"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, January 5, 2014

Surrender In Your Arms - Chapter 8


Minggu siang, Elliot dan Landon tengah memasang permainan lego di ruang keluarga mereka, sedang Derby merengek ingin dibacakan cerita oleh pengasuh barunya dan menjadi sangat manja padanya. Tak sekejap pun Derby ingin lepas dari Kimberly, gadis kecil itu memiliki panggilan sayang baru untuk baby sitter-nya. Ms. Whittaker dia plesetkan menjadi Switty, sehingga ketika anak kecil itu menginginkan baby sitter-nya, dia akan meneriakkan Switty, Switty, dan Kimberly dengan tersenyum akan menghampirinya.

Walau belum genap satu bulan Kimberly bekerja di sana, Derby telah menganggap pengasuhnya seperti keluarganya sendiri.


“Bagaimana menurutmu kalau malam ini kita makan di luar, Landon?” tanya Elliot pada anak sulungnya.

Bocah berusia tujuh tahun itu mengangkat bahu, masih sibuk dengan mainan di tangan, “Baiklah.” Lalu dia mendongak menatap ayahnya yang menatapnya dengan tanda tanya.

“Kenapa?” tanya Sang Ayah.

“Hm... Nothing.” Landon mengurungkan niatnya untuk bertanya, tapi dia mendongak lagi, membuat ayahnya gemas.

“Ada apa?”

“Aku hanya penasaran, bagaimana kabarmu dengan calon-calon istrimu itu, Dad? Apakah kau sudah mendapatkan yang bagus?” tanya Landon dengan dahi berkerut, seperti berpikir bila kandidat pilihan ayahnya akan disukainya juga.

“Hm... well, ada seorang. Dad rasa dia menyukai anak-anak. Dia bisa memasak, mengurus rumah. Tentu akan menjadi ibu yang baik bagi kalian.”

“Bila hanya seperti itu, bukankah ada Mrs. Rose, Ms. Clayton dan Switty? Mereka juga bisa melakukannya,” protes Landon dengan wajah merengut.

Elliot mendesah mendengar keberatan anaknya, mungkin bocah kecil itu tidak merasa perlu untuk memiliki seorang ibu lagi, dia tidak tahu bagaimana ayahnya telah begitu terkuras habis emosinya karena menahan serangan hasrat yang tak tersalurkan karena sebulan ini seorang wanita yang menarik hatinya berlalu-lalang dengan bebas di depan matanya.

“Landon... jadi bagaimana menurutmu?” tanya Elliot.

“Menurutku, Dad harus mencintainya. Setidaknya menyukainya, seperti Dad suka Switty. Kenapa Dad tidak meminta Switty menjadi istri Dad? She’s awesome. Dia hebat. Aku menyukainya. Dia juga pintar. Dia mengajariku menyelesaikan PR-ku. Derby juga terlihat menyayanginya,” ujar Landon bersemangat. Lalu suaranya menjadi sebuah bisikan kecil, “Dia seperti, Mom....”

Tubuh Elliot bereaksi keras mendengar penuturan anaknya, kalimat terakhir yang diucapkan Landon tak pernah terlintas dalam kepalanya. Rupanya pengasuh anaknya telah menancapkan pengaruh yang cukup besar pada anak-anaknya. Elliot ragu bila itu adalah pilihan terbaik, meminta seorang wanita yang tidak jelas asal-usulnya untuk dijadikan istrinya, terlebih Elliot tidak tahu bila dia harus mempercayai penuturan Kimberly karena wanita itu belum mampu memperlihatkan kartu tanda pengenalnya. Dengan alasan melarikan diri dari rumah, Kimberly meninggalkan kartu pengenalnya di rumahnya, sebuah pemukiman pedesaan bernama Dashville.

“Kau hanya merindukan ibumu. Missy adalah wanita yang baik, kau harus mengenalnya dulu. Siapa tahu kalian akan menyukainya,” elak Elliot. Dia tidak ingin Landon meninggikan harapannya bila Elliot mengiyakan permintaannya. Akan sangat memalukan bila Landon berkicau di depan Kimberly tentang bagaimana ayahnya ingin menjadikan pengasuh bayi itu sebagai istrinya.

Elliot merasa tak ada salahnya mengenalkan Missy, wanita yang menjadi pilihan terakhir calon istrinya kepada anak-anaknya, kepada rumahnya. Mungkin dengan demikian, Landon dan Derby akan memiliki ikatan antara ibu dengan anak dengan Missy.

Landon tidak menanggapi kata-kata ayahnya, dia lebih tertarik menyusun balok-balok mainannya agar bisa dia pamerkan di sekolahnya besok.

Melihat anaknya tidak membahas masalah itu lagi, Elliot melengos. Bila bocah sekecil Landon menyadari ketertarikan ayahnya pada Kimberly, bukankah seharusnya wanita berusia dua puluh enam tahun itu tahu pasti apa yang sedang dia rasakan padanya? Elliot menggaruk rambutnya, mengingatkan diri agar menjaga kelakuannya di dekat Kimberly. Kini Derby telah begitu dekat dengannya, Elliot tak ingin karena kelakuannya yang buruk akan membuat pengasuh anaknya itu ketakutan sehingga meninggalkan mereka. Jauh di dalam lubuk hatinya, Elliot berharap Kimberly akan bertahan lama di rumah mereka. Bila memang mereka berjodoh, Elliot tak akan mengelak. Namun kini dia telah memiliki seorang wanita yang akan dia kenalkan pada anaknya minggu depan.

~*~*~*~

Derby tengah asyik mendengarkan suara Kimberly yang sedang membacakan cerita Cinderella padanya. Bocah kecil itu sedang menumpu dagunya di bantal, di atas kepalanya sebuah mahkota kecil yang indah dengan mutiara imitasi dan kristal buatan menghiasi. Putri Elliot Webb itu terlihat cantik jelita, dia adalah seorang Putri Raja dan Kimberly merasa telah jatuh hati pada tingkah anak kecil itu.

“Switty, mengapa Pangeran tidak mengenali Cinderella saat mereka berpapasan? Apakah Pangeran tidak mencintai Cinderella? Bukankah mereka ditakdirkan untuk bersama?” tanya Derby dengan suara cadelnya yang khas.

Senyum mengembang di bibir Kimberly, dia menutup buku cerita dongeng anak-anak di tangannya dan meletakan di atas meja, di samping ranjang tidur Derby. Dia merapikan selimut yang membungkus tubuh anak bossnya, membelai lembut pipi Derby dan memperbaiki beberapa helai rambut yang keluar tergerai di leher bocah kecil itu.

“Itu karena Pangeran hanya memiliki sepatu Cinderella saat dia meninggalkannya ketika melarikan diri dari Sang Pangeran. Cinderella tidak ingin Pangeran tahu bagaimana wajah aslinya, karena dia tidak cantik. Dia hanya seorang pelayan di rumah ibu tiri dan anak-anaknya yang jahat. Cinderella takut Sang Pangeran akan merendahkannya setelah tahu siapa sebenarnya Cinderella. Maka dari itu, setiap Sang Pangeran mencarinya, Cinderella selalu berusaha untuk bersembunyi.”

Derby mengerucutkan bibirnya, nampak dia tidak menyukai Cinderella karena terlihat seperti seorang pengecut yang tidak mau mengejar kebahagiaannya.

“Cinderella bodoh!” ketusnya sebal.

Kimberly tertawa geli, gemas dengan mimik serius yang diperlihatkan Derbynya yang lucu. Gadis kecil itu dengan pipinya yang memerah menahan kesal, akhirnya bersedekap manja. Dia meminta Kimberly untuk menemaninya.

“Maukah kau menemaniku tidur di sini, Switty? Aku ingin bertanya tentang Cinderella padamu. Dad jarang sekali membacakan cerita Cinderella padaku, dia selalu memilih cerita yang tidak lucu.” Derby nampak bersungguh-sungguh.

Kimberly mengangguk, menemani malaikat kecil itu tidur membuatnya bahagia. Bisa memandangi wajah damai Derby saat memeluk tubuh Kimberly menghadirkan rasa haru dan keinginan untuk memiliki seorang anak gadis sepertinya, Kimberly begitu menyayangi anak-anak, saat ini dia akan melimpahkan semua kasih sayangnya bagi dua orang malaikat itu, Landon dan Derby, walaupun dia tahu ayah mereka semakin menjaga jarak di antara mereka. Sikapnya yang kembali formal membuat hati Kimberly sedikit perih, namun dia tahu diri, masih diterima sebagai pengasuh anak-anak di rumah ini, dia masih bersyukur.

“Tidurlah, sweet heart,” kecup Kimberly pada kening Derby.

“Switty, apakah kau akan meninggalkan kami seperti Ms. Baltimore dulu?”

“Ms. Baltimore?”

“Ya, dia adalah pengasuh Landon sebelum Ms. Clayton. Dia baik, tapi kemudian dia menikah dan meninggalkan kami. Aku sedih.”

Derby memeluk pengasuhnya, meminta Kimberly untuk menemaninya tidur. Dengan berbaring miring di sisi ranjang Derby, Kimberly menepuk-nepuk lengan bocah kecil itu, meyakinkannya bahwa dia tidak akan meninggalkannya.

“Aku akan bersamamu sampai kapanpun kau mau. Sampai kau lulus elementary school dan pergi ke sekolah untuk bertemu dengan banyak teman. Kau suka ide itu? Memiliki banyak teman di sekolah?”


Semua kesedihan Derby menghilang, dia kembali tersenyum, memasang wajah cerianya dan giginya yang ompong, “Ya, aku suka. Banyak teman....” mereka pun tertawa geli sebelum Derby terserang kantuk dan tidur dengan lelap dalam lindungan pengasuhnya. 




18 comments:

  1. Hduhhhh.. Sma Kimberly Whittaker aj tuh sih duren alias Elliot Webb.. Cocok gtu.. Ank2 jg syg bgt sma Switty..:(

    -Mendy-

    ReplyDelete
  2. ini sis kim nya yg terlalu polos atw sis kim nya menutup mata sama hatinya ?
    errrr greget amat sama nih couple..

    ReplyDelete
  3. perdana komen di blognya mba shin nih :3
    ngubek2 awalnya dulu ah hehehehehe :3

    ReplyDelete
  4. Aih nikah ajalah mas Elliot & Kimberley ini, ntr sekalian jadi baby sitternya ayah dari dua anak wkwkwk lol *maunya* haha

    Happy weekend cintah :)

    ReplyDelete
  5. nikah aja sama ayahnya Derby jd miss Kim nggak kemana-2 setujuuu

    ReplyDelete
  6. loooveeeee!! :) -fina

    ReplyDelete
  7. "Aku akan bersamamu sampai kapanpun kau mau " <=== nikah aja sama Elliot hihih

    ReplyDelete
  8. ayahnya derby nikah sama aku aja hahahaha :D

    ReplyDelete
  9. curiga, jgn2 si Kim kayak Cinderella, sengaja menyembunyikan identitasnya, atau mungkin dia.... *mikir

    ReplyDelete
  10. lanjut mbak hehe :)
    ceritanya bagus...

    ReplyDelete
  11. Kyaaaa... ini saya telat bnget daaah sampe g tau ayng elliot posting...

    *efek susah buka blpg

    ReplyDelete
  12. Mbak shin lanjutin dong ceritanya. Pliss ;;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, cerita ini udah d posting d wattpad belom ya?

      Delete
  13. perdana komen nch >_< setelah lama jd SR d tunggu next mb sin

    ReplyDelete
  14. suka sama cerita nya .... d tunggu kelanjutannya.
    tks mbak Shin

    ReplyDelete
  15. Mbak shin....... Next chapter dong pleaseee.... Aku s7 klo mrs. Sweety kim jadi papa sitter nya elliot...

    ReplyDelete
  16. Tiap hari bolak balik buka blog ini berharap ada postingan chapter teranyar dan jd SR,., hufthhhhh,,,ternyata musti bersabar lagi,karna mbak shin gi sibuk... 😢😡😞

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.