"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, November 2, 2014

Catching Angel's Heart - Chapter 13


“Sudah lama kau tak mampir ke sini, sesibuk itukah kau sekarang Mr. CEO?” tanya sebuah suara yang begitu familiar dari speaker telephone genggam milik David.

“Aku akan menghubungimu lagi nanti, Darren. Take care, selamat berbulan madu,” sahutnya.

David hanya tersenyum, dia sedang menghirup secangkir kopi hangat ditemani sebatang rokok yang masih mengepul. Seorang diri duduk di sebuah sudut restoran yang menjual sarapan pagi di kota sibuk Louisiana. Sudah satu jam lamanya dia duduk di sana, menunggu seorang wanita yang akan tiba di tempat itu lima belas menit lagi.


David sengaja datang lebih awal, dia tidak ingin wanita yang akan diawasinya itu menyadari kehadirannya. David tidak ingin menunjukkan kehadirannya, tidak hari ini. Masih banyak hal yang harus David petimbangkan sebelum menemui wanita itu. Dia pasti membencinya, David sangat yakin akan hal itu. Sebuah pemerkosaan tidak bisa dimaafkan, apa pun alasannya. Sebuah cobaan pemerkosaan lagi, matipun tidak bisa menghapuskan dosa yang diperbuat David pada Evellyn.

Denting pintu restoran terbuka, berbunyi. Masuk seorang wanita yang telah ditunggu-tunggu David. Bersamanya, seorang pria usia awal tiga puluhan juga mengikuti di belakangnya. Mereka tampak berbincang dengan nyaman, lengan si pria yang melingkar pada pinggang Evellyn saat membantu Evellyn masuk ke dalam restoran, juga tertangkap oleh mata David. Dia mengetatkan rahangnya, rasa posesif yang telah dimilikinya mengalahkan ketenangannya.

Sejak menyadari apa yang telah dia lakukan pada Evellyn, David merasakan sebuah perasaan asing muncul dalam hatinya. Evellyn adalah miliknya, sebuah perasaan yang akan dicibir oleh hatinya bila itu adalah David yang dulu. David yang dulu tidak pernah peduli dengan perasaan wanita yang ditidurinya, pun dia tidak menghiraukan perasaan yang ditimbulkan wanita-wanita itu pada hatinya. Kenyataannya, wanita-wanita itu tidak pernah meninggalkan sesuatu yang spesial pada hati David walau sespesial apa pun mereka. Lalu apa yang membuat Evellyn berbeda?

David bertanya pada hatinya, apa yang membuat Evellyn berbeda. Mengapa dia merasa harus mengejar wanita ini, merasa ingin memilikinya. Apakah ini cinta? Bullshit... David menepis kata itu. Dia tidak mencintai Evellyn, belum. Dan David tidak tahu bila dia akan bisa merasakan cinta pada wanita itu. Meski demikian, David mengakui pada dirinya sendiri, bahwa dia tertarik pada Evellyn. Senyumnya yang kini sedang terpancar, begitu lembut. Sayangnya, senyum itu terbingkai di wajahnya disebabkan oleh pria yang duduk tepat di depannya sekarang, dan David tidak menyukai hal itu.

“Dokter Richard Jonathan, pria ini benar-benar batu sandungan. Aku harus menyingkirkannya. Bila tidak, dia akan membuat rencanaku gagal,” ketus David.

Dia mengirimkan pesan singkat dari handphone-nya, memberikan tugas pada pengawalnya untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya. Diapun tersenyum licik mengetahui apa yang akan dihadapi oleh dokter Jonathan karena telah berada di tengah-tengah hubungannya dan Evellyn, walaupun hubungan mereka sebenarnya tidak pernah dimulai.

David masih duduk di restoran itu setengah jam kemudian walaupun Evellyn dan dokter Jonathan telah meninggalkan tempat itu. Saat itu sedang musim gugur di Louisiana, David yang hanya mengenakan pakaian casual dan jas biru muda mengenakan kaca mata hitamnya sebelum keluar dari restoran. Dari sana, dia telah membuat janji temu dengan seseorang, seseorang yang dia yakini memiliki kemampuan untuk membuat rencananya berakhir seperti keinginannya. Hanya saja, dia tidak yakin cara yang akan dia pakai kali ini bisa langsung diterima dengan baik oleh orang itu.

Diusir adalah kemungkinan terbesar yang bisa didapatkan David bila menemuinya. Namun semua pilihan layak dicoba, David tidak akan menyerah. Karena dia tahu, hanya inilah satu-satunya cara baginya untuk bisa kembali menjadi seorang manusia yang memiliki hati, atau berubah menjadi makhluk licik seperti ayahnya, Michael Steel.

~*~*~*~

Sudah satu jam David menunggu dengan sabar, kendatipun menunggu bukanlah keahliannya. Tidak pernah dalam hidupnya sebelum ini David dihadapkan pada kondisi menunggu. Dialah yang biasanya ditunggu oleh orang-orang yang memerlukannya. Tapi kali ini, dengan sabar David menunggu kedatangan Senator Jackson dari lawatannya ke pinggiran kota dalam rangka memberikan pidatonya di sebuah yayasan pensiunan tentara.

Dia telah membuat janji temu dengan Senator Jackson dengan dalih ingin membicarakan mengenai cara penanggulangan pengendalian konsumsi minum-minuman keras di negara bagian Louisiana, agar bisa David terapkan pada rantai usaha perhotelan dan bar malam miliknya. Senator itu menyetujuinya, memberikan sebuah kesempatan lagi pada pengusaha muda arogan yang tadinya telah dia masukkan dalam daftar hitam miliknya. Senator Jackson masih mencoba mencari kebaikan yang dimiliki oleh orang seperti David Steel, dimana namanya telah dikenal begitu luas di dunia bisnis yang sayangnya bukanlah nama yang baik.

Senator Jackson telah kembali, seorang sekretaris pribadi senator, Mr. Lawrence, menemui David dan memintanya untuk masuk ke dalam kantor senator. Mereka ditinggalkan berdua dalam ruangan itu sementara Senator Jackson sibuk dengan berkas-berkas di tangannya.

“Selamat siang, Senator Jackson, Sir,” sapa David sopan. Dia harus menunjukkan sikap terbaiknya bila ingin mengambil hati pria ini.

Cara pertama, melakukannya dengan halus. Bila cara pertama gagal, mau tidak mau David harus menggunakan cara yang ‘biasa’ dia gunakan.

“Mr. Steel, silahkan duduk,” sahut senator Jackson dengan dagunya, tanpa menoleh ke arah David, dia masih sibuk mencoret-coret berkas-berkas tadi. “Aku merasa tersanjung kau jauh-jauh datang dari D.C. hanya untuk bertemu denganku. Apa yang kau inginkan? Kau tidak benar-benar ingin membicarakan topik membosankan itu, kan?” sudut bibir senator Jackson meninggi. Dia meletakkan penanya di atas meja, melipat berkas-berkas yang telah selesai dicoret dan memberikan perhatian penuh pada David yang duduk di depan meja kerjanya.

“Mengapa anda mengira aku tidak ingin membicarakan topik membosankan itu, Sir? Banyak hal penting dan berguna yang bisa aku ambil dari pembahasan itu,” sanggah David, masih dengan senyum sopannya, dia menampilkan wajah profesionalnya, tak ingin Mr. Jackson merasa tersinggung dengan penolakannya dulu.

Senator Jackson merebahkan punggungnya pada kursinya, “Kau, anak muda... adalah pemuda yang pintar. Bila menghiraukan berita-berita miring yang kudengar mengenai dirimu, mungkin aku akan dengan senang hati menjadikanmu rekan konsultasiku. Tapi melihat sikapmu beberapa hari yang lalu, aku tidak yakin kau benar-benar tulus ingin menemuiku karena topik itu. Katakan, apa yang kau inginkan sebenarnya? Apakah perusahaan yatch milik keluargamu sebanding dengan bila ditinggalkan sehari untuk berbicara topik yang membosankan itu?”

“Apa pun, Sir, sangat sebanding dengan apa yang ingin kubicarakan denganmu hari ini.”

Senator Jackson mulai tertarik dengan perkataan David, dia mendekatkan tubuhnya pada David, meletakkan kedua tangannya bertumpu pada meja, “Lalu katakan padaku maksud kedatanganmu hari ini. Aku tidak punya banyak waktu untukmu,” kata senator Jackson.

“Aku ingin melamar putrimu,” kata David lantang, tanpa tersirat keraguan dalam kata-katanya.

Senator Jackson tak bergeming, matanya berkijap-kijap beberapa kali, hening, hanya suara kipas ventilasi udara yang berbunyi memuakkan.

“Apa kau bilang tadi?” tanya Senator Jackson, takut salah mengartikan pernyataan David sebelumnya.

“Aku ingin melamar putrimu.”

“KAU bercanda?!” Senator Jackson menggebrak meja di depannya, murka dengan pernyataan David. Dia merasa tersinggung, kearogansian David rupanya tidak menghilang, bahkan dia dengan berani datang ke hadapannya meminta anaknya. Senator Jackson naik pitam, dia tidak dapat menyembunyikan kekesalannya.

“Aku tidak bercanda, Sir. Aku serius.” David tidak bergeming sama sekali. Dia tidak gentar akan gertakan ayah Evellyn. David telah melihat banyak hal yang jauh lebih parah dari gertakan ringan Senator Jackson.

Senator Jackson berdiri dari duduknya, memutar langkahnya menuju David. Dia meraup kerah jas David dengan kasar, merasa terhina dengan lamaran David.

“Aku tidak tahu kau siapa, dan kau datang ke kantorku siang ini untuk melamar anakku. Apakah kau mengenalnya? Apakah kau tahu betapa berharganya dia? Dia, tidak akan kubiarkan bersanding dengan pria angkuh sepertimu. Kau tidak pantas untuk anakku yang berharga, Mr. Steel. Lagipula, kau menghinaku dengan mencoba melamar anakku. Kau anggap apa kami? Kau telah memiliki tunangan, tapi masih berusaha menghancurkan nama baik keluargaku? PERGI!! Sebelum kupanggil petugas keamanan untuk mengusirmu dengan kasar. Jangan sampai aku melakukannya, Mr. Steel. Aku akan melupakan hari ini, menganggap pertemuan kita tidak pernah terjadi. Dan kau... jangan berani-berani menjejakkan kakimu di negara bagian ini lagi, atau kau akan berhadapan denganku. Jangan ganggu Evellyn!! KELUAR!!” bentak Senator Jackson berapi-api.

David tidak melawan, dia tahu rencana A miliknya telah gagal. Dalam seminggu David harus menikah dengan Tracy, tidak ada cara yang terbaik untuk menggagalkan pernikahan itu selain rencana yang sedang dia jalankan sekarang. Meski gagal, cara kedua yang masih dia simpan rapat-rapat diyakininya akan berhasil seratus persen. Senator Jackson yang akan mengikuti pemilihan senator musim berikutnya tidak akan mau dirugikan dengan memburuknya hasil dukungan suara untuknya. David tersenyum licik setelah keluar dari ruangan kantor senator Jackson, dia tahu apa yang dia lakukan.

“Kau memaksaku untuk menggunakan cara ini, Sir. Walaupun cara ini begitu rendah, tapi aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan. Beginilah cara seorang David Steel bekerja.”

David melangkahkan kakinya keluar dari gedung kesenatan negara bagian Louisiana, dia akan sangat sibuk seminggu ini, bahkan untuk mengepas pakaian pengantin pun dia tidak sempat.


“Seolah aku membutuhkannya,” ketus David di dalam mobil yang mengantarkannya kembali ke kediamannya di Louisiana. 




6 comments:

  1. Nanny Mag favorite man... Hihi...

    ReplyDelete
  2. aw..david :*
    kenapa lama sekali update cerita ini dan surrender in your arms? sibuk kah?

    ReplyDelete
  3. Thor...surrender in your arms dong..
    Hehe😃

    ReplyDelete
  4. Kak fast updatenya dong catching angels heart sama surrender in your arms nya.. Aku sampek jamuran nunggu setahun lebih nungguin nih cerita, wkwkwk.. Semangat ya kak.. Btw account yg d wattpad dihapus ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, udah panen berapa kali sist? kaya dah dia berkebun jamur. wkwkkww... *peace *iya akun wattpad dah aku hapus :D

      Delete
  5. Wah, Mr. David udah mulai melaksanakan aksinya untuk dapeti evelyn... Hayoooo, mulai jatuh cinta, ya... Ciyeeeee,,
    mbak ayo dong update seminggu sekali aja pun, biar fansnya mbak pada balik lagi ke sini, baca dan kasih komentar.. Semangat, ya.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.