"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, January 18, 2014

Punishment Rage - Chapter 4


warning : 18 tahun ke atas

“Kamu umur berapa?” tanya Pak Anton yang sibuk mengoleskan kejantanannya dengan cairan pelicin yang keluar dari liang vagina seorang gadis yang sedang ditindihinya.

“Lima be... eh... tujuh belas...” jawab gadis itu gugup. Dia telah diwanti-wanti oleh Geraldine agar merubah usianya bila Pak Anton bertanya.


Meski Pak Anton tak pernah meminta khusus usia gadis berapa yang ingin dia tiduri, namun Geraldine ingin memastikan laki-laki itu tidak membenci pelayanan yang dia berikan. Kepuasan Pak Anton adalah obsesi Geraldine sejak laki-laki itu menolongnya dari cengkeraman mantan suaminya yang kejam. Geraldine berjanji pada dirinya akan mengabdi pada Pak Anton karena dia tahu, laki-laki itu akan melindunginya dengan kekuasan dan kekayaannya.

Pak Anton mengernyitkan dahinya, namun dia tak berkomentar. Setelah puas membasahi kejantanannya, Pak Anton mulai mengarahkan ujung ereksinya pada liang kewanitaan gadis itu, liang yang masih begitu kecil, begitu sempit dan begitu sulit untuk dimasukinya.

“Kamu sempit sekali, Sayang. Dan Om suka... Tahan, ya....”

Gadis itu mengernyit, Geraldine telah membekalinya dengan sedikit pengetahuan agar dia bisa bersikap baik di depan Pak Anton saat laki-laki itu menyetubuhinya. Walau air matanya menitik, gadis itu menerima hujaman Pak Anton saat kejantanan laki-laki itu menerjang masuk ke dalam liangnya, merobek, mengoyak, menghancurkan dan seberkas darah kini membaluri daging keras itu kemudian perlahan-lahan tergantikan oleh cairan putih yang semakin memenuhi permukaan kejantanan Pak Anton.

Pak Anton merayu tubuh gadis itu, mendekapnya mesra dan menciumi bibir mungil itu bertubi-tubi. Sejak kantor firma itu berdiri, hampir setiap hari Pak Anton tak pernah absen dari tempat itu. Hobinya tersalurkan, Erlangga tidak mengetahui perbuatannya dan keluarganya harmonis. Inilah yang dia impikan sejak setahun lalu ketamakannya untuk memiliki keluarga baru telah mengkorupsi pikirannya, menjadikan dia laki-laki mesum yang tidak berpikir mengenai sebab-akibat dari perbuatannya.

Pak Anton tak ingin menebar benihnya sembarangan lagi, dia selalu memperingatkan Geraldine agar selalu memberikan pil pencegah kehamilan pada setiap wanita yang dia siapkan untuk Pak Anton, maka Pak Anton tidak memiliki alasan apapun untuk mencegah dirinya ejakulasi di dalam setiap wanita yang dia tiduri.

Setelah pergumulan dengan usia dan besarnya tubuh yang tidak sebanding itu, Pak Anton membersihkan tubuhnya di bawah shower air hangat. Sejenak dia berpikir bila apa yang sedang dilakukannya adalah sebuah kelainan, bagaimana dia begitu terobsesi dengan seks dan merasa keinginan untuk menikmati tubuh-tubuh baru seperti candu yang tidak bisa ditanggulangi. Bila dia memikirkan penderitaan apa yang dia berikan pada keluarganya, Pak Anton akan merenung cukup lama di bawah kucuran air hangat yang membasahi kepalanya, turun hingga ke kaki dan dia meratap tanpa mampu mendapatkan jalan keluar untuk hobinya yang tak lazim.

“Arghhh.....!!!”

Pak Anton menggeram frustasi, masa depan yang dia impikan tidak berjalan sesuai keinginannya dulu, dimana sebuah keluarga bahagia adalah impiannya tanpa dihiasi dengan selingan-selingan cinta di tempat lain yang sayangnya tak pernah sanggup dia ciptakan, Pak Anton tidak mampu menahan godaan kenikmatan surga dunia yang selalu mengiming-imingi kenikmatan semu untuk tubuhnya. Andai dia bisa memilih, Pak Anton tak ingin jatuh seperti ini, tapi dia kalah, kalah oleh hasrat gejolak jiwa dewasanya yang tak mampu dipuaskan oleh keluarganya. Pak Anton membutuhkan lebih.

~*~*~*~

Erlangga H. Suez, begitulah namanya diukir dengan tinta emas pada plat besi yang terpampang elegan di atas meja kerjanya. Erlangga adalah Vice CEO dari perusahaan milik keluarganya, yang telah dia bantu kelola selama hampir lima tahun mengabdikan diri secara penuh pada pekerjaannya.

Kehidupannya tak jauh dari pekerjaan, keluarga dan wanita, walaupun hal terakhir begitu sulit untuk dia nikmati belakangan ini. Erlangga terlalu larut dalam pekerjaannya, sebagai salah satu pelarian dari frustasi yang masih menyiksa jiwanya setelah dua tahun lalu menemukan kenyataan pahit tentang kehidupan lain ayahnya.

Erlangga masih tidak bisa menerima seorang panutan sempurna seperti ayahnya juga hanyalah manusia biasa, yang bisa melakukan kesalahan, yang memiliki kekurangan selayaknya manusia lainnya.

Mungkin bila ayahnya gemar berjudi, Erlangga akan memaklumi. Mungkin bila ayahnya gemar bertaruh di pacuan kuda, Erlangga tak akan mempermasalahkannya. Namun Sang Ayah, telah mempermainkan kepercayaan keluarga mereka, mengkhianati kesetiaan sebuah keluarga bahagia yang dielu-elukan oleh setiap mereka di depan keluarga yang lain. Kini Erlangga tak pernah merasa bangga dengan keluarganya lagi, karena dia tahu, di balik senyum dan canda tawa ayahnya, tersimpan sebuah rahasia besar yang tidak diketahui oleh siapapun, selain dirinya. Ayahnya memiliki hobi yang sangat merusak, hobi yang menghancurkan keteladanannya di mata Sang Anak, Erlangga Si Pewaris Tahta.

Sejak pembalasan dendam itu berakhir, Erlangga terkadang pergi ke klab malam hanya sekedar untuk mencari hiburan, mengamati setiap pria-pria hidung belang yang bergandengan dengan wanita-wanita cantik yang tidak sesuai dengan usianya. Dia lalu membuntuti pasangan itu ke hotel, atau ke sebuah rumah pribadi, dimana kemudian Erlangga mengikuti setiap kegiatan mereka selama seminggu lamanya.

Saat dia merasa wanita yang selama seminggu itu dia buntuti adalah perusak hubungan rumah tangga orang lain, dengan mengenakan topeng, Erlangga akan menculik wanita itu dan membawanya ke sebuah rumah yang dibelinya tak lama setelah kejadian itu. Di sana, Erlangga akan menghukum wanita itu secara fisik dan psikis hingga si wanita mengaku salah dan berjanji tak akan berbuat yang sama lagi pada orang lain. Dia lalu melepaskan wanita itu dan mengulang rutinitas membuntuti setiap pasangan selingkuh baru yang ditemuinya di setiap penyelidikannya.

Secara tak sadar, Erlangga telah membentuk dirinya menjadi seorang Algojo yang menugaskan dirinya untuk memberantas setiap pasangan selingkuh dan menghapuskannya dari muka bumi. Markus, sahabatnya yang dulu membantunya, telah mengetahui kegiatan Erlangga dan dia mencemaskan pria itu.


Karena tak ingin Erlangga semakin merusak dirinya, Markus berusaha menyelidiki dimana keberadaan sahabat mereka yang lain, yang biasanya mampu meredam segala amarah dalam hati seorang Erlangga. Markus harus bergegas menemukan Leon, sebelum Erlangga benar-benar tidak bisa ditolong lagi. 



6 comments:

  1. Yaah gagara bapaknya erlangga jd pemberantas orang berselingkuh.
    Bikin lembaga cocok. Komisi Pemberantasan Perselingkuhan hahaha

    ReplyDelete
  2. gara2 engkang anton ituhhhh erlangga jadi kayak gitu..
    bneran jadi berubah erlangga..
    kesalahan yg belum disadari sama anton..
    kesalahan yg ga bakalan bisa termaafkan *esmosi inihhhh*

    ReplyDelete
  3. gara2 engkang anton ituhhhh erlangga jadi kayak gitu..
    bneran jadi berubah erlangga..
    kesalahan yg belum disadari sama anton..
    kesalahan yg ga bakalan bisa termaafkan *esmosi inihhhh*

    ReplyDelete
  4. kasian erlangga, tapi jgn bkin erlangga mati ya saaayy

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.