"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, May 1, 2014

Punishment Rage - Chapter 6


Matanya nyalang memperhatikan setiap gerik anak manusia melantai di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang dimabuk oleh minuman keras. Kepulan asap rokoknya memenuhi udara yang mengitarinya, tatapannya dingin, bibirnya mencetuskan senyum sinis penuh kebencian pada manusia-manusia yang tengah dilihatinya itu.

Menyesap minumannya, matanya tak berpindah dari sepasang pria dan wanita yang sedang sibuk mendekatkan tubuh mereka, bercumbu layaknya manusia yang tengah dimabuk asmara, menghiraukan sekelilingnya dengan menghadirkan adegan vulgar tak layak dipertontonkan di depan umum.


Namun tiada yang perduli dengan apa yang tengah mereka lakukan, orang-orang sibuk dengan diri mereka sendiri, tiada yang mengurusi permasalahan orang lain. Si pria yang berusia pertengahan lima puluh, tangannya berada di balik punggung si wanita, sebelahnya lagi menggamit pundaknya, sementara kepalanya menghilang di balik leher si wanita yang masih asyik menggeleng-gelengkan kepalanya.

Satu minggu sudah lamanya Erlangga mengikuti pasangan ini, tanpa sepengetahuan mereka. Semenjak Si pria itu keluar dari kantor tempatnya bekerja, menjemput wanita yang bukanlah istrinya itu dan mengajaknya bepergian ke tempat-tempat yang tak seharusnya dikunjungi oleh sepasang pria dan wanita yang tak memiliki suatu ikatan pernikahan. Bahkan di dalam diskotik malam ini, pasangan itu telah memamerkan hubungan mereka pada setiap pasang mata tanpa merasa takut ada yang mengenali mereka.

Mereka telah dikuasai nafsu duniawi, ketamakan akan kenikmatan dunia dan melupakan akal sehat beserta norma sosial dan norma agama yang kian menipis di masyarakat.

Erlangga membuang puntung rokoknya yang telah mati ke atas asbak di depannya, target yang sengaja dia ikuti telah berpindah dari lantai dansa menuju pintu keluar diskotik. Menyambar beberapa lembar uang ratusan ribu dari dompetnya dan menyerahkan pada bartender, Erlangga mengikuti pasangan itu hingga ke arah parkiran, tempat dimana sekali lagi, dia menemukan pasangan itu asyik berbuat tak senonoh di ruang publik.

Mengetatkan rahangnya, seluruh darah menggelegak menuju kepala Erlangga. Kemarahan yang tak pernah berkurang dari dalam jiwanya seakan-akan telah menjadi racun yang meneror setiap nadi kehidupannya, terinfeksi dan tak ada obat yang mampu membuatnya tersadar dari kegilaan yang telah dia lakoni beberapa bulan belakangan.

Membuntuti setiap pria-pria tak setia, menemui wanita-wanita penjaja cinta yang begitu mudah membagikan informasi kepadanya bagaimana cara mereka menggaet mangsa kaya dan menjadikan pria itu sebagai suami. Wanita-wanita itu tanpa malu, dengan terus terang mengungkapkan tujuan utama mereka.

Bukanlah Cinta. Tiada cinta yang bermain di sana. Murni nafsu binatang, akan kekayaan, akan kekuasaan, akan kekuatan, yang bisa diberikan oleh laki-laki hidung belang yang membutuhkan jasa mereka.

Erlangga mempelajari setiap target-target baru dan mencatatnya dalam kepalanya, mengikuti setiap orang-orang itu hingga ke rumah-rumah mereka untuk melihat kehidupan para targetnya.

Kenyataan yang dia dapatkan sama menyakitkan baginya ketika mengetahui kenyataan ayahnya juga melakukan hal yang sama terhadap keluarga mereka. Walau setelah balas dendam yang Erlangga lakukan terhadap wanita-wanita ayahnya, Om Anton tak pernah terlihat menyembunyikan sesuatu darinya. Erlangga kemudian mengalihkan emosinya pada hal lain.

Dengan menggulung jas hitamnya di tangan, Erlangga menghampiri pria dan wanita itu, yang tengah berciuman dalam kegelapan malam tanpa menyadari seseorang tengah berjalan dengan cepat ke arah mereka, tiba-tiba memukuli kepala si pria dengan bertubi-tubi hingga dia tersungkur dan berguling-guling di aspal.

Si wanita berteriak histeris, namun suaranya yang melengking kalah oleh suara musik disko yang memekakkan telinga. Dia berusaha masuk ke dalam mobilnya, membukai pintu mobil yang masih terkunci, namun tubuhnya segera disergap dan kegelapan menguasainya setelah itu. Saat kedua pasangan ini siuman, mereka tak tahu dimana mereka berada. Di keliling mereka hanyalah hutan lebat dan tak terdengar aktivitas manusia di sekitar. Erlangga telah membuang mereka jauh ke dalam hutan tak bernama dan merasa baik-baik saja meninggalkan pasangan itu di sana, menunggu ajal menjemput mereka. 


6 comments:

  1. Pertama kalinya komen disini...
    biasanya aku buka pake opera mini tiap mau komen heran gagal mulu ampe akhirnya pasrah...
    skrg aku buka pake browser bawaan hapenya...
    Penasaran deh mbak shin... laki2 itu bkn om anton kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. selena axella, samakah dengan selena peregrine yg mau kawin lari ama erlangga? :v

      laki2 yg mana nih say?

      Delete
  2. aaaa bebeb erlangga balik lagi :*

    haduh bebeb knp kamu jadi kejem bgtu :'(
    dikhianatin sama org yg dia junjung ternyata bisa berakibat fatal ya

    karena berpikir om anton udh tobat erlangga jd lampiasin emosinya ke org lain yg sama bejadnya kyk si om .

    ah gk kbyang klo erlangga tau bapanya blm tobat dan mlah mkin parah

    ReplyDelete
  3. asyik ayang Er dah balik,, syang sifatnya berubah..
    om anton gak kapok2 sih,, ckckc

    ReplyDelete
  4. Erlangga g tau aja klo bapaknya msih bejat. Mkin bejat malah... huhuhu sebel ma om Anthon.

    ReplyDelete
  5. Makin keren deh si erlangga.
    Ayo basmi terus semua orang" bejat di dunia ini.
    Hahaha

    maaf baru bisa komen di part 6.
    Maaf banget.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.