"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, January 26, 2014

Uwo-oh


Tidakkah kau ingat bagaimana kau dahulu? Perkasa layaknya Singa di hutan rimba. Cakar-cakarmu tajam mematikan, aunganmu seram meremukkan. Semena-mena demi kesenanganmu, menginjak-injak untuk hasrat gilamu, menistakan, menyisihkan, menduakan.

Tak kau tahu berapa hati terkoyak oleh lidah tajammu, meretas, menyayat, memotong selayaknya silet karatan, membekaskan luka membusuk bernanah bangkai dan belatung. Kekuatanmu tak ada yang boleh menyela, kekuranganmu tak ada yang boleh mengritik, kau otoriter, selayaknya kuasamu yang tak terbendung.


Duka demi duka yang tak pernah kau mengerti, luka demi luka yang tak pernah kau perduli. Hanya lukamu yang berarti, hanya dukamu yang patut ditangisi. Tak sadarkah kau... di sini banyak hati yang masih terbebat perban usang penutup borok dan dendam yang belum tersampaikan.

Sesak di dada bertumpuk selama dasa warsa, layaknya bukit menjulang tinggi menjadi gunung, berdiri, tak terbantahkan, tak terhapuskan. Gunung itu perlahan-lahan mulai menyimpan laharnya dan akan meledak saat gua-gua larva penuh, menyembur menyakitkan semuanya.

Kini, Singa itu tengah terluka, namun kekukuhannya tetap terjaga tak kunjung padam. Wahai, kau Singa durjana, mengapakah kau membenarkan perbuatanmu dengan keburukan? Mengapakah tak kau bandingkan dengan kebenaran? Pembenaranmu hanya untuk dirimu, sedang kebenaran kau tutup untuk keegoisanmu. Bukankah ukuran yang kau berikan kepada orang lain akan diukurkan kepadamu juga?

Sadarkah kau itu?

Tahu bila kau salah, namun tetap melangkah dalam kesalahan...

Tahu bahwa kau telah terlambat, namun tak kunjung berbelok memutar balik langkah yang telah salah...

Tahu bahwa kau bisa lebih baik, tapi memilih jalan yang sama yang selama ini kau ketahui tidak baik.

Apakah ini bukan keegoisanmu?

Andai aku tak berhutang hidup, akankah aku, seekor anjing kecil penakut tetap setia untukmu? Tetap menatap matamu dengan tatap mohon untuk dibelai sesekali? Tidak sadarkah kau? Di awal hidup anjing penakut ini... kau tak pernah bersikap seperti yang kau perlihatkan pada anak singamu?

Aku... hanyalah seekor anjing yang terlunta-lunta, haus akan kasih sayang dan kebanggaan bahwa aku... juga sebenarnya adalah anak singamu....

3 comments:

  1. ya Tuhannnn bagusss banget jeng shinnnn nyesekkkkkkkkkkkkkkkkkk.............ini bisa juga menjadi pengandaian buat diri manusia sendiri loh ( itu sih yang aku tangkep rada absurd emang ini otak ~.~" )

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha lah ini emang "pengandaian" manusia asli kok say.......

      Delete
  2. Kykny ak tw deh yg mbak mksd tu spa..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.