"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, January 26, 2014

Uwo-oh


Tidakkah kau ingat bagaimana kau dahulu? Perkasa layaknya Singa di hutan rimba. Cakar-cakarmu tajam mematikan, aunganmu seram meremukkan. Semena-mena demi kesenanganmu, menginjak-injak untuk hasrat gilamu, menistakan, menyisihkan, menduakan.

Tak kau tahu berapa hati terkoyak oleh lidah tajammu, meretas, menyayat, memotong selayaknya silet karatan, membekaskan luka membusuk bernanah bangkai dan belatung. Kekuatanmu tak ada yang boleh menyela, kekuranganmu tak ada yang boleh mengritik, kau otoriter, selayaknya kuasamu yang tak terbendung.

Saturday, January 25, 2014

Punishment Rage - Chapter 5


Erlangga sedang duduk di kursi ruang tamu kantornya ketika Pak Anton membuka pintu dan mempersilahkan masuk dua orang rekanan dari perusahaan mitra bisnis mereka untuk bertemu dengan Erlangga. Mereka telah membuat janji makan siang di restoran yang terdapat di dalam gedung Erlangga building lantai dua puluh enam. Makan siang kali ini guna merayakan ditandatanganinya kerjasama proyek yang bernilai dua ratus Milyar Rupiah oleh kedua perusahaan itu. Memperkenalkan diri mereka masing-masing, Pak Anton, Erlangga dan kedua rekan bisnis mereka akhirnya menuju ke restoran di lantai dua puluh enam.

Tuesday, January 21, 2014

OST Loves In The Parks Series

Bagi penggemar cerita Korean Drama series Loves In The Parks, ini nih OST-nya. Enjoy, I Love You by 2NE1


Not So Tough Lady - Part 14


Di dalam kamar Magdalena, Marko merenggut tubuh wanita itu ke dalam pelukannya, menguncinya dalam dekapan ketat hingga Magdalena tak mampu berkutik.

“Kenapa kau memaksa, Lena? Aku tak perlu melakukan ini bila kau tak sibuk menghindariku selama ini,” bisik Marko di telinga Magdalena.

Wanita itu mendesis, desis kemarahan yang bergemeretak melalui gigi-giginya, “Kau laki-laki menjijikkan, Mark!! Aku muak denganmu!! Lepaskan aku atau...”

Saturday, January 18, 2014

Punishment Rage - Chapter 4


warning : 18 tahun ke atas

“Kamu umur berapa?” tanya Pak Anton yang sibuk mengoleskan kejantanannya dengan cairan pelicin yang keluar dari liang vagina seorang gadis yang sedang ditindihinya.

“Lima be... eh... tujuh belas...” jawab gadis itu gugup. Dia telah diwanti-wanti oleh Geraldine agar merubah usianya bila Pak Anton bertanya.

Wednesday, January 15, 2014

Belum Ada Judul - END


“Kau senang dengan kamarmu?”

Izah mengangguk, sudah tiga minggu lamanya dia berada di rumah itu, hanya duduk-duduk menghabiskan waktu, membaca segala jenis buku pelajaran yang dijejalkan laki-laki berkacamata hitamnya dan menertawakan keseriusan laki-laki itu bila sedang mengajarinya cara memecahkan penjumlahan matematika.

“Kenapa tidak duduk di sini?” tanya Izah bersemangat, mereka telah begitu akrab dan Izah mendapati dirinya begitu senang menggoda laki-laki itu, walau dia tahu permainan yang dimainkannya sangat berbahaya.

“Sebentar lagi Marionnette datang, tak akan ada waktu untuk itu,” jawabnya gusar.

Tuesday, January 14, 2014

Belum Ada Judul - Part 1


(kalau ada yang punya ide cerita ini baiknya dikasi judul apa, silahkan tulis di kolom komentar ya. Makasi ;) 

Wajah gadis itu tertekuk dengan sangat ketika ibunya berkacak pinggang dengan gemas. Tubuh gendut si ibu menghalangi pemandangan keluar dari dalam ruang tamu sempit rumah mereka. Wajahnya menyeramkan, telunjuknya menuding ke arah sang anak, segenap caci-maki dan sumpah serapah dimuntahkan oleh si ibu di hadapan anaknya.

“Kamu ya, disuruh begini aja gak mau nurut. Disuruh begini ngelawan, disuruh begitu ngelawan. Lagian apa sih susahnya? Tinggal dilakuin lagi, kan? Toh sebelumnya kamu sudah biasa. Atau kamu mau adik-adikmu yang ngelanjutin pekerjaan kamu di sana?” wajahnya merah menahan amarah, ibu itu kemudian meminum segelas air dingin yang diletakkan di atas meja, mencoba meredakan amarahnya lalu duduk di samping anak gadisnya yang baru berusia empat belas tahun.

Sunday, January 12, 2014

Punishment Rage - Chapter 3


Untuk usia 18 tahun ke atas saja

“Total berapa wanita yang kini kamu pelihara?” tanya Pak Anton setelah mengenakan celana dalamnya dan berdiri memunguti pakaiannya yang lain.

Geraldine tengah menghisap rokoknya, tubuh telanjangnya masih memperlihatkan sisa-sisa cairan kenikmatan Pak Anton yang membasahi perut langsing janda muda berusia tiga puluh lima tahun itu.

“Sepuluh orang kurasa, bila kau menghitungku juga,” kedipnya manja.

Pak Anton tergelak, “Tentu saja, Sayang. Kau termasuk di dalamnya.”

Sunday, January 5, 2014

Not So Tough Lady - Part 13


Bren tengah duduk di teras kebun rumah keluarga Stuart ketika Mr. Stuart dengan kursi rodanya menghampiri pria muda itu dan duduk di sampingnya. Mereka berdua diam tak ada yang mencoba memecahkan keheningan di sana. Mr. Stuart yang sibuk dengan asap dari cerutunya dan Bren yang sibuk mengira-ngira apa yang akan dibicarakan oleh laki-laki tua itu.

“Dia terlalu banyak mengalami kekecawaan dalam hidupnya. Hampir semua orang di dunia ini pernah melukai dia, aku hanya berharap kau salah satu pengecualian. Aku sangat menyayangi anak itu walaupun tak pernah kutunjukkan. Akan lebih baik bila dia membenciku dan hidup, daripada larut dalam penyesalan karena telah membuatku berada di atas kursi roda ini.”

Punishment Rage - Chapter 2



WARNING : 18THN KE ATAS

Dua tahun kemudian,

“Kalian masuk dulu ya, Papa capek. Papa sudah tua nih kayaknya,” ujar Pak Anton yang terengah-engah menyusul anak-anaknya berlari pagi berkeliling di kompleks perumahan mereka.

Selama dua tahun setelah pembalasan dendam Erlangga berakhir, Pak Anton tak pernah menyentuh wanita lain lagi selain istrinya sendiri. Erlangga juga telah bisa melupakan ketidaksempurnaan ayahnya dan bersikap hangat seperti semula. Dia juga mengendurkan kewaspadaannya dan tak pernah membuntuti ayahnya lagi.

Surrender In Your Arms - Chapter 8


Minggu siang, Elliot dan Landon tengah memasang permainan lego di ruang keluarga mereka, sedang Derby merengek ingin dibacakan cerita oleh pengasuh barunya dan menjadi sangat manja padanya. Tak sekejap pun Derby ingin lepas dari Kimberly, gadis kecil itu memiliki panggilan sayang baru untuk baby sitter-nya. Ms. Whittaker dia plesetkan menjadi Switty, sehingga ketika anak kecil itu menginginkan baby sitter-nya, dia akan meneriakkan Switty, Switty, dan Kimberly dengan tersenyum akan menghampirinya.

Walau belum genap satu bulan Kimberly bekerja di sana, Derby telah menganggap pengasuhnya seperti keluarganya sendiri.

Wednesday, January 1, 2014

HAPPY NEW YEARS 2014


Happy New Years 2014 Kepada Kita Semua........ Enjoy The Holiday.... Selamat Datang Tahun Baru.... Semangat Baru, Keberuntungan Baru.... ;) 



Salam, 31th December 2013



Shin Haido