengan memintaku menyebutkan hargaku, sementara kau sendiri belum tentu berharga di mata calon suamimua itu.”

“Hentikan!! Dasar kau pelacur murahan!!” pekik Rossy dan segera melayangkan tangannya ke arah wajah Chae Moon, bermaksud untuk menamparnya, tetapi tangan Chae Moon lebih cepat dan menangkap tangan Rossy dan mengibaskannya.

“Sebaiknya Anda segera pergi dari sini, Nyonya sebelum kau semakin mempermalukan dirimu!”

“Ingat baik-baik pelacur murahan!! Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan! Kau tidak akan mendapatkan Jung Nam!! Dan tidak akan aku biarkan Jung Nam mengetahui bahwa kau mengandung anaknya!!” sembur Rossy sesaat sebelum meninggalkan Chae Moon.

Chae Moon langsung terduduk di sofa begitu merasa Rossy sudah pergi jauh, tidak tahu apa yang merasukinya tadi, entah bagaimana caranya, tetapi anak yang dikandungnya memberikannya keberanian lebih untuk menghadapi Rossy tadi. Yang ada dipikirkannya tadi adalah, dia harus melindungi bayinya, dia tidak mau Rossy melakukan hal nekat kepadanya sementara dia sedang sendirian di rumah seperti sekarang ini.

“Oh, Tuhan,” Chae Moon menangkupkan tangannya ke wajahnya sambil menghela nafas frustasi.
............

Beberapa bulan kemudian.

Pernikahan itu akhirnya terlaksana, dan sesuai dengan tajuk headline beberapa waktu lalu, pernikahan itu memang menjadi pernikahan terbesar dan termegah tahun ini. Mereka memutuskan untuk tinggal di rumah keluarga Kang karena permintaan Mr.Kang yang tidak ingin jauh dari In Soo. Tak lama setelah mereka menikah, Rossy mengetahui perjanjian yang dibuat antara Ayah dan Suaminya, dan itu membuatnya hancur. Karena selama 5 bulan pernikahannya, Jung Nam tidak pernah menunjukkan tanda-tanda keterpaksaan menikah dengan Rossy, terkecuali masalah ranjang tentunya.

Sebelum kelahiran In Soo waktu itu, mereka memang selalu terlibat dalam percintaan yang panas, tetapi setelah menikah Jung Nam justru tidak pernah menyentuhnya. Setiap Rossy mencoba untuk menggoda dan meminta lebih, Jung Nam dengan halus selalu menolaknya karena alasan lelah di kantor, dan itu membuat Rossy berhenti berusaha dan mengikuti kemauan Jung Nam.

Dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa Jung Nam justru mencari tahu semua hal tentang Chae Moon yang segera pindah ke Seoul setelah Rossy menemuinya waktu itu. Jung Nam memang tidak pernah menemui Chae Moon, tetapi dia menyuruh detektif untuk melaporkan segala sesuatu tentang Chae Moon dan menaruh poto-poto yang diambil ke dalam sebuah album yang disembunyikannya di ruang kerjanya.

Ditambah poto-poto hasil usg yang dilakukan Chae Moon serta hasil lab yang menyatakan bahwa Chae Moon hamil 4 minggu waktu itu yang disimpan rapi oleh Jung Nam. Ternyata inilah yang dilakukannya setiap malam ketika dirinya tengah terlelap, karena tidak jarang, dia mendapati dirinya terbangun di tengah malam, berada sendirian di ranjangnya yang luas, dan ketika melihat Jung Nam berada di ruang kerjanya, dia mengira Jung Nam sudah berubah menjadi sosok suami yang bertanggungjawab untuk menafkahi istri dan juga anaknya, padahal kenyataannya tidak.

Hari ini dia sudah bertekad untuk melakukan sesuatu, dia akan membuat penghalang antara dirinya dan suaminya lenyap, ya, dia akan menabrak wanita murahan itu tepat ketika dia sedang menyebrang, dan membuatnya seperti kecelakaan. Dia sudah mengikuti semua jadwalnya, dan dia akan menyebrang tepat di depannya untuk menjemput adiknya beberapa saat lagi.

Rossy langsung menegakkan duduknya ketika melihat Chae Moon dengan perut yang sudah memasuki 6 bulan kehamilan menyebrang, dia langsung menekan pedal gas dalam-dalam. Chae Moon tidak mengetahui apa yang sedang menantinya ketika dia mendengar teriakan Ho Min dari seberang, dan tepat saat dia menoleh, dia melihat mobil melaju dengan kencang ke arahnya, tanpa sempat menghindar, dia merasakan tubrukan keras mengenai tubuhnya , membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh terlentang dengan posisi tangan yang memeluk posesif perutnya.

“Noona!!” teriak Ho Min.

Dalam hitungan detik Rossy sudah berhasil menabrak Chae Moon dan langsung meninggalkannya yang sedang telentang dan dikerumuni banyak orang untuk melihat keadaannya. Semua sudah diatur sedemikian rupa, Rossy langsung menuju bekas pelabuhan, mengganti semua pakaiannya, menaruhnya ke dalam tas dan menempatkannya di kursi pengemudi.

“Kau tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya,” perintah Rossy kepada anak buahnya.

“Baik, Nyonya.”

Segera setelah itu Rossy pergi, kembali ke rumahnya dimana anaknya sedang menunggunya, berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
............

5 tahun kemudian

“In Soo, kau harus bertahan, Nak, kau pasti sanggup bertahan,” rintih Rossy sambil memegang tangan In Soo yang tidak memakai infus, sementara bagian tubuh yang lain dipasangi berbagai macam alat kedokteran untuk menunjang kehidupannya.

“Rossy, In Soo pasti bertahan,”ujar Jung Nam dibelakangnya sambil meremas pundak Rossy.

Tak lama In Soo mengalami serangan, dokter segera menanganinya dan memaksa Rossy dan juga Jung Nam pergi dari ruang ICCU rumah sakit tersebut.

“Jung Nam, aku takut,” ucap Rossy sambil menangis terisak di pelukan Jung Nam.

“Kau harus kuat, serahkan semuanya kepada Tuhan, mungkin ini yang terbaik untuknya setelah hampir 2 minggu menahan sakit seperti itu, Rossy, kau harus merelakannya.”

“Tidak! Aku tidak akan membiarkannya! Dia masih kecil Jung Nam, usianya baru 6 tahun, tahun ini dia seharusnya masuk sekolah dasar.”

“Kau dengar penjelasan dokter, Rossy, Radang selaput otak yang menyerangnya sudah parah, dia tidak akan mampu bertahan.”

“Jung Nam!! Kenapa kau tidak punya keyakinan kepada anakmu sendiri!!” protes Rossy sambil melepaskan pelukan Jung Nam.

“Aku bukannya tidak punya keyakinan, Rossy, tetapi aku lebih memilih merelakannya jika itu yang terbaik untuknya.”

Perdebatan mereka terhenti ketika mereka melihat dokter yang menangani In Soo keluar dari ruang ICCU dengan wajah penuh menyesal.

“Bagaimana, Dok?” tanya Rossy cemas.

“Maafkan kami, Nyonya, kami sudah mengupayakan segala macam cara, tetapi Tuhan berkehendak lain.”

“Apa?? Tidak mungkin!!” Rossy histeris dan langsung memasuki ruang In Soo dirawat.

Dia langsung menghambur ke ranjang In Soo dan segera mengguncang-guncang badannya.

“In Soo!! Bangun, Nak!! Ibu di sini, bangun, Nak!!”

“Kami turut berduka cita, Tuan,” ujar dokter prihatin sementara Jung Nam hanya mengangguk dan langsung mendekati Rossy yang masih histeris.
............

1 minggu kemudian

Setelah acara makan malam bersama kolega bisnisnya, Rossy dan Jung Nam langsung pulang, alih-alih untuk menuju kamar mereka, Rossy lebih memilih untuk masuk ke kamar In Soo.

“Rossy,” panggil Jung Nam ketika mendapati Rossy yang sedang berdiri di jendela, memandang ke luar.

“Jung Nam, ini semua hukuman Tuhan kepadaku, aku telah membunuh seorang anak bahkan sebelum dia sempat dilahirkan, dan sekarang, anakku satu-satunya direnggutnya dengan paksa.”

Jung Nam mendekati Rossy dan memeluknya dari belakang.

“Apa maksudmu, Rossy?”

“Aku telah membunuh anakmu dengan wanita murahan itu ketika usianya masih 6 bulan dikandungan ibunya.”

“Apa?!” pekik Jung Nam tak percaya sambil melepaskan pelukannya dan mundur 1 langkah.

“Ya, Jung Nam,” Rossy membalik badannya untuk berhadapan dengan Jung Nam yang sedang terkejut, “Kau pasti menerima laporan dari detektif yang kau sewa itu bahwa Chae Moon mengalami kecelakaan yang mengakibatkannya kehilangan anak yang sedang dikandungnya saat itu. Akulah yang menabraknya Jung Nam, aku yang telah membunuh anak kalian.”

“Itu tidak mungkin!”

“Itu mungkin, Jung Nam. Aku melakukan itu semua karena tidak terima kau masih saja mencari tahu tentangnya bahkan ketika kau sudah menikah denganku bukannya menepati perjanjian yang kau buat dengan Ayahku,” Rossy berhenti sejenak ketika melihat Jung Nam yang terkejut mendapati dirinya mengetahui soal perjanjian itu,”Aku mengetahui semuanya, kau menikahiku karena perjanjian yang kau buat dengan Ayahku, dan juga karena kau tidak mau menelantarkan anakmu sendiri. Tetapi setelah kau mengetahui bahwa Chae Moon ternyata mengandung anakmu, kau mulai memikirkan cara untuk meninggalkanku dan juga In Soo.”

“…”

“Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, hingga akhirnya aku memutuskan untuk melakukan itu semua. Tadinya ku pikir, setelah anak kalian tiada, kau bisa kembali menjadi Jung Nam yang ku kenal sebelum akhirnya aku menghilang, tetapi ternyata, tidak. Karena kau lebih mencintainya dibanding mencintaiku.”

“Rossy, kau… kau melakukan semua itu? Katakan kepadaku kalau kau bercanda Rossy, tolong, kau tidak mungkin menjadi pembunuh bukan?”

“Tidak, Jung Nam, aku memang pembunuh, dan aku sedang menjalani hukumanku sebagai pembunuh, karena pada akhirnya aku merasakan apa yang dirasakan wanita itu 5 tahun lalu, kehilangan anak.”

“Aku… Kau…” Jung Nam meremas rambutnya dengan frustasi

“Jung Nam, aku bertahan selama ini karena In Soo, dan sekarang In Soo sudah tidak ada, terlebih Ayah sudah meninggal, perjanjian kalian otomatis batal sejak kepergian Ayah, kau bebas sekarang Jung Nam, Surat cerai akan kau terima besok pagi-pagi sekali.”

“Apa??!! Apa kau fikir semua akan selesai hanya dengan pengakuanmu seperti ini?!”

“Aku sudah mengakui perbuatanku langsung kepada Chae Moon sebelum In Soo dinyatakan tidak akan selamat oleh dokter semalam, dan aku tidak peduli lagi jika kalian akan menuntutku atas semua pengakuin ini. Pergilah!!” Rossy mendorong Jung Nam ke arah pintu sementara Jung Nam masih mencerna semua yang baru dia dengar.

“Maafkan aku,” lirih Jung Nam, “Aku belum menyadari sepenuhnya perasaanku terhadap Chae Moon ketika menikahimu, dan semuanya sudah terlambat begitu aku mengetahui semuanya, yang bisa kulakukan adalah menjadi ayah yang sempurna untuk In Soo tanpa mempedulikan perasaanku kepadamu. Aku memang pengecut, maafkan aku.”

“Kau sudah ku maafkan, dan maafkan aku karena sudah membunuh anak kalian.”

“Sebagai seorang suami aku sudah memaafkanmu, tetapi sebagai seorang ayah dari anak yang sudah kau bunuh, aku tidak bisa memaafkanmu. Aku harus pergi, dan akan kupastikan proses perceraian ini tidak akan berlangsung lama.” Segera setelah mengatakan itu, Jung Nam segera meninggalkan Rossy yang langsung terisak.
............

“Noona, kau cantik sekali memakai gaun pengantin itu,” puji Ho Min ketika masuk ke dalam kamar ganti kakaknya.

“Ho Min, apa yang kau lakukan di sini? Kau seharusnya ada di luar!” pekik Chae Moon ketika melihat adiknya yang seharusnya menjadi pendamping pria justru berada di dalam kamar gantinya.

“Jung Woo Ajusshi menyuruhku untuk melihat Noona, dia takut Noona akan kabur katanya.”

“Apa? Justru aku yang seharusnya takut dia akan kabur sebelum pernikahan, dasar!”

“Noona, kau benar-benar sangat cantik. Apakah kau bahagia Noona?”

“Ho Min, apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku bahagia.”

“Noona, kau jangan bohong kepadaku, kau masih mencinti Jung Nam Ajusshi, kenapa kau menerima lamaran Jung Woo Ajusshi jika kau masih mencintai orang lain?”

“Ho Min, aku dulu memang pernah mencintainya, tetapi sekarang aku harus belajar mencintai calon suamiku, kau tidak lupa bukan bagaimana Oppa menerima dan merawat kita? Memberikan kita kehidupan baru selama ini bukan?”

“Tentu aku tidak akan lupa, Noona, tetapi maksudku,” ucapan Ho Min terpotong oleh ucapan Chae Moon.

“Ho Min, tolong, bisa kita berhenti membahas ini? Ini hari bahagiaku.”

“Baiklah, Noona.”

“Sekarang sebaiknya kau ke depan dan jaga Ajusshi-mu jangan sampai dia pergi, ini mungkin hanya pemberkatan kecil tanpa ada tamu-tamu undangan, tetapi Noona akan sangat malu sekali jika Ajusshi-mu itu memutuskan untuk pergi meninggalkan Noona,” canda Chae Moon kepada Ho Min, dan Ho Min langsung pergi meninggalkan Chae Moon.

Sepeninggal Ho Min, Chae Moon tanpa sadar mengelus perutnya yang rata, tempat dulu sempat bersemayam janinnya, anaknya dengan Jung Nam. Jika tidak karena kecelakaan waktu itu, anaknya kini sudah berusia 5 tahun, kecelakaan yang baru diketahuinya kemarin bahwa ternyata pembunuh anaknya adalah Rossy Kang.

“Ayo, Chae Moon, waktunya sudah tiba,” ucap Mu Ri, sahabatnya yang juga pendamping wanitanya setelah masuk ke dalam kamar ganti, “Kau benar-benar cantik.”

“Terimakasih Mu Ri,” jawab Chae Moon tersenyum.

“Apakah kau gugup?”

“Apakah harus?”

“Tidak harus, hanya saja, aku waktu menikah merasa gugup, bahkan aku merasa bahwa kakiku tidak berada di tempatnya.”

“Ya, aku ingat saat itu, saat dimana kau hampir saja jatuh dari heels 12 cm-mu.”

“Kau ini! Chae Moon, apa kau yakin tidak menginginkan pendamping untuk membawamu ke altar?”

“Aku yakin, Mu Ri, ini untuk mengingatkanku bahwa aku benar-benar seorang diri sebelum bertemu dengan Oppa dan menjalani hidup kami sebagai seorang suami istri.”

“Baiklah, jika itu maumu.”

Tidak banyak yang menghadiri pernikahan ini, karena mereka memang tidak mengundang banyak orang, hanya kerabat dan sahabat terdekat saja. Chae Moon tidak menginginkan pernikahan mewah, tetapi ada yang aneh, karena tidak hanya karena dekorasi yang berubah, tetapi jas yang dipakai Lee Jung Woo tidak sama dengan jas yang mereka sepakati bersama. Chae Moon masih berjalan sendirian, mencoba mengamati perubahan reaksi wajah Jung Woo, dan benar saja, tepat ketika Jung Woo sudah memegang tangan Chae Moon, bukannya membawa Chae Moon menaiki altar, tetapi dia justru turun dan menarik tangan laki-laki yang ada di sebelahnya, orang yang luput dari perhatian Chae Moon selama berjalan tadi.

“Chae Moon, aku tidak bisa menikah denganmu, sementara hatimu berkata lain, selama ini aku menutup mataku akan hal itu, dan terus menutupnya sampai aku tidak menyadari bahwa alasan utamamu untuk menikahiku adalah karena balas budi bukan karena cinta. Maka dari itu, aku memberikanmu kepada cinta sejatimu, dengan perasaan ikhlas,” ujar Jung Woo sambil menaruh tangan Chae Moon ke tangan Jung Nam yang segera melepas kacamata hitamnya.

“Ah!! Kau!!” pekik Chae Moon.

“Chae Moon, maafkan aku karena terlambat menyadari semua perasaanku, tetapi sekarang aku tidak akan salah lagi, aku mencintaimu, sangat mencintaimu,” jelas Jung Nam sambil menggenggam tangan Chae Moon yang berusaha untuk melepaskannya.

“Oppa, apa yang kau lakukan?!”

“Aku melakukan hal yang benar, Chae Moon. Apa kau kira pernikahan kita akan berhasil sementara kau tidak pernah mencintaiku? Jangan pernah berfikir bahwa aku memintamu untuk menikahimu untuk memintamu membalas budi apa yang sudah kulakukan untukmu dan juga Ho Min. Jika kau masih saja menganggap bahwa balas budi ini masih belum juga impas, apa kau lupa kau-lah yang telah menyelamatkanku dari berandalan-berandalan itu. Jadi, sekarang kita sudah impas, Chae Moon.” Jelas Jung Woo.

“Tapi,…”

“Tidak ada tapi-tapian, Chae Moon. Jangan bohongi dirimu lagi, selama ini kau masih mencintai Jung Nam sepenuh hatimu, jangan kau pungkiri kenyataan bahwa kau selalu menyebutkan namanya di setiap mimpimu. Ku mohon, Chae Moon, berbahagialah, demi aku,” pinta Jung Woo tulus.

“Aku mohon, Chae Moon, maafkanlah aku, maafkan atas semua sikap pengecutku, maafkan atas ketidaktahuanku mengenai perasaanku sendiri, maafkan aku karena telah meninggalkanmu, ku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya dengan menuruti semua keinginanmu seumur hidupku, dengan menikahiku dan melakukan apapun yang kau inginkan kepadaku, aku tidak akan mengeluh maupun menyerah, ku mohon, Kim Chae Moon, jadilah istriku,” pinta Jung Nam sambil berlutut dan menyerahkan cincin berlian serta secarik kertas di atasnya.

“Apa ini?” tanya Chae Moon melihat secarik kertas yang dibungkus pita.

“Bukalah,” suruh Jung Nam

“Ini…” Chae Moon tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika melihat isi dari secarik kertas yang digunakan Jung Nam untuk melamarnya, jika itu memang bisa dianggap untuk melamar. Tidak bisa dipungkiri, bahawa dia sangat mencintai Jung Nam, tak peduli semua perlakuan Jung Nam kepada dirinya, dia tidak mampu menghilangkan perasaan cintanya, bahkan setelah mengetahui bahwa Rossy adalah pembunuh anaknya, dia tidak bisa menghapus cintanya kepada Jung Nam.

“Ya, itu adalah surat perceraianku, dan seperti yang tertera di situ, aku sudah resmi menjadi duda sejak 2 bulan lalu, tidak ada lagi yang bisa menjadi penghalang kita.”

“Mengapa kau fikir aku akan menerimamu semudah itu Mister Park Jung Nam?!”

“Oh, kumohon, Nona Kim Chae Moon, aku sudah tidak muda lagi, kakiku sudah mulai kesemutan berada di posisi ini, tolong, bisakah kau mengatakan ‘Ya’ dan kita segera menikah?”

“Maaf, Mister Park Jung Nam, tetapi di sini bukanlah wilayah kekuasanmu, sekarang aku-lah yang berkuasa, jadi sebaiknya kau menggunakan cara lain untuk membujukku!”

“Oh, Ayolah, Chae Moon,”

“Apakah kau masih mau menikahiku sementara aku tidak bisa memberikanmu anak?” Chae Moon mengatakan itu dengan bibir yang bergetar.

“Aku tidak perduli jika aku tidak bisa memiliki anak selama aku bisa hidup bersama dirimu, aku sudah pernah diberi kesempatan untuk memiliki anak denganmu, tetapi aku justru membuang kesempatan itu.”

“Baiklah, aku menerimamu,” jawab Chae Moon yang langsung disambut dengan ciuman Jung Nam dibibirnya serta tepuk tangan para hadirin di dalam gereja itu.

“Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, Aku mencintaimu Kim Chae Moon,” ucap Jung Nam setelah dia melepaskan pagutannya dari bibir Chae Moon.

“Aku juga mencintaimu, Park Jung Nam.”
............



21 comments:

  1. Terima Kasih Banyak untuk Miss Hevi, untuk side storynya yang mampu menggerakkan emosi di dalam hati saya, untuk penceritaan dia mengenai karakter Jung Nam, Rossy, Chae Moon, maupun karakter-karakter tokoh yang lain. Terima Kasih juga karena sudah mau bersusah-susah untuk ikut merayakan hari ulang tahun myowndramastory yang pertama. mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan dan ide-ide yang menarik agar bisa selalu berkarya dan suatu hari nanti bisa ikut serta dalam lomba menulis dan karyanya dipilih sebagai pemenang. Amin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaaaaamiiiiiiinnn....
      Mksh byk doanya Mba Ciiiinnn...
      Slamat ulg tahun Myowndramastory,,smg mkin byk pngnjungny,,mkin byk komentar2 mmbangunnya,,mkin byk crta2 mnarik yg bs mmbgkitkan gairah pnulis2 amatir macam Vie ini n smg makiiiiiin mmbwt Mba Ciiinnn trkenal.. Amiiiiinnn
      Maaf,,cm ni yg bs Vie ksh sbg kado ultah yg prtama,,yg mn sbnrny d niat 'trslubung' di dlmny,, xixiixii
      *pengakuan dosa*

      Ini sbnrny jd sbuah pmbalasan yg g brhsil kawan,,krn dsni Vie jstru ga2l mmbwt Chae Moon bhgia dgn org lain yg jauhh lbih pntas ;p
      Kareenaa eh karenaa pmran utamany khn Jung Nam,,mgkn lain x Vie bnr2 bkin mcm ff yg lbih mnnjolkn Chae Moon,, hehehe *narsis*
      :p

      Mkasih byk atas ksmptn yg udh dksh Mba Cin slma ni k Vie,, *nunduk*
      Selamaaaatttt ulang tahuuuunnnn Myowndramastory...... :D

      Delete
  2. aduh jd bnyk tragedi y vi... *toyor kpla vi* tp mksh y vi n mba chin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuuhhhh,,sakiiiittt Maayyy.. *elus2 kepala*
      G byk koq tragedinyaaa *pembelaan*
      Hehehehe,,
      Mksh jg Maayyy udh bc n komen
      :D

      Delete
  3. kasihan jga sma jung nam, kedua anaknya meninggal smua..tp, bagus deh akhirnya mereka bersatu jga..hehee

    met ultah mbak myowndramastory
    longlife, smoga karyanya mbak makin banyak yang baca, tetap menghasilkan karya yang bagus dan semua keinginan mbak tercapai..wish u all the best ^_^
    Fighting..!!! ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyh,,tp pan akhrny adil,,mrk brsaing fair tnp ada anak.. Xixixi *pembelaan*
      Mksh Mba Vyed udh bc n komen
      :D

      Amiiiiiiinnnnnn(berhub saiia bkn Mba Myowndramastory,,saiia bntu 'Amin' j yh :p )

      Delete
  4. Saia binun mw berkata ap,aseekk
    Tp seneng jung nam am cemumun...xixixixi
    Met ultah myown, eke slalu nggu crita2 yg d posting d sni.mkin top markotop critanya...maapkn saia G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ bsa ikut game (pengakuan)
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°ºea mba cin n vie

    ReplyDelete
    Replies
    1. AseeekKkkkkkk Mba Ndooonggg,, xixiixiii
      Yeaaayyyy cemumun lopeerrsssss,,ayooooo kmpuulll dimariiihhhh.. Xixixixi
      Mksh Mba Ndong udh bc n komen..
      :D

      Delete
  5. mb vie kereen ini.
    mengobati kerinduan akan cemumun...


    thanks mb vie
    thanks mb shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah Ekaaa,,kangeeennnnn bgtz sm Cemumun(tnpa Jung Nam sbnrny)
      Hahahaa
      Aseekkk cemumun lopeerrrrrss
      Kpn2 bkin ff Cemumun only nyookk,,join mw ndak Ekaa?? ;p
      Mksh Ekaaaa udh bc n komen :D

      Delete
  6. yihaaaaaa.......jung nam & cemumun # team cemumun
    HBD myown....sukses selalu thanks mbk cin and all author myown atas semua cerita yg ditulis yg bisa mengeluarkan semua emosi reader myown ;) mbk pie.......semangat trs ya nulisnya ditunggu karya2 selanjutnya :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asekk,,asekk,, *goyang Cesar*
      Hahaha,,yeeaaayyyy cemumuuuunnnn lopeeerrrrrss....
      aseekkkk bhsnyaa Nooongg mgluarkn emosiiii bookkkk.. Xixixixi
      Mksh Nooong udh bc n komen :D

      Delete
  7. ayeeeeeee ada jung nam.. astaga aku beneran benci sama mr. kang,

    bener kata jung nam kalo saja dulu mr.kang ga misahin mereka pasti jung nam sama rossy ga bakalan menderita kayak gini.. dan chae moon ga perlu menderita seperti itu...

    tapi.. syukurlah semua nya happy ending... yey :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayeeeee,,
      Iyh Mba Haeli,,smw gr2 Mr.Kang... Gggrrrrr...
      Iyh,,untungny yh.. Eh,,tp nih versiny Vie,,versi aseli Mba Cin lumz tw gmn.. Xixixixi
      Mksh Mba Haeli udh bc n komen..
      :D

      Delete
    2. yang penting bisa ngobatin kangen mau versi nya mba vie atau pun mba shin yang penting akang jung nam hhe...:D

      Delete
  8. Sist Vie,.....

    Aq suka ternyata qt sepemikiran dan sehati jungnam & mumun yihaaaaa hug & kiss ampek dowerrrRrrrr hehehe

    sist Shin kangeeennnnnnnnnnnn pelukkk eraattttttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaaaa,,jangaann mpe doweeerrrrr,,lg sariawan niihhh... Xixixixi *geer* (pdhl yg dcium Jung Nam n Cemumun)

      Aseeeekkkkkkkk,,Cemumuuuuunnnn lopeerrrsssss *tooss*

      (Iktn meluuukkkk erat Mba Ciiiinnnn)

      Delete
  9. Lagi sariawan? Wuidddihh aq bawain garem 1 teko ya buat kumur2 hehe

    ihhhhh nggak boleh ikutan melukkkkk sist Shin, malam ini dia buatku seorang hehehe :D

    Yg aq cium jung nam Doank, mumunnya Ndak *aq masih normal .. Aahhh ngeles ckckck

    thanks karyamu sist ... Sedikit Ngasih gambaran endingnya akang jungnam Yg masih misteri dari sang empunya *sist Shin :)) hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkkwwkkwkw... ngomong apasehh??? :gak nyambung: lol...

      Delete
    2. Aq low lg kumur2 ama sist Vie Puspitasari sist Shin ... Haha *pukul pukul tutup panci hihihihiiii met pagiiiiiiiiiiiki

      Delete
  10. huaaa syukaaaa critanya, bisa ngobatin kangen ama aak jung nam ^_^

    btw happy 1st b'day myown *maaf telat ucapin* smoga tetep eksis buat crita2 untuk reader setianya, & keep writing buat author2 my own n_n

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.