"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, December 29, 2013

Surrender In Your Arms - Chapter 7


Keesokan paginya Elliot bersikap seolah tak terjadi apa-apa di antara mereka semalam. Dia meyakinkan dirinya bahwa Kimberly menganggap dia sedang dalam keadaan mabuk dan tak akan mengingat apa yang mereka lakukan. Elliot tidak ingin Kimberly merasa tidak nyaman dan membuat pekerjaannya terganggu. Dia tak ingin Kimberly meninggalkan pekerjaannya karena Derby membutuhkannya.

“Kalian siap berangkat ke kantor?” tanya Elliot pada kedua anaknya. Landon dan Derby akan bermain di kantor ayahnya hari ini, siang nanti mereka akan makan siang bersama sebelum menghabiskan hari pergi ke tempat bermain anak-anak.

Not So Tough Lady - Part 12


“Tak usah menekuk wajahmu seperti itu, dunia tidak akan kiamat hanya karena kau ‘belum’ bisa menyentuhku,” ujar Magdalena saat melenggang masuk ke dalam rumah kediaman penyelenggara pesta, meninggalkan Bren dengan wajah kusut dan ekspresi kesakitan.

Bren menghela nafasnya sebelum menutup mobil yang mengantarkan mereka, setelah gangguan kecil dari Mr. Stuart, Bren terpaksa mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang sangat menyiksa. Dia berteriak kesakitan antara ditusuk sembilu dengan nyeri pada bagian tubuh bawahnya. Sudah berkali-kali dia mendapat siksaan seperti ini dan Bren tak yakin masih sanggup bertahan bila hal ini terulang kembali.

“Sir.” Seorang pelayan mengantarkan Bren masuk ke dalam ruang pesta dan menanggalkan jas hangatnya.

Saturday, December 21, 2013

Not So Tough Lady - Part 11


Jam dinding telah menunjukkan pukul setengah enam sore saat Magdalena terbangun, namun dia masih membiarkan Bren tertidur sambil memeluknya. Kemeja dalam laki-laki itu telah habis dibuka kancingnya oleh Magdalena, dadanya yang bersih ditelusuri dengan jari-jari tangannya yang lentik. Dia memutar jarinya pada belahan dada kanan Bren, menarik garis turun menuju perutnya yang rata, pada area yang ditumbuhi rambut-rambut halus di bawah pusar laki-laki itu. Seketika darahnya berdesir membayangkan apa yang berada di balik celana pantalon licin itu.

Monday, December 16, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Epilogue


EPILOGUE

Siang itu seluruh keluarga besar Liong berkumpul di rumah baru mereka yang kini ditempati Kenny bersama dengan istrinya Novi, anaknya Kevin dan mertuanya Ibu Made. Belum ada seminggu yang lalu mereka sibuk mengatur dan berdebat mengenai penempatan furniture atau penataan kamar anak mereka, atau mengenai letak lukisan dan foto keluarga berukuran raksasa yang memperlihatkan seluruh anggota keluarga besar Liong beserta Ibu Made.

Perdebatan kecil itu menimbulkan percik-percik cinta baru di antara Kenny dan Novi, membuat rumah tangga itu semakin mesra seiring bertambahnya hari. Kevin juga sudah tidak sabar untuk segera berenang di kolam renang barunya.

Saturday, December 14, 2013

Not So Tough Lady - Part 10


Pintu itu dikuncinya dengan frustasi. Magdalena menepis air mata yang tiba-tiba keluar membasahi pipinya. Dia membenci topik mengenai keturunan penerus keluarga Stuart yang selalu ayahnya dengung-dengungkan tiap kali Magdalena pulang ke Inggris, karena hal inilah salah satu alasan dia membenci Inggris dan lebih banyak berada di Indonesia.

Magdalena bisa saja membayar sejumlah uang untuk mendapatkan benih terbaik yang akan melanjutkan keturunan Stuart, tapi dia tak pernah merasa nyaman dengan ide inseminasi buatan itu. Magdalena adalah wanita kolot, dia memandang perkawinan sebagai sesuatu yang sakral. Persatuan sekali seumur hidup dimana anak-anak lahir dari cinta antara kedua orang tuanya yang sayangnya tak pernah mampu dia wujudkan dalam perkawinan pertamanya. Robert, mantan suaminya telah menipunya mentah-mentah hingga Magdalena dibutakan oleh rasa cintanya pada laki-laki itu. Tak heran dia masih menyimpan dendam untuk mantan suaminya.

Tuesday, December 10, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Final Chapter


Seorang laki-laki berkulit putih dengan kacamata minus yang menghiasi wajahnya tengah membaca koran harian yang tergeletak di atas meja, sudah lebih sepuluh menit dari waktu yang mereka sepakati dan orang yang menghubunginya belum juga menampakkan diri.

“Kita harus segera berangkat ke Pekanbaru, Pak. Bila tidak kita akan ketinggalan pesawat lagi seperti di Bali,” desak asistennya yang gelisah menatap gerak jarum detik dalam jam tangannya.

Sunday, December 8, 2013

Not So Tough Lady - Part 9

Bernard Bram

“Good morning,” sapa Bren pada Magdalena yang baru saja membuka matanya. Bren mencoba mengantisipasi kehisterisan wanita itu bila dia tiba-tiba lupa mengapa mereka bisa berpelukan di atas ranjang. Tapi rupanya kekhawatiran Bren terlalu berlebihan. Magdalena menatapnya dengan ekspresi sayu, ekspresi seorang wanita tanpa gelar Nyonya Besar yang biasa disandangnya.

Di hadapan Bren, yang ada hanyalah sesosok wanita cantik dengan penampilan paginya yang mampu membuat pria manapun terpesona. Dia tanpa riasan pada wajahnya, terlihat alami dan segar. Untuk pertama kalinya Bren dapat melihat wajah asli Magdalena, wajah yang dari dulu tak pernah dilihat oleh laki-laki manapun, meski mantan suaminya sekalipun.