"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, September 1, 2014

Betrayed!!



It's hurt when you did this to me.
Still, I remember the whispering words from your lips. That you say you love me, no matter what, no matter how, that your love would always be true, only to me. 

Senja semakin menguning, Sangkakala seolah menampakkan diri saat kaki-kakiku melangkah letih. Tak kusadari beban dunia bisa begitu berat setelah semua kenyataan yang kupercayai selama ini dijungkirbalikkan oleh sebuah kalimat dari mulut ibumu. Hanya sisa-sisa kekuatan yang mampu membuat bibirku mengucap tanpa ekspresi sebelum linangan air mata merebak, menyerang ketegaran yang coba kutampilkan di muka semua orang. 

Di dalam kesendirianku, aku merenung. Renungan akan setahun belakangan kita merangkai memori manis, kenangan indah, hingga ingatan menyedihkan. Semua kita lalui untuk memperdalam hati mengenai diri kita masing-masing, untuk mencari persamaan yang bisa kita eratkan demi hubungan kita. 

Mungkin engkau mulai lelah, atau mungkin aku sendirilah yang telah habis kekuatan untuk memberi dan ikhlas menerima apa pun yang kau berikan. Besar-kecil perasaanmu, kuterima seluruhnya. Mungkin pula, aku terlalu berharap darimu, seorang manusia yang memang memiliki kekurangan, ketidaksempurnaan... ya, kau hanyalah seorang manusia. Sebagaimana juga diriku. 

Ah, kuusap sekali lagi derai air mata yang tidak juga mengering. Entah darimana munculnya mata air yang membasahi pipiku tanpa henti ini. Rambutku mengusut, rasa frustasi yang menyerang tak seberapa besar dibandingkan dengan kesedihan menerima kenyataan bahwa kau tak ingin melanjutkan hubungan kita lagi. Sekecil itukah arti diriku di matamu? 

Setelah setahun menjalin semua kenangan itu, tidakkah ada sebersit rasa yang pantas untuk dipertahankan bagimu? Karena kenyataannya, ini semua belum berakhir, kan? 

Kata itu belum terucap dari mulutmu kepadaku, pun, tak mungkin ibumu berbohong kepadaku, kan? Buat apa beliau berkata tidak jujur? Selama ini kami tidak pernah memiliki masalah, beliau menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri. Bolehkan aku berharap lebih dengan hubungan kita? 

Bila memang benar engkaulah yang berbohong, aku akan memilih demikian. Lebih ringan rasanya sakit ini mengetahui bila engkaulah yang telah membohongiku, bukan ibumu yang baik hati, yang juga telah kuanggap ibuku sendiri. 

Masih tangisku terdengar, isakan kecil dalam senggukanku. Aku begitu bodoh, melupakan makan malamku hanya karena berita picisan ini, yang sesungguhnya tidak ada gunanya untuk ditangisi, selain untuk meringankan sakit yang tengah kurasakan kini. Ya, tiada guna menangisi pria bodoh sepertimu. Tiada guna mengata-ngataimu, pun membongkar keburukanmu pada dunia, agar semua orang tahu bagaimana engkau yang sebenarnya. 

Namun, bijakkah itu? Tidakkah mereka akan memandangku rendah dengan membuka semua aibmu? Tidakkah senjata itu akan berbalik menghancurkanku? Tidak bisakah sakit ini kucukupkan untuk diriku sendiri? 

Memang rasanya tidak adil mengetahui hanya diriku yang tersakiti, tak akan pernah adil. Sementara engkau mungkin tengah bersenda-gurau, penuh tawa riang dengan seseorang, yang akan engkau kenalkan sebagai "Pacar Barumu". 

Lucu. Rasanya ingin kutertawa bila membayangkan hal itu. Sungguh tidak beruntungnya wanita itu bila kelak harus merasakan hal yang sama seperti apa yang kurasakan kini. 

Ahhh... rupanya aku mengkhayal terlalu jauh. Biarlah tangis ini kuputuskan hingga detik ini. Karena esok, hidupku akan lebih baik. Lebih berharga karena aku tahu, harga diriku lebih tinggi daripada yang kau kira. Aku menghargai diriku, aku akan berlaku adil pada diriku, dengan memberikan keadilan itu sesuai caraku. 

Kita lihat saja, siapa yang akan tertawa terakhir. Kau atau aku.... 

2 comments:

  1. wah mbak,,,selalu suka sama tulisan-tulisannya mbak. BTW cermin gak dilanjutin aja mbak?soalnya dari cermin aku banyak tau author2 kece lainnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi banyak sist.

      wah, bukannya gak mau lanjutin, Author-author kece lagi pada sibuk di dunia orange. mungkin cermin gak akan ada lagi dengan author2 lain. hehe... mudah2an aku bisa nulis beberapa cermin untuk diposting ;)

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.