"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, August 30, 2013

The Second Chance - Part 2 oleh Zia Zinia


The Second Chance oleh Zia Zinia

Cinta... Maaf dulu aku meninggalkanmu, tak mempercayaimu, tak mengerti dirimu. Luka yang telah ku torehkan pastilah teramat dalam, teramat sakit....

"Pa, ada undangan..." Teriak suara gadis kecilku yang bahkan belum bisa melafalkan huruf "R" dengan benar. Yang aku yakin sekarang gadis itu sedang berbicara dengan dot di mulutnya.
  
"Dari siapa sayang?" Tanyaku dari dalam luar ruang kerjaku. Ya sudah beberapa bulan ini aku memutuskan untuk bekerja dari rumah. Walaupun aku telah mampu membuka perusahaan. 


Kkkreeetttt.....
  
Suara pintu dibuka dengan susah payah oleh seseorang dari luar. 

"Pa..." Panggil gadis kecilku seraya melambaikan undangan dengan tangannya yang bebas dan menampakkan kepalanya di ambang pintu. 

"Hai cantik... Kemarilah...." Perintahku lembut seraya merentangkan kedua tanganku bersiap memeluknya. Gadis kecilku berlari kecil ke pelukanku. Aku mengangkat lalu mendudukannya di pangkuanku serta menciumi seluruh wajahnya. Ia terkikik menahan geli karena rambut yang tumbuh di dagu dan bawah hidungku.
  
"Papa geyi..." Katanya sambil terus terkikik. Tangannya berusaha untuk menghalau setiap ciumanku. 

"Anak papa sudah mandi?"
  
Ia mengangguk.
  
"Sudah makan?" 

Ia mengangguk lagi. 

"Sama siapa?" 

"Mas Kemal..." 

"Sekarang mas Kemal dimana?
  
"Bobo..." 

"Anak papa yang satu ini gak bobo?"

"Bobo sama papa..." Jawabnya polos... 

"Sayang papa masih banyak kerjaan, bobo sendiri dulu ya...." 

"Gak mau... Aku mau sama papa."
  
"Sayang... Ayo dong besok papa janji tidur sama Aisyah..." Kataku masih berusaha membujuknya untuk segera tidur. 

"Gak mau... Ai mau bobo sama papa..." Teriak Aisyah yang aku yakin teriakkannya bisa terdengar hingga ke pos penjaga di depan rumahku.
  
"Aisyah sayang...." 

"Gakkkk mmmaaaauuuuu...." Teriaknya lebih keras tak lupa dengan tangisannya yang menyayat hati. 

"Aisyah sayang bobo sama mas Kemal yuk...." Ajak Kemal, putraku yang tiba-tiba sudah muncul di hadapan kami berdua.

Aisyah dan aku sama-sama menatap Kemal. Aisyah langsung menghambur ke pelukan Kemal yang dengan sigap menangkap tubuh mungil Aisyah. 

"Huussttt jangan nangis lagi Aisyah cantik nanti mas bacain cerita cinderalla kalo kamu gak nangis." Kemal putraku tak pernah aku menyangka ia akan begitu dewasa di usianya yang baru menginjak usia 5 tahun. 

"Benel ya mas..." Kata Aisyah penuh harap sambil mengusap airmatanya. Kemal mengangguk lalu mengajak Aisyah keluar dari ruang kerjaku.
  
"Mas...." Panggilku. Kemal menoleh. 

"Ya Pa..." 

"Terimakasih..." Ucapku tulus.... 

Kemal mengangguk. "Papa jangan tidur larut malam. Jaga kesehatan papa." Pesannya sebelum meninggalkanku di ruang kerjaku. Aku mengangguk.
  
Kemal dan Aisyah, dua kekuatanku, jiwa dan nyawaku. Demi mereka aku rela meregang nyawaku.
  
Sepeninggal keduanya, aku melihat ke undangan yang dibawa Aisyah tadi. Aku tersenyum saat melihat inisial yang tercetak di undangan tersebut "P&F" yang artinya "Putri dan Farhan". 

"Akhirnya kalian menikah juga." Kataku sambil membuka undangan tersebut. Ku baca undangan tersebut perlahan, memperhatikan setiap detail bacaannya. Hingga mataku tertuju pada satu nama. Tak terasa aku menyentuh nama tersebut. Membayangkan jika dirinya yang ku sentuh saat ini.

Tuhan... Bagaimana ini? Aku tak mau lagi mengingatkan diriku di ingatannya. Aku tak mau lagi menambah lukanya apalagi menyiram bensin di lukanya. Cukup sudah luka yang kutorehkan di hatinya. Aku takkan mampu melihatnya terluka karena diriku. Aku takkan mampu melihat airmatanya keluar karena diriku. 

Tuhan, jika ini hukuman-MU untukku biarkan hanya aku yang terluka. Jangan biarkan mata indahnya berlinang airmata. Jangan biarkan kesedihan menghinggapi dirinya. 

Drreetttt.... Getar handphone menyadarkanku dari lamunanku. Aku tersenyum saat melihat pengirim sms yang masuk ke handphoneku, Farhan.

Hai sodara kembar.... Gue yakin undangan gue udah sampe di tangan lo. So gue harap lo bakal datang karena kalo ampe lo gak dateng gue gak bakal maafin lo seumur hidup.....

"Masih Farhan yang sama," kataku.

Sodara kembar? Ogah gue sodaraan ma lo.... :P
Sippp boosss, gue bakal datang...
  
Send... 

Drrreeettt... 

Yakin lo gak mau sodaraan ma gue? Gue tunggu kedatangan lo. Jangan lupa bawa Kemal dan Aisyah.
  
Yakin gue. Banyak ruginya gue sodaraan ma lo hahahahaaha. Ssssiiippp gue bakal bawa mereka tapi gue gak tanggung jawab ya kalo pesta lo bakal rusak ma mereka..... 

Sialan lo.... Gampanglah kalo pesta gue rusak gue tinggal minta ganti rugi sama bokapnya secara bokap mereka arsitek terbaik nomor 4 se-Asia ehehee... 

Sialan lo... Ya udah gue pasti datang...
Aamiinnnn Ya Rabballalamin... Thanks doanya ya...

Aku benar-benar merindukkan kedua temanku, yang menurut orang kami itu kembar 3 karena nama kami yang mempunyai akhiran sama, Farhan, Raihan, Burhan.
  

Tapi takkan pernah ada menyangka bahwa kami berasal dari SMA yang saling bermusuhan. Yah walau SMA kami bermusuhan namun tidak bagi kami. Dipertemukan dalam takdir yang cukup membuat kami tertawa, persahabatan orang tua kamilah yang mengawalinya yang baru kami ketahui saat kami sama-sama duduk di bangku SMA. Dan sekarang kamilah yang melanjutkan persahabatan mereka. 



14 comments:

  1. pendek banget mbak shin ceritanya
    yang cowok ini namanya raihan ya
    tapi makasih dah di update

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahha gpp pendek.. biar bisa berlama2 ama bang Raihan. ehehhehe

      sip sama2, :D makasi jg udah mampir kesini ya sist

      Delete
  2. Ini zia yak yg bikin???

    penasaran kelanjutanx,, ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini Zia Zinia, bukan Zia Mha Cherrylova ya, beda person.:)

      Delete
    2. betul kata mas braden :D makasi ya mas udah dijawabin

      Delete
  3. Hhhooooyyyeeeee akhirnya diposting lagi... Jangan lama2 ya mba zia+mba shin keburu lumutan nanti saya ^^

    °·♡·♥τнänkчöü♥·♡·° mba zia+mba shin kecup2+peluk semuanya (˘⌣˘)ε˘`)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw.. kok gak karatan aj sist?? ya diusahakan ama sist Zia Zinia nya biar bisa teratur seminggu sekali update cerita ini ya ;)

      Delete
  4. Thankyu thankyu thankyu thankyuu..........mb zia,mb shin...xoxoxoxox

    ReplyDelete
  5. Eh ada daddy braden dtg...

    Daddy apa kabar? Gimana jane??
    HeheheHe

    __/Γ\=D/Π\___?
    '-O---------O-' ngeng,, ngeng.. Kaburrrrrrr..... .!!! :D:) :p :p:)

    ReplyDelete
  6. wah mbak shin,chapter lanjutannya mana nich??? dah hampir 1th nganggur nich????

    ReplyDelete
    Replies
    1. nunggu penulisnya dapat ilham ya (penulisnya bukan aku)

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.